
"Nggak ada cara lain, kita masuk di sini aja,lo jangan berisik,ingan ancaman gue tadi!," kata Dirga sambil menarik tangan Elicia masuk ke dalam bilik WC,dan menutup rapat pintu bilik WC.
Terdengar suara teriakan wanita yang lagi di dalam WC ada juga yang marah-marah karena ada tiga orang laki-laki yang masuk menggunakan seragam pengawal berwarna hitam.Maklumkan itukan toilet wanita bukan toilet Pria, jadi penghuninya perempuan semua.Tiga pria laki-laki membuka paksa satu persatu bilik WC sedangkan Wanita-wanita yang tadinya berteriak mulai berlari keluar karena ketakutan melihat wajah sangar ke tiga laki-laki tadi,tepat di depan toilet yang di tempati Dirga dan Elicia, ke tiga Pria yang berpakaian pengawal berhenti mendobrak bilik toilet karena yang mereka cari tidak mereka temukan.
"Kalian menemukan bos?" kata pengawal satu.
"Tidak, kami tidak menemukan bos Dirga," kata pengawal tiga.
"Tapi tinggal toilet ini yang belum kita buka,apa mungkin bos Dirga ada di sini?" kata pengawal dua sambil menunjuk bilik toilet yang di tempati Dirga dan Elicia.
Sedangkan di dalam toilet.
"Lu apa-apaan si? Malah narik gue ke sini, lepasin gue atau gue ter___," belum sempat Elicia meneruskan kata-katanya,
Deg deg deg.
Jantung Elicia berdetak tidak karuan seperti ingin keluar dari tempatnya.
Dirga sudah mengigit ke dua bibir Elicia yang berwarna pink alami, dan mengangkat jaket yang Dirga pegang sedari tadi sehingga menutupi setengah bagian tubuh mereka berdua. Sedangkan Elicia hanya bisa diam dan membelalakkan matanya karena terkejut dengan apa yang di lakukan Dirga kepadanya. Sedangkan Dirga dengan entengnya hanya memejamkan matanya dan tidak merasa bersalah.
Brak.
__ADS_1
Suara pintu di dobrak.
"Astagah kelakuan anak muda jaman sekarang, bisa-bisanya mereka melakukanya di sini, jadi kangen pacar aku di kampung," ucap pengawal dua.
"Heh! Malah ngeliatin, buka aja jaketnya siapa tau si bos," kata pengawal pertama lalu menjulurkan tangannya ingin membuka jaket yang menutupi kepala Elicia dan Dirga.
"Et et et! Sudah biarkan mereka bermesraan di sini, mana ada bos Dirga ngelakuin hal begini di Toilet dengan pacarnya, kamu kayak nggak pernah muda aja, udah yok kita lanjut cari bos," kata pengawal ke tiga menarik tangan pengawal pertama, dan berlalu pergi meninggalkan Dirga dan Elicia.
Bukh!
Satu pukulan mendarat di perut Dirga dan membuat Dirga meringis kesakitan, yah itu ulah Elicia yang sudah tak tahan dengan perlakuan Dirga terhadapnya dengan perasaan yang sudah berkecamuk, Elicia langsung menghadiahkan sebuah bogeman.
'Nih cewek kuat juga rupanya' batin Dirga sambil memegang perutnya.
"Lah? Gue kan udah bilang diem ya diem, kalo nggak gue gigit bibir lo, yang tadi juga ciuman pertama gue, yah gue fine-fine aja tu, nggak sesewot lo Ikan Buntal!" Sinis Dirga sambil menekan kata Ikan Buntal.
"Lu bilang gue ikan buntal? Maksud lo apa manggil gue ikan buntal? Emang gue bulet? berduri? liat baik-baik, emangnya gue bulet ha?! Muka gue berduri gitu?" Serga Elicia sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Dirga dan mendekap wajah Dirga.
"Liat nih, liat! Muka secantik gue lo bilangin buntal?! Karatan kali mata lo!" Lanjut Elicia dan melepaskan kedua dekapan tangannya tapi masi mendekatkan wajahnya ke Dirga.
"Iya lu memang nggak berduri, tapi ucapan lo yang berduri dan pipi lo yang bulat kek ikan buntal," sahut Dirga semakin mendekatkan wajahnya ke Elicia dan menatap Elicia.
__ADS_1
Deg deg deg.
Mereka berdua saling bertatapan.
'Aduh jantung gue keknya mau loncat nhi dari tempatnya, jangan-jangan gue kena serangan jantung,' batin Elicia masih menatap Dirga.
"Huuuf"
Dirga meniup wajah Elicia, membuat Elicia gugup dan mundur, yang tadinya berjarak dekat sekali, sekarang sudah berjarak 1 meter.
"Nggak usah gugup gitu kali, gue tau gue ganteng, makanya kan lo natap gue lama-lama?" ucap Dirga menyeringai.
"Cih! Dasar Cumi kering! Udah gue mau keluar bay!" kata Elicia pura-pura tenang karna dia tidak ingin terlihat gugup di depan Dirga, sambil memegang dadanya yang belum berhenti berdetak kencang.
"Songong bener lu jadi cewek, oiya nama gue Dirga Adion Batara, lo boleh manggil gue dirga dan ini kartu nama gue lo bisa nelpon gue klo lo mau minta tangung jawab dari gue," kata Dirga sambil tersenyum licik.
"What! gue enggak salah denger?! Tanggung jawab? Maksud lo?" Tanya Elicia bingung sambil menaikan satu alisnya.
"Karna gue udah ngambil ciuman pertama lo," jawab Dirga dengan santai.
"Cih! lo nggak bakalan sanggup bayar heh! Satu lagi gue nggak butuh kartu nama lo," ucap Elicia berlalu pergi meninggalkan Dirga.
__ADS_1
To be continue