Cerita Cinta Githa

Cerita Cinta Githa
Di Rumah Bella (3)


__ADS_3

Selama ini aku tulus mencintaimu kak. Aku pun merasa kalau kau merasakan hal yang sama karena selama ini sikapmu begitu manis dan selalu membuat aku nyaman. Kamu selalu mengalah, memanjakanku, tidak pernah berkata kasar apalagi berbuat kasar. Aku merasa menjadi wanita paling beruntung karena telah menjadi kekasihmu kak. Tapi apa yang barusan papa bicarakan denganmu? Perjanjian apa yang kalian maksud? gumam Bella pelan sambil memegang dadanya. Hatinya teriris saat mendengar Dhika ingin menikahi wanita lain. Hancur sudah harapannya untuk melanjutkan hubungan ini ke jenjang yang lebih serius.


"Mah, perjanjian apa yang sedang mereka bicarakan? Apa mama tahu sesuatu?" tanya Bella lirih.


"Mama juga tidak tahu sayang." ucap Bu Fatma sambil mengelus pundak Bella. "Sekarang masuklah ke kamarmu. Mama akan bicara dengan papa dan Dhika. Apa sebenarnya yang sudah mereka rahasiakan." pinta Bu Fatma.


"Jangan mah! Sepertinya mereka belum selesai bicara. Kita tunggu saja dulu disini dan dengarkan pembicaraan mereka." ajak Bella yang masih terduduk lemas di lantai.


"Baiklah sayang. Mama minta kamu tetap kuat. Jangan menyerah. Dan kita juga harus segera menyusun rencana." ucap Bu Fatma sambil tersenyum sinis.


***

__ADS_1


"Maaf om sepertinya saya sudah tidak bisa melanjutkannya lagi. Dari awal saya sudah menolak tapi om terus memaksa. Om juga janji akan bertanggung jawab penuh. Saya juga salah karena sudah memenuhi permintaan om. Tapi kali ini saya mohon, tolong lepaskan saya om. Saya tidak ingin terus-terusan membohongi Bella. Apa om tidak kasihan dengan anak om?" suara Dhika sedikit meninggi. Dia merasa tertekan. Cukup sudah selama ini dia korban perasaan.


"Sekarang om tanya. Apa ini semua benar ada hubungannya dengan kemunculan Githa? Karena sebelum dia datang, kamu tidak pernah membahas soal perjanjian kita. Malah om lihat kamu sangat menikmati setiap momen saat bersama dengan Bella." ucap Pak Husen yang seperti ingin menyalahkan Githa.


"Cukup om! Jangan pernah lagi om bawa-bawa Githa dalam masalah ini. Kalau pun memang akhirnya saya berubah sejak bertemu dengan Githa, itu bukan sebuah kesalahan. Karena memang selama ini hati saya kosong, saya tidak mencintai Bella dan om tahu itu." tegas Dhika. Dia tidak suka Pak Husen menyebut nama Githa. "Perlu om tahu, selama ini saya memaksakan diri untuk menerima Bella. Saya berusaha mencintainya namun hati tidak bisa di paksakan. Om tahu sendiri kan bagaimana sikap anak om itu? Saya tidak pernah merasa nyaman saat bersamanya. Maaf kalau om tersinggung, tapi itu semua kebenarannya." timpal Dhika lagi mulai terbawa emosi.


Pak Husen mulai geram. Dia sangat tersinggung dengan ucapan Dhika barusan. Dia mengatur nafasnya dan perlahan bisa menguasai dirinya. Sebisa mungkin ia berusaha agar tidak terbawa emosi. Karena semua yang Dhika katakan memang benar. Dari awal Dhika sudah katakan kalau dia tidak ada perasaan apapun terhadap Bella.


Dhika terdiam. Yang di katakan Pak Husen ada benarnya. Githa pun juga sudah menyarankan hal yang sama.


Tak lama ia pun berdiri hendak pulang. Baru beberapa langkah ia berhenti saat Pak Husen kembali berkata "Pikirkan lagi baik-baik dan segera hubungi om jika kamu sudah memutuskan." ucap Pak Husen.

__ADS_1


.


.


.


Bersambung~~


Mohon dukungannya dengan memberikan Like, Komen dan Votenya.


Kelanjutan Novel ini sangat bergantung dengan dukungan kalian.

__ADS_1


Terimakasih ❤


__ADS_2