
Beberapa menit, Elicia menunggu balasan, tetapi tidak ada, hanya centang dua yang tak kunjung membiru, eak. Setelah menunggu, notif pun munccul.
Cumkring Calsum🦑❤️:Gue udah ada di bawah depan pagar, liat di jendela kalo enggak percaya.
Elicia yang membaca deretan kalimat itu, dia langsung mebulatkan matanya dan cepat-cepat berlari kecil menuju jendela kamarnya, tepat sekali, seorang cowok yang memakai helm full face nya dengan motor merah kesayangan nya telah bertengger manis di depan pagar rumah Elicia sambil melihat ke arah Elicia.
"Ngapain dateng sih, Cumkring?!" Tanya Elicia gereget sedikit berbisik.
Karena tadi di acara, mereka berdua di larang bertemu sampai hari akadnya tiba, kecuali di lingkungan sekolah, bagi siapa yang melanggarnya, dia akan di pindahkan ke sekolah lain, itu juga demi kebaikan nilai ujian dan kebaikan mereka.
Elicia, menghembuskan nafas kasar dan kembali mengambil ponselnya, dengan lihai jari-jari lentik miliknya mengetikkan pesan untuk si penerima pesan.
(📱Pesan WhatsApp on📱)
Me: Pulang enggak! Kalo lo ketahuan sama Papi, Mami, gimana? Lo mau di pindahin? Lo mau pisah sekolah ama gue? Hh!
Cumkring Calsum🦑❤️: Masih marah enggak?
Me : Pulang Cumkring! Nanti Mami Papi liat!😡
Cumkring Calsum🦑❤️: Gue enggak bakalan pulang, bilang dulu, masih marah atau enggak? Kalo masih marah, gue manjat nih ke kamar lo.
Me : Jangan uji kesabaran gue yah, gue gantung idup-idup lo, kalo berani naik🤬
Cumkring Calsum🦑❤️: Yaudah tunggu😻 bentar parkir motor dulu, jangan lupa siapin tangga.
Elicia langsung melotot melihat pesan Dirga.
Me : Jangan ngade-ngade lo yah, gue geplak beneran lo kalo naik!😡 Gue enggak bercanda🖕😙
Cumkring Calsum🦑❤️: Bac*t! Udah siapin tangga cepetan!
{📱Pesan WhatsApp of📱}
"Dasar Cumi kering sialan! Pulang enggak lo!" Teriak Elicia sambil menyembulkan kepalanya keluar jendela, mematap tajam cowok yang ada di depan gerbang rumahnya.
Bersamaan dengan teriakan Elicia, si cowok yang ada di depan gerbang itu langsung terlonjak kaget sambil menelan salivanya kasar dan mengusap dadanya pelan.
"Buset! Pacar Dirga, teriakannya enggak ngotak nj*rt! Gue hampir serangan jantung, Set*n! Umpat Tedy sedikit berbisik ke arah ponselnya.
"Lo iklas enggak sih? Jangan marah-marah gitulah ama Pak bos, lo mau di terkam ama dia? Hahaha" ucap Dito di seberang sana.
Tepat sekali, yang ada di depan gerbang bukanlah Dirga, melainkan Tedy yang sedang menerima nasip sialnya, sedangkan Dito? Randha? Mereka sedang berada di rumah Dirga, yups, mereka bertiga sedang menginap di rumah Dirga, karena mereka berhutang penjelasan masing-masing, Tedy? Karena dia kalah suit dengan Randha dan Dito, dialah yang menjadi pemeran pengganti Dirga ke rumah Elicia.
"Gue enggak marah sama Dirga yah! Gue marahnya sama lo! Lo main curang kan waktu kita suit!" Ungkap Tedy geram.
Byuur!
Satu siraman ember berhasil mengguyur Tedy di malam hari ini, ember hitam yang cukup besar berhasil bertengger manis di kepala Tedy.
"Pulang enggak lo!" Teriak Elicia tepat di dekat Tedy, sambil melotot mematap dirinya.
__ADS_1
Glek!
Tedy dengan susah payah menelan salivanya susah payah, di balik helm full face dengan kaca yang tertutup, muka Tedy sudah pucat pasi melihat keganasan seorang Elicia.
'Buset! Bisa-bisa gue mati berdiri nih di sini, bisa-bisanya si Dirga pacaran sama singa betina kayak gini," batin Tedy gemetaran.
"Ted! Tedy?! Lo kenapa diam? Woi ogeb!" Teriak Dito di seberang sana, karena dari tadi dirinya mengoceh meledek Tedy, tetapi tidak ada respon darinya.
Elicia mengamati dengan teliti si cowok yang ia kenal sebagai Dirga. Elicia menelisik mulai dari ujung kaki sampai ujung helm.
"Tedy?! Lo ngapain ke sini?!" Teriak Elicia geram menatap Tedy kesal.
"Lo di suruh Dirga?" Tanya Elicia sambil mengerutkan keningnya.
Tedy yang tadinya menahan nafasnya karena takut terkena amukan oleh Elicia, dia langsung menghempaskan nafasnya lega dan membuka helm full facenya sambil menatap Elicia.
"Gue kalah game, kan lo tau sendiri kalo Dirga di larang keluar apalagi ke rumah lo, eh tau-tau nya, dia ternyata chat ama lo, enggak sengaja si Dito liat chat lo sama dia, ternyata lo marah sama si pakboss, yaudah gue kasi saran aja biar dia dateng ke rumah lo, awalnya cuman gue saranin ngancem lo, eh malah beneran lo bilang dateng aja kalo berani, sialnya lagi, gue yang kalah suit sama Dito!" Jelas Tedy oanjang lebar, tidak lupa dengan celetuknya.
"Lah apa urusannya, lo kalah suit, sama lo dateng ke sini?" Tanya Elicia dengan kening yang masih berkerut.
"Cowok lo bilang, yang kalah bakalan gantiin gue dateng ke rumah Elicia, nah gue kalah yah gue oertaruhin nyawa gue ke sini, malah di siram air .... What?! Lo gila yah El? Ini air lo isi es batu?! Pantesan tulang gue kerasa beku," Tanya Tedy sambil berteriak di akhir kalimatnya.
'Ck! Emang tulang dia kayak jelly yah? Perasaan, tulang emang keras dah!' Ucap Elicia membatin.
"Ye .... Salah sendiri, siapa suruh mau di suruh-suruh sama Dirga, uda ah, pulang gih, Nita enggak ada di rumah gue," ucap Elicia mengusir Tedy.
"Oh iya, lo .... Beneran suka kan sama temen gue, jangan lo ambil pelampiasan doang, gue retakin tulang jelly lo kalo beneran!" Ancam Elicia menatap tajam Tedy.
"Besok," jawab Elicia singkat.
Tedy pun mengangguk anggukan kepalanya.
"Yaudah gue balik dah, entar gue di kira godain calon istri orang lagi kalo lama-lama di sini," canda Tedy sambil memakai kembali helm nya.
"Sekate-kate lo," ucap Elicia menatap malas Tedy.
"Yaudah gue pulang, nitip apa nih buat Dirga?" Tanya Tedy.
"Nitip nih!" Ucap Elicia sambil mengacungkan jari tengahnya ke arah Tedy.
"Oke calbubos!" Teriak Tedy sambil mengeggas motornya.
"Bay bay Calon istrinya Dirga!" Teriak Tedy setelah lebih jauh dari Elicia.
"Sialan lo!" Teriak Elicia geram, dia paling tidak suka di panggil calon istri, dia masih belum terbiasa oke.
*****
"Bwahahaha! Emang enak di guyur air Es?! Makanya harus waspada ngab," ucap Dito di selah-selah tawanya setelah melihat Tedy yang keluar dari kamar mandi.
"Andai bukan Dirga yang nyuruh, gue juga ogah! Buset enggak kebaynag gue kalo nanti Dirga, jadi suami Elicia, mungkin dah mati berdiri kali yah," ucap Tedy sambil duduk di dekat Randha, dia sedikit berbisik di akhir kalimat nya.
__ADS_1
"Gue aduin ke Dirga nih?" Ancam Randha sambil tersenyum jahil.
"Ye jangan dong, lo mah, enggak setia kawan!" celetuknya sambil menggosok kepalanya memakai handuk.
"Oh iya Dir, dapet titipan dari Elicia," ucap Tedy sambil menatap Dirga, yang sedang duduk anteng di sofa.
"Apaan?" Tanya Dirga tanpa menoleh dari layar ponselnya, dia sedang memainkan game online.
"Jari tengah," ucap Tedy dan berhasil mendapat tatapan dari ke tiga sahabat nya itu.
Tedy mengerutkan keningnya "Kenapa lo pada natap gue kayak gitu? Emang gue salah ngomong?" Tanya Tedy.
"Maksud lo jari tengah apa ngab?" Tanya Dito.
"Elicia nitip jari tengah buat Dirga," ucap Tedy bingung karena merasa terintimidasi.
"Ck! Si songong memang beda," ucap Dirga beralih kembali memainkan game online.
"Benar-benar pacar lo Dir, songongnya enggak ngotak nj*rt , sama pacar aja kayak gitu," ucap Dito sambil menggelengkan kepala nya pelan.
"Emamg Asma enggak Dit?" Tanya Tedy sambil merangkuk Dito.
"Asma mah, egonya yang enggak ngotak!" Celetuk Dito memutar bola matanya malas.
"Iya sih, cowok kayak Randha aja susah dapetin hatinya apalagi kalo lo Dit," ungkap Tedy sambil merebahkan dirinya di atas kasur Dirga.
"Gue dah sama Rhyrhy, stop bahas masalalu," ucap Randha mengacak rambut Tedy.
"Dan lo Dit, semangat buat dapetin cewek oujaan lo, enggak semuanya yang terlihat gampang itu gampang untuk di lewatin, semangat," ucap Randha sambil merangkul Dito. Dito, langsung tersenyum dan berucap "Thanks,"
****
Sedangkan di rumah Asma, lebih tepatnya di kamar Asma, ada Viola yang sedang merenungi nasibnya di balkon kamar Asma.
'Apa setega itu, Liam ngelupain gue? Padahal udah janji buat jagain gue selamanya waktu itu,' batin Viola sambil menggenggam gelang yang bergantung gembok.
[Flashback on]
"Wiliam!" Teriak Via sambil berlari kecil menyusul Randha yang sedang berjalan menuju penjual aksesoris cople.
"Kamu tunggu di situ, nanti aku balik lagi kok," ucap Randha kecil sambil tersenyum. Via kecilpun mengangguk semangat dan mendudukkan dirinya di pasir pantai.
Setelah beberapa menit menunggu, Via melihat Randha yang sedang berjalan ke arahnya sambil menyembunyikan lengannya di balik punggung.
Via tersenyum sambil berdiri. "Kamu lama banget sih! Aku nunggu lama tau!" Celetuknya sambil memanyunkan bibir mungilnya.
"Iya maaf, oh iya, tutup mata kamu, aku mau kasi sesuatu," ucap Randha, Via pun menutup matanya sambil tersenyum manis.
"Tadaaaa!" Teriak Randha sambil menjulurkan tangannya yang memegang gelang cople.
To be continue.
__ADS_1