Cewek Songong Vs Kakel Tampan

Cewek Songong Vs Kakel Tampan
Cewek Songong Vs Kakel Tampan.


__ADS_3

'Buset ni orang bener-bener gila, otaknya mungkin udah miring sembilang puluh derajat,' umpat Asma membatin.


"Ayok sayang duduk, kita bicarain pertunangan kalian, Dito juga udah nyiapin cincinnya loh," ucap bunda Dito, sambil berjalan ke arah kursi dan mendudukan bokongnya.


"Nyaman banget ya meluk lengan gue?" Tanya Dito sambil melihat Asma yang masih memeluk lengannya.


Dengan sigap Asma langsung melepaskan tangannya.


"Paan si? Gaje banget lo," ucap Asma dan berlalu ke kursi dekat Mamanya, sedangkan Dito hanya tersenyum miring melihat Asma.


"Yasudah sekarang kita langsung ke intinya aja yuk, Ayah silahkan di mulai," ucap Bunda Dito.


Bunda Dito bernama Amelia Diandra sedangkan Ayahnya bernama Detio Imanuel kaesar. Ayahnya pengusaha tajir melintir.


Selang beberapa saat, Detio bertanya kepada Asma.


"Apakah kamu siap untuk menjadi calon istri dari anak saya yang bernama Dito Imanuel?" Tanyanya ke Asma.


Mau tak mau Asma harus menyetujui pertunangan itu karena dia sudah mengaku sebagai pacarnya Dito.


'Dengan berat hati,' batin Asma


"Iya saya setuju dengan pertunangan ini," jawab Asma dengan nada pasrah.


"Oke calon perempuan setuju, dan kamu boy, apakah kamu setuju?" Tanya Detio ke putranya.


"Iya saya setuju," jawab Dito simpel dan jelas.


"Alhamdulillah, ayo sekarang pasangkan cincin nya sayang ke jari Asma," ucap bunda Dito.


Asma dengan malas langsung mengulurkan tangannya ke arah Dito. Dito langsung memasangkan cincin itu ke jari-jemari Asma, hingga bertengger sangat indah di sana.


Setelah pertunangan Asma dan Dito selesai merekapun memesan makan malam. Setelah selesai makan malam dan berbincang-bincang merekapun saling berpamitan pulang, selain Asma dan Dito, karena Dito langsung meminta izin ke camernya untuk mengajak Asma berjalan-jalan sebentar.


"Papa sama Mama pulang duluan aja biar aku yang antar Asma pulang, aku mau ngajak Asma jalan-jalan dulu," ucap Dito.


Asma langsung mengerutkan keningnnya karena ucapan Dito.


'Jangan-jangan dia mau bunuh gue lagi,' batin Asma.


"Ah beib kamu soswit banget deh, tapi aku capek beib, besok aja yah jalan-jalannya," ucap Asma pura-pura mesra ke Dito dan bergelayut manja sambil mencubit keras lengan Dito. Dito hanya bisa tersenyum paksa ke Asma.


"Asma kok gitu si? Kapan lagi kalian jalan-jalan coba, kan biar enggak canggung nanti pas udah nikah, yah walaupun udah pacaran si, tapi tetep ada rasa canggungkan, nak Dito jangan dengerin ucapan Asma, mungkin dia cuman malu karena ada bunda sama ayah kamu," cerocos Sila.

__ADS_1


"Iya sayang, bener kata Mama kamu, kalian harus lebih deket lagi, kalo bunda sama ayah pasti izinin kok," ucap bunda Dito sambil mengelus rambut Asma.


"Tuhkan beib, kamu enggak boleh nolak gitu kalo calon suami ngajak jalan," ucap Dito dengan senyuman mengejek.


'Idih, pengen muntah gue denger ocehan ni cowok,' batin Asma sambil menatap tajam Dito, tapi cepat-cepat Asma langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi bahagia, yang pastinya pura-pura.


"Emangnya mau ajak aku ke mana beib?" Tanya Asma dengan gaya manja.


"Rahasia dong, biar seprais," jawab Dito dengan senyuman manisnya, Asma hanya bisa memutar bola matanya malas.


"Yaudah Dito sama Asma duluan yah Ma, Pa, Yah , bund," ucap Dito sambil mencium taksim pungung tangan orang tuanya dan calon mertuanya.


"Tini, Tina kalian mau kakak beliin hadiah apa?" Tanya Dito ke calon adik iparnya.


"Enggak usah kak, cukup jagain kak Asma aja dan antar kak Asma pulang dengan selamat itu udah jadi hadiah yang sangat spesial kok kak," ucap Tina sambil tersenyum.


Tina adalah adik pertama Asma ia sudah menduduki kelas tiga SMP, tapi sifatnya terbilang cukup dewasa daripada Asma.


"Pasti dong kan kakak kalian calon istri kakak, oiyah kalo Tini mau apa?" Tanya Dito ke Tini.


"Mmm, ponakan aja bisa nggak kak?" Tanya Tini polos, seketika orang tua Dito dan Asma langsung tertawa karena mendengar permintaan Tini.


"Emang salah yah? Tini kan mau adik dari kak Asma," tanya Tini senduh dan menundukan kepalanya.


'Dasar mesum!' Maki Asma dalam hati.


"Janji?" Tanya Tini sambil mengulurkan jari kelingkingnya ke Dito dan di balas oleh Dito.


"Janji," ucap Dito.


***


Dalam mobil Dito.


"Gila lo yah, siapa juga yang mau nikah sama lo? Siapa juga yang mau buat bayi sama lo? Gue mah ogah punya suami tampangnya kayak lo!" Geram Asma menatap tajam ke arah Dito.


"Berisik banget si, gue juga ogah punya anak sama lo, jadi enggak usah geer!" Hardik Dito.


"Terus mau apa lo bawa gue jalan-jalan? Terus lo mau bawa gue ke mana?" Tanya Asma dengan suara kesal.


"Kita ke hotel!" Jawab Dito santai, seketika jawaban Dito membuat Asma langsung membulatkan matanya sempurna.


"What?! Hotel?! Lo---," ucapan Asma terpotong karena Dito.

__ADS_1


"Geeran banget si lo, gue cuman mau ngomong hal penting sama lo, gue juga enggak doyan sama tubuh geprek lo," ucap Dito sambil menjalankan mobilnya.


"Enak aja, dari mana lo liat tubuh gue geprek ha?! Tubuh montok depan belakang gini dibilang geprek, karatan mata lo ya?! kenapa harus di hotel si? kan bisa tuh di tempat umum," Tanya Asma sambil bersedekap dada.


"Karena Ayah gue masangin gps di mobil ini, kalo kita ke tempat umum, pasti suruhan ayah bakalan ada di sana untuk nguping pembicaraan kita, tapi kalo di hotel peribadi gue, dia nggak bisa leluasa masuk, paham?" Jelas Dito.


"O" singkat Asma.


"Ck! Dasar geprek!" Ledek Dito tanpa menoleh ke Asma.


Asma hanya memutar bola matanya malas karena malas berdebat dengan Dito.


***


Sesampainya di hotel mereka langsung masuk ke kamar hotel pribadi Dito.


"Duduk dulu, kalo mau minum ambil sendiri," ucap Dito sambil melonggarkan dasinya.


Asma langsung menghempaskan bokongnya ke sofa di kamar hotel itu.


"Gue mau mandi dulu, lo tunggu di sini aja," ucap Dito dan berlalu meningalkan Asma.


"Serah lo!" Teriak Asma.


Asma langsung membuka higls nya karena pergelangan kakinya serasa mau patah gara-gara memakai hak terlalu tinggi.


Sesampainya di hotel mereka langsung masuk ke kamar hotel pribadi Dito.


"Duduk dulu, kalo mau minum ambil sendiri," ucap Dito sambil melonggarkan dasinya.


Asma langsung menghempaskan bokongnya ke sofa di kamar hotel itu.


"Gue mau mandi dulu, lo tunggu di sini aja," ucap Dito dan berlalu meningalkan Asma.


"Serah lo!" Teriak Asma.


Asma langsung membuka higls nya karena pergelangan kakinya serasa mau patah gara-gara memakai hak terlalu tinggi dan langsung menaikkan kakinya di atas meja.


"Hufft, akhirnya lega juga," ucapnya.


Ia pun mengambil gawainya di dalam tas dan berselancar di aplikasi berwarna biru berlogo "f".


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2