
"Cih, lo nggak bakal sanggup bayar heh, oiya satu lagi gue nggak butuh kartu nama lo," ucap Elicia berlalu pergi meninggalkan Dirga.
'Heran gue sama tu cewek kenapa dia nggak ngelirik gue sama sekali yah? Padahal semua cewek di bumi ini terkagum-kagum sama gue, cih dasar aneh,' batin Dirga berdecis kesal dan berlalu meninggalkan WC.
****
"Napa lu El? Kusut bener tuh muka?" tanya Asma.
"Tau nih anak, pulang dari toilet udah gini, jangan-jangan lo nemu kecoak yah di WC, hahaha," ejek Rhyrhy tertawa kecil.
"Eh,vkalian apaan sih, kalian mau Elicia ngamuk di sini?" ucap Nita.
"Berisik lo semua! udah, habisin makanan kalian, gue udah nggak mood makan, abis ini antar gue balik, gue tunggu lu pada di mobil, jangan lama!" Ketus Elicial mendengus kesal dan berlalu keluar cafe.
"Napa tu anak satu? Kek nya kesel banget, " tanya Rhyrhy entah ke siapa.
"Udah, gue udah selesai nih, yo buruan, lo mau Elicia ngamuk gara-gara nungguin kita?" kata Nita menarik ke dua sahabatnya.
"Emmm, bentar-bentar," ucap Rhyrhy menyeruput minumannya.
"Tungguin gue Mbing," lanjut Rhyrhy berlari ke arah sahabatnya.
***
"Ngapain aja lu bertiga? lama bener!" kata Elicia kesal.
"Baru juga lu sampai di mobil kita udah nyusul masa lu bilang lama," gumam Rhyrhy.
"Lo bilang apa tadi Rhy?" cetus Elicia mengerutkan keningnya.
"Ah? Gue nggak ngomong apa-apa, salah denger kali lo El," kata Rhyrhy cengengesan.
__ADS_1
Sedangkan Nita dan Asma cuman terkekeh melihat ke dua sahabatnya, mereka berempat pun masuk ke dalam mobil lalu menancap gas keluar dari pekarangan kafe.
"El, lo kenapa? Keluar dari toilet udah kusut aja tuh muka?" tanya Asma sambil mentoel-toel pipi Chuby Elicia.
"Nggak papa,"
"Jadi udah main rahasia-rahasia nih sama kita?" pancing Rhyrhy, melirik ke Nita.
"Besok di sekolah gue ceritain, yang pastinya, yang intinya, gue kesel sama cowok yang gue temuin di toilet, udah itu aja stop nanya-nanya atau gue nggak cerita sama kalian," ucap Elicia.
"Oke tapi besok kita tunggu yah," kata Asma.
"Em"
setelah melalui perjalanan beberapa menit, mobil Nita sudah memasuki komplek rumah Elicia.
"Udah sampe sini aja, gue masuk dulu yah lu bertiga pulang gih ke tempat asal loh, bay onyet-onyet ku," kata Elicia mencium jauh sahabatnya, berlalu ke dalam rumah.
"Maklum, kan lagi kesel, udah yuk cabut orangnya juga udah masuk ke rumahnya tu, besok kita intro dia," Kata Asma.
****
"Ma?! Elicia pulang!" teriak Elicia.
"Eh, ni anak pulang-pulang bukanya ngucapin salam, malah teriak-teriak," ucap Erni berjalan ke arah Elicia.
"Lupa mah," kata Elicia.
"Ulang!" Kata Erni menunjuk pintu Rumahnya.
"Hais iya iya,"
__ADS_1
"Assalamualaikum Mamaku yang cantik," ucap Elicia menyalami tangan mamanya.
"Waalaikumsalam! Kenapa thu muka? Kek nggak pernah di setrika aja, kusut bener," tanya Erni.
"Maaaa" rengek Elicia sambil memeluk mamanya.
"Eh napa lu, tumben-tumbenan meluk-meluk Mama?, jangan bilang kalo kamu habis nembak cowok terus di tolak iyah gitu?, wah bener-bener thu laku-laki, sebutin nama sama alamatnya,gue samperin rumahnya terus gue goreng orangnya,berani-beraninya nolak anak gue," kata Erni emosi.
"Ih, si mama yah ngak lah,Elicia juga masih punya malu tau, Ma," celetuk Elicia.
"Terus?," tanya mamanya.
"Ciuman pertama Elicia di ambil orang ma," jawab Elicia kesel.
"Oh gitu kirain apaan," jawab Erni santai.
"What!, fristkiss kamu di ambil orang?," sambung Erni kaget.
"Mah ngak usah teriak-teriak kali, Elicia ngak budek tau," tegur Elicia menutup telinganya.
"Siapa yang berani ngambil Frisskis kamu, salut mama sama tu cowok,berani juga yah ngambil ciuman pertama anak mama yang sifatnya kyak kamu ini," ledek mamanya.
"Ah tau ah, pokoknya Elicia harus balas thu Cowok," celetuk Elicua.
"Maksudnya,kamu mau cium balik gitu?, mama shi setuju ajah," goda mama Elicia, sambil terkekeh.
"Ih mama apaan si, mlah ngejek bukannya marah juga," kata Elicia sambil memutar bola mtnya malas.
"Tau ah, Elicia mau ke kamar,"
'Hem, tu anak masalah sepeleh kayak gitu ajah, masah ngk tau selesain,' batin Erni sambil mengeleng-geleng.
__ADS_1
BERSAMBUNG