Cewek Songong Vs Kakel Tampan

Cewek Songong Vs Kakel Tampan
58 (Rencana tunangan Dirga dan Elicia)


__ADS_3

"Hem" dehem Lino menatap sekilh Ainun yang sedang melanjutkan pekerjaan nya.


Beralih dari Lino dan Ainun, di sini ada si geprek dan Di Ayam yang sedang saling mentap tajam di meja makan. Eh ralat, hanya Asma yang memberi tatapan tajam ke arah Dito, berbeda dengan Dito yang sedang menikmati makanannya.


'Bisa-bisanya dia sesantai itu! Gue aja kayak mau bunuh diri gini, apa beneran dia kagak mau batalin pertunangan gila ini?!' batin Asma sambil menusuk daging dengan kasar.


'Dasar Ayam sialan!" Umpatnya membatin, stelah lepas dari umpatannya.


Uhuk!


Dito langsung tersedak sambil memukul-mukul dadanya.


"Astagah Dito, pelan-pelan dong, kamu ini gimana sih?" Ucap Bunda Dito membantu memukul pundak Dito.


Mama Asma langsung menyenggol lengan Asma dengan sikutnya dan berbisik.


"Kasih air gih, cepetan!" Tekan Mama Asma.


Dengan malas Asma langsung menyodorkan air ke Dito, tetapi langsung di tatap tajam dengan Mamanya, alhasil, ektingpun di mulai.


"Biar saya aja tant," ucap Asma lembut.


Bunda Dito pun berdiri dan kembali ke tempatnya.


Puk! Puk!


"Astaggah Beb! Makanya pelan-pelan dong kalo makan! Gimana kalo piringnya juga ikut ketelen? Kan bahaya beb!" Ucap Asma meninggikan suaranya dengan mimik wajah terpaksa.


"Lu kalo mukul pelan-pelan setan!" Geram Dito berbisik.


"Apa Beb?! Owh kurang keras yah pukulnya?" Tanya Asma sambil memukul Dito dengan keras.


"Argh! Udah-udah beb, udah mendingan, mending kamu balik deh ke tempat kamu," ucap Dito dengan lembut.


"Owuhh, enggak papah kok sayang, aku iklas kok bantuin kamu," ucap Asma terpaksa.


"Balik enggak lu! Kalo lu enggak balik gue cium lu di sini!" Ancam Dito dengan nada yang sedikit berbisik.


Asma langsung menelan salivanya dan tersenyum paksa sedetik melotot ke arah Dito dan berdiri sambil berjalan ke arah tempat duduknya.


"Aduh, ke inget masa muda dulu deh kalo ngeliat kalian berdua," ucap Bunda Dito sambil tersenyum manis melihat anak dan calon menantunya.


Dito dan Asma hanya tersenyum hangat.


Acara makan-makan pun berlanjut setelaha selesai, Dito dan keluarganya pun pamit.


****

__ADS_1


Tidak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 19:32, di sinilah Elicia sekarang, di sebuah gedung mewah yang sudah di hias. Elicia duduk di kursi sambil mentap Dirga.


"Pacar," panggil Dirga sambil menggenggam erat tangan Elicia.


"Boleh, aku besok dateng ke rumah kamu?" Tanya Dirga.


"Boleh, emang siapa yang ngelarang?"


"Jujur, baru kali ini aku jatuh hati sama cewek, aku mau, aku bisa milikin kamu seutuhnya El," ucap Dirga.


"Lebay Lu! Alay tau enggak," ucap Elicia cekikikan.


"Ye ee... Ini beneran buntal!"


"Kalo mau milikin sentuhnya, lamar dong, cewek tuh butuh mahar bukannya kata-kata manis doang," ucap Elicia.


"Maunya sih besok," ucap Dirga.


"Kenapa enggak sekarang aja coba,"


"Emang lo enggak mau lanjutin sekolah kamu?" Tanya Dirga.


"Kan bisa ambil paket C," jawab Elicia.


"Emang Mami sama Papi enggak marah?" Tanya Dirga.


"Capek dong? Ribet banget lu," ucap Dirga cekikikan.


"Gue beneran Cumkring!"


"Yaudah, besok aku ke rumah kamu, tanya Mami sama Papi kamu, kalo mantunya mau dateng," ucap Dirga.


"Calon," ucap Elicia.


"Iyah, bawel!"


"Tapi .... Emang, lo kagak mau lanjutin sekolah?" Tanya Elicia.


"Mau, tapi ... Lebih milih lo, daripada sekolah, toh, gue juga bisa nerusin perusahaan Dady," ucap Dirga.


"Ye e ... Itu namanya, bukan usaha sendiri, Cumkring,"


"Hahaha, bercanda sayang, sejak gue naik SMA, gue udah berhasil bangun perusahaan di negara Y, tanpa bantuan Dady," jelas Dirga.


Elicia mengerutkan keningnya "Duit dari mana lo?" Tanya Elicia menyelidik.


"Awalnya, cuman jadi kurir sama pelayan resto, gue kumpulin tuh duit, tau gue sama siapa aja yang nitih karir mulai SD?" Tanya Dirga.

__ADS_1


"Dari SD?"


"He em, gue sama Tedy, soalnya, Dito sama Randha dari kecil pengawasan mereka tegas banget, yaudah gue sama Tedy, ngumpulin duit ssampai sekarang, tapi malah bulan kemarin di pindahin ke sini, jadi perusahaan gue sama Tedy yang ngurus asistennya Dady," jelas Dirga jujur.


"Ah Cumkring! Kok gue baper yah, beruntung baget deh gue, punya pacar kayak lu," ucap Elicia terharu.


"Pacar gue memang beda yak, pacar orang lain kalo di ceritain pake kata-kata manis pasti udah baper parah, lah, elo? Di ceritain tentang kehidupan, malah baper melehoi," ucap Dirga sambil mengacak rambut Elicia.


"Karena gue bukan pacar orang, gue pacar ellu!" Ucap Elicia sewot.


"Iya iya, Ikbunsong sayang," ucap Dirga.


"El," panggil Dirga.


"Paan?"


"Gue boleh cium?" Tanya Dirga spontan sambil menatap Elicia dengan tatapan teduh.


Elicia melotot "Gue banting lu yah, kalo macem-macem, ingat kata Momy sama Dady," geram Elicia.


"Heh! Anak manusia! Lu pikirannya traveling melulu yah? Orang cuman minta cium juga," ucap Dirga sambil menoyor pelan jidat Elicia.


Cup!


Elicia baru ingin mengangkat bicara, Dirga langsung berdiri dan mencium jidat Elicia singkat.


"Kelamaan kalo nunggu lo jawab dulu," ucap Dirga tersenyum kemenangan.


Elicia hanya bisa mematung dan melawan debaran di dadanya, jantungnya terasa party di dalam sana.


"I love you El, semoga malam ini, bisa buat lo bahagia," ucap Dirga sambil mencubit lembut pipi Elicia.


Elicia hanya mengangguk, sumpah baru kali ini dia seperti melayang akan kata-kata dan tingkah Dirga, mungkin bagi sebagian cewek, ini terlalu sederhana, tapi bagi Elicia, inilah momen spesial, karena dia baru pertama kali pacaran.


"Emm, Pacar," panggil Elicia.


"Kenapa?"


"Kamu beneran, besok mau ....," Elicia menggantung ucapannya.


"Kita tunangan aja dulu, aku enggak mau ngerusak impian kamu," ucap Dirga.


Elicia pun bernafas lega dan tersenyum.


Mereka berdua menghabiskan waktunya dengan bersenang-senang di gedung mewah itu.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2