Cewek Songong Vs Kakel Tampan

Cewek Songong Vs Kakel Tampan
Part 50 (Khusus Asma dan Dito)


__ADS_3

"Yaudah berarti lo milih pulang dengan ada darah daging gue yang menempel di dalam perut lo berarti," ancam Dito masih dengan posisi semula.


Asma langsung mendorong Dito kasar dan berlari menuju kasur Dito sambil membungkus dirinya dengan selimut tebal.


Dito berjalan menuju ke arahnya dan Asma pun berteriak.


"Jangan ke sini atau gue gibeng beneran lo!" Teriaknya di dalam balutan selimut.


"Geer!" Sindir Dito sambil mengambil salah satu bantal dan berlalu menuju sofa.


Asma sedikit mengintip di balik selimut dan bernafas lega ketika melihat Dito yang membaringkan dirinya di atas sofa.


"Dasar Ayam messum!" Umpat Asma sambil membalik tubuhnya menyamping, semenit kemudian ngantukpun mengerayani pelupuk matanya, dia terpejam dan perlahan-lahan dia memasuki alam mimpi.


Flashback off.


"Pengen banget gue pitek-pitek si Ayam biar hati gue lega," umpat Asma sambil mengguyur dirinya dengan air shower.


Selang beberapa detik Asma selesai mengumpat, seseorang pun mengetuk pintu kamar mandi dan berteriak.


Bug!


Bug!


Bug!


"Woi geprek! Lo mandi apa semedian di dalam?! Gue juga mau mandi woi!" Teriak Dito di depan kamar mandi.


"Nah kan, baru di bilangin, udah datang orangnya, benar-benar pendek umur," ucap Asma dan mengambil handuk putih polos dan melilitnya di badannya, karena memang Asma lupa mengambil bajunya ke kamar mandi.

__ADS_1


Pikirnya, Dito tidak akan bangun pagi-pagi sekali, karena rumornya, cowok malas bangun pagi eh, ternyata sebaliknya jika dengan Dito.


"Bentar! Gue baru selesai!" Teriak Asma.


"Dasar Ayam biadap! Ayam sialan! Ayam jellek!" Umpat Asma sambil berjalan menuju pintu kamar mandi.


Ceklek!


Asma membuka pintu kamar mandi dan menatap malas Dito yang sedang menatapnya dengan tatapan .... Ah entahlah Asma juga tidak tahu.


"Kenapa lo?!" Tanya Asma sinis sambil melipat kedua tangannya di dada.


Dito menelan Saliva nya susah payah dan menatap dua gundukan di depan sana yang sedang menyembul setengah.


Asma yang melihat dan mengikuti arah penglihatan Dito, Asma langsung membulatkan matanya dan dengan cepat menutupi dadanya dengan kedua lengannya.


Dito yang mendapat handuk dari Asma langsung menarik nafasnya dan membuang ke arah sembarang handuk itu.


"Gue enggak sengaja liat, toh, lo juga yang ngehidangin buat mata gue," bela Dito.


"Enak aja! Ngidangin ngidangin! mata lo yang nakal! Kan bisa liat muka gue atau mata gue, kenapa harus anu gue yang lo liat?! Dasar Ayam Messum! Minggir! Gue mau lewat!" Ucap Asma sambil menatap tajam Dito.


"Ck! Gue juga enggak doyan ama geprek rata kayak lo," sindir Dito dan ingin berjalan maju.


Tapi tiba-tiba Asma menarik lengan Dito dan Dito pun berbalik menghadap Asma tapi sialnya, lantai yang berhasil Dito pijak ternyata ada segenangan air sabun di sana dan alhasil.


Brukh!


Dito terjatuh terlentang dengan posisi sedikit mengangkat kepalanya, tapi sialnya Asma pun ikut terjatuh karena Dito tidak sengaja menarik Asma karena panik.

__ADS_1


"Ayam sialan!" Teriak Asma sambil menindih dan menekan dadanya ke dada Dito. Kesialan masih belum berakhir, karena yang dia tarik adalah handuk dan tangan Asma, alhasil Asma di atas Dito tidak memakai sehelai benang pun hanya bisa menyembunyikan bagian berharganya dengan cara menindih Dito dengan berat hati.


'Mampus gue!' Batinnya sambil membulatkan matanya karena tatapan Asma yang ingin memakannya hidup-hidup.


"Balikin handuk gue sialan!" Teriak Asma sambil mematap tajam Dito.


Dito langsung memberikan handuk ke Asma dengan tangan gemetar.


"Tutup mata lo! Dan jangan coba-coba buka, kalo lo buka, gue congkel mata lo pakai kuku gue," ancam Asma sambil mengambil ancang-ancang ingin berdiri tidak lupa dengan tatapan tajam miliknya.


"Iya," jawab Dito sambil sesegera mungkin menutup matanya.


Jujur saja, baru kali ini Dito, melihat secara langsung dua gunung yang selalu menggiurkan para lelaki normal, dengan sangat jujur, macan kecil milik Dito sudah meronta di bawah sana, untung Dito bukan cowok yang hanya ingin bertindak gegabah, jadii Asma aman saat ini, tidak tahu kalau beberapa menit nanti, heheheh.


Asma langsung berdiri dan secepat kilat membelakangi Dito sambil melilit kembali handuknya ke tubuhnya. Dia serong sedikit dan menatap Dito yang masih terpejam, dengan rasa marah yang bergemuruh, Asma, langung mengambil handuk kecil yang tergeletak di lantai dan.


Bugh!


"Argh! Masa depan gue!" Teriak Dito sambil meringis kesakitan.


"Mampus lo! Itu balasan , karena lo, udah ngeliat yang enggak pantas lo liat!" Gertak Asma menatap tajam Dito.


Karena Asma, sengaja memukul keparjakaan Dito dengan handuk kecil itu.


"Lo benar-benar gila yah! Sini lo, gue pitek-pitek lo!" Ancam Dito dan berdiri sambil menraik Asma.


"Ditooooooooooooooo!!!!!" Teriak Asma sangat geram sambil berbalik membelakangi Dito dengan dada yang kembang-kempis.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2