Cerita Cinta Githa

Cerita Cinta Githa
Bella Mengetahuinya


__ADS_3

Akhirnya Githa bangun setelah beberapa kali di bangunkan oleh Dhika.


"Ya ampun Dhik, ini sudah jam sebelas! Kenapa kamu gak langsung bangunin aku sih!" ucap Githa terkejut saat melihat jam di ponselnya.


"Haha.. Aku sudah berkali-kali mencob membangunkanmu tapi kamu tidur terlalu nyenyak. Baguslah kamu sudah bangun sekarang. Baru saja aku akan menggendongmu." balas Dhika.


"Eh anu gitu ya. Hehe.. Aku memang belum ada istirahat seharian ini. Ehm.. Makasih ya Dhik. Akan aku cicil semua belanjaan ini. Cepat pergi sebelum nenek keluar." jawab Githa lalu keluar dari mobil Dhika.


"Okey. Sampai jumpa besok di kantor ya." balas Dhika lalu menyalakan mobilnya dan segera pergi.


Keesokan harinya..


Pukul 06.30 Githa sudah sampai di kantor. Dia masuk dan menunggu di lobby sampai jam briefing pagi di mulai sesuai dengan prosedur yang diberi tau oleh Bayu kemarin. Beberapa karyawan yang sudah datang tampak sibuk dengan urusan masing-masing. Ada yang mengobrol, ada yg pergi ke kantin untuk sarapan, ada pula yang sudah sibuk di depan laptopnya. Briefing pagi di mulai pukul 07.30 dan sebelum briefing di mulai karyawan di perbolehkan sarapan, mengobrol ataupun bersantai, terkecuali security.


Githa memperhatikan mereka satu per satu mencari Merlin yang akan menjadi seniornya. Tapi sepertinya Merlin belum datang.


Masih jam tujuh kurang lima belas menit. Mungkin Merlin masih di perjalanan. Aku sudah tidak sabar ingin segera bekerja. batin Githa penuh semangat.


Tak lama Dhika pun tiba, dia langsung datang menghampiri Githa. Para karyawan yang tadinya bersantai berkumpul dan mengobrol langsung bubar. Mereka tidak menduga kalau bos mereka akan datang lebih awal. Dhika biasanya datang saat briefing akan di mulai.


"Lanjutkan saja! Ini masih jam tujuh." pinta Dhika saat melihat karyawannya yang berhamburan karena kedatangannya.


Mereka hanya menganggukkan kepala lalu pergi ke ruangan masing-masing. Tidak ada yang berani kembali mengobrol dan bersantai walaupun Dhika tidak keberatan.


Githa yang sedang duduk langsung berdiri saat melihat Dhika datang menghampirinya.


"Selamat pagi Tuan." sapa Githa

__ADS_1


"Pagi. Ayo ikut ke ruanganku." balas Dhika lalu melangkah menuju lift khusus presdir.


Githa mengikutinya dari belakang.


Di dalam lift Githa hanya diam berdiri di belakang Dhika. Sebisa mungkin dia akan bersikap profesional.


"Apa kau sudah sarapan?" tanya Dhika memecah kesunyian.


"Sudah Tuan." jawab Githa sambil menganggukan kepalanya lalu menunduk.


"Haha. Di sini hanya ada kita berdua, jadi santai saja tidak usah seperti itu."


"Tapi ini di kantor. Saya akan terus bersikap seperti ini saat sedang di kantor, Tuan." jelas Githa.


Tak lama mereka tiba di lantai paling atas. Githa terkejut saat melihat Merlin yang sudah sibuk bekerja di ruangannya.


Dhika membalas dengan anggukan dan mengisyaratkan Merlin untuk ikut masuk ke ruangannya. Merlin yang paham maksud bosnya langsung mengikuti dari belakang beriringan denga Githa.


"Tunda semua meeting hari ini karena aku ingin kamu hanya fokus mengajari Githa sampai tiga hari ke depan. Tunda sampai Roni datang." pinta Dhika setelah masuk ke ruangannya.


"Baik, Tuan." jawab Merlin paham.


"Kembali ke ruanganmu sekarang." pinta Dhika lagi.


"Permisi, Tuan." jawab Merlin seraya pergi meninggalkan ruangan Presdir.


***

__ADS_1


"Bagaimana perasaanmu? Apa kau sudah siap bekerja?" tanya Dhika.


"Insya Allah saya sudah siap, Tuan. Bahkan saya sudah tidak sabar ingin segera bekerja." jawab Githa sambil mengepalkan tangannya ke udara karena terlalu bersemangat.


"Haha.. Ayo kita turun briefing akan segera di mulai." ajak Dhika.


Saat hendak keluar ruangan, tiba-tiba pintu terbuka dan tampak Bella berdiri sambil mengacak pinggang dengan muka masam.


"Tunggu sebentar! Ada yang ingin aku bicarakan pada kalian!" ucap Bella ketus sambil memandang sinis ke arah Githa.


Dhika menghampiri Bella. Memegang kedua bahunya lalu mendorongnya pelan sambil berkata "Sayang.. Tunggu disini sebentar ya. Sekarang waktunya briefing yang lain sudah menungguku." jawab Dhika dengan lembut.


"Baik pergilah. Aku akan menunggu disini." balas Bella datar.


Kak Dhika pintar sekali kau bersandiwara. Kau pikir aku tidak tau kalau semalam kau jalan dengan wanita kampungan ini. Bisa-bisanya kau menolak menemaniku ke salon dan memilih jalan dengannya! batin Bella kesal.


.


.


.


Bersambung~~


Hai readers perkenalkan saya Deita Ahmad. Ini adalah novel pertama saya. Sebagai penulis baru pasti Novel saya masih banyak kurangnya. Saya butuh saran dan kritik kalian agar bisa menyempurnakan cerita ini. Mohon dukungannya dengan memberikan Like, Komen dan Votenya. Kelanjutan Novel ini sangat bergantung dengan dukungan kalian.


Terimakasih ❤

__ADS_1


__ADS_2