
"Owh ..., Ternyata calon istri kamu Dirga? Ternyata ini yang kemarin kamu pilihin cin ...," Ucapan Renata terpotong karena Dirga langsung membekap mulut Renata.
"Apaan sih Ta? Bawel banget lo!" Geram Dirga sambil melepaskan bekapannya.
"Ple, ple, puik, bau tangan lo! Sejak kapan Lo kasi tau gue kalo kagak boleh ngomong apa-apa di depan calon istri Lo ga?!" Tanya Renata sambil mencibir Dirga.
'Cin? Apa jangan-jangan Dirga mau ngelamar gue malam ini yah?' Batin Elicia sambil memerhatikan tingkah kucing dan tikus yang sedang beradu mulut di depannya.
"Oh iya Mom, Dad, nanti setelah ke sini, Dirga mau keluar sama Elicia," ucap Dirga sambil tersenyum ke arah kekasih pujaannya itu.
"Hem? Ke mana?" Tanya Rahma.
"Rahasia dong Ma," jawabnya.
"Jangan kamu apa-apakan anak gadis Momy, awas kau," ucap Rahma sambil tersenyum ke arah Elicia sambil mengusap lembut rambut milik Elicia.
"Iya, iya, paling cuman satu celup dua celup," gurau Dirga, dan ucapannya itu berhasil memancing aura singa dari Momynya, karena dia sejak pertama kali melihat Elicia, dia merasakan impian yang dia dulu inginkan akhirnya terkabulkan, mempunyai anak permpuan yang cantik secantik bidadari.
"Dirga Adion Batara!" Teriak Rahma bersamaan dengan Syam dan melotot seperti singa yang ingin menekan mangsanya secara ganas.
"Yaelah Dady, Momy, Dirga cuman bercanda, ya kali aku ngerusak wanita yang aku sayang, Dirga juga enggak bodoh kali hehehe," ucapnya sambil cengengesan.
"Bohong tu kak," pancing Renata.
"Apaan sih Lo! Enggak laku diam!" Geram Dirga dan seketika itu juga Renata langsung mencubit keras punggung Dirga dan berlari ke dekat Elicia.
"Hayo sini, pelindung gue lebih awet daripada tekan Lo ble!" Ucapnya sambil menjulurkan lidahnya.
Risma dan Elicia hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menepuk jidatnya secara kompak.
***
__ADS_1
Di tempat lain di waktu yang berbeda pula tepatnya jam sebelas pas.
Asma sedang merenungi nasibnya yang malang, di telinganya terus terngiang-ngiang ucapan Dito yang suka padanya.
"Ih, kenapa dia harus suka secara mendadak sih dengan gue? Gue kan enggak suka sama di Ayam itu! Bisa gila gue kalo mikirin dia mulu!" Sebal Asma sambil mengacak rambutnya frustasi.
Tidak lama kemudian Mama Asma datang tanpa mengetuk pintu, Asma tidak menyadarinya dia terus meringkuk di atas ranjang sambil menyebut nama Dito, tapi nama kesayangannya yang dia sebut yaitu Ayam.
"Ayam sialan!"
"Ayam biadap!"
Begitulah kira-kira.
"Asma? Kamu pengen makan Ayam barat? Emang ada?" Tanya Mamanya setelah duduk di pinggir kasur Asma.
"Mama? Kok Mama ada di sini?" Tanya Asma sambil terlonjak kaget.
"Mama!" Teriak Asma sambil turun dari kasurnya.
"Apa lagi sih? Mama buru-buru ini!" Kesal Mamanya sambil berbalik menghadap Asma.
"Kan Asma enggak tau dandan, mana bisa Asma tampil cantik! Emang ada apa kok pake dandan segala? Acara apa di bawa?" Pertanyaan bertubi-tubi langsung di lemparkan ke Mamanya.
"Aduh Asma dandan aja enggak bisa kamu, yaudah sih yang tipis aja, kalo enggak suka yang tebal! Uda ah, pokoknya kamu harus dandan dan pakai gaun terbaikmu, yang Mama sama Papa mu belikan waktu liburan kemarin," jelas Mamanya dan berlalu pergi di depan Asma.
"Lah-lah, belum juga selesai tanya, udah main nyelonong aja," ucapnya sambil dudu di tepi kasurnya.
"Mama apa-apaan sih? Orang enggak tau make-up di suru make-up, gue kan bukan perempuan stabil, hadeh"
"Tapi mau enggak mau harus di kerjain ini, kalo kagak bisa-bisa jiwa harimaunya bangun dan ngoceh mulu, ih serem," dumel Asma sambil bergidik ngeri, membayangkan Mamanya, memarahinya mulai dari pagi sampai sampai sore, setelah makan malam lanjut lagi memarahinya.
__ADS_1
Asma cepat-cepat menuju ke meja riasnya dan merias dirinya sendiri, tidak lupa handphone nya sudah tersedia di depannya dan aplikasi YouTube sudah terbuka menunjukkan video cara make-up.
***
Sedangkan di lantai bawah, sudah ada Dito dan keluarganya, menunggu Asma, lebih tepatnya ingin membicarakan acara resepsi yang di majukan.
"Apa kita bicarakan saja sekarang jeng?" Tanya Mama Asma.
"Tunggu Asma dulu aja jeng, kan biar enakan gitu, ada calon mempelai pria dan wanitanya kan jeng?" Tanya Bunda Dito.
"Iya juga sih yah? Tapi ini anak kenapa lama banget ya?" Tanya Mama Asma sambil melihat ke lantai atas.
"Emangnya Asma ngapain Tante?" Tanya Dito.
"Tadi Tante suruh dandan biar cantik, soalnya tuh anak enggak kayak remaja-remaja lainnya, pakaiannya aja kayak laki-laki," kesal Mama Asma sambil terus berbalik ke arah lantai atas.
"Sebentar yah Calbes, saya mau nyusul Asma dulu," ucapnya sambil berdiri, tidak lupa memberi kode pada suaminya untuk berbincang kepada kedua orang tua Dito, untung mengulur waktu.
***
Setelah membuka pintu kamar Asma, Mama Asma langsung syok melihat dandanan anaknya.
"Astaghfirullah Asma!" Teriaknya sambil menepuk jidatnya.
Bersambung.
Yang sabar ini ujian𤣠penasaran lagi nih e, sama dandanan Asmaš¤£
jangan lupa singgah di channel nya author kalo mau liat dandanan Asma sama si Eliciaš tapi belom ke apload sih, jangan lupa subscribe yah para readersnya cewek songong vs kakel tampanš
__ADS_1