Cerita Cinta Githa

Cerita Cinta Githa
Githa VS Dhika dan Roni


__ADS_3

Setelah sampai di kantor, Githa langsung menyelesaikan pekerjaannya. Tak butuh waktu lama akhirnya pekerjaannya pun selesai bertepatan dengan jam pulang kerja. Githa bergegas untuk pulang sebelum Dhika datang, dia tidak mau bertemu Dhika karena pasti mereka akan bertengkar seperti yang sudah-sudah.


Roni yang melihat Githa akan pulang langsung datang menghampiri. Dia mencari-cari alasan yang tepat untuk menahan kepergian Githa karena barusan Dhika minta tolong padanya lewat pesan.


"Tumben buru-buru pulang? Kerjaanmu udah selesai?" Tanya Roni.


"Malam ini saya ada janji dengan teman makanya pulang ontime Pak. Semua pekerjaan saya juga udah beres." Jawab Githa.


"Tuan Dhika mau periksa laporan keuangan, tolong antarkan berkasnya ke ruangannya sekarang ya." Pinta Roni berusaha mencegah Githa.


"Tapi saat ini Tuan Dhika sedang gak ada di kantor dan keuangan perusahaan juga saat ini stabil dan terkontrol. Biasanya pemeriksaan laporan keuangan secara mendadak di lakukan apabila kondisi keuangan sedang gak sehat." Bantah Githa sopan.


Roni tak bisa menjawab karena semua yang dikatakan Githa memang benar. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum kikuk.


Pantes aja Dhika tergila-gila padamu. Selain cantik dan pintar, kamu juga wanita yang tegas. Batin Roni.


"Saya permisi Pak, selamat sore." Pamit Githa.


"Tunggu sebentar lagi! Tunggulah sampai Dhika datang. Sepertinya ada yang mau di bicarakannya denganmu." Tahan Roni dengan wajah memelas.


Cih! Sudah ku duga! Dasar bos aneh! Batin Githa kesal.


"Maaf Pak, saya harus segera pulang. Saya permisi dulu, selamat sore." Ucap Githa seraya pergi meninggalkan Roni.

__ADS_1


Saat sedang berjalan menuju lift, tampaklah Dhika yang baru saja keluar dari lift khusus Presdir. Githa langsung mempercepat langkahnya dan berharap Dhika tidak melihatnya. Namun dengan cepat Dhika meraih tangannya dan menariknya masuk ke ruang kerjanya dengan kasar.


"Dhika lepasin!!" Teriak Githa saat sudah berada di ruangan Dhika.


"Ada hubungan apa kamu dengan Ali?" Tanya Dhika dengan wajah merah dan bibir bergetar karena menahan emosinya.


"Bukan urusan kamu!" Jawab Githa dengan lantang.


"Gak bisakah kamu sabar sebentar lagi?" Tanya Dhika lagi dengan tatapan tajam.


"Itu lagi itu lagi! Aku udah gak ada perasaan apapun sama kamu Dhik! Mulai detik ini aku udah bukan karyawanmu lagi! Aku mau resign dan besok akan ku berikan surat pengunduran diriku!" Jawab Githa tak kalah emosi.


Dhika mengusap wajahnya kasar lalu langsung memeluk Githa.


"Maafin aku Gith, maaf karena udah nyakitin kamu. Aku gak kuat lihat kamu bersama dengan laki-laki lain. Sampai saat ini perasaanku masih sama, aku masih sangat mencintai kamu. Aku mohon jangan pergi dari sini." Ucap Dhika dengan lirih dan penuh penyesalan.


Sejujurnya aku juga masih menyukaimu, hanya saja aku harus bisa memaksa diri ini membuka hati untuk orang lain. Batin Githa sedih.


"Maaf, aku akan tetap resign. Aku udah pernah memperingatkan kamu. Jujur aku gak nyaman dengan sikapmu yang seperti ini." Ucap Githa pelan lalu pergi keluar meninggalkan Dhika.


***


Setelah keluar dari ruangan Dhika, Githa terkejut melihat Roni yang sedang berdiri di depan pintu. Roni sedari tadi sengaja menunggu di sana karena takut sesuatu yang tidak-tidak akan terjadi karena tadi dia melihat Dhika yang begitu kasar dan penuh amarah sedang menarik tangan Githa ke ruangannya.

__ADS_1


"Tolong kamu pikirkan lagi sebelum berhenti bekerja di sini." Ucap Roni memberi saran.


"Keputusan saya sudah bulat. Saya gak bisa bekerja sama dengan bos aneh seperti dia lagi." Jawab Githa tegas.


"Aku cuma ngasih saran. Kalau kamu gak mau ikuti yaa itu hak kamu. Kalau begitu kamu harus siapkan uang untuk bayar denda." Balas Roni santai.


"Denda? Denda untuk apa? Bisa tolong Bapak jelaskan?" Tanya Githa bertubi-tubi karena tidak mengerti maksud Roni.


"Kamu masih terikat kontrak kerja sebelas bulan lagi. Jika kamu mengundurkan diri sebelum kontrak kerja selesai, maka kamu harus membayar denda. HRD pasti udah jelasin semuanya bukan? Dan kamu juga pasti udah baca salinan perjanjian kontrak kerjanya." Jelas Roni santai dengan senyum kemenangan.


Sial! Aku gak punya cukup uang buat bayar semua dendanya! Aarrgghhhh!! Batin Githa.


Githa tak menjawab lalu bergegas pergi meninggalkan Roni. Langkahnya terhenti saat Roni kembali buka suara.


"Ikuti saranku atau siapkan uangnya besok dan berikan bersamaan dengan surat resignmu. Ingat! Sebelas bulan dikalikan dengan jumlah gaji kamu tiap bulan, segitu denda yang harus kamu bayar." Gertak Roni tanpa melihat Githa.


.


.


.


Bersambung~~

__ADS_1


Jangan pelit-pelit vote poin ya kak, hehe..


Terimakasih ^^


__ADS_2