
"Kenapa harus dia El? kenapa bukan orang lain ajah, kenapa jantung gue panas ngeliat kejadian tadi?" ucap Rhyrhy yang masih terisak, tubuhnya pun mulai bergetar hebat. Elicia pun memeluk sahabatnya dan menenangkannya dalam pelukanya.
"Jadi dia cowok yang lo maksud? yang lo temuin di pasar?" tanya Elicia memastikan apa yang dia tadi pikirkan dan Nita. Rhyrhy pun mengangguk, Elicia pun mempererat pelukanya kepadasahabatnya itu dan mengelus rambutnya.
"Udah engak usah nangis, kita nanti minta penjelasan sama Asma, gue enggak mau kalo persahabatan kita ancur cuman gara-gara salah paham,oke" ucap Elicia lembut dan menatap senduhke arah Rhyrhy.
"Gue sadar El, gue engak punya hak untuk cemburu! karena dia bukan milik gue, tapi hati gue panas, hiks, hiks, hiks" ucap Rhyrhy terisak.
"Tenangin diri loh oke, lo engak mau kan kalo persahabatn kita ancur? kita nanti ngumpul di rumah gue, kita bicarain baik-baik, kita minta Asma jelasin semuanya, engak mungkin Asma nyembunyiin sesuatu dari kita, kan dia juga belum tau kalo cowok yang lo temuin di pasar itu adalah cowok yang tadi, jadi berpikir positif yah, yaudah kita bolos ajah langsung ke rumah gue yuk," ucap Elicia lembut.
"G-gue tadi maunya emang bolos, karena gue malu kali kalo anak-anak lain ngeliatin mata gue bengkak,nan-nanti yang naksir sama gue jadi ilfil," ucap Rhyrhy masih sesengukan.
"Iyah, iyah," ucap Elicia menahan tawanya.
"Lo bawa bedak sam lipstik enggak?" tanya Rhyrhy.
"Lo mau apain?" Elicia bukanya nge jawab malah tanya balik.
"Gue mau pake lah, lo eng-engak liat kalo mak-up gue luntur, bibir gue juga pucet gara-gara nangis," jawab Rhyrhy.
"Buwahahahahk, lu juga shi siapa suruh nangis? hahahak" tawa Elicia seketika pecah.
"Kebiasaan lu El, orang lagi sedih juga di ketawain," celetuk Rhyrhy.
"Udah ah yok pulang ke rumah gue," ucap Elicia menarik Rhyrhy ke parkiran.
Sedangkan di kantin.
"Gue engak kenal sama lo, kalo memang gue pernah janji sama lo? yaudah lupain ajah, so gue juga udah punya pacar!" ucap Asma berbohong, karena ia peka terhadap kelakuan Rhyrhy.
'Emang iya Asma punya pacar? Sejak kapan? Kok dia enggak pernah nyeritain ke kita ya?' batin Nita bertanya-tanya.
"Tapi lo udah janji Via sama gue! lo bakalan nungu gue balik buat nembak lo! sekarang gue balik kenapa lo lupa sama gue! gue engak percaya kalo loe punya pacar! Liat mata gue kalo memang lo berani liat Vi!" ucap Randa mulai meningikan suaranya, sambil memegang kedua pipi Asma.
"Nit, kita susul Rhyrhy yuk, malas gue ladenin orang yang sok kenal kayak dia," celetuk Asma menepiskan tangan Randa, dan berjalan menarik Nita pergi.
"Via..!" teriak Randa.
"Udah Ran, kita ke kelas aja yok, bel masuk bentar lagi bunyi, kalo dia memang Via lo, dia bakalan ingat suatu saat nanti kok," ucap Dirga menenangkan sahabatnya, dan Dito merangkul Randa menuju kelas nya, Tedy? Dia masih bingung mencerna apa yang sedang terjadi. [EMANG GO*LOK NI ANAK HHHK]
***
__ADS_1
Kamar Elicia.
Mereka semua pun berkumpul di kamar Elicia, yah mereka ber-emapt bolos, tadi Elicia mengirimkan pesan ke Nita untuk bolos dan segera meluncur ke rumahnya, dengan alasan ada yang ingin di bicarakan ber-empat. Seketika suasana terasa cangung entah kenapa Elicia dan Nita hanya saling pandang memandang, sedangkan Rhyrhy hanya duduk tunduk ke arah lantai, Asma hanya memandangi Rhyrhy yang merasa dirinya seakan ada salah dengan Rhyrhy. Asma pun membelah keheningan.
"Rhy, lo kenapa? lu suka sama cowok tadi? makanya lo kabur?" tanya Asma lembut dan mendekat ke arah Rhyrhy, dan merangkul Rhyrhy. Belum ada respon dari Rhyrhy.
"Rhy, jawab dong, gue engak mau kalo diem-dieman kayak gini, gue juga enggak suka ko sama tuh cowok, gue risih kalo ada cowok yang sok kenal sama gue, kan lo tau gue orang nya kayak gi mana Rhy, plis jangan diemin gue yah cayangku cintaku padamu," bujuk Asma sambil mengedip-ngedipkan matanya di depan muka Rhyrhy.
"Beneran lo engak kenal? tapi kenapa dia kayak nya akrab banget sama lo?" Tanya Rhyrhy menatap Asma senduh.
"Untuk saat ini mungkin gue emang lupa tu cowok siapa, tapi tenang aja gue engak bakalan ngerebut pangerang ketek lo kok," ucap Asma sambil cengir kuda.
"Kodok Asma! bukan ketek!" teriak Nita,Elicia, dan Rhyrhy serentak.
"iyah itu maksud gue hihi, jadi lo udah engak marah lagikan Rhy sama gue?" tanya Asma.
"Siapa yang marah shi As, sama lo, hati gue cuman panas ngeliat yang tadi," jelas Rhyrhy tersenyum manis.
"Iyah engak marah tapi cemburu-cemburu hahahak," teriak Elicia dan Nita.
Mereka pun tertawa bersama seakan-akan kejadian di kantin haya di angap angin lalu.
"Berpelukan..." teriak mereka ber empat.
***
"Tan, kita pamit pulang dulu yah," ucap Nita dan mencium pungung Erni di ikuti dengan Rhyrhy dan Asma.
"Iyha tan so'al nya Elicia nyuruh kita pergi, katanya tante sering ngamuk engak jelas" ceplos Rhrhy.
"Woy nyari mati lo Rhy?" teriak Elicia di tangga, yang terlihat sudah rapih dan cantik, memakai rok di atas lutut berbentuk kotak-kotak warna merah maron di lengkapi celana leging warna hitam, memakai baju kaos putih lengan pendek, mengikat rapih rambut panjangnya, tidak lupa juga iya memegang jaket lepis.
"Rapih bener nhi anak monyet satu mau ke mana udah sore loh ini?" tanya Erni memandangi anaknya yang terlihat angun nan cantik.
"Keluar bentar Mi, ada yang Elicia mau beli bolehlan mami ku cayang?" rayu Elicia memasang wajah imutnya.
"Boleh asalkan kalo udah belli langsung pulang engak boleh singgah-singgah paham!" ucap Erni memperingati Elicia.
"Dah Mami, sayang Mami deh lope-lope mami ku cayang," ucap Elicia langsung mencim pungung tangan maminya dan berlari menuju garasi mobil.
"Bukanya ngejawab malah nyelondong ajah, bener-bener yah tu anak satu, bikin darah naik turun aja hadeh," celetuk Erni.
__ADS_1
"Yaudah Tan kita pamit juga yah, assalamu'alaikum," ucap Rhyrhy,Nita dan Asma.
"Walaikumsalam, hati-hati yah kapan-kapan ke sini lagi yah," ucap Erni sedikit berteriak karna mereka sudah ada di dekat mobil.
"Iyah tan, da..." ucap mereka serentak sambil melambaikan tangan dan berlalu meningalkan pekarangan Rumah Elicia.
Elicia ke mana? Udah pergi dari tadi.
***
Di kediaman Batara. Tepatnya di rumah Dirga.
Dirga engak habis pikir bisa-bisa nya ia di tampar di depan muka umum seperti tadi, apalagi yang nampar adalah cewek.
"Gue engak habis pikir sama tu bocah, berani-beraninya nampar gue! Malah tamparannya keras banget lagi, bikin pipi gue lebam kayak gini! Dia cewek apa cowok si? napa tamparannya kuat banget?" umpat Dirga bertanya ke dirinya sendiri.
"Mending gue jalan-jalan siapa tau gue bisa nyegerin pikiran," ucap Dirga dan mengambil kunci motor ninja nya, sambil berjalan keluar hendak melewati ruang tamu seketika Momy nya pun bertanya;
"Mau ke mana si sayang? Kan udah sore?" tanyanya Rahma lembut sambil menghampiri Dirga yang berhenti di ambang pintu, Rahma pun membelai lembut rambut Dirga.
"Cuman mau keluar sebentar kok Mom," jawab Dirga di iringi semyuman manis walaupun hanya tipis.
"Yaudah pulang nya jangan kemaleman yah, kalo sampai langar janji mama bakalan nangis, kamu engak mau kan sayang liat mama mu ini nangis?" ujar Rahma tersenyum memamerkan gigi nan rapih dan putih.
Rahmatania Adion Batara sering di pangil Rahma, bilau adalah Mami Dirga adion batara, walaupun kaya tapi ia tak sombong, suka bersifat manja kepada anak nya , berparas cantik, awet muda, padahal umur nya udah mau 40 tahun. Orangnya penyayang, lembut, suka banget sama anak perempuan remaja.
"Emm," dehem Dirga masih tersenyum manis.
"Yaudah Mom Dirga jalan yah, assalamu'alaikum," pamit Dirga sambil mencium punggung tangang momy nya dan berjalan menuju garasi menaiki motor kesayangannya itu ia pun berlalu melewati gerbang menjulang tinggi itu.
B E R S A M B U N G
SAMPE SITU DULU YAH BEBY-BEBY KU CAYANG๐๐โค
SAMPAI JUMPA DI PART SELANJUTNYA BEBY-BEBY KU๐๐
Jangan lupa komen-komen nya yah beby-beby ku, komen kalian semangat ku๐๐ dukung terus authir gahe ini dengan komen-komen bar-bar kalian๐๐
Like,comen, and share๐๐
#maaf_kalo_gaje๐
__ADS_1
Vote๐๐
Miss๐you๐my๐beby๐my๐swity๐pay๐ku๐๐๐