
Di perjalanan menuju kantor Dhika, Bella terus bertanya pada mamanya. Bella penasaran apa yang sedang di rencanakan oleh mamanya. Dia tahu benar seperti apa mamanya itu.
"Mah, kenapa mau repot-repot nganterin Bella ke kantor kak Dhika? Bella gak apa-apa kok nunggu sebentar lagi." Ucap Bella sambil memandangi mamanya yang sedang menyetir.
"Mama gak repot kok sayang. Lagian kebetulan mama juga mau pergi arisan, jadi sekalian aja mama anterin kamu." jelas bu Fatma tanpa menoleh karena fokus menyetir.
"Bella harap mama gak sedang merencanakan sesuatu. Sudah cukup dua hari berturut-turut Bella ribut dengan kak Dhika dan Bella menyesalinya mah." Jelas Bella.
Bu Fatma hanya tersenyum. Tak lama ia menepikan mobilnya dan berhenti.
"Sudah sampai." kata Bu Fatma dan mematikan mobilnya.
Bella yang sedari tadi memainkan ponselnya langsung mendongak dan melihat keluar. Saat melihat bu Fatma sedang melepas seat belt nya, Bella langsung memicingkan matanya sembari berkata "Mama gak usah ikut turun ya. Kan tadi katanya mau pergi arisan."
"Mama mampir sebentar aja kok sayang. Mama penasaran dengan wanita yang bernama Githa itu." jawab bu Fatma.
"Plis mah jangan sekarang ya. Bella takut nanti ada keributan lagi." tahan Bella.
__ADS_1
"Ehmm baiklah. Jangan lupa pesan mama semalam ya sayang. Bella harus bisa menahan ego." ucap bu Fatma tersenyum sambil mengelus pundak anak kesayangannya.
"Iya, Bella ingat kok. Yaudah kalo gitu Bella pergi ya mah." ucap Bella lalu mencium punggung tangan mamanya dan keluar dari mobil.
Setelah memastikan Bella sudah memasuki gedung, Bu Fatma langsung melajukan mobilnya ke rumah bu Harnum teman sosialita nya.
***
Setelah sampai di lantai 8, lantai paling atas tempat ruangan Presdir berada, Bella melihat Githa sekilas lalu segera mengalihkan pandangannya. Merlin yang melihat kedatangan Bella langsung datang menghampiri menyapa dan berkata. "Maaf mbak, Tuan Dhika sedang sibuk dan tidak bisa di ganggu." jelas Merlin sesuai dengan pesan Dhika tadi pagi.
"Aku udah janjian kok sama kak Dhika." jawab Bella ketus. "Githa, coba deh kamu telepon beritahu sama kak Dhika kalo aku sudah sampai." pinta Bella sengaja menyuruh Githa.
Githa terkejut dan terdiam sesaat. Tak lama ia segera tersadar lalu berdiri dan berjalan menghampiri Bella sambil berkata "Silakan masuk mbak. Tuan Dhika sudah menunggu anda." ucap Githa sambil tersenyum.
Bella tak menjawab dan langsung melangkah ke ruangan Dhika dengan senyum angkuhnya. Merlin hanya menggelengkan kepala saat melihat sikap Bella barusan yang menurutnya masih kekanakan.
***
__ADS_1
Di ruangan Dhika..
"Hai kak.. Banyak banget ya kerjaannya hari ini?" ucap Bella seraya duduk di sofa yang ada di ruangan Dhika. "Loh kak, warna baju kita sama nih padahal gak janjian, hehe.." timpal Bella lagi lalu berjalan mendekati meja kerja Dhika.
Dhika mendongak lalu tersenyum hangat. Ia tidak menanggapi perkataan Bella barusan. Setelah itu dia kembali menatap layar laptopnya.
Gitu doank responnya! Dia bahkan gak memperhatikan penampilanku. Lihat aja ya kak, aku bakal membuatmu tergila-gila padaku. batin Bella kesal.
.
.
.
Bersambung~~
Mohon dukungannya dengan memberikan Like, Comment, Rate dan Votenya.
__ADS_1
Kelanjutan Novel ini sangat bergantung dengan dukungan kalian.
Terimakasih ❤