
"Oh beres dong, cowok kayak gitumah gampang, tinggal ******-****** gimana gitu, langsung encok, hahahaha" jawab Nita sambil terbahak-bahak.
"Enggak usah ngakak kayak gitu kali, nanti lalat masuk baru tau rasa lo," ledek Asma di sela-sela ketawanya.
"Yaudah yuk ke Elicia sama Rhyrhy," ajak Nita.
"Lah, tapi Es krimnya gimana? Kan kita ke sini mau beli Es krim, kalo Elicia nanya gimana?" Tanya Asma.
"Yaelah kita ceritain lah kejadian tadi, bukan salah kita juga kan," jawab Nita.
Asma pun menganggukkan jepalanya, setelah berjalah tidak terlalu jauh mereka berdua melihat Elicia duduk sendirian.
"Elicia!" Teriak Nita dan Asma sambil berjalan menghampiri Elicia.
"Beli di korea lo? Lama banget," celetuk Elicia sambil bersedekap dada.
"Iyah tadi kita beli di korea, sampe-sampe tadi ada oppa-oppa setres, untung gue jago ngelawan nya," bangga Nita
"Idih, ngayal lo? Ketinggian gobl*k," ejek Elicia dan Nita hanya memutar bola matanya malas menanggapi ucapan Elicia.
"Eskrim gue mana? Jangan bilang kalo lo habisin," tanya Elicia sambil menunjuk Asma dan Nita.
"Kita enggak jadi beli, gara-gara nih bocah satu, pake acara bertengkar sama Tedy," celetuk Asma.
"Tedy? Yang kemarin bertengkar sama dia?" Tanya Elicia ke Asma dan menunjuk ke arah Nita tepat di lobang hidung Nita.
"Yaps, bener banget," ucap Asma.
"Apaan si El? Main nunjjuk-nunjuk aja ini lobang hidung gue bisa-bisa enggak perjaka gara-gara lo," celetuk Nita menghempaskan tangan Elicia.
"Perjaka? Perawan Nit, perawan, astogeh," ucap Elicia dan Asma kompak.
"Kasi benar aja napa," celetuk Nita.
"Jadi gara-gara lo bertengkar sama tu Kakel, terus lo enggak beli Eskrim?" Tanya Elicia.
"Iya, hehehe," jawab Nita cengengesan.
"Huwa ..., Nita dari tadi gue nungguin lo sama Asma di sini, sendirian demi nunggu Eskrime pesanan gue, jahat banget lo Nit, ngorbanin Eskrim gue," geram Elicia.
"Et, tunggu dulu, Rhyrhy mana? Kok enggak sama lo?" Tanya Nita.
"Tau, tadi bilangnya mau ke toilet, tapi sampai sekarang belum balik-balik juga, nyemplung di bak kali," jawab Elicia.
"Gitu amat lo El," ucap Asma menonjok bahu Elicia pelan.
"Lo tau enggak nunggu lo berdua itu bagaikan lima abad, Rhyrhy aja kebelet pipis gara-gara nungguin lo, tapi enggak tau dia kenapa lama banget di toilet, dari tadi gue nungguin di sini, eh malah lo berdua yang muncul," ucap Elicia panjang lebar.
"Kita susul ajah kalo gitu," saran Asma.
"Tunggu sepuluh menit lagi, kalo belum datang baru kita susul, karena tas nya ada di gue," ucap Elicia.
"Yaudah kalo gitu," ucap Nita dan Asma bersamaan.
***
__ADS_1
"Udah," ucap Rhyrhy setelah menghabiskan gulalinya.
"Emang kamu enggak jijik makan bekas gigitan aku?" Tanya Randa.
Blus!
Wajah Rhyrhy kembali memerah karena pertanyaan Randa.
'OMG, berarti yang tadi adalah ciuman enggak langsung gitu, ah a ..., lagi dong,' batin Rhyrhy meronta-ronta.
"Ah, e-enggak kok kak," jawab Rhyrhy.
"Beneran?" Tanya Randa menatap manik mata Rhyrhy mencari kebohongan di sana, tapi ternyata cuman adanya kejujuran.
"Beneran, masa aku boong, buat apa coba jijik makan bekas gigitan dari orang yang kita suk ---," ucapan Rhyrhy terpotong karena hampir keceplosan.
'Aduh nih mulut main nyosor-nyosor aja,' batin Rhyrhy sambil mengigit bibir bawahnya.
"Suk? Suka maksudnya?" Tanya Randa memastikan pikirannya benar atau salah.
'Kalo gue bilang iya, apa mungkin kak Randa masih mau deket sama aku?' Batin Rhyrhy bertanya ke dirinya sendiri.
"A-ah apaan si kak? Kakak kali yang suka sama aku," cerocos Rhyrhy tidak sadar dengan ucapan terakhirnya.
"Emang enggak boleh suka sama kamu?" Tanya Randa antusias, ia hanya mau menjahili Rhyrhy, karena suka melihat Rhyrhy malu-malu kucing.
Deg!
Seakan-akan hati Rhyrhy berhenti berdetak mendengar pertanyaan Randa, ia pun hanya bisa melongo memegangi dadanya dengan perasaan entahlah author juga enggak tau hehehe.
Tiba-tiba badannya pun lemes.
Randa yang melihat Rhyrhy hampir jatuh langsung saja menahan tubuh Rhyrhy dan memeluknya.
"Rhy? Rhyrhy? Lo engga papahkan? Hei?" Tanya Randa.
Seketika Rhyrhy pun tersadar dan mendongak ke arah muka Randa pandangan merekapun bertemu, kalian bisa bayangin dong posisi mereka uwu author aja baper ngebayangin nya wkwkwk.
"Lo enggak papah kan?" Tanya Randa.
"E-eng-enggak kok, aku gak kenapa-napa kok," jawab Rhyrhy gugup.
"Yaudah aku anter ke teman-teman kamu yuk," ajak Randa.
"Ah, iya ayok," ucap Rhyrhy.
Mereka pun berdiri, Rhyrhy hendak melangkahkan kakinya tapi tiba-tiba Randa mengengam tangan Rhyrhy, sontak Rhyrhy melihat ke tangannya di sana sudah ada jarijemari Randa yang sudah mendarat, {apaan sih gaje bener wkwkwk}
Randa yang melihat Rhyrhy terus melihat ke arah tangannya, Randa pun bertanya.
"Kenapa? Enggak boleh?" Tanya Randa.
"Ah, bo-boleh kok," jawab Rhyrhy.
'Kalo gue lama-lama deket ni cowok, bisa-bisa nyawa gue melayang gara-gara dia, abis jantung gue dikit-dikit joget dikit-dikit berhenti,' batin Rhyrhy.
__ADS_1
"Yaudah yuk," ajak Randa sambil menggandeng tangan Rhyrhy.
'Andaikan waktu bisa di hentikan sejenak, mungkin gue udah enggak berdaya lagi,' batin Rhyrhy.
Mereka pun meninggalkan tempat semula mereka dan berjalan sambil bergandengan tangan membelah kerumunan menuju ke Sahabat Rhyrhy.
***
"Udah sepuluh menit ni, kita susul aja yuk," ajak Asma.
"Yaudah yuk," ucap Elicia.
Belum sempat melangkah, Nita langsung memberhentikan langkah mereka.
"Apaan si?" Tanya Asma.
"Noh liat, itu bukanya si monyet, tapi dia sama siapa tu?" Tanya Nita sambil mengarahkan wajah Elicia dan Asma ke arah Rhyrhy dan Randa.
"Itu bukannya kakel kita yah? Yang ngaku-ngaku sahabat kecil gue plus pangeran ketek nya Rhyrhy?" Tanya Asma.
"Ohiya itu pangeran kodok dia, wih udah mulai pdkt dia," ucap Nita.
"Ho oh, moga berhasil yah," ucap Asma. Tapi ada yang enggak senang dengan perlakuan Rhyrhy ni.
"Buset tu Onyet, gue udah nungguin berjam-jam di sini dia malah asik pdkt, bener-bener sahabat kampr*t," geram Elicia.
"Sabar El," ucap Asma dan Nita.
"Emm, yaudah kak makasih yah udah nganterin," ucap Rhyrhy ke Randa.
"Sama-sama," jawab Randa, indranya taksengaja melihat Asma, secara spontan dia melepaskan gengaman tangannya dengan Rhyrhy. Rhyrhy pun paham dengan sifat Randa karena ia tau Randa melihat Asma. Sakit? Oh tidak, dia tidak mau merusak moodnya sendiri dengan kejadian sepeleh itu, karena dia sudah cukup bahagia dengan yang tadi dengan Randa.
'Via?' Batin Randa seketika melihat Asma.
"Yaudah gue pamit yah Rhy," ucap Randa dan mendapat anguka Rhyrhy.
"Gue duluan," ucap Randa.
"Oke, hati-hati," teriak mereka bertiga. Sedangkan Rhyrhy senyam-senyum melihat pungung Randa yang sudah mulai menjauh.
"Woi," teriak Elicia di kupin Rhyrhy.
"Ayam ayam eh ayam, apaan si El? Lo mau jantung gue copot apa," kaget Rhyrhy sambil memegangi dadanya.
"Nih tas lo, enak banget yah bikin gue nunggu," celetuk Elicia sambil menyodorkan tas ke arah Rhyrhy.
"Yaelah El maaf kali, kan gue juga jarang dapat momen langkah kayak gini," ucap Rhyrhy sambil memeluk Elicia.
Asma dan Nita hanya cekikikan melihat tingkah kedua sahabatnya itu.
"Yaudah pulang yuk, ini udah jam ..., OMG udah jam estengah sebelas guys!" Teriak Nita
"What!" Teriak mereka bertiga.
"Mampus gue, bisa di ceramahin nih sama Mami, yaudah yuk pulang," ucap Elicia.
__ADS_1
Mereka pun bergegas menuju mobil Asma, Asma pun melajukan mobilnya dan mengantar Elicia duluan ke rumahnya.
Bersambung