Cewek Songong Vs Kakel Tampan

Cewek Songong Vs Kakel Tampan
Cewek Songong Vs Kakel Tampan


__ADS_3

Lino pun menuruti perintah Elicia dan duduk didekatnya.


"Bang, gue mau nanya," ucap Elicia.


"Apa bontot ku sayang,"


"Abang masih cari sekertaris di kantor abang atau apalah namanya itu?" Tanya Elicia.


"Kemarin ada yang mendaftar, tapi gue enggak nerima karena dia centil, maklum kan gue ganteng," ucap Lino sambil menaik turunkan alis tebalnya.


"Idih, jijay akoh," ucap Elicia


"Emang kenapa kalo masih cari? Teman kamu ada yang nyari kerja?" Tanya Lino.


"Yap, tepat sekali anda mendapatkan dua jempol kaki, hehehe," jawab Elicia cengengesan.


"Jempol kaki? Enak aja, emang siapa yang mau cewek apa cowok? Kalo cewek, cantik atau enggak?" Tanya Lino.


"Namanya Ainun, besok aku jemput habis pulang sekolah, kalo abang mau si, tapi Mbak Ainun enggak centil kok, dia beneran mau kerja bukannya mau ngintilin abang," jelas Elicia.


"Okay, besok yah, lo bisa nelpon gue kalo lo udah jemput, karena gue besok ada miting kalo pagi," ucap Lino.


"Oke, sana-sana Elicia mau mandi terus shalat terus tidur," ucap Elicia.


"Iya, iya, eenggak pake ngusir juga kale," celetuk Lino dan berjalan keluar kamar Elicia.


***


Pagi pun tiba, terlihat matahari nampak masoh malu-malu menampakan cahayanya. Elicia sudah bersiap menuju sekolah tapi di cegah oleh Maminya.


"Mau kemana kamu?" Tanya Erni.


"Sekolah lah Mi, masa mau berenang," jawab Elicia.


"Naik?" Tanya Erni.


"Mobil Elicia lah Mi," jawab Elicia tidak mengingat kata-kata Maminya semalam.


Tiba-tiba si bapak kompor datang dan berkata.


"Bukanya Dirga yang jemput lo, tadi malam kan Mami udah ngasih lo UUK, lupa lo?" Tanya Lino.


"Iya-iya ni baru mau nelpon," jawa Elicia dan mencari nama Cumkring di bendah pipih miliknya. Ia pun menekan nomor yang tertera di ponselnya.


Dert!


Setelah berdering tiga kali Dirga pun mengangkatnya.


"Halo, tumben lo---" belum sempat Dirga melanjutkan kata-katanya Elicia sudah memotongnya.


"Jemput gue sekarang, di depan rumah gue jangan pake lama," potong Elicia dan mematikan secara sepihak panggilannya.


"Udah?" Tanya Erni.


"Iya Mami udah kan tadi Mami denger sendiri," jawab Elicia.


***


Kediaman Batara.


Dirga yang baru selesai sarapan sambil menuju ke parkiran hendak menaiki motornya tiba-tiba ponsel yang ia pegang bergetar, ia melihat nama 'Calpar Buntsong' di akhiri dengan emot ikan buntal dan love warna biru, ia segera mengangkatnya.


"Halo, tumben lo---" ucapan Dirga terpotong karena Elicia sudah nyerocos.


"Jemput gue sekarang, di depan rumah gue jangan pake lama," potong Elicia dan mematikan secara sepihak panggilannya.


Tut tut!


"Buset nih bocah, emang gue taki online apa, dasar buntal untung gue ekhem sama lo," ucap Dirga dan bergegas menaiki motornya, setelah menstatar ia pun berangkat menuju rumah Elicia.


***


Pip! Pip!

__ADS_1


Terdengar suara klakson di depan gerbang, Pak Mamang pun segera membukakan gerbang untuk Dirga.


"Eh Aden, mau jemput Non Elicia yah den?" Tanya Pak Mamang.


"Elicia nya masih adakan Pak?" Tanya Dirga.


"Ada den, mari masuk dulu den," ucap Pak Mamang.


"Enggak usah Pak, bapak bisa pangil Elicia nya aja pak, ini juga udah mau masuk, takut telat," ucap Dirga sopan.


"Oh bisa-bisa den, tunggu sebentar yah den," ucap pak Mamang sambil berlalu memangil Elicia. Tidak butuh waktu lama Elicia sudah datang di ikuti Mami dan Lino, sedangkan di belakang ada pak Mamang.


Seketika netra Dirga melihat Lino sambil mengerutkan dahinya.


'Cowok itu lagi, ngapain dia ke rumah buntal, apa jangan-jangan gue keduluan ama ni cowok yah?" Tanya Dirga dalam hati.


"Yaudah Mah, Elicia berangkat yah, bang Elicia berangkat yah," Ucap Elicia mencium pungung tangan Maminya dan mencium pipi Lino.


Dirga yang melihat Elicia mencium pipi Lino dengan mesrah, seketika dadanya terasa panas dan bergemuru, di balik helem fulnya itu ia menatap tajam Lino, yah karena dia belum tau siapa Lino. Lino yang melihat Dirga langsung menghampirinya dan berkata.


"Lo yang namanya Dirga?" Tanya Lino.


"Yah," ucap Dirga dingin berusaha menenangkan perasaan yang berkecamuk di dadanya itu, karena Mami Elicia ada di situ.


"Kenalin gue Lino ab ---," ucapan Lino terpotong karena Elicia.


"Aduh, kapan-kapan aja kenalannya, nanti gue telat nih," ucap Elicia dan tanpa aba-aba ia langsung naik di jok motor belakng Dirga.


"Yaudah tan, Dirga pamit yah," ucap Dirga menjulurkan tangannya ke arah Erni, Erni pun menedakat dan mengapai uluran tangan Dirga. Secara tiba-tiba Lino langsung menjulurkan tangannya ke arah Dirga, heran dan bingung? Yah itu yang di rasakan Dirga, tapi dia dengan malas mencium pungung tangan Lino.


"Kok Tante si?" Tanya Erni sambil memonyongkan bibirnya, Elicia dan Lino hanya bisa memutar bola mata malas melihat Maminya.


"Eh maksud aku Mami," jawab Dirga tersenyum manis dan memakai kembali helemnya.


"Yaudah san gih, nanti telat loh," ucap Erni.


"Assalamualaikum Mi," ucap Elicia dan Dirga bersamaan, Erni dan Lino menyunggingkan senyumnya.


***


"Cowok yang tadi siapa? Kok lo nyium-nyium dia," Tanya Dirga.


"Maksud lo bang Lino?" tanya Elicia.


"Itu Abang gue Cumkring," sambung Elicia.


"Lo cemburu?" Tanya Elicia.


"Kalo iya kenapa? Enggak boleh? Cemburu sama calon pacar sendiri?" tanya Dirga.


Blus!


Ucapan Dirga berhasil mmembuat wajah Elicia memerah bak kepitin rebus.


"Ih, ap-apaan si lo? Siapa juga yang mau jadi pacar lo, narsis banget," ucap Elicia gugup.


"Ck, serah lo deh, pegangan nanti jatoh kan ribet," ucap Dirga.


"Enggak," cetus Elicia dan bersedekap dada.


Seketika Dirga menambah kecepatan motornya dan berhasil membuat Elicia langsung spontan memeluk pinggang Dirga dengan erat.


"CUMKRING! KALO LO MAU MATI JANGAN NGAJAK-NGAJAK GUE, GUE BELUM KAWIN!" teriam Elicia, ucapan terakhir Elicia berhasil membuat Dirga langsung merem memdadak motornya. Elicia pun langsung turun dan menendang motor Dirga, Dirga pun membuka helemnya dan menatap Elicia dengan tatapan entahlah.


"Lo bener-bener enggak punya perasaan yah, gimana kalo tadi gue jatoh, terus gue koit, lo mau gue gentayangin ha? Bener-bener yah otak lo kudu di serfis!" Marah Elicia.


"Tadi lo bilang lo belum kawin kan?" Tanya Dirga antusias dan berhasil membuat Elicia membulatkan matanya dan menatap tajam Dirga.


"Maksud lo apa?! Jangan macam-macam yah!" Bentak Elicia dengan sigap ia menutupi dadanya dengan kedua tangannya.


"Ck, gue cuman nanya, kan lo sendiri tadi yang bilang," ucap Dirga santai.


"Emang iya tadi gue bilang gitu? Perasaan enggak deh," dumel Elicia bertanya-tanya, tapi masih bisa di dengar oleh Dirga.

__ADS_1


"Dasar pikun, udah naik, gue enggak mau kalo gue telat gara-gara lo," ucap Dirga dan memasang helmnya.


"Enggak, nanti gue mati beneran lagi, gue mau pesan taksi aja," ketus Elicia.


"Yaudah kalo lo gak mau naik," ucap Dirga dan menstater motornya.


'Nih cowok enggak ada peka-pekanya yah, bujuk kek biar gue mau, katanya mau bikin gue cinta sama dia, tapi sifat aja bikin jengkel,' batin Elicia memgumpat.


"Kalo lo mau naik yaudah naik, gak usah ngeliatin jok motor gue kayak gitu," ledek Dirga.


"Terpaksa!" Ucap Elicia dan bergegas naik ke jok belakang motor Dirga. Tapi herannya Dirga tidak menjalankan motornya.


"Apa lagi? Gue udah naik ayo jalan," tanya Elicia sambil meninju pundak Dirga.


"Peluk," ucap Dirga dan lagi-lagi berhasil membuat darah tinggi Elicia naik.


Dengan kekuatan rasenggan Elicia mendorong kuat-kuat kepala Dirga.


"A! Lo mau buat kepala gue copot!" Ringis Dirga sambil membetulkan helmnya.


"He! Lo sadar nggak sama ucapan lo?! Bener-bener biad*p lo ya!" Bentak Elicia.


"Woi Buntal, gue cuman enggak mau lo jatuh, makanya gue suruh lo peluk gue, itu artinya peganga monyet," jelas Dirga.


"Iyah ya? Emang udah ganti? Sejak kapan?" Tanya Elicia.


"Sejak gue suka sama lo!" Ucap Dirga sambil menggapai tangan Elicia dan melingkarkan ke pinggangnya. Elicia hanya diam karena jantungnya berdetak kencang karena ucapan Dirga.


'Suka?' Batin Elicia.


Dirga pun menjalankan motornya menuju sekolah.


***


Sesampainya di parkiran Dirga pun membukakan helm Elicia.


Tak sengaja Aura melihat Dirga dan Elicia.


"Wiwi, lo liat deh itu bukanya Dirga sama adek kelas yang so-soan itu yah?" Tanya Aura ke Wiwi. Kalian masih ingat kan dengan mereka berdua yah mereka adalah sahabatnya Tisa.


"Oh iya beneran, wah Tisa harus tau nih," ucap Wiwi dan berlari menuju Tisa di ikuti dengan Aura.


*


"Gue bisa buka sendiri, enggak usah sok romantis," ketus Elicia.


"Gue enggak tau romantis, tapi nih helem, mahal nanti lo rusak lagi kalo lo yang buka," ucap dirga di iringi dengan kekehan.


"Au ah gelap!" Ucap Elicia dan berlalu meningalkan Dirga.


"SEMANGAT BELAJARNYA CALPAR NYA DIRGA!" Teriak Dirga dan berhasil membuat siswi berteriak histeris melihat ke romatisan Dirga walaupun cuman kata-kata, tapi ada juga yang kesal karena bukan dia yang ada di posisi itu melainkan Elicia.


Elicia yang mendengar teriakn Dirga berhenti sejenak karena entah kenapa dadanya begitu mendengarkan kata-kata manis dari Dirga pasti jantungnya berdetak tak karuan dan perasaan yang aneh.


"Dasar Cumkring lucn*t, bisa-bisanya teriak di depan umum, ini juga jantung enggak bisa kompromi," jesal Elicia dan melanjut kan jalnya tanpa menengok ke arah Dirga.


***


"What?! Berani bener tu bocah deketin calon pacar gue, bener-bener enggak tau diri," murka Tisa. Yah siapa lagi kalo bukan Wiwi yang ngaduh tentang di parkiran.


"Jadi lo mau ngapain sekarang Tis?" Tanya Cantika.


"Nanti kita kasi dia pelajaran kalo istirahat, gue udah punya rencana," ucap Tisa menyeringai.


***


Kelas x Ipa tepat nya kelas Elicia.


"El, gimana Abang lo mau kan nerima Mbak Ainun jadi asistennya?" Tanya Nita.


"Tenang aja, kalo Bang Lino enggak nerima Mbak Ainun, kan ada Kak Cerline yang bisa gue bujuk, kalian taukan kalo kak Cerline yang bujuk bang Lino pasti luluh tuh," jawab Elicia.


Nita, Asma dan Rhyrhy mangut-mangut mendengar jawaban Elicia.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2