Cewek Songong Vs Kakel Tampan

Cewek Songong Vs Kakel Tampan
Cewek Songong Vs Kakel Tampan


__ADS_3

Elicia dan Rhyrhy pun berbalik badan dan mengikuti arah telunjuk Risma.


"Lah itu bukanya kakak kelas kita yang selalu ngajak ribut lo El?" Tanya Rhyrhy dan berbisik ke Elicia.


"Emm, mungkin," jawab Elicia.


"Abang Gagak! Risma di sini!" Teriak Risma.


"Buset abis makan toa mungkin ni anak, bisa budek gue," celetuk Rhyrhy sambil mengelus-elus kupingnya.


Dirga yang melihat Risma langsung berlari ke arah Risma, tapi dia tidak sadar dengan keberadaan Elicia dan Rhyrhy.


"Eh tuyul, napa lo lari-larian si? Kalo lo ilang gimana? Kan bisa-bisa gue di cincang sama papa," geram Dirga.


"Abis Abang Gagak nyuekin Risma terus, enggak tau apa yang Abang bicarain sama temen-temen abang Gagak, kan Risma bosen," ucap Risma mendongak ke arah Dirga.


Flasback On


"Dirga!" Teriak Tedy yang melihat Dirga, ia pun berjalan menuju Dirga di ikuti dengan Randa dan Dito.


Dirga dan Risma pun menoleh ke sumber suara.


"Ngapain lo bertiga di sini?" Tanya Dirga.


"Tadi kita ke rumah lo mau ngajak lo jalan-jalan ke sini, tapi kata Tante Rahma lo udah pergi sama Risma," jawab Dito.


"Emang mau ngapain ke sini? Kayak cewek cantik aja jalan-jalan," ucap Dirga.


"Aelah menyegarkan otak lah sambil cuci-cuci mata, liat tuh banyak cewek-cewek mont*k di sini," jawab Tedy.


"Ck, makan tuh pantat," celetuk Randa.


"Abang Gagak ayok ke sana," rengek Risma sambil mengoyang-goyang kan tangan Dirga.


"Bentar Tuyul," geram Dirga dan kembali berbincang dengan sahabatnya.


'Ih ii, abang gagak nyebelin deh kenapa Risma di cuekin si!" Celetuk Risma dalam hati.


'Mending Risma kabur ajah deh biar abang Gagak panik kalo liat Risma ilang, emang enak Risma kerjain hihihi,' batin Risma dan mengendap-ngendap kabur.


Dito yang melihat Risma mengendap-ngendap ingin kabur langsung mmberitahu Dirga. Risma yang merasa ketahuan langsung lari sekencang-kencangnya.


"Eh tuyul lo mau ke mana," teriak Dirga.


"Gue balik duluan, kapan-kapan lah kita jalan," ucap Dirga dan berlari mengejar Risma yang sudah menjauh.


"Mau kita bantuin enggak?!" Tanya Randa sambil berteriak ke Dirga.


"Enggak usah, senang-senang aja lo bertiga!" Teriak Dirga.


Mereka bertigapun balik kanan bubar jalan.


Flasback off


"Terus lo ...," ucapan Dirga menggantung karena baru menyadari keberadaan Elicia dan Rhyrhy.


"Calpar? Lo ngapain di sini?" Tanya Dirga ketika melihat Elicia.


'Calpar? Panggilan apaan tu? Jangan-jangan ..., Calon Pacar lagi, OMG enggak mungkin,' batin Rhyrhy menatap Dirga dan Elicia bergantian.


"Nyari jangkrik, yah jalan-jalan lah," jawab Elicia memutar bola mata malas.


"Ck, enggak usah ngeles deh, pasti ngikutin gue kan," ucap Dirga bangga.


"Idih, eh Cumkring enggak usah ngade-ngade deh, situ kalo di suruh jaga anak, jagain yang bener, jangan di cuekin, pantesan jomblo, sifatnya aja kayak gitu," celetuk Elicia.


"Iyah hari ini gue jomblo, tapi suatu hari nanti gue bakalan punya pacar," ucap Dirga bangga.


"Ck, pede banget, kalo lo berhasil, tapi kalo enggak gimana? Kan malu," ledek Elicia.


'Buset ni bocah buntal pedas banget mulutnya, untung sayang, coba kalo kagak, udah gue bales lu," umpat Dirga dalam hati.


"Serah lo, yang waras mending ngalah," celetuk Dirga.


"Abang Gagak, Risma ngantuk," rengek Risma.


"Yaudah ayok pulang," ajak Dirga sambil menggendong Risma.


"Abang Gagak aku mau cium pipi kakak Cantik dulu baru pulang, boleh kan kakak Cantik," ucap Risma tersenyum manis.

__ADS_1


"Engak usah, nanti lo di gigit sama dia," celetuk Dirga.


"Enak aja, boleh kok sayang," sinis Elicia ke Dirga dan beralih ke Risma lembut.


"Abang Dirga deketin ke Kakak Cantik dong," suruh Risma.


Dirga pun berjalan ke arah Elicia, hingga jaraknya lumayan dekat. Risma pun mencium pipi Elicia dan di balas oleh Elicia gemes.


"Udah kan?" Tanya Dirga hendak melangkahkan kaki nya.


"Turunin dulu," suruh Risma.


"Mau ngapain lagi si tuyul," celetuk Dirga sambil menurunkan Risma.


Risma pun berlari kecil ke belakang Dirga dan mendorong keras Dirga, Risma berhasil membuat Dirga terhunyung ke depan.


Cup!


Gara-gara Risma, Dirga berhasil mendaratkan c*uman ke pipi Elicia. Kaget? Itulah yang di rasakan Elicia dan Dirga, karena mereka berada di tempat umum. Untung enggak ada yang liat, cuman Rhyrhy dan Risma yang liat.


'Yes berhasil,' batin Risma.


"Aaa ..., mata gue ternodai!" Teriak Rhyrhy sambil berlari menutup mata Risma.


Dirga yang mendengar teriakan Rhyrhy, seketika menarik badannya ke belakan dan menatap sinis ke arah Risma. Elicia masih belum sadar, karena jantungnya langsung berdetak kencang ketika Dirga mendaratkan ciuman ke pipi Elicia.


'Apakah ini yang dinamakan detik-detik kematian, jantung gue serasa mau copot, tapi kenapa gue kayak bahagia ya,' batin Elicia dengan cepat memegang dadanya.


"Buntal lo enggak papah kan?" Tanya Dirga ketika melihat Elicia memegangi dadanya.


"Ja-ja-jantung gue, kayaknya gue kena serangan jantung deh," jawab Elicia secara antusias menanggapi pertanyaan Dirga, ia tidak sadar dengan ucapannya.


"Buwahahahaha, apa tadi lo bilang apa? Kena serangan jantung, he buntal jantung lo berdetak kencang karena lo baper sama ciuman gue," ledek Dirga sambil tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Elicia.


Seketika Elicia pun sadar karena mendengar tawa Dirga.


"Apaan si? Orang gue cuman bercanda juga, baru gitu aja udah seneng banget, yahaha, emang enak di kerjain," bohong Elicia sambil berusaha menahan kegugupan nya.


Dirga yang mendengar ucapan Elicia, iapun berhenti tertawa dan mendekat lebih dekat ke Elicia.


"Beneran lo cuman bercanda? Coba gue mau pegang dada lo," ucap Dirga yang tiba-tiba dingin.


"Enak aja, liat boleh pegang bayar! Dasar mesum!" Bentak Elicia.


"Emang boleh diliat, coba buka mumpung geratis," canda Dirga sambil melihat ke arah tangan Elicia yang masih menutupi dad*nya, masih tetap dengan ekspresi datarnya.


"L-lo apa-apan si? Lo sadar gak sama ucapan lo!" Bentak Elicia gugup dan wajah yang memerah.


Seketika tawa Dirga meledak melihat ekspresi Elicia.


"Buntal buntal, lo bego apa bodoh si? Mana mungkin gue mesumin lo di tempat rame kayak gini, baru gitu aja udah gugup, dasar penakut," ledek Dirga di sela-sela tawanya.


"Maksud lo? tempat rame?" Tanya Elicia.


"Yah enggak tau kalo tempat sepi, kan bisa khilaf," jawab Dirga di iringi seringai nakal.


Seketika amarah Elicia menguap bak gunung meletus.


"Stoop! Kalian apa-apaan si? Enggak di sekolah, enggak di sini, berantem mulu ..., capek gue dengernya, malah ngebahas yang enggak-enggak lagi, ini ada anak kecil paham enggak si," geram Rhyrhy melihat sahabat nya dan kakak kelasnya bertengkar.


"Kak Gagak ayok pulang, kakak Cantik Risma pulang dulu yah," ucap Risma sambil menarik tangan Dirga. Dirga pun beranjak dan mengendong Risma.


"Bay Calpar!" Teriak Dirga sambil berjalan menjauh tapi ia tidak menoleh ke belakang.


"Bener-bener setres yah tu orang," geram Elicia.


"Haiss, udah ah El, kitakan ke sini mau haefaind seneng-seneng bukanya ngeluapin emosi, udah yok liat-liat di sana," ucap Rhyrhy menarik tangan Elicia.


***


Di waktu yang sama Nita sedang membeli Eskrim sambil ngantri sedangkan Asma sedang duduk di kursi taman tak jauh dari tempat antrian, tapi tiba-tiba ada seorang laki-laki langsung menerobos ke antrian di depan Nita.


"He! Lo apa-apaan si langsung terobos aja, kalo baru datang yah di belakang, jangan main terobos-terobos aja hargain yang ngantri duluan!" Bentak Nita sambil menepuk keras punggung laki-laki itu.


"Apaan si! Enggak usah sewot gitu juga kali," geram laki-laki itu dan berbalik ke Nita. Oh no betapa terkejutnya Nita saat melihat laki-laki yang berada tepat di depan nya itu. Begitupun sebaliknya.


"Haiss, mulai lagi nih cekoknya, playboy vs playgirl ini namanya," gumam Asma yang melihat Tedy dan Nita.


"Lo lagi lo lagi, enggak di lapangan sekolah, enggak di kantin, lo selalu aja muncul, lama-lama bosan gue ngeliatnya," celetuk Nita sambil menatap tajam ke arah laki-laki itu.

__ADS_1


"Ck, malahan gue udah bosan ngeliat lo, untung lo cantik jadi enggak bosanin amat lah," ucap Tedy.


"Oh ..., makasih ..., udah bilangin gue cantik, tapi sorry ya ucapan lo udah basi! cowok playboy kayak lo pantasnya di buang ke lubang buaya!" Celetuk Nita.


"Enak aja, emang nya situ bukan playgirls ha? Mantan udah segudang gitu malah ngata-ngatain orang, sadar neng sadar," ucap Tedy sambil mencolek dagu Nita.


"Ih paaan si? Main colek-colek aja, emangnya gue sabun colek apa, najis gue di sentu sama lo," celetuk Nita sambil melap dagunya memakai tangannya.


"Ck, pegang tu omongan lo, jangan sampai nanti lo monta di sentuh sama gue," bangga Tedy.


"Ueek, sorry ya Mas playboy enggak kebalik tu omongan nya," ucap Nita.


"Hadeh, susah yah ngomong sama fans," bangga Tedy.


"Idih siapa juga yang fans sama lo, sakit lo ya? Minggir- minggir, ini tu giliran gue, sono-sono lo di belakang ngantri!" Geram Nita sambil mendorong tubuh atletis Tedy.


Tedy yang terdorong langsung saja menarik tangan Nita, Nita pun berhasil mendarat ke dada bidang Tedy dan keluar dari barusan antrian, emang nya kapal mendarat wkwkwkwk. Pandangan keduanya pun bertemu.


Deg!


'Enggak Nit, lo enggak boleh baper sama Mahkluk astral ini, sadar-sadar, jantung kompromi dong jangan sampai ni mahkluk astral denger,' batin Nita.


"Kenapa? baru nyadar kalo gue ganteng ha?" Tanya Tedy di iringi seringai nakal, ia pun melingkarkan lengannya ke pinggang Nita dan mendekap Nita. Hadeh maklum kan playboy ;


"Ih apaan si gaje banget lu, lepasin gue gak!" Bentak Nita


"Bantuin enggak yah? Tapi kalo di bantuin enggak seru dong, ah mending nonton aja deh," ucap Asma masi setia melihat dua mahkluk itu.


"Kalo enggak gimana!" tantang Tedy menaikkan alisnya.


"Beneran enggak mau ngelepasin gue?" Tanya Nita tersenyum miring, jiwa jahilnya pun bangkit.


"Enggak emangnya lo mau apa?" Tanya Tedy masih mendekap Nita.


"Beneran enggak mau?" Tanya Nita dengan nada seperti menantang.


Nita pun mencubit keras dada Tedy, hingga berhasil membuat Tedy melepaskan dekapan nya.


"Sial*n lo! hess," ringis Tedy sambil memegangi dadanya yang perih.


"Enak enggak? Enak dong pasti, hahaha" ledek Nita sambil tertawa.


"Gue bales lo besok dasar kutu kampret," celetuk Tedy.


"Hem ..., bay sampai jumpa di sekolah besok yah, gue tunggu balasan lo," ucap Nita berlalu pergi menghampiri Asma.


***


"Tedy kemana si? Katanya mau beli Eskrim napa lama banget," celetuk Dito


"Gue ke toilet dulu ya, tunggu di sini jangan kemana-mana," ucap Randa dan berlalu meninggalkan Dito.


"Jangan lama-lama!" Teriak Dito dan dijawab anghukan oleh Randa.


***


"El, pingin pipis ni, temenin ke toilet yuk," ajak Rhyrhy.


"Lo aja lah, gue tunggu lo disini, kalo nanti dua monyrt dateng, terus enggak ngeliat salah satu dari kita bisa-bisa ngambek tu berdua," ucap Elicia.


"Yaudah deh pegangin tas gue yah," ucap Rhyrhy.


"Lo enggak takut kan?" Tanya Elici.


"Takut si, tapi lebih takut kalo mereka ngambek hehehe," jawab Rhyrhy dan berlari kecil ke toilet.


***


Toilet


Setelah selesai membuang air kecil Rhyrhy enggak sengaja ngeliat Randa yang keluar dari toilet pria.


'Gue enggak salah liat kan? Itu kak Randa kan bukan hantu,' batin Rhyrhy sambil menatap lekat ke arah Randa.


BERSAMBUNG


Jangan lupa like👍🏻 comen💬


MISS🧡YOU💙

__ADS_1


__ADS_2