Cewek Songong Vs Kakel Tampan

Cewek Songong Vs Kakel Tampan
Cewek Songong Vs Kakel Tampan


__ADS_3

"Bayar, di dunia ini enggak ada yang geratis!" celetuk Elicia.


"Yaelah, ni anak bontot di minta baik-baik harus bayar, langsung ambil malah ngomel, bener-bener adik lucn*t," ucap Lino ngedumel dan menghembuskan nafas kasar. Tapi dumelannya masih bisa di dengar oleh Elicia.


"Apa? Abang tadi bilang apa? Yaudah kalo enggak mau bayar enggak usah pinjjam, emang laptop abang ke mana tumben minjam? Biasanya enggak pernah deh, apa jangan-jangan abang kasih sama ..., pacar abang yah? Wah parah, harus di bilangin sama Mami ni," tuduh Elicia panjang lebar bertanya-tanya ke Lino.


"Enak aja, Laptop gue ada di kantor, lupa tadi ngambilnya, emang gue punya pacar apa, gue kan jomblo terhormat," ucap Lino bangga dan meik turunkan alis tebalnya.


"Hoek, jomblo terhormat dari mana? Dari singkong!" Ejek Elicia.


"Singkong apa Hongkong El? Hahaha," tanya Lino sambil tertawa renyah.


"Au ah gelap," celetuk Elicia memutar bola matanya malas.


"Orang terang begini malah bilang gelap, wah harus di beliin kacamata mines ni, dasar bocah," ejek Lino sambil mengacak rambut Elicia gemes.


"Abang! Kebiasaan banget si ngacak rambut, udah sana-sana ambil tu laptop, enggak usah bayar tapi awas kalo lecet, gue ambil semua duit abang!" Celetuk Elicia menatap sinis Lino.


"Iya iya bawel," ucap Lino sambil berjalan menuju meja belajar Elicia mengambil laptop yang berlogo apel tapi sudah di gigit oleh ... kamu, iya kamu yang baca, hehehe canda zayeng. Sesudah mengambil laptop Lino pun bergegas ke kamarnya.


"Punya abang maunya geratisan, katanya Ceo muda, tapi laptop aja minjam, Ceo apaan, Ceo abal-abal mungkin," dumel Elicia memanyunkan bibirnya.


"Hoam, ngantuk mending tidur, daripada besok lambat kan bisa-bisa Mami nyanyi engak jelas lagi kalo pagi," ucap Elicia merebahkan tubuh mungilnya dan masuk ke alam mimpinya.


***


Setelah selesai sholat subuh dan mandi, Elicia pun memakai baju olahraga karena jam pertama adalah pelajaran olahraga tak lupa ia mengikat rambut panjangnya. Setelah selesai ia pun turun je ruang meja makan, sudah terlihat wajah-wajah yang sangat ia sayang sedang menunggunya.


"Mau nebeng lagi sama gue?" Tanya Lino.


"Ma----" belum sempat Elicia melanjutkan perkataan nya Lino sudah memotongnya.


"Bayar!" Celetuk Lino.


"Buset dah, enggak jadi, mending naik mobil sendiri," ucap Elicia sambil memasukkan roti ke mulut mungilnya.


Sedangkan Herman, Erni, dan Cerline cuman bisa tertawa dan mengelengkan kepalanya melihat tingkah dua mahkluk di depanya.


***


Setelah selesai sarapan Elicia pun berpamitan ke kedua orang tuanya. Lino dan Cerline sudah berangkat sedari tadi.


***


Setelah memarkirkan mobilnya Elicia pun berjalan menuju kelas, sambil menelusuri koridor ia tak sengaja melihat Dirga sedang duduk di taman sendirian, karena memang masib pagi sekali jadi masih jarang siswa/i yang berlalu lalang, Elicia pun berjalan menghampiri Dirga.


'Gue bakalan lipat-lipat lo Cumkring,' batin Elicia terus berjaln menghampiri Dirga.


Plak!


Elicia mendaratkan pukulan yang amat ia pendam beberapa hari ini ke pipi mulus sebelah kanan Dirga dan berhasil membuat Dirga memalingkan wajahnya di tambah lagi berhasil membuat pipi Dirga berbekas merah.


"Itu hukuman lo kalo lo berani nyentuh tubuh gue paham lo!" Bentak Elicia sambil menunjuk-nunjuk Dirga.


Dirga seketika berdiri mensejajarkan tubuh Elicia dan menatap sinis Elicia.


"Maksud lo apa? Datang-datang terus nampar, emang gue apain lu?!" Tanya Dirga dengan suara yang sedikit menggi.


"Lo pikun atau gimana, lo lupa kejadian di parkiran Mini mar kemarin lusa, emang gue enggak tau kalo lo itu cuman pura-pura pinsang, dasar MESSUM!" hardik Elicia dengan dada kembang kempis karena amarahnya.


"Lah emang gue pinsang, itu juga salah lo, dan ingat, gue enggak perna megang-megang lo, Paham!" Gertak Dirga.


Plak!


Satu tamparan berhasil lagi di daratkan ke pipi sebelah kiri Dirga dan berhasil membuat amarah Dirga terpancing.


"Lo pikir gue enggak tau kalo lo cuman pura-pura, enggak mungkin ada orang pinsang tanpa adanya luka!" sinis Elicia.


"Emang lo punya bukti? Enggak kan jadi enggak usah SOTOY jadi cewek!" Murka Dirga menekan kata-kata sotoy dan menatap tajam Elicia.


"Lo enggak usah ngeles Dirga Adion Batara, lo itu emang raja mesum!" Bentak Elicia.


"Untung lo cewek!" Ketus Dirga masih tetap menatap tajam Elicia.


"Kenapa? Kenapa kalo gue cewek? Mau main tangan ayok emang gue takut sama lo!" tantang Elicia .

__ADS_1


"Lo!" Tekan Dirga sambil menunjuk Elicia.


"Apa? Mau nampar? Tampar ni ni, emang berani," ledek Elicia sambil menunjuk-ninjuk pipi chuby nya.


"Ck, gue engak mau ngotorin tangan gue cuman masalah sepeleh kayak gini! Paham Elicia buntal!" Ucap Dirga lembut tapi penuh dengan ancaman. Apakah Elicia takut? Oh tidak semudah itu ferguso.


"Badan doang gede tapi aslinya banci, cemen lo," tantang Elicia.


"Satu lagi gue enggak bakaln maafin lo sampai lo berlutut di hadapan gue paham!" Bentak Elicia.


"Dan lo jangan harap bisa tenang setelah nampar gue buntal!" Ancam Dirga.


"Ck, emang gue takut? Sory ye Cumkring lo salah lawan," tutur Elicia sambil mengacukan jempol mengarah ke bawah.


"Terus mau lo apa?!" Tanya Dirga berusaha menahan emosinya, karena dia enggak mungkin ngelawan Elicia, karena mama Elicia sudah memberi nya penuh kepercayaan.


"Lo sujud di kaki gue dan bilang kalo lo minta maaf, berani?" tantang Elicia menaikkan satu alisnya dan melipat tangan nya di dadanya.


"Enak aja, enggak gue enggak mau!" Bentak Dirga menolak.


"Terserah," celetuk Elicia dan melangkah kan kakinya tapi belum sempat ia melangkah Dirga pun mengangkat bicara.


"Tunggu buntal," tahan Dirga.


"Apa lagi? Lo udah nerima? Yaudah cepet lakuin," suruh Elicia.


"Enggak, gue cuman mau bilang, kalo gue bisa buat lo jatuh cinta sama gue dalam satu minggu apa lo bakalan maafin gue?!" teriak Dirga.


Deg Deg Deg


'Dia nembak gue? Aduh dada gue kenapa sesak banget janjtung gue kenapa berdetak kencang banget,enggak Elicia, dia itu cowok mesum,' batin Elicia sambil memegangi dadanya yang berdetak tak beraturan.


"Kalo enggak gimana?" Tanya Elicia sambil berusaha terlihat santai.


"Gue bakalan bersimpuh di depan lo dan nurutin yang lo mau," ucap Dirga kembali dengan nada dinginya.


"Oke gue terima, satu minggu enggak kurang enggak lebih, gue pegang omongan lo," ucap Elicia dan berlalu pergi meninggalkan Dirga.


'Yah karena gue udah mulai suka sama lo El, gue sadar ketika gue ngeliat lo di anatar sama cowok lain, tapi gue takut lo bakalan nolak gue karena masalalu gue yang menyeramkan,' batin Dirga memandang jauh kepergian Elicia.


Sebelum Dirga kembali ke indonesia dan melanjutkan pendidikannya di SMA yang di tempati Elicia, ia sebenaranya pindah bukan karena kemauannya sendiri tapi kemauan bokapnya karena Dirga adalah seorang geng motor yang di juluki dengan nama yang menyeramkan yaitu '(PBD)PEMBANTAI BERDARAH DINGIN' tapi gengnya enggak suka ugal-ugalan kayak geng motor yang lain cuman parahnya kalo dia tau ada yang menghianati mereka pasti akan kehilangan nyawa, Dirga sebagai pemimpin tidak akan segang merenggut nyawa si penghianat.


Bahkan polisi pun sudah berapa kali ingin menangkap Dirga tapi karena Dirga pintar dan licik polisi pun tidak bisa menangkapnya karena polisi tidak bisa menemukan bukti yang bisa menjebloskan Dirga ke jeruju besi. Dito, Tedy dan Randa pun ikut berperang dalam geng motor itu.sedangkam Tedy sudah duluan ke Indo sejak masih mau menduduki bangku SMA karena papa dan mamanya sedang menjalankan bisnis di Indo jadi mau enggak mau dia


Entah siapa yang memberitahu ayahnya Dirga, Dito dan Randa, ayah mereka sempat menghukum anak-anak nya karena mengetahui tingkah lakunya, karena itu mereka pun dikirim ke Indonesia untuk melanjutkan pendidikan mereka karena di sana mereka bertiga selalu mendapatkan nila anjlok. Sedangkam Tedy sudah duluan ke Indo sejak masih mau menduduki bangku SMA karena papa dan mamanya sedang menjalankan bisnis di Indo jadi mau enggak mau dia harus mengikuti orang tuanya, walaupun Dirga sudah memberi izin tapi Tedy berat untuk meningalkan sahabatnya.


***


Kelas X Ipa 2


"Aduh jantung gue kenapa berdetak kencang kayak gini si? Bisa-bisa gue kena serangan jantung kalo gini teruh," dumel Elicia dan memegangi dadanya sambil membayangkan wajah serius Dirga yang mengucapkan kata-katanya.


Tiba-tiba.


"Dor," teriak Rhyrhy, Nita dan Asma mengagetkan Elicia.


"A ... Dirga makan kambing...," kaget Elicia tak sengaja menyebut Dirga.


"Lo bertiga apa-apa an si? Lo mau kalo gue jantungan terus mati di sini terus ...," ucapan Elicia terpotong karena Nita menaruh telunjuknya di bibir Elicia.


"Hus ..., sejak kapan lo sebawel ini El? Tunggu-tungu tadi lo nyebut nama siapa?" Tanya Nita sambil memandang Rhyrhy dan Asma.


"Dirga!" Teriak mereka bertiga serentak.


"Apaan si sala denger kali lo, amit-amit mulut cantik gue nyebut nama si cumkring ih ...," elak Elicia.


"Enggak usah ngeles kali El, masa kita budek, jelas-jelas kita bertiga denger lo nyebut nama Dirga," ucap Asma kekeh dengan pendengarannya.


"Hayo, jangan-jangan udah ada rasa ni ye sama Dirga," ledek Rhyrhy.


"O ... M ... G ..., beneran lo suka sama Dirga El?" Tanya Nita sambil membekap kedua pipi Elicia.


"Apaan si lo, tau ah gue mau ke lapangan, tu pak Oca udah dateng tu," ucap Elicia dan berlalu meningalkan sahabatnya.


"Woi monyet tunggu kali," teriak Asma sambil berlari mengejar Elicia dan di ikuti dengan dua curut.

__ADS_1


***


Setelah selesai olahrag Elicia cs pun istiraha di pinggir lapangan sambil mengibas-ngibaskan tanganya ke arah lehernya.


Dirga yang keluar dari kelasnya melihat Elicia ia pun menyuruh Tedy membeli air mineral di kantin setelah beberapa menit Tedy pun datang membawa pesanan Dirga.


"Enggak ke kantin kita Dir? Kok nyuruh gue bekiin lo air, kan tadi lo ngajak kita ke kantin?" Tanya Tedy heran.


"Lo mau ke mana?" Tanya Randa ketika Dirga melangkahkan kakinya.


"Ikut aja," jawab Dirga dingin.


Mereka ber-tiga pun mengikuti Dirga menuju lapangan.


"Ekhem, capek ya? Ni minum dulu," ucap Dirga dan memberikan air mineral ke Elicia.


Dito, Tedy dan Randa hanya bisa melongo terherang-herang karena sifat Dirga berubah baik ke Elicia dan perhatian.


"Ran, Dit. Dirga enggak sakitkan?" Bisik Tedy bertanya.


"Mungkin" jawab Randa dan Dito bersamaan.


"Kesambet apa lo? Tumben baik biasanya ngajak bertengkar," tanya Elicia heran.


"Cie ..., ekhem ekhem ada yang pdkt ni e," ejek sahabat Elicia berbarengan.


"Aduh gue jadi ngiler, pengen ...," rengek Rhyrhy dan mendekap tangan Asma.


"Tuh sama pangeran ketek lo, sono deketin," bisik Asma menunjuk Randa.


"Gengsi tau, masa gue yang duluan," celetuk Rhyrhy sambil mengerjap-ngerjapkan matanya.


"Makan tu gengsi," ucap Asma sambil berdiri dan berjalan ingin mengambil air yang tadi di bawanya, tapi ketika di pertengahan ia berjalan tak sengaja kakinya menginjak tali sepatunya sendiri hingga ia ta bisa menjaga keseimbangannya.


Nita dan Rhyrhy yang melihat Asma terjatuh langsung berteriak.


"Asma!" Teriak mereka berdua


Bruk!


Asma ta sengaja menarik dasi Dito hingga Dito pun ikut terjatu dan berhasil mendarat ke tubuh mungil Asma, andai saja ia tidak menahang tubuhnya dengan lengan kekarnya yang bertumpuh dengan lapangan mungkin ia sudah mencium Asma, Pandangan merekapun seketika bertemu jaraknya pun lumayan dekat tidak cukum beberapa senti.


Deg


Detak yang tadi normal seketika berubah menjadi campur aduk ketika pandangan mereka bertemu.


'Hati gue,' batin Dito dan Asma bersamaan.


Dirga, Tedy dan Randa yang melihat kejadian itu hanya bisa melongo tak percaya apa yang mereka lihat, Sedangkan Elicia, Nita dan Rhyrhy masih terkejut sambil menutup mulut mereka.


'Kenapa hati gue enggak ada rasa sakit ya, ngeliat Via sama Dito, apa jangan-jangan perasaan gue uda ilang,' batin Randa.


"Ekhem, udah kali main pandang-memandang nya jadi iri kita ni," ejek Tedy dan berhasil membuyarkan lamunan Asma dan Dito, Dito pun bergegas berdiri dan merapikan seragamnya begitu pula dengan Asma.


BERSAMBUNG


Sampe sini dulu yah Beby-Beby ku 😉❤


Jangan lupa selalu dukung author biar semangat ngetiknya😅😗


Komen bawelnya jangan lupa yah❤😄😉


#Next¿


Vote❤🤗


Saeyou😚😙❤


Jangan lupa tinggalkan jejak yah😅❤ Share kalo suka🤭


Baybay👋🏻 sampai jumpa di part selanjutnya readers ku🥰


Salam bawel author buat para beabyku🥰😘🤩


💜Miss💜you💜my💜beaby💜my💜swity💜pay💜ku💜😘😚

__ADS_1


__ADS_2