
Bismillah.. batin Githa seraya memasuki Gedung bersama dengan Merlin.
Ini hari kedua Githa bekerja. Kemarin dia tidak pulang ke rumah karena tidak mau orang rumah khawatir melihat bekas luka yang ada di wajahnya. Dia menelpon meminta izin menginap di rumah Merlin dan dengan berbagai alasan akhirnya Neneknya pun mengizinkannya.
***
Di ruangan Merlin..
"Apa sekretaris setiap hari harus masuk kerja lebih awal mbak? Ini masih jam enam loh dan kita sudah ngantor aja." Tanya Githa yang masih mengantuk. Semalam ia susah tidur. Dia selalu begitu jika tidak tidur di kamarnya. Gelisah.
"Nggak kok mbak, hehe.. Saya hanya gak mau kalau Tuan Dhika sampai lebih dulu dari pada saya." jawab Merlin.
"Oh begitu. Ehmm.. Ada yang ingin saya katakan mbak. Terus terang saya hanya lulusan SD, ini juga pengalaman pertama saya bekerja. Kemarin saya perhatikan banyak sekali pekerjaan yang mbak kerjakan. Saya jadi ragu apakah bisa menggantikan posisi mbak disini." jelas Githa sambil menunduk.
"Mbak, saya juga hanya lulusan SMP. Awal saya bekerja di sini sebagai asisten Pak Roni. Dulu Pak Roni asisten pribadi sekaligus sekretaris Tuan Dhika. Suatu hari Pak Roni jatuh sakit karena kelelahan mengurus Perusahaan dan juga urusan pribadi Tuan Dhika. Setelah kejadian itu Tuan Dhika memutuskan untuk mengangkat saya menjadi sekretarisnya dan Pak Roni hanya mengurus urusan pribadi Tuan Dhika saja." jelas Merlin panjang lebar.
"Hah? Serius mbak? Tapi mbak tampak profesional loh." ucap Githa kagum.
"Hehe.. Nanti mbak akan mengikuti beberapa pelatihan seperti saya dulu. Di sini yang jebolan Universitas hanya tiga orang yaitu Tuan Dhika, Pak Roni dan Mas Bayu. Sisanya hanya lulusan SD, SMP dan SMA mbak." jelas Merlin lagi.
__ADS_1
Githa hanya melongo mendengar penjelasan Merlin. Selama ini dia mengira Dhika menerimanya bekerja karena mereka teman kecil.
"Dulu saya pernah bertanya dengan Pak Roni kenapa pelamar yang di terima hanya lulusan SMA ke bawah. Padahal banyak orang-orang yang sudah berpengalaman dan jebolan Universitas terbaik yang melamar di sini. Dan alasannya sangat membuat saya terharu mbak." ucap Merlin lagi.
"Memang apa alasannya mbak?" tanya Githa penasaran.
"Karena Tuan Dhika ingin agar orang-orang yang putus sekolah bisa juga bekerja kantoran seperti yang lainnya. Tuan Dhika ingin membuktikan kalau perusahaannya bisa maju walau pun mempekerjakan orang-orang yang latar belakang pendidikannya seperti kita. Tuan Dhika melakukan ini semua juga karena ia punya teman kecil yang putus sekolah. Karena itu nama perusahaan ini PELITA G****roup. Yang artinya harapan untuk orang-orang putus sekolah namun punya cita-cita yang tinggi." jelas Merlin sambil tersenyum dan menggenggam hangat tangan Githa.
Githa hanya terdiam tak mampu berucap. Kakinya terasa lemas seperti tak bertulang. Ternyata selama ini Dhika terus mengingatnya. Air matanya pun jatuh tak dapat di bendungnya. Dia terharu, Dhika mempunyai hati yang sangat mulia. Dia menyesal karena selama ini sudah membenci Dhika.
"Mbak, anda tidak apa-apa kan? Kenapa menangis?" tanya Merlin bingung.
Merlin membalas pelukan Githa. Dulu dia juga menangis haru saat mendengarkan penjelasan Pak Roni tentang PELITA Group.
Tak lama Dhika pun tiba. Merlin dan Githa pun melepaskan pelukannya. Seperti biasa Merlin langsung memberi salam. Namun ia kaget saat tiba-tiba Githa langsung menghambur memeluk Dhika. Security yang melihat kejadian tersebut dengan sigap langsung mendekat ingin menyingkirkan Githa. Namun Dhika menggeleng tanda tidak keberatan dan mengisyaratkannya untuk kembali ke tempat semula.
"Maafin aku Dhik, maafin aku.." ucap Githa lirih sambil terus memeluk Dhika.
Dhika yang masih kebingungan membalas pelukan Githa sambil mengusap-usap pundaknya.
__ADS_1
.
.
.
Bersambung~~
Hai readers perkenalkan saya Deita Ahmad.
Ini adalah novel pertama saya.
Sebagai penulis baru pasti Novel saya masih banyak kurangnya.
Saya butuh saran dan kritik kalian agar bisa menyempurnakan cerita ini.
Mohon dukungannya dengan memberikan Like, Komen dan Votenya.
Kelanjutan Novel ini sangat bergantung dengan dukungan kalian.
__ADS_1
Terimakasih ❤