Cewek Songong Vs Kakel Tampan

Cewek Songong Vs Kakel Tampan
Part 60 (Kedatangan gadis itu)


__ADS_3

Tidak lama kemudian, seorang cewek menghampiri mereka lalu bertanya.


"Randha kan?" Tanya cewek itu sambil menunjuk Randha gugup.


Semua penglihatan Dirga Cs pun langsung tertuju kepada cewek itu.


"Iya, siapa yah?" Tanya Randha balik sambil mengamati si cewek itu.


'Kayak si geprek, tapi ... Perasaan, si geprek cuman tiga sodaraan deh,' batin Dito sambil mengerutkan keningnya.


"Viola," ucapnya sambil tersenyum.


"Tapi ... Mungkin,, lo udah lupa, yaudah gue ke sana dulu yah, permisi," ucap Viola berpamitan.


Sepeninggalan Viola, Dirga, Dito dan Tedy, langsung menatap Randha menyelidiki.


"Gue juga enggak tau," ucap Randha sambil mengangkat bahunya.


"Dahlah, kagak usah di pikirin, mungkin fansnya si Randha doang," ucap Tedy sambil merangkul Dirga.


Merekapun bodoamat dengan kejadian tadi dan kembali berbincang-bincang.


*****


Sedangkan di tempat lain.


"Asma!" Panggil Viola sambil berlari kecil menuju tempat duduk mereka berempat.


Elicia, Nita, dan Rhyrhy, langsung mengerutkan keningnya melihat Viola.


"Siapa nyet?" Bisik Nita ke Asma.


"Kenalin dia sepupu gue, dari amrik, tapi asli sini, sejak dia berumur sembilan tahun, dia pindah di amrik,, baru balik kemarin," jelas Asma memperkenalkan Viola.


"Via, ini sahabat gue, dan ... Yang paling cantik, yang punya acara," jelas Asma.


Viola mengulurkan tangannya sambil berkata "Hai, gue Viola Aldebaran, panggil aja Viola," ucap Viola.


"Hai, gue Rhyrhy sahabatnya Asma," ucap Rhyrhy sambil menggapai uluran tangan Viola.


"Gue Nita." Sambil tersenyum kecut.


"Gue Elicia, semoga betah di kota X," ucap Elicia tersenyum hangat.


'Via? Apa jangan-jangan?' batin Nita sambil menatap Viola datar.


"Selamat yah, Elicia, semoga lancar sampai hari bahagianya," ucap Viola sambil tersenyum ramah.


"Makasih," ucap Elicia.


"Oh iyah, silahkan di nikmati makanan sama minumannya," ucap Elicia mempersilahkan Viola.


"Makasih El, tapi gue mau ke Mamanya Asma, soalnya gue enggak bilang tadi,"ucapnya sambil tersenyum.


"As gue ke tante Mami dulu yah," ucap Viola dan di angguki oleh Asma.


Viola pun berjalan menjauh menuju Mama Asma.

__ADS_1


"Sumpah, lo kayak kembar As, gue kira kemabaran lo, ternyata cuman sepupuan," ucap Rhyrhy.


"He em, hampir mirip sih kalo sekali liat," ucap Elicia.


"Yah, gitu deh, karena Mama gue sama Mama dia kembar," ucap Asma.


"Owh, pantesan agak mirip," ucap Elicia.


"As, temenin gue ke toilet dong," ucap Nita sambil menarik Asma.


"Ngapain?" Tanya Asma.


"Makan! Yah pipis lah dodol," geram Nita menatap malas Asma.


"Kirain, yaudah, gue Asma ke toilet dulu yak, kebelet gue," ucap Nita sambil menarik Asma cepat.


Rhyrhy dan Elicia pun mengangguk, mengiyakan ucapan Nita.


****


Sesampainya di toilet, Nita tidak langsung masuk melainkan memarik Asma duduk di kursi di dekat pintu toilet dan membuka pertanyaan untuk Asma.


"Lo ngapain duduk di sini ogeb? Katanya kebelet, gimana sih?" Tanya Asma bingung.


"Gue mau nanya sama lo," ucap Nita sambil celingak-celingukkan mengamati sekitar.


"Apaan? Serius amat lo," ucap Asma mengerutkan keningnya.


"Nama sepupu lo, Via?" Tanya Nita serius.


"Iya, emang kemapa?" Jawab Asma bingung.


Asma mengangguk, "Iya gue inget, tapi bentar ... Kejadian yang mana dulu? Kan banyak kejadian di sana," ucapnya.


"Yang Randha, itu loh yang ngaku-ngaku sebagai temen masa kecil lo," ucap Nita gereget.


"Iya, gue inget, terus? Apa hubungannya sama Viola?" Tanya Asma.


"Masa lo enggak engeh sih As? Viola sama Via yang di sebut Randha, jangan-jangan satu orang!" Gereget Nita sambil memegang erat Asma.


"Ck, enggak mungkin lah, toh Viola itu, besar di amrik, kagak mungkin lah," ucap Asma berdecak.


"Apanya yang enggak mungkin? Sepupu lo umur berapa? Pasti seumuran kan sama kita-kita," ucap Nita.


"Iya," jawab Asma mengangguk.


"Gini aja, kalo filing gue emang salah, lo tanyain aja sama dia, kalo dia kenal sama yang namanya Randha, berarti ..... Gue bener, tapi kalo enggak, yah enggak masalah sih," ucap Nita sangat serius.


"Emang kenapa sih? Toh, Rhyrhy udah tunangan sama Randha, kejadian masa kecil juga udah lama banget, jadi enggak masalah lah menurut gue, toh udah jalanin kehidupan masing-masing juga," jelas Asma.


"Oke fine, itu menurut lo, tapi gimana kalo Via masih berharap sama Randha, lo liat sendirikan, gimana Randha mandang lo buat pertama kalinya ngeliat lo, sedangkan lo sama Viola, hampir mirip, gimana gue enggak curiga, gini deh, lo tadi bilang, kalo Randha sama Rhyrhy udah tunangan, tapi gimana kalo misalnya, Viola enggak mau ngelepasin cinta pertama dia? Dan .... Randha? Gimana kalo dia luluh sama Viola dan ninggalin sahabat kita? Mereka baru tunangan As, masih bisa di batalin, lo tau sendiri, Rhyrhy sebucin apa sama Randha, cuman lo yang bisa bantu gue nyelidikin ini semua, Elicia? Kitaenggak boleh dulu ganggu kebhagiaan dia, it's enough for the two of us to investigate," terang Nita sangat serius menatap Asma.


"Lo suuzond banget sama sodara gue," ucap Asma kesal.


"Come on lah As, gue enggak berfikir salah kok sama saudara lo, gue cuman takut ___" ucapan Nita terpotong karena Asma langsung berdiri.


"Males gue, lama-lama sama lo, Via itu saudara gue Nit, gue tau dia siapa, enggka mungkin dia si Via yang Randha maksud," ucap Asma dan berlalu meninggalkan Nita, tetapi Nita langsung berteriak.

__ADS_1


"Enggak ada yang enggak mungkin di dunia ini As!" Teriak Nita sambil berdiri.


Asma berhenti melangkah dan menarik nafasnya dalam-dalam.


'Sory Nit, bukannya gue enggak percaya sama lo, tapi gue ragu, gue bimbang, dia sepupu gue yang paling gue sayang, yang bisa ngertiin gue Nit, kayak lo, Elicia dan Rhyrhy, tapi gue takut kalo ucapan lo beneran, gue takut dia bakalan ngejauh dari gue atau lo bertiga yang ngejauh dari gue, gue takut Nit,' batin Asma bimbang.


"Terserah," ucapnya dan berjalan menuju tempat acara.


"As!"


"Asma!" Teriak Nita samhil menghembuskan nafas gusar.


"Gue enggak mau berfikir negatif, tapi dunia itu enggak seluas yang lo pikirin As," gumam Nita dan ikut melangkah menyusul Asma.


*****


"Dari mana aja lo? Lah si Nita mana?" Tanya Rhyrhy yang melihat Asma berjalan sendirian ke arahnya tanpa Nita.


"Boker dia," ucap Asma singkat.


Rhyrhy mengangguk-anggukan kepalany mengerti, sedangkan Elicia mengerutkan keningnya.


"Lo baik-baik aja kan?" Tanya Elicia menyelidiki.


Asma langsung mentap Rhyrhy dan Elicia bergantian lalu tersenyum.


"I'ts okay, I'm fine," jawabnya sambil tersenyum.


Tidak lama kemudian Nita pun datang sambil duduk di dekat Elicia.


"Lama amat, susah keluarnya?" Tanya Rhyrhy ceplos.


Nita melirik Asma yang sedang melihat ke arah lain dan menghembuskan nafas pelan.


"Enggak, tadi ada masalah dikit, hehehe," jawab Nita cengengesan.


Rhyrhy dan Elicia pun mangguk-mangguk mendengar jawaban Nita.


Elicia merasa seperti ada yang mengganjal dari Nita dan Asma, dia melirik Asma dan Nita bergantian lalu berkata.


"Lo berdua kenapa sih? Ada masalah bilang, jangan pada diem-dieman kayak orang o-on!" Tegas Elicia geram.


Nita dan Rhyrhy langsung memelan saliva nya mendengar sentakan Elicia, sedangkan Asma langsung membuang penglihatannya ke arah rerumputan yang dia pijak.


"Apa gunanya sahabat? Kalo punya masalah malah saling sembunyiin kayak begini? Came on girls, kalian punya temen buat curhat, kalian punya sahabat yang selalu ada di setiap langkah kalian, gue kan udah pernah bilang, enggak ada yang boleh sembunyiin masalahnya, kita saling melengkapi, ada masalah cerita, gunanya sahabat itu, susah maupun senang selalu ada, yang kita bentuk itu bukan geng! Tapi persahabatan, jangan kayak orang lain deh!" Ungkap Elicia mematap tajam ke tiga sahabatnya.


"Kita enggak punya maslah El," ucap Nita mencairkan suasana.


"Tau, ah lo mah sensi banget tau, santai dong El, hehehe," lanjut Asma cengengesan.


"Lo berdua enggak bisa bohongin gue, kita enggak baru kenal hari ini yah! Kita udah lama kenal! Kita udah lama sahabatan! Kayak saudara! Kecewa gue sama lo berdua, oke fine, jadi mulai sekarang ......" Elicia menggantung ucapannya sambil melihat ke tiga sahabatnya bergantian.


"Enggak ada unsur curhatan gue lagi dalam persahabatan ini," ucap Elicia dan berlalu meninggalkan ke tiga sahabatnya.


"El!" Teriak mereka bertiga.


To Be Continue

__ADS_1


jangan lupa subscribe chanel author



__ADS_2