
Githa mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Dhika. Namun Dhika semakin kuat memegangnya.
"Githa, ayo ke ruanganku sekarang! Kalian sudah dewasa, mari kita selesaikan masalah ini agar tidak terjadi lagi di kemudian hari! Dan kau Bella. Kau pasti sudah salah paham!" ucap Dhika tegas pada keduanya.
Dhika pun melepaskan tangan Githa dan juga pelukannya pada Bella. Lalu Dhika berjalan menuju ruangannya dan Bella segera mengiringi langkahnya sambil merangkul manja tangan Dhika.
***
Di ruangan Dhika..
"Bella, apa tadi yang ingin kamu bicarakan denganku berkaitan dengan insiden ini?" tanya Dhika dengan tatapan tajam.
Bella hanya tertunduk dan diam. Dia tidak berani menatap Dhika. Dia sadar kalau dia yang salah karena lebih dulu menyerang Githa.
"Aku sudah memperingatkanmu untuk bisa jaga sikap saat di kantorku kan?! Tapi apa semua ini! Pasti kau yang lebih dulu menyerang Githa kan?!" tanya Dhika lagi.
Bella terdiam dan tak lama ia pun menangis. Githa yang melihat merasa kasihan. Githa pun mengisyaratkan pada Dhika untuk mengakhirinya.
"Apa saya sudah bisa mulai bekerja sekarang, Tuan?" tanya Githa ingin segera keluar dari ruangan Presdir tersebut.
"Merlin akan datang membawa pakaian ganti untukmu. Tunggu dulu sebentar. Penampilanmu sangat kacau." jawab Dhika sambil memperhatikan Githa dari atas sampai bawah.
"Baik, Tuan. Saya akan menunggu di ruangan mbak Merlin." jawab Githa seraya berjalan keluar namun tak lama langkahnya terhenti saat Bella berkata "Jika kamu memang wanita baik-baik. Aku harap kamu segera resign dari perusahaan ini. Aku tidak suka melihatmu dan kak Dhika yang tampak begitu akrab."
Githa berbalik dan membalas "Saya tidak akan meninggalkan perusahaan ini kecuali Tuan Dhika yang memecat saya! Bukan karena saya ingin dekat-dekat dengannya! Tapi karena saya sangat butuh pekerjaan ini! Saya permisi dulu." jawab Githa dengan tegas namun tetap sopan.
__ADS_1
Dhika membiarkan Githa pergi lalu menghampiri Bella.
"Apa salah Githa sampai kamu menyerangnya seperti itu?" selidik Dhika pada Bella.
"Kamu berubah sejak bertemu dengannya kak! Kamu mengacuhkanku bahkan tadi malam menolak saat aku minta di temani pergi ke salon dan kamu memilih pergi dengannya!" jelas Bella sambil menangis.
Walaupun aku tak pernah mencintaimu tapi aku selalu berusaha memperlakukanmu layaknya seorang kekasih. Tapi.. Sejak bertemu dengan Githa, aku sudah tidak bisa berpura-pura lagi. Aku tidak bisa mengendalikan perasaanku padanya. batin Dhika.
Dhika memeluk Bella, Ia merasa bersalah pada Bella dan juga Githa.
"Apa kak Dhika menyukai Githa?" tanya Bella penasaran.
"Ehheeemm.." Dhika hanya menjawab dengan berdehem.
"Jangan pernah kau menyakiti Githa lagi. Dia tidak bersalah. Akulah yang salah karena telah jatuh cinta padanya." jawab Dhika jujur sambil melepaskan pelukannya pada Bella.
Plaaaakk..!
Bella langsung menampar pipi Dhika. Dia mengambil tasnya lalu segera pergi keluar meninggalkan Dhika. Saat melewati ruangan Merlin, dia melihat Githa yang tampak sudah berganti pakaian dan sedang tertawa dengan Merlin. Bella pun datang menghampirinya "Kau jangan senang dulu! Akan ku buat hidupmu menderita!" ancam Bella lalu segera pergi meninggalkan kantor Dhika.
Githa hanya geleng-geleng kepala melihatnya sambil mengelus-elus dadanya.
Tak lama telepon di ruangan Merlin berbunyi dan Merlin segera mengangkatnya. Presdir meminta Githa untuk ke ruangannya. Githa pun segera datang ke ruangan Dhika.
"Permisi, Tuan. Ada apa memanggil saya lagi?" tanya Githa saat sudah berada di ruangan Dhika.
__ADS_1
Dhika memperhatikan wajah Githa yang masih memar. Ujung bibirnya juga tampak luka. Entah apa yang sudah di lakukan Bella padanya. Tak lama Dhika pun datang menghampiri dan memeluknya. Githa terkejut dan berusaha melepaskan pelukan Dhika. Namun Dhika semakin memeluknya erat.
"Aku sayang kamu Git. Maafin aku. Ini semua terjadi karena aku. Aku tidak bisa terus-terusan menyimpan perasaan ini. Aku ingin kamu menjadi istriku." bisik Dhika di telinga Githa.
.
.
.
Bersambung~~
Hai readers perkenalkan saya Deita Ahmad.
Ini adalah novel pertama saya.
Sebagai penulis baru pasti Novel saya masih banyak kurangnya.
Saya butuh saran dan kritik kalian agar bisa menyempurnakan cerita ini.
Mohon dukungannya dengan memberikan Like, Komen dan Votenya.
Kelanjutan Novel ini sangat bergantung pada dukungan kalian.
Terimakasih ❤
__ADS_1