Cewek Songong Vs Kakel Tampan

Cewek Songong Vs Kakel Tampan
Cewek Songong Vs Kakel Tampan


__ADS_3

Nita, Asma dan Rhyrhy manggut-mangut mendengar jawaban Elicia.


***


Waktu istirahat pun tiba, semua siswa/i berhamburan keluar dari kelas. Kecuali Elicia dan sahabatnya.


"Guys kantin yok gue haus nih," ajak Rhyrhy.


"Lo aja bertiga, gue nitip aja, malas gue, nanti ketemu sama Cumkring lagi," celetuk Elicia mengendus kesal.


"Gue titip juga yah, gue mau nemenin Elicia aja, gue takut nanti dia di culik lagi sama pocicok thamfan," ucap Asma cengengesan.


"Ye, bilang aja malas jalan, kebiasaan lo, berdua," ucap Nita sambil melempar gulungan kertas ke Asma dan Elicia.


"Duit mana duit," ucap Rhyrhy sambil menjulurkan tangan nya dan menaik turunkan telapak tangannya.


"Nih, ambil aja kembaliannya," ucap Elicia.


Rhyrhy yang menerima uang sepuluh ribu dari Elicia langsung melotot ke arah Elicia.


"Buset, ini mah enggak ada kembalian El, malah minta nambah kalo cuman segini," celetuk Rhyrhy.


"Nih, ambil aja sisanya gue iklas tujuh turunan," ucap Asma ke Nita.


"Astagah, Asma pelit amat loh, Rhy, mending elo yang di kasi sepuluh ribeng sama Elicia, lah gue cuman lima ratus," ucap Nita.


"Hem, untung dong lo, lima ratus ribukan?" Tanya Rhyrhy.


"Gopek Rhy, Lima ratus rupiah," kesal Nita memandang Asma yang dari tadi cengengesan.


"Buset, napa sahabat kita pada perhitungan kayak gini yah As?" Tanya Elicia ke Asma.


"Tau tinggal tambahin aja kali," ucap Asma cengengesan.


"Enggak kebalik Nyet!" Kesal Nita dan Rhyrhy.


Seketika tawa Asma dan Elicia langsung pecah melihat wajah kesal sahabatnya. Rhyrhy dan Nita hanya mendengus kesal melihat tingkah dua mahkluk kasat mata di depannnya itu.


"Ketawa aja terus, sampai lalat masuk, yok Nit, laper gue ngeliat ni dua curut," kesal Rhyrhy sambil mengandeng tangan Nita.


"Pesanan kita jangan lupa yah beaby ku yang aku saiyang," goda Asma.


"Iya monyet!" Teriak Nita dan Rhyrhy sambil berjalan menuju kantin.


"Eh As," ucap Elicia.


"Hem, paan?" Tamya Asma sambil membaringkan kepalanya di meja dan melihat Elicia.


"Enggak jadi," jawab Elicia.


"Ih, udah nungin juga," ketus Asma.


Brak!


Tiba-tiba Tisa Cs datang dan mengebrak meja Elicia. Asma yang membaringkan kepalanya di meja langsung terlonjak kaget sambil memegang kupingnya.

__ADS_1


"He! Kalo mau gebrak meja tuh bilang dulu, kuping gue sakit nih gara-gara lo!" bentak Asma.


"Gue enggak ada urusan sama lo yah! Jadi lo diam!" Hardik Tisa sambil menunjuk Asma.


"Terus lo ngapain ke sini! Hus sana-sana ganggu ajah," usir Asma.


"Berani lo?!" Sembur Cantika.


"Yaiyalah, buat apa gue takut sama lo, lo pada," bangga Asma sambil bersedekap dada.


"Ngapain lo ke sini? Kalo lo enggak ada urusan ngapain pukul meja gue?" Tanya Elicia santai.


"Gue emang enggak ada urusan sama Asma, tapi gue punya urusan sama lo, jal*ng!" Murka Tisa menatap taja Elicia.


"Ck, jal*ng teriak j*lang," ucap Elicia memutar bola mata malas.


"He jaga ucapan lo yah! Sahib gue bukan jal*ng!" Bentak Asma.


"Lo bisa diem gak!" Teriak Aura sambil menujuk Asma.


"Udahlah As, duduk santai aja, kita ikutin derama mereka dengan santai," ucap Elicia berdiri dan merangkul Asma.


Entah sejak kapan Siswa/i mengerumuni kelas itu, Tisa yang melihat sekelilingnya sudah banyak orang, langsung saja punya ide akan mempermalukan Elicia.


Plak!


Satu tamparan mendarat di pipi chuby Elicia. Seketika amarah Elicia langsung naik ke ubun-ubun, jelaslah Elicia marah karena dia enggak pernah nampar Tisa, tapi Tisa malah nampar Elicia, kalo adu mulut itsokay asal enggak bawah orang tua, tapi kalo main tangan mana mungkin Elicia diam ajakan? Yah pasti ngelawan lah.


Salah satu Siswa berlari menuju kantin memangil Rhyrhy dan Nita, yah mungkin dia fans Elicia cs.


"Maksud lo apa nampar gue ha! Emang gue pernah rebut pacar lo ha!" Sembur Elicia.


"Hahaha, calon pacar? As lo dengerkan ni ondel-ondel bilang apa," tanya Elicia ke Asma.


"MIMPI LO KETINGGIAN TISA!" ucap Asma menekan kata-katanya.


***


Kantin


Terlihat ada dua mahkluk hidup tengah duduk di kursi kantin sambil menunggu pesanannya sambil bercengkrama. Tiba-tiba ada Siswa yang tergopoh-gopoh sambil terengah-engah karena berlari, Nita dan Rhyrhy menatapnya heran.


"Hosh hosh, El-Elicia, hosh ...," ucap Siswa itu sambil ngos-ngosan.


"Elicia kenapa? Atur napas lo dulu baru bicara sini gue ajarin yah, tarik napas ...," ucap Rhyrhy.


Siswa tadi pun mengikuti aba-aba Rhyrhy. Sebut saja namanya Doni.


"Tarik lagi ...," lanju Rhyrhy.


Doni pun menarik napasnya lagi.


"Udah enggak usah di buang mubasir," ucap Rhyrhy sambil cengengesan. Nita hanya bisa mengelengkan kepalanya melihat sahabatnya itu.


"Kelamaan, Elicia bertengkar sama Tisa, Tisa juga nampar Elicia!" Teriak Doni, seketika membuat Nita dan Rhyrhy terlonjak kaget.

__ADS_1


"What! Elicia di tampar sama Tisa?!" Teriak Nita dan Rhyrhy bersamaan. Membuat para penghuni kantin menengok ke arahnya begitupun dengan Dirga Cs yang sedari tadi berada di situ.


"Di mana?!" Tanya Rhyrhy kompak dengan Nita.


"Di kelas kalian," ucap Doni. Dengan langkah lebar Nita dan Rhyrhy pun berjalan menuju kelasnya.


Balik ke Elicia dan Tisa.


"He! Enggak usah nyaut lo, ini urusan mereka berdua, dan lo enggak usah ikucampur, Ngerti!" gertak Wiwi.


"Emang kenapa kalo gue ikucampur! Masalah buat lo?!" Hardik Asma.


"Diam yah lo!" Wiwi


"Kenapa kalo gue enggak mau diam!" Asma


"Nyolot lo!" Bentak Wiwi


"Apa ha!" Hardik Asma


"Berani lo sama gue?!" Tanya Wiwi menakn kata-katanya.


"Emangnya kenapa kalo gue berani sama lo?! Cabe-cabean kayak lo mana ada gue takut, malahan gue jijay ngeliat lo, ILFIL! tau nggak!" Sindir Asma.


Wiwi baru ingin mengangkat bicara, Tisa sudah membentaknya.


"Diam Wi! Ini urusan gue sama jal*ng murahan ini," ucap Tisa sambil menunjjuk Elicia.


"Lo jangan pernah dejetin Dirga tadi cuman permulaan, sekali lagi gue liat lo deketin Dirga abis lo di tangan gue! Paham!" Ancam Tisa menatap tajam Elicia.


"Ck, emang gue takut sama ancaman lo, buat apa gue takut sama lo! Lo itu cuman ngandalin jabatan orang tua lo! Kayaknya orang tua lo bakal marah besar kalo tau anaknya kayak orang stres di sekolah gara-gara ngejar cowok yang enggak mungkin jadi milik lo!" Tekan Elicia.


"Emang Dirga mau sama lo?! Yah enggak mungkinlah! Secara lo itu murahan! Mungkin Mama sama Kakak perempuan lo juga gitu! Ngejual diri demi uang!" Ucap Tisa.


Bugh!


Bukan tamparan yang di berikan oleh Elicia untuk Tisa, melainkan satu bogeman keras mendarat cantik di pipi Tisa, membuat Tisa terkapar di lantai dan meringis kesakitan, ujung bibir dan hidung Tisa mengeluarkan darah segar. Kaget? Yap itu yang di rasakan Tisa Cs, dengan sigap dayang-dayang Tisa membantu Tisa untuk berdiri.


"INGAT! LO BOLEH HINA GUE! LO BOLEH BENTAK-BENTAK GUE! TAPI JANGAN PERNAH LO BAWA NAMA KELUARGA GUE APALAGI ORANG TUA GUE! MULUT KOTOR LO ENGGAK PANTAS NYEBUT KAKAK DAN NYOKAP GUE MURAHAN!" murka Elicia menatap tajam Tisa, seakan-akan ingin menelanya hidup-hidup.


"Punya nyawa berapa lo? Sampe-sampe lo berani hina nyokap dan kakak Elicia?!" Bentak Asma.


"Sekali lagi lo bawa-bawa keluarga gue dan hina keluarga gue! LO PULANG ..., TINGGAL NAMA! Paham!" Tekan Elicia.


"Ck, emang gue takut sama ancaman lo! Mungkin emang bener nyo-kap lo jala*g, makanya anak nya juga j*lang," cibir Elicia.


Dengan emosi yang sudah memuncak satu tendangan mendarat ke perut Tisa, sampai Tisa tersungkur ke lantai dan tidak sadarkan diri.


"ANJ*NG LO TISA, GUE BAKALAN ABISIN LO SEKARANG JUGA! BANGUN LO DASAR PENGEC*T! BANGUN B*BI! LAWAN GUE PENGEC*T! DASAR PEREMPUAN BIAD*P!" Raung Elicia sambil menendang tubub Tisa dengan keras dengan sigap Asma mendekap Elicia dan menahan Elicia di agar tidak menghabisi Tisa. Yah itulah Elicia dia memang manja, songong dan jahil, tapi tak kenal ampun ketika ada yang menghina orang yang ia sayangi dan sahabatnya, terutama kedua orang tuanya dan kakaknya.


Elicia terus saja meronta di pelukan Asma. Dia sudah hilang kendali gara-gara Tisa siapa suruh dia menghina kakak dan Maminya Elicia. Sedangkan Tisa sudah di bopong oleh sahabatnya menuju UKS.


"TURUNKAN BIAD*P ITU! GUE BELUM SELESAI DENGAN DIA!" Teriak Elicia karena melihat Tisa sudah di bopong.


"Elicia istigfar El! Sadar ini sekolah El! Gue tau perasaan lo tapi lo harus ingat ini sekolah!" Bentak Asma. Seketika Elicia pun langsung memeluk Asma. Nangis? Tidak Elicia tidak menangis, cukup hatinya yang menangis karena ucapan Tisa, hanya tatapan amarah yang ada di matanya dan raut wajahnya.

__ADS_1


"Tenang yah, lo enggak boleh ngelampiasin amarah lo dengan cara menlenyapkan dia, lo itu bukan pembunuh El, jangan pernah kotorin tangan lo, lo mau kalo dia kenapa-napa pasti lo yang kena imbasnya El, dia bakalan seneng kalo liat lo menderita," ucap Asma menenangkan Elicia.


Bersambung


__ADS_2