Cewek Songong Vs Kakel Tampan

Cewek Songong Vs Kakel Tampan
56 (Hadiah untuk Nita)


__ADS_3

"Dito Dito, dasar nakal! Gini loh As, hari dan tanggal pernikahan kalian di percepat," jelas bunda Dito.


"Apa?! Di percepat?!" Kaget Asma sedangkan Dito hanya tersenyum kemenangan.


"Iya di percepat, kok kaget gitu? Emangnya enggak seneng?" Tanya Bunda Dito.


"Ah? Se-seneng kok Tan, cuman dikit kaget aja, Iyah Hem hehehe," jawab Asma sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


'Bener-brner ni Ayam ya! Awas lu kalo kita cuman berdua gue gepeng-gepeng, gue ulek-ulek lu sampe remuk tu tulang!' batin Asma sambil mengepalkan tangannya.


****


"Bener-bener boneka ngeselin!" Teriak Nita sambil menendang-nendang meja riasnya.


"Aduh Mbak jangan goyang-goyang dong ini susah Lo makup pinnya, nanti blepotan gimana? Kan mbak juga yang rugi," tegur Mua yang sedang memoleskan make up.


"He emang gue embak Lo?! Siapa juga yang goyang-goyang?! Orang dari tadi duduk, cuman nendang-nendang meja, emang pantat gue nge joget ha?" Cerocos Nita yang sudah mulai kesal.


"Ya enggak sih mbak," jawab Mua.


***


Setelah selesai berdandan, Nita langsung di suruh memilih salah satu gaun yang sangat mewah dan mahal.


"Ini buat apa?" Tanya Nita sambil mengerutkan dahinya.


"Ini buat di pakai mbak, emang ada gaun semahal ini di jadikan pel?" Geram Mua yang sedari tadi menahan kekesalannya karena Nita tidak ingin di atur.


"Bawel!" Ucap Nita dan langsung memilih gaun yang berwarna biru tua yang cukup elegan.


***


Setelah beberapa jam Tedy menunggu di luar, akhirnya Nita datang dengan tampilan yang sangat mempesona dan membuat Tedy semakin kagum dengan Nita.


Nita yang melihat Tedy dengan ekspresi mulut menganga dan mata membinar, langsung saja menegur Tedy dan melemparkan bantal yang sedari tadi di bawahnya dari dalam kamar untuk menutupi bagian dadanya yang sedikit terbuka.


Bhuk!


"Asssh!" Ringis Tedy.


"Mampus loh! Siapa suruh natap gue kayak orang messum!" Geram Nita sambil menatap tajam ke arah Tedy.

__ADS_1


MUA dan ke dua asistennya langsung ternganga, karena perlakuan dan perkataan Nita yang mengatai Tedy messum, baru kali pertama mereka mendengar, seorang wanita yang berani mengatai anak dari pemilik perusahaan yang paling di hargai dan di junjung tinggi martabatnya dan anak dari seorang ustadzah pemilik tiga puluh tujuh panti dan madrasa, dan tempat pengajian khusus.


"Mbak nggak salah sebut kan?" Tanya salah satu MUA.


"Emang kenapa? Mau belain si messum ini? Emang dia messum kok! Dan satu lagi jangan panggil gue MBAK! Emang gue kayak embak-embak apa?!" Kesal Nita.


Sedangkan Tedy langsung saja menarik Nita dan menyuruh para MUA pergi, karena memang mereka itu adalah MUA pribadi dalam keluarganya.


"Lo ngapain narik-narik gue?! Lepasin nggak!" Teriak Nita sambil menepis sekeras mungkin lengannya, tapi genggaman Tedy terlalu kuat hingga lengan Nita seperti remuk.


"Tedy! Sakit!" Teriak Nita sambil meringis kesakitan.


Tedy langsung memberhentikan jalannya dan berbalik ke Nita sambil pelan-pelan melepas genggaman tangannya.


Dan alhasil memang tidak sengaja dia menggenggam erat lengan mungil milik Nita, karena memang Tedy terlalu bersemangat untuk menuju ke tempat istimewa.


"Hiks!" Tangis Nita peccah seketika ketika melihat tangannya sedikit memerah.


Tiba-tiba Tedy merasa bersalah atas kelakuannya walaupun tidak di sengajahi sama sekali.


"Nit? Jangan nangis dong, gu-gue minta maaf," dengan lembut Tedy mengusap lengan Nita dan meniupnya pelan.


"Huwa!" Seketika tangisan Nita pecah dan bertambah keras.


Sedangkan di dalam rumah, bibi Nita yang mendengar tangisan Nita langsung berlari terbirit-birit menuju tempat suara.


"Aduh non! Non kenapa nangis?!" Teriaknya setelah sampai di dekat Nita.


"Lah Den? Non saya di apapun Den? Kok bisa nangis?" Tanya Bibi Nita.


"Ta-tadi...," Jawab Tedy terbata-bata, karena takut di kira dia sengaja menyakiti Nita.


'Aduh gue harus jawab apa nih?' batin Tedy.


'Kalo memang dia gentleman pasti dia ngakuin semuanya, abis rese banget, udah tau gue perempuan masih di tarik kasar! Emang enak gue kerjain!' batin Nita sambil terus berpura-pura menangis.


Yah memang awalnya terasa perih di pergelangan tangannya tapi bukan Nita namanya kalo dia manjja.


'Gue harus ngakuin, karena gue yang nyebapin Nita kayak gini, bukan Tedy namanya kalo enggak gentleman!' batin Tedy menyakinkan dirinya.


"Ekhem, Tadi sya tidak sengaja menarik dan meremas pergelangan tangan Nita Bi, makanya Nita kayak gini," jawab Tedy sambil menunduk dan merasa bersalah, walau tangannya masih menggenggam dan mengelus lembut lengan Nita.

__ADS_1


"Makanya Den, jangan jadi laki tu pinter-pinter dikit, biar bisa bedain mana yang ekting mana yang real," ucap Bibi Nita, karena setelah mendengar jawaban Tedy, Bibi Nita langsung mengingat kelebihan Nonanya itu, yaitu pintar berakting, karena memang sejak dari kecil hingga sekarang hanya Bibinya lah yang merawat Nita, sedangkan orang tuanya sibuk dengan kerjaan masing-masing, walau begitu Nita tetap mengerti dengan apa yang di lakukan orang tuanya hanyalah semata-mata buat dirinya sendiri dan adiknya, jadi wajar.


"Maksud Bibi apayah?" Tanya Tedy sambil menatap bergiliran Nita dan Bibi.


"Bibi apaan sih? Kan aku mau ngetes dia Bi!" Geram Nita sambil memonyonkan bibirnya.


"Ah? Owh... Ternyata Lo pura-pura gitu? Pantesan nangisnya kayak kingkong!" Ucap Tedy sambil melepaskan tangannya dari lengan Nita.


"Enak aja Lo bilangin gue kayak kingkong! Lo sendiri juga yang salah! Siapa suruh narik gue sampai gue luntang-lantung nggak jelas! Sakit tau!" Geram Nita.


"Iya-iya maaf, mana yang sakit?" Tanya Tedy dengan lembut sambil melebarkan tangannya seperti meminta sesuatu.


"Enggak usah sok lembut deh!" Ucap Nita sambil memutar bola matanya malas dan menyembunyikan lengannya di belakannya.


"Lo maunya apa sih? Di kerasin salah! Di lembutin apalagi! Sini tangan Lo, enggak usah sok cuek, kalo udah nyaman bilang!" Geram Tedy sambil menarik lengan Nita dan tiba-tiba memasangkan sebuah gelang berlian bercampur emas berkarat, nilainya sekitar dua puluh lima miliaran, dan hanya ada dua di dunia ini.


"I-ini?" Tanya Nita sambil ternganga dan terkagum dengan apa yang di lihatnya.


"Makanya jangan bawel lagi, entar gue tambah sayang lagi," seketika perkataan itu lolos begitu saja dari mulut Tedy dan melemparkan senyuman yang cukup hangat kepada Nita.


Sedangkan Nita belum tau apa maksud dari Tedy, tiba-tiba datang dan membawa Mua untuk mendandaninya dan ingin membawanya pergi tanpa menunggu jawaban dari Nita, dan ini lagi ada sebuah gelang branded, dan yang paling mengagumkannya hanya ada dua di muka bumi ini, dan perkataan Tedy barusan? Sungguh membuat otak Nita berguling dan berputar keras.


"Maksud Lo apa sih? Gue enggak ngerti," bingung Nita sambil mengerutkan dahinya.


"Gu-gue ...,"


'Ah Tedy! Lo O-on banget sih! Kenapa ceplos banget!' Batin Tedy sambil keringet dingin, karena tidak tau harus jawab apa dengan pertanyaan Nita, karena ini bukan tempat yang tepat buat jawab itu semua.


"Nanti Lo juga tau sendiri! Ayok ikut gue!" Kesal Tedy sambil menarik pelan tangan Nita.


"Enggak! Jawab dulu! Gue mau di bawa ke mana? Dan apa maksud ini semua? Baru gue mau ikut sama Lo!" Tegas Nita sambil mematung di tempatnya.


"Ini Lo yang mau yah?" Tanya Tedy sambil menunjuk Nita.


"Iyyah itu mau gue!" Tegas Nita.


Tiba-tiba Tedy langsung menggendong Nita dengan gaya bridal steel dan membawanya masuk ke dalam mobil, walaupun Nita terus meronta-ronta dan memukul-mukul dada Tedy.


To Be Continue


Oke guys, jangan lupa like, komen, amd vote, share juga ke temen-temen kalian agar bisa nikmatin cerita fiksi ini. Jangan lupa juga, singgah di channel Author, subscribe di sana, kalo kalian mau liat visual karakter lenkkapnya, ada Dirga kecil nanti di sana, tapi blom author apload sih hehehe,

__ADS_1



__ADS_2