Cewek Songong Vs Kakel Tampan

Cewek Songong Vs Kakel Tampan
Episode 65 (Hidung, Jidat dan mulut)


__ADS_3

Mata Tisa membulat penuh dan menatap tajam Elicia


"Lo apa-apaan sih?!" Tanya Tisa dan merebut kembali ponsel nya dari tangan Elicia.


"Itu akibatnya kalo lo, berani macam-macam sama gue," tekan Elicia sambil menatap datar Tisa.


Sedangkan Tisa hanya bisa memandang naas ponselnya yang sudah retak dan sedikit melengkung.


"Gue peringati elo Elicia! Gue sama Dirga memang udah pacaran sebelum lo sama dia tunangan! Jadi lo enggak usah ngerebut kebahagiaan orang lain demi kebahagiaan lo!!" Tekan Tisa menatap tajam ke arah Elicia sambil menunjuk nya.


"Heh! Ondel-ondel alay! lo kalo ngomong tuh di jaga, jangan asal nyeplos doang! Lo kira kita percaya sama omongan lo?! Nehi-nehi yah!" Ucap Rhyrhy menatap kesal ke arah Tisa.


"Tau! Gatel banget sih mbak! Calon suami orang loh itu, hadehh, udah jadi PEPACOR! mau jadi PELAKOR lagi, miris banget sih hidup lo Titisan!" Singgung Nita sambil menggelengkan kepalanya.


Sedangkan Asma, hanya diam melihat sahabatnya yang sedang adu bacot dengan segerombolan Tisa, karena dia yakin Elicia, tidak akan tinggal diam kalo kepunyaannya di usik.


"DIAM LO BERDUA!" Gertak Tisa sambil menunjuk Nita dan Rhyrhy.


"ELO YANG DIAM BANGSAT! Jangan berani-berani gertak temen gue dengan mulut kurang ajar lo itu!"


Ucapan Elicia berhasil membuat Tisa diam seketika dan tatapan tajam Elicia ke Tisa berhasil membungkam mulut-mulut yang tadinya berbisik-bisik, seisi kantin hening seketika.


"Gue enggak pernah geram sama seseorang kayak gini, gue dulu udah peringatin lo, belum puas lo ke rumah sakit?! gue bukan cewek baik-baik Tisa, yang biarin milik gue di ambil sama orang kayak lo, gue bukan pecundang yang kalah sebelum berperang, jadi gue peringatin lo sekali lagi, Dirga! Tunangan! Gue! Lo usik?! Gue bantai!" Ucap Elicia panjang lebar dengan menekan semua kata-kata yang keluar dari mulutnya.


Tisa hanya diam dan memalingkan wajahnya yang merah menahan amarahnya, dia tidak takut dengan ucapan Elicia, tapi mulutnya seakan tertutup rapat ketika mendengar ucapan Elicia.


"Cabut," ucap Tisa ke teman-temannya yang tadi berkumpul bersamanya.


Setelah Tisa pergi, Elicia, bernafas legah, sungguh hari ini melelahkan, sebucin itukah dirinya dengan pasangan pertamanya sekarang? Ah, sungguh menyebalkan Cumkring itu! Bisa-bisanya dia membuat Elicia secemburu itu kepada-nya.


"Dirga sialan!" Umpat Elicia mendengus kesal.


"Dih, tadinya marah-marah karena Tisa, sekarang mencak-mencak karena Dirga, tunangan lo tuh El, calon misua," ucap Nita sambil menyenggol Elicia.

__ADS_1


"Tapi gue heran deh sama Tisa, seterobsesinya dia sama Dirga sampe-sampe ngedit foto kayak gitu?" Tanya Asma tidak habis fikir dengan kelakuan Tisa.


"Udah putus sih urat malunya tuh anak," timpal Rhyrhy.


"Tapi ...., gimana kalo foto itu bukan editan?" Tanya Nita tiba-tiba, membuat sepasang tiga mata tertuju kepadanya.


"Maksud lo?" Tanya Rhyrhy bingung.


"Tapi filing gue, tuh foto real, kayak enggak di edit gitu, pokoknya beda deh sama yang di edit sama enggak, kalo lo pada enggak percaya, kita samperin Dirga sekarang, kit....., Elicia lo mau kemana *****?!" Penjelasan Nita terpotong karena Elicia sudah melangkah dari tempatnya.


"Elo sih! Perang dunia ke 5 nih kayaknya," ucap Rhyrhy sambil berjalan lebih dulu mengikuti Elicia.


"Lah? Gue kenapa As?" tanyanya ke Asma yang berada di sampingnya.


"Kurang makan obat kali," jawab Asma acuh dan berjalan mengekori Rhyrhy yang sudah jauh.


"Lah?" Ucap Nita heran dan bingung.


"WOI TUNGGUIN!" Teriaknya seketika dan berlari mengejar para sahabatnya.


Sedangkan di tempat lain, lebih tepatnya di taman belakang di dalam kantin kecil, tetapi di sana hanya ada satu kantin, mengapa tidak di pindahkan? jawabannya karena kantin Buk Tenten sudah berdiri 8 tahun di sana, pemilik sekolah tidak mengizinkan Buk Tenten pindah karena hanya itulah yang Buk Tenten punya sebagai mencari nafkah, karena Buk Tenten adalah seorang Janda yang berusia 40 tahun. Singkat cerita, ada Dirga ddk yang sedang duduk-duduk anteng di sana, sejak masuk di sekolah itu, Dirga ddk sudah memasukkan list kantin Buk Tenten sebagai tempat tongkrongan mereka setelah jam istirahat atau ... bolos mungkin? bisa jadi.


Selain keadaan kantin yang cukup sepi di sana juga nyaman untuk tidur dan melepas penat ketika selesai menggempur pelajaran, suasana yang adem, tentram, dan damai, seketika membuat tubuh rileks dan otak kembali fresh. Kecuali si beruang tidak berulah, tahukan siapa beruang itu? Yup tepat sekali, siapa lagi kalo bukan Tedy Anggara!.


Brakh!!!


"Aduh! Sialan!"


Tedy memukul meja sambil membulatkan matanya menatap ponselnya yang sedari tadi menjadi teman ngocehnya dan hal itu membuat Dirga, Dito, Randha serta Buk Tenten kaget bukan main.


"Anj*ng!! Kaget gue duggong!!" Teriak Dito sambil menatap Tedy yang sedang berdiri masih fokus dengan kekasih hatinya itu bukan Nita melainkan ponselnya.


"Kenape sih lo? Siang-siang udah bikin senam hati," komemtar Randha, sedangkan Dirga hanya bisa menggelengkan kepalanya karena fikirnya, 'Pasti Tedy kalah dalam game online.'

__ADS_1


"hussssssh! Diam dulu para jamet!" Jawabannya sambil menempelkan kedua telunjuknya salah satunya di hidung Randha satunya lagi di jidat Dito.


"Sialan! Lo pikir Hidung gue ada di jidat apa?!" Geram Dito sambil menepis kasar tangan Tedy dari jidatnya.


Tedy serta Randha, secara kompak langsung menatap Dito, apa katanya tadi? Dito bertanya apa tadi? Hidung di taro di jidat?.


"Kenapa? Enggak usah ngajak gila!" Tekan Dito sambil menatap nyalang kedua sahabatnya.


"Typo Mas Dito!!" Teriak Randha ala sound yang lagi firal tetapi liriknya ia ganti.


"Seharusnya tuh kenapa tuh kayak gini, LO PIKIR MULUT GUE ADA DI HIDUNG APA?!! BUKANNYA HIDUNG GUE DI JIDAT!!!!" Teriak Tedy menggebu-gebu dan bersemangat sakin semangatnya dia pun tidak sadar akan ucapannya.


"Heh Duggong beruang!! lo juga salah, yang bener tuh, 'lo pikir mulut gue ada di jidat apa?' Situ yang komen situ juga yang belibet, parah si Jamet!" Ucap Randha membetulkan, meluruskan dan tidak membengkokkan masalah, memang hakim yang bijaksana, yok tepuk kaki untuk pangerannya Rhyrhy.


"Ah tau ah! Tapi bentar .... Tadi gue mau ngomong apa yah?" Tanya Tedy bingung.


"Lah mana kita tau, kan lo yang mau ngomong," ucap Dito sambil memutar bola matanya malas.


Sambil berpikir keras, seketika mata Tedy tertuju kepada Elicia menuju kantin itu, di ikuti dengan para sahabatnya di belakang, ingatan yang tadi hilangpun kembali memenuhi pikiran.


"Nah, gue udah inget!" Teriak Tedy sambil menjentikkan jarinya.


"Inget apa?" Tanya Dirga, Dito, dan Randha kompak, mereka bertiga belum sadar akan kedatangan Elicia dan ke-tiga sahabatnya.


"Tadi___"


"Cumkring!!"


Ucapan Tedy terpotong karena teriakan Elicia memanggil Dirga, seluruh mata pun tertuju kepada Elicia.


"Sabar El, buktiin dulu, tanya baik-baik, jangan langsung emosi yah, sabar-sabar," bisik Nita sambil mengusap punggung Elicia.


Tatapan Dirga dan Elicia bertemu pandang seketika, ada rasa kesal bercampur sesak di siluet mata hitam pekat namun teduh itu di mata Dirga, entah apa yang membuat Dirga bungkam ketika menatap mata itu, serasa ada yang menjanggal tetapi entah itu apa!.

__ADS_1


BERSAMBUNG


Kabarin kalo typo〽️


__ADS_2