
Kriiiingg kriiingg kriiiinggg!!
Alarm ponsel Githa berbunyi menunjukkan pukul 04.30 pagi.
Githa segera bangkit mengambil handuk lalu berlari keluar kamar menuju kamar mandi.
Setelah mandi dia mengambil air wudhu lalu bergegas sholat subuh.
Selesai sholat dia mengambil ponselnya untuk melihat jam.
Hemm.. sudah pukul 05.30 aku harus segera bersiap agar tak terlambat. Batin Githa.
Lalu dia berdiri menuju lemari pakaian dan mengambil kemeja yang sudah ia siapkan semalam. Setelah mengenakan pakaian dia bercermin dan teringat kata-kata Dhika yang menyuruhnya berias agar tidak pucat.
Aaaaa.. Aku hanya punya liptint dan bedak tabur bayi. Apa ini cukup untuk membuatku terlihat cantik. batin Githa
Tak lama kemudian Leela bangun menghampiri kakaknya lalu bertanya "Kak, mau ke mana? Rapi sekali?"
"Nanti akan kakak beritahu jika semuanya sudah pasti ya." jawab Githa.
"Baiklah kak." balas Leela sambil mengambil handuk lalu pergi keluar menuju kamar mandi.
Githa pun mulai merias wajahnya. Dia hanya memakai liptint berwarna merah muda dengan tipis, lalu merapikan rambutnya dengan tangan.
Githa memang jarang sekali memakai make up. Dia lebih suka polosan dan natural karena kulit wajahnya sudah putih bersih dan kenyal.
__ADS_1
Setelah selesai bersiap Githa menuju dapur untuk berpamitan dengan nenek dan kakeknya yang sedang sarapan.
"Nek, Githa pergi dulu ya. Do'ain semoga urusan Githa hari ini bisa berjalan dengan lancar." kata Githa sambil mencium punggung tangan kakek dan neneknya.
"Rapi sekali." Nenek menjawab setelah memperhatikan penampilan cucunya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Lalu bertanya lagi "Memangnya mau pergi ke mana sepagi ini? Dan tumben kamu berias Git?"
"Nanti akan Githa beritahu kalau semuanya sudah pasti ya Nek. Hehe.." jawab Githa sambil tersenyum.
"Baiklah. Jangan berbuat macam-macam. Nenek selalu mendo'akanmu nak. Sekarang mari sarapan dulu." ajak Nenek.
"Maaf Nek sepertinya tidak sempat. Githa takut akan terlambat. Githa harus sampai sebelum jam 8." jawab Githa setelah melihat jam di ponselnya.
"Sekarang masih pukul 06.30 cantik. Setidaknya minumlah teh hangat ini." pinta Nenek sambil memberikan gelas berisi teh hangat kepada Githa.
Githa segera meminumnya dan langsung berpamitan "Githa pergi dulu ya Kek, Nek. Assalamu'alaikum.."
***
Setelah menempuh perjalanan 30 menit akhirnya Githa sampai di kantor. Dia merasa gugup, senang namun juga belum yakin apakah benar sudah di terima di perusahaan tersebut.
Bismillah.. batin Githa.
Dia melihat jam di ponselnya dan masih menunjukkan pukul 07.10
Masih ada waktu 50 menit. Haha.. Aku terlalu bersemangat. Apakah aku harus menunggu Dhika atau langsung masuk saja ya? Hemm.. aku akan bertanya pada security itu. Awas saja kalau Dhika membohongiku! batinnya lagi.
__ADS_1
Githa berjalan mendekati security tersebut lalu bertanya dengan sopan "Permisi mas. Perkenalkan saya Githa, kemarin saya mengikuti seleksi wawancara di kantor ini. Lalu semalam saya dapat telepon bahwa hari ini saya sudah bisa mulai bekerja. Apakah saya bisa langsung masuk atau harus menunggu mas Dhika dulu?"
Security tersebut hanya diam menganga memperhatikan Githa. Lalu Githa melambai-lambaikan tangannya untuk menyadarkan security tersebut.
"Eh iya mbak, Perkenalkan juga saya Firman." sambil mengulurkan tangannya ingin bersalaman. Githa menyambutnya dengan hangat dan tersenyum.
Lalu Firman melanjutkan. "Biasanya pelamar yang lulus wawancara akan di hubungi paling cepat satu minggu mbak. Itupun belum langsung di terima bekerja melainkan lanjut mengikuti test psikotest dan prosedur yang lainnya. Dan yang menghubungi bagian personalia bukan Tuan Dhika langsung." kata Firman menjelaskan.
Mengapa dia menyebutnya Tuan Dhika? Apa benar yang dikatakan mas Bayu kemarin kalau Dhika adalah bos mereka. batin Githa.
Melihat Githa yang mulai kebingungan Firman kembali berkata "Tapi jika memang benar Presdir kami ada menghubungi mbak, silakan masuk dan menunggu di lobby mbak. Sebentar lagi Tuan pasti akan tiba."
Githa tidak menjawab lalu mengambil ponselnya, dia mengecek panggilan teleponnya semalam lalu bertanya lagi "Apakah ini nomor ponsel Tu-tuan Dhika 0811-22**-***?" sambil menunjukkan layar ponselnya.
Firman tidak sempat menjawab karena ia buru-buru berjalan ke depan menghampiri mobil yang baru saja tiba lalu membukakan pintu mobil tersebut dan menyapa "Selamat pagi Tuan." sambil sedikit membungkukkan tubuhnya.
Githa menoleh ke arah mobil tersebut dan terkejut melihat Dhika di perlakukan seperti itu. Lalu Githa pun menghampiri dan berkata "Pagi Dhik, bisa kita bicara?"
Sama seperti Firman, Dhika pun terpesona melihat wanita yang berdiri di depannya. Githa mengenakan kemeja lengan pendek berwarna merah maroon yang sangat pas di tubuhnya. Memakai rok warna hitam yang menutup sampai di bawah lutut. Memakai flat shoes warna coklat dan rambutnya yang panjang sebahu dibiarkan terurai. Penampilan yang sederhana namun berbeda dari penampilannya saat mengikuti wawancara kemarin.
Githa benar-benar sangat anggun. Padahal dia hanya berias tipis. Semakin dewasa semakin cantik saja. gumam Dhika dalam hati.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung~~