Cewek Songong Vs Kakel Tampan

Cewek Songong Vs Kakel Tampan
Part 49 (Peredebatan antara Ayam dan Si geprek)


__ADS_3

dan memasangnya di jari manisnya dan tersenyum hangat ke arah Randha.


"Apakah ini bisa menjawab semuanya?" Tanya Rhyrhy sambil tersenyum sangat manis.


"Kamu beneran ingin menikah denganku? A-aku tidak bermimpi kan?" Tanya Randha.


"Randha ih! Aku ini tulus sama kamu, enggak ada unsur main-main nya!" Celetuk Rhyrhy memantunkan bibirnya.


Randha yang melihat itu merasa gemas sendiri, ingin rasanya melahap habis bibir mungil itu namun dia tau, bukan hanya dirinya dan Rhyrhy di sini. Karena yang lain sedang bersembunyi. Randha melepaskan cincin dari jari manis Rhyrhy dan berkata.


"Ah? Oke-oke, Miharesirhya apakah kau mau bertunangan denganku?" Tanya Randha kembali dengan posisis semula.


"Tapi ..... Apa Mama sama Papa enggak bakalan marah jika aku menerima kamu secara sepihak? Kan enggak adil Rand," ucap Rhyrhy mendengus pelan.


"Mama sama Papa sudah setuju, toh pertunangan kalian akan di langsungkan setelah kalian ujian dan ulangan," ucap seorang paruh baya yang tiba-tiba keluar dari balik pintu tidak lama kemudian ada sekitaran tujuh orang yang masuk.


Asing menurut Rhyrhy namun tidak dengan Randha, karena mereka adalah keluarga Randha dan yang berucap tadi adalah Mama Rhyrhy. Yups, tepat sekali, semuanya sudah di rencanakan sejak mereka belum saling mengenal, dulu Nenek Rhyrhy almarhumah dan Eyang Randha sudah menjodohkan Rhyrhy dengan Randha sebab mereka adalah sahabat mulai menduduki bangku kanak-kanak sampai sekarang walau salah satunya sudah tiada dan tidak akan pernah kembali, namun janji adalah janji dan harus di tepati jika ingin hidup dengan tenang.


Mama Rhyrhy dan Papa Rhyrhy sudah mengecek latar belakang Randha Wiliam, dan ternyata mereka adalah jodoh yang sudah di takdirkan sejak mereka lahir di dunia ini, tanpa adanya pertemuan paksaan seperti cerita-cerita film. Memang jodoh tidak akan kemana jika memang takdir sudah mendukung.


"Terima! Terima! Terima! Terima!" Teriak semua orang kecuali Rhyrhy dan Randha sebagai pemeran utama dalam sorakan itu.


"Bagaimana? Sudah mendapat restu dengan kedua orang tuamhu, apakah ingin____" belum sempat Randha melanjutkan perkataannya, Rhyrhy sudah memotongnya.


"Ya aku menerima lamaranmu dengan restu kedua orang tuaku," ucap Rhyrhy dengan senyum dan air mata bahagianya.


Randha berdiri dan menggapai pelan lengan Rhyrhy seketika itu juga Randha memasangkan cincin berlian di jari manis Rhyrhy dan mengecupnya dengan penuh hormat.


"Sekarang kau milikku untuk selamanya Miharesirhya," ucapnya dan mengecup kening Rhyrhy setelah itu menghapus air mata bahagia di pipi Rhyrhy.


"Aku akan membuatmhu bahagia sampai maut memisahkan kita, itu bukan janji melainkan ucapan yang harus ku pegang sampai mati, karena ucapanku di dengar oleh cinta pertamamu yaitu Ayahmu, aku akan berusaha tidak mengecewakan keluarga kita, Jangan pernah berubah Bubu," ucap Randha mengecup kembali kedua punggung tangan Rhyrhy.


Rhyrhy mengambil alih kotak itu cincin itu dan mengambil cincin yang berukuran sedikit besar dari cincinnya dan memasangkannya di jari manis Randha dan tersenyum manis.


Sedikit demi sedikit jarak di antara mereka terpangkas lebih dekat dan detik-detik yang hampir mencapai keinginan keduanya, seorang cowok yang cukup lebih muda dari mereka langsung menyelipkan tangannya di antara dua sejoli itu dan mendorong Randha sedikit menjauh.


"No! No! No! Enggak boleh Bang, di sini banyak budak kecil, kebiasaan main nyosor-nyosor anak orang, baru tukaran cincin, belum juga tunangan udah mau ambil enak-enak, mau lo di gibeng ama bapaknye?" Celetuk Rahandri Wiliam ---- Adik ke dua Randha.


"Lu yah kebiasaan gangguin orang!" Geram Randha dan langsung menyelipkan kepala adik laki-lakinya di ketiaknya dan menjitak pelan kepalanya.


Tawa pun langsung pecah melihat tingkah saudara adik dan kakak itu, Rhyrhy? Jangan tanyakan nasibnya sekarang, dia sedang menahan malu karena dengan tidak sengaja dia kehilangan kendali, no no no! Jangan salahkan dirinya! Salahkan Randha yang begitu mempesona dan sangat tampan dan hampir sempurna di matanya.


"Rhyrhy," panggil seorang wanita yang cukup berumur namun masih terlihat sedikit muda dan cantik.


"Iya ....?" Tanya Rhyrhy yang tidak tahu ingin memanggilnya dengan sebutan apa.


"Eyang aja," ucapnya sambil tersenyum menghampiri Rhyrhy.


"Iya Eyang," ucapnya sopan dan menundukkkan kepala tanda hormat.


"Perkenalkan, nama saya Aixeira Bara Winata Wiliam, Nenek dari Randha," ucapnya sambil menjulurkan tangannya ke arah Rhyrhy, dengan sigap Rhyrhy menyaliminya.

__ADS_1


"Rhyrhy, senag bertemu dengan eyang," ucap Rhyrhy dan di sambut dengan kecupan singkat di dahinya.


"Jangan sungkan untuk melapor kepadaku jika Randha menyakitimu atau tidak mematuhi mu sayang," ucapnya sambil mengelus surai hitam Rhyrhy.


Rhyrhy mengangguk dan berkata "Iya Eyang," ucapnya.


"Apa Eyang boleh memeluk calon menantu cucu eyang?" Tanyanya sambil merentangkan tangannya.


Dengan senang hati Rhyrhy menyambutnya dan berhabur di pelukan Xeira.


Setelah beberapa menit yang lainnya maju untuk memperkenalkan diri, di mulai dari Mama dan Ayah Randha dan sepupu-sepupu Randha. Acara berlangsung dengan makan malam dan berbincang-bincang.


****


Sedangkan di tempat lain ada Asma yang sedang mencak-mencak sendiri lebih tepatnya di hotel Dito.


"Benar-benar tuh si Ayam yah! Udah gue bawain makanan gue malah di kurung di sini sampe pagi begini! Pengen gue rasanya penggal tu bocah biar gue pitek-pitek ginjjalnya sampai hancur terus gue goreng dan gue kasi sama kembarannya! Aaaaa! Kesel-kesel!" Geram Asma sambil menendang-nendang tembok kamar mandi.


Yups, posisi Asma sekarang berada di kamar mandi, dia mau tidak mau harus bermalam karena kejadian tadi malam sangatlah mengerikan.


Flashback on


Asma setelah memindahkan isi rantang ke dalam piring, dia pun mengendap-endap ingin keluar dari hotel itu tapi naasnya dia tidak bisa membuka pintu itu karena dia tidak memiliki kunci cardnya.


"A! Sial! Sial! Sial! Napa gue harus ke kurung sama si Ayam sih di sini?! Enggak-enggak Asma, lo harus semangat buat kabur dari sini, tarik napas buang," ucapnya sambil celingak-celinguk mencari kunci kamar hotel.


Dia mengendap-endap ke sana ke mari mencari kunci card tapi nihil dia tidak menukan secuil petunjuk, di waktu Asma mengambil celana Dito, Dito pun keluar dari kamar mandi.


Pandangan merekapun bertemu, Dito mengerutkan keningnya, sedangkan Asma menelan salivanya kasar, bukan karena kaget melainkan.


'Napa si Ayam ganteng banget kall idah mandi? Sial! Napa gue enggak bisa malingin wajah gue sih?!' Batin Asma meronta-ronta tidak sadar ternganga dan menjatuhkan celana Dito ke lantai.


Perempuan mana yang tidak tergoda jika melihat Dito sekarang, Dito memakai kaos putih dengan celana pendek selutut dengan rambut yang masih basah di lihat dari air yang masih menetes di rambutnya, Dito menyugar rambutnya sambil mengedipkan mata ke Asma dan berjalan ke arah Asma seperti idol Korea yang sedang berdancers itu di penglihatan Asma, tetapi nyatanya berbeda, karena Dito sedari tadi menatap Asma dengan tatapan bingung.


"Woi geprek!" Teriak Dito yang tiba-tiba berada di dekat Asma.


"Anjing!" Kaget Asma terlonjak kaget dan melotot ke arah Dito.


"Lo apa-apaan sih?! Gue enggak budak kali!" Ucapnya kesal sambil mengusap telinganya.


"Dari tadi gue nanya sama lo, tapi lo malah bengong doang kayak mayat idup!" Singgung Dito sambil melipat tangannya di dada.


"Apa jangan-jangan lo ngelamunin yang enggak-enggak yah?" Tanya Dito menyelidik.


"E-enak aja, e-enggak kok, narsis amat lo!" Elak Asma sambil memalingkan wajahnya.


"Ngeles!" Singgung Dito dan berjalan menuju sofa dan mendaratkan bokongnya di sana.


"Apa lo bilang?!" Teriak Asma bertanya sambil mencak-mencak berjalan ke arah Dito.


"Lo ngapain megang celana gue kalo lo enggak mikir macem-macem?" Tanya Dito dan berhasil membuat Asma bungkam dan mematung di tempatnya.

__ADS_1


"Diem kan lo, dasar Geprek messum!" Sindir Dito menahan senyumnya karena melihat wajah Asma yang sudah memanas.


"Gue enggak mau macem-macem kok, gue cuman cari kunci hotel lo, gue mau pulang!" Jawab Asma.


"Nginep di sini aja," ucap Dito dan alhasil membuat Asma melotot tidak percaya dengan pendengarannya.


"Lo bilang apa? Nginep? Waras enggak sih lo?! Gue ini cewek, kalo gue nginep di sini bisa-bisa ____" ucapan Asma terpotong karena Dito.


"Bisa-bisa gue macem-macem sama lo, gitu? Andai gue mau macem-macem sama lo, udah dari tadi gue ngelucutin semua pakaian lo secara paksa!" Ucal Dito dengan angkuh dan tenang.


Asma membulatkan matanya dan secara spontan menutup bagian atasnya dengan kedua lengannya. "Lo!" Geram Asma.


"Enggak usah pikir macem-macem, gue bakalan jaga orang spesial dalam hidup gue, dan yang pasti .... Gue enggak bakalan ngerusak orang yang gue sayang," ucap Dito sambil berlalu menuju ruang musiknya.


Asma bingung dengan ucapan yang di lontarkan Dito, Asma duduk di sofa dan mencerna ucapan Dito.


"Apa dia suka sama gue? Tapi ... Ah enggak mungkin! Dia kan musuh bebuyutannya gue, masa sih si Ayam suka sama gue?" Gumam Asma bertanya-tanya.


Tidak lama kemudian Dito eluar dari ruangan musiknya dan berjalan ke arah Asma.


"Lo nginep di sini, soalnya tadi Mama lo bilang dia enggak ada di rumah," ucap Dito sambil melemparkan ponselnya ke arah Asma dan Asma segera menangkapnya dan membaca deretan pesan dari Mamanya.


"Gue enggak takut sendirian di rumah, pokoknya gue mau pulang, sini kunci lo," ucap Asma sambil mengulurkan tangannya ke arah Dito.


"Kalo lo mau pulang, siap-siap lo jadi dua," ucap Dito dan melangkah ke arah kasur qeeng sizenya sambil merebahkan tubuh kekarnya di sana.


Asma melangkah menuju Dito dan menarik bantal yang di pakai Dito.


"Apa?" Tanya Dito.


"Turun, gue yang bobo di sini, lo di sofa aja," ucap Asma.


"Kita tidur berdua aja di sini, kan kasur gue luas," ucap Dito dan berhasil mendapatkan satu pukulan bantal dari Asma.


"Turun gue bilang! Atau gue kabur dan lompat dari jendela!" Ancam Asma.


"Berani Lo?" Tanya Dito memperbaiki posisinya.


"Kenapa enggak!" Jawab Asma sambil melangkah menuju jendela dan menyikap tirai jendela, membuka kuncinya, angin malam pun menghembus masuk ke dalam kamar hotel itu.


Asma, baru ingin memanjat tetapi tiba-tiba Dito langsung menariknya dan alhasil entah bagaimana ceritanya, Asma berada di bawah Dito sambil membantali telapak tangan Dito.


"Lo gila yah?!" Tanya Dito geram.


Asma memutar bola matanya malas dan menjawab "Gue nekat kalo lo enggk biarin gue pulang,"


"Yaudah berarti lo milih pulang dengan ada darah daging gue yang menempel di dalam perut lo berarti," ancam Dito masih dengan posisi semula.


To be continue


Jangan lupa vote vote vote dan like, singgah di channel YouTube aku juga, yang penasaran sama visual karakter lenkap di ceritaku😊 @Zakura_Rara, nama chanel Minmut yah guys.

__ADS_1


Seeeyou next pret😙


__ADS_2