
"Ditooooooooooooooo!!!!!" Teriak Asma sangat geram sambil berbalik membelakangi Dito dengan dada yang kembang-kempis.
"So-sory As," ucap Dito sambil pelan-pelan mengembalikan handuk yang dia genggam ke pundak Asma, Asmapun dengan cepat kembali melilitkan handuknya ke badan mungilnya.
Sedangkan Dito hanya bisa memalingkan wajahnya ke arah samping dengan wajah yang memerah bak kepiting rebus, karena tadi, Dito tidak sengaja menggapai dan menarik handuk Asma ketika ingin berdiri. Lengkaplah sudah kesialan seorang cowok cool yang menyanggang gelar Imanuel.
"Gue minta maaf, gue beneran enggak sengaja, so-sory," ucap Dito dan berlalu pergi meninggalkan Asma tetapi dia berhenti sejenak ketika sedikit berjarak dari Asma dan berkata.
"Pakaian lo udah gue siapin di atas kasur, tinggal lo pilih, soalnya gue enggak tau, ukuran lo berapa," ucapnya tanpa melihata Asma, dia pun melanjutkan perjalanannya menuju ruang musiknya.
"Dasar messum!" Umpat Asma dan melangkah ke arah kasur.
Sesampainya di kasur, Asma membulatkan matanya dengan sempurnah ketika melihat empat tumpukan kain yang berbeda-beda.
"Gila kali yah tuh orang, bisa-bisanya belli baju sama ....(sambil menarik salah satu bra yang tertumpuk di sana dengan ukuran XXL) ini apaan? Emang punya gue sebesar ini? Ngaco tuh Ayam," umpat Asma sambil melemparkan pakaian yang cukup besar dan memilih baju yang seukuran dengannya.
Setelah selesai mencari pakaian yang sesuai dengan dirinya, Asma langsung pergi ke meja makan untuk mengambil rantang miliknya yang tadi malam di ambil paksa oleh Dito.
Tapi ketika kaki Asma tepat menginjjak di depan lantai ruang musik Dito, Asma mendengar suara senar gitar di dalam sana, dengan langkah mengendap-endap dan rasa penasaran yang menggebu, Asma mencoba untuk membuka pintu yang menjulang tinggi itu, tapi nihil karena ternyata ruangan itu terkunci.
"Ketat banget sih! Cuman ruang musik juga!" Dumel Asma sambil menempelkan kupingnya ke pintu.
Sedangkan di dalam ruang musik, ada Dito yang sedang frustasi.
"Kenapa gue harus suka dia sih! Aaaa!!" Teriak Dito dan berhasil membuat Asma mengernyitkan keningnya.
"Kalo gue suka sama dia, berarti gue kemakan omongan sendiri, kenapa gue jatuh cinta sih sama dia! Udah geprek! Bawel! Tepos lagi! Selera gue kenapa turun sih! Aghhhh!" Teriaknya lagi.
Sedangkan di luar ada orang yang sedang merasa dirinya lah yang di umpati dengan mulut manis Dito.
"Sialan tuh bocah! Kalo suka yaudah sih, kagak usah ngumpatin gue juga! Eh tapi bentar, dia ..... Suka sama gue? Enggak enggak mungkin! Mana ada si Ayam suka sama gue!" Ucap Asma.
"Oke, kalo memang dia jodoh gue, dan dia di takdirkan sama gue, gue janji bakalan bahagiain dia, tapi perasaan ini kenapa datang sendiri tuhan?!" Tanya Dito frustasi.
Dito kembali memetik sinar gitar dan menyanyikan sebuah lagu.
Bila senyum manismu ....
Ada cinta yang ku rasa ....
Menyapa hati ini ....
Tak ingin ku menunggu ...
Jadikanlah aku oh Cinta ...
Kekasih pilihan di hati mu ....
Ku percaya ....
Dirimu satu cinta ku ....
Tuhan tolong aku ....
Katakan padanya ...
Aku cinta dia ...
Bukan salah jodoh ...
Dia untuk aku ....
Bukan yang lainnya ...
Satu yang ku rasa ....
__ADS_1
Pasti bukan ... Salah jodoh ...
Bila cinta telah bicara ...
Takkan ragu hati ini ...
Mendekat kepada mu ....
Tak ingin ku menunggu ....
Jadikan lah aku oh cinta ....
Kekasih pilihan di hatimu ....
Ku percaya ...
Dirimu satu cintaku ....
Oooo tuhan tolong aku ...
Kaatakan padanya ...
Aku cinta dia ...
Bukan salah jodoh ...
Dia untuk aku ....
Bukan yang lainnya ...
Satu yang ku rasa ....
Bukan salah jodoh ...
Cinta ....
Di sini ....
Temani hari-hari ku ...
Berdua ....
Jalani kisah bersama ...
Hanya ada aku kamu kita .... Haaa aaaaa.
Dito menghirup udara dengan tenang dan membuanya, dia memejamkan matanya dan memikirkan kejadian-kejadian dia dan Asma lalui selama mereka kenal.
Se ukir senyuman tulus terukir di bibir Dito Imanuel, Dito berdiri dan menuju ke pintu keluar.
Sedangkan Asma yang sedang merayap di pintu dengan muka yang kebingungan karena sudah tidak mendengar umpatan atau nyanyian dari Dito.
"Kemana tu si Ayam? Kok suaranya ngilang?" Tanyanya sambil terus menempelkan kupingnya di daun pintu.
Dengan rasa yang menggebu-gebu Asma terus menekan pintu agar suara di dalam sana terdengar dan Dito dengan tidak mengetahui keberadaan Asma, dia langsung membuka kunci dan menarik pintu itu dan alhasil.
Brukh!
Si kepo pun jatuh dengan gaya yang sama sekali tidak astetik lebih malunya lagi dia ketahuan menguping dengan terang-terangan.
"Lo ngpain di depan ruangan gue?" Tanya Dito dengan muka dingin.
"G-gu-gue ... Lagi cari sesuatu, iya tadi sesuatu gue ngilang," ucap Asma sambil buru-buru berdiri dan hendak berjalan pergi.
"Woi geprek! Udah nguping malah mau lari," ucap Dito sambil melipat kedua lengannya di dada.
__ADS_1
Asma dengan malas erbalik dan menatap intens Dito.
"Lo yang apa-apaan, beli barang segudang kayak gitu, gue tau duit lo banyak tapi kagak usah boros juga!" Ucap Asma sinis mengalihkan pembicaraan.
"Cih! Bisanya cuman ngalihin pembeciraan!" Sindir Dito.
"Si___" Ucapan Asma terpotong karena Dito.
"Dasar geprek!" Sindir Dito sambil melangkah.
"Dito," panggil Asma gugup.
Dito menghentikan langkahnya tepat di depan Asma sambil menaikkan alisnya menghadap Asma.
Asma menelan salivanya gugup dan berkata "Lo suka sama gue?" Tanya Asma.
Dito merubah mimik wajahnya datar.
"Kalo iya, kenapa?" Tanya Dito balik dengan angkuh.
Deg'
Jantung Asma seketika berdetak kencang mendengar penuturan Dito.
"Tapi gue enggak suka sama lo!" Teriak Asma geram.
"Gini deh As, gue enggak butuh persetujuan lo, mau suka atau enggak sama gue, itu urusan lo, gue enggak pernah maksain kehendak orang lain, apalagi menuntut orang lain buat cinta sama gue, gue cuman pengen dia .... Jadi milik gue seutuhnya dan .... Selama-lamanya," ucap Dito sedikit mendekat dan menunduk menatap mata Asma yang melotot ke arahnya.
"Itu sama aja lo nunutut bego! Pokoknya pertunangan ini harus batal! Gue enggak mau tau, apapun alasannya, semuanya harus batal!" Sembur Asma dengan dada yang sudah bergemuruh.
"Batalin aja kalo lo bisa, kalo gue sih ... Bakalan lanjutin ... Karena gue cinta sama lo," ucap Dito dengan angkuhnya.
"Tapi gue engga suka sama lo Dito Imanuel!" Teriak Asma menatap tajam Dito.
Dito memejamkan matanya dan membukanya sambil menatap Asma.
"Gue tulus suka sama lo As, jangan pernah ngehancurin peeasaan pertama gue buat lo, gue .... Baru kali ini suka sama cewek dan berani melangkah maju menuju ke jenjang serius, gue enggak maksa lo, tapi gue mau lo jadi milik gue seutuhnya." Jelas Dito ingin meninggalkan Asma tetapi di tahan oleh Asma.
"Gue beneran enggak suka sama lo, lo ... Cari yang lain aja, g-gu-gue bakalan bantu lo nyari cewek, atau gini aja, kita nikah di depan umum, terus lo cari cewek yang suka sama lo dan gue ... Lanjutin hidup gue, gimana? Bagus kan ide gue?" Jelas Asma sambil cengengesan.
"Lo punya pacar?" Tanya Dito.
"Ah? I-iya, iya, itu, iya gue punya pacar he em," ucap Asma berdalih, agar Dito bisa kerja sama dengannya.
"Oke, lo punya pacar," ucap Dito sambil manggut-manggut.
"Iya gue punya pacar," jawab Asma semangat.
"Tapi sayang, pacar lo ..., Cuman sementara, sedangkan gue .... Dito Imanuel akan menjadi suami sah lo dan .... Tinggal sama lo, selama-lamanya, jadi .... Gue rasa, gue bisa menang lawan pacar lo, bukan begitu calon nyonya keciil Dito?" Tanya Dito menggoda Asma dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Pulang sana, gue mau istirahat," usir Dito sambil berlalu menuju kasurnya dan merebahkan tubuhnya.
Asma yang mendengar ucapan Dito, langsung mencak-mencak dan mengambil dengan kasar rantangnya, keluar dari hotel Dito menuju parkiran mobil.
****
Sedangkan di tempat lain, Elicia dan Dirga sudah sampai di depan rumah Dirga, Dirga memutari mobilnya dan membukakan pintu untuk Elicia dan menggapai tangan Elicia lalu membawanya masuk ke dalam.
"Ini di mana Cum?" Tanya Elicia sambil duduk di sofa.
"Rumah calmer lu," ucap Dirga sambil tersenyum ke arah Elicia.
Tidak lama kemudian, suara anak kecil yang sangat Familiar di telinga Elicia langsung menggema.
"Kakak Cantik!" Teriak seorang anak kecil sambil menggendong boneka pandanya dan berlari ke arah Elicia.
__ADS_1
Bersambung