Cewek Songong Vs Kakel Tampan

Cewek Songong Vs Kakel Tampan
Cewek Songong Vs Kakel Tampan


__ADS_3

"Gue tunggu kalian bertiga! Awas lo bertiga!" Geram Elicia dan berjalan ke kelasnya.


***


Kantin


"Kita duduk di mana?" Tanya Rhyrhy sambil celingak-celinguk.


"Duduk di kursi lah, masa di atas wajan Bu kantin," celetuk Nita.


"Jadi daging panggang dong pantat kita, hahaha" gurau Asma.


"Enggak lucu onyet, emm e," ucap Rhyrhy sambil mencubit pipi Asma gemes.


"Sakit nj*r," ringis Asma.


"Udah-udah, kita duduk di sana aja, nanti ratu mongky ngamuk lagi gara-gara nunggu kita kelamaan, kan bisa-bisa kita di unyel-unyel bak adonan," celetuk Nita sambil menarik sahabatnya berjalan menuju tempat duduk pojok kantin.


Sambil menunggu pesanan mereka, tidak sengaja Rhyrhy melihat Randa yang sedang bercanda gurau dengan Dito dan Tedy.


"A...., Nit, As, pangeran gue, OMG-OMG cermin mana cermin, mak-up gue enggak luntur kan, rabut gue rambut gue enggak berantakan kan?" Tanya Rhyrhy panik sendiri.


"Lo apa-apaan si? Kesambet yah?" Tanya Asma.


"Tau, panik sendiri, lo ngeliat hantu apa ngeliat pangeran si?" Celetuk Nita.


"Tuh, pangeran gue ada di meja itu," jawab Rhyrhy sambil memalingkan wjah sahabat nya ke tempat duduk Randa.


"Yaelah ternyata pangeran ketek lo, kirain siapa," ucap Asma.


"Kirain lo ngeliat hantu, sampe panik sendiri gitu," celetuk Nita.


Seketika Randa melihat ke arah Rhyrhy dan tersenyum sekilas ke dia, Rhyrhy yang dilemparkan senyum manis oleh Randa, yang tadi berdiri jadi terduduk lemes.


"Aduh lemes cok, badan gue ngeliat senyumnya, jantung gue kayak mau meledak, dia senyum sama gue kan? Aduh ini mimpi atau nyata si? Aduh kayak mau pinsang gue ngeliat senyumnya manis banget," ucap Rhyrhy sambil nyender ke Nita.


"Berat badan lo Rhy, gila ni anak, bener-bener udah masuk golongan banci," ringis Nita berusaha menahan tubuh Rhyrhy.


"Bucin Asma, bukan banci, astogeh," celetuk Asma menepuk jidatnya pelan.


"Iya itu maksud gue, maklum mulut-mulut gibah jadi sering salah ngomeng, hehehe," jawab Nita cengengesan.


"Ngomong monyet bukan ngomeng, sumpah sahabat gue pada gila," ucap Asma mengelengkan kepalanya.


"Aduh betulin aja kali As, bantuin gue dulu ni, lo enggak liat ni si Rhyrhy udah kayak karet enggak ada tulang," celetuk Nita.


"Busetdah, Emang karet enggak ada tulang Nit, bener-bener udah kelewat batas, " dumel Asma.


"Batuin Asma....., malah ngomel-ngomel, lo enggak liat ni, badan gue bisa remuk gara-gara ke tindih terus," celetuk Nita sambil berusaha menahang badan Rhyrhy.


Asma pun mengigit lengan Rhyrhy.


'Buset si Asma main gigit-gigit aja, kena tabok Rhyrhy mampus lu hahah,' umpat Nita dalam hati.


"Aw ..., sakit gobl*k, kenapa lo gigit gue, anak anj*ng mana yang nyasar ke sini si?" Umpat Rhyrhy meringis kesakitan sambil memegang lengannya.


"Hehehe, sory si Nita yang nyuruh tadi," ucap Asma santai tanpa ada rasa bersalah.


"Wah para lu, gue tadi cuman nyuruh dia ngebantuin gue buat tahan badan lo biar enggak nindih gue, eh taunya dia malah gigit lo," adu Nita.


"Lo cemburu As?" Tanya Rhyrhy menatap sendu Asma.


Asma yang tadi cengengesan berubah jadi diam dan mengerutkan keningnya.


"Maksud lo?" Bukanya menjawab tapi bertanya balik ke Rhyrhy dan menatap lekat ke wajah Rhyrhy.


"Karena gue natap dia," jawab Rhyrhy sendu dan menundukkan kepalanya.


"Buwahahahaha," seketika tawa Asma meledak mendengar ucapa Rhyrhy sedangkan Nita dan Rhyrhy mentap heran ke arah Asma.


"Eh monyet kan gue udah bilang sama lo, gue enggak bakalan suka sama gebetan sahabat gue sendiri," ucap Asma dan berpindah tempat ke dekat Rhyrhy. Karena memang mereka duduk berhadapan. Nita dan Rhyrhy duduk berdua sedangankan di depan hanya Asma karena Elicia enggak ikut.


"Ingat kata-kata gue Rhy, kalo pun memang ucapan Kakel itu benar gue enggak bakalan suka sama dia, karena Nyokap Bokap gue udah ngejodohin gue sama anak sahabat Bokap gue, ingat jodoh itu udah di atur sama yang di atas," ucap Asma panjang lebar.


"What? Di jodohin? terus lo enggak nolak gitu? Sekolah lo gimana? Gue, Rhyrhy, sama Elicia gimana? Enggak mungkin dong lo langsung ninggalin kita gitu aja, kitakan udah janji harus bareng-bareng lulus dan cari kerja, nikah pun harus barengan, gimana si lo As? Pasti Elicia ngamuk kalo tau lu ingkar," tanya Nita panjang lebar kali tinggi.


"Tau lu As, katanya janji mau bareng-bareng, tapi kok ingkar janji si?" celetuk Rhyrhy sambil bertanya.


"Aduh ini yah gue jelasin minggu kemarin ka. Kita jalan-jalan tu nah setelah Nita ngantar Elicia ke rumahnya terus kan dia ngantar gue tuh terus ...," Asma pun menjelaskan tentang perjodohanya dengan anak sahabat papa nya.


Flasback On.


Setelah mngantar Elicia, Nita pun mengantar Asma pulang.


"Enggak singgah dulu?" Tanya Asma setelah turun dari mobil Nita.


"Lain kali aja As, gue juga mau nganterin ni curut satu, ini juga udah sore bentar lagi kan magrib," jawab Nita.


"Iya As, gue juga gerah pengen mandi bau acem ketek gue, heheh," ucap Rhyrhy cengengesan.


"Ye ..., emang gue cuman bercanda mangil lo singga, blee, yaudah sono gue mau masuk and thangks udah nganterin geratis, hehehe," ujar Asma ketawa kecil.


"Dasar sahabat lucn*t, yaudah bay, hati-hati kejedot pagar nanti," umpat Nita


"Yaudah kita duluan yah lopeyou," umpat Nita dan Rhyrhy sambil memberi ciuman jauh ke Asma dan melambaikan tangan, begitupun sebaliknya. Nita pun melajukan mobilnya meninggalkan tempat semulanya.


"Haduh capek," cetus Asma sambil berjalan masuk melewati gerbang pekarangan rumahnya. Sesampainya di depan pintu yang terbuka lebar ia melihat papa dan mama nya duduk di ruang tamu dan menyunggingkan senyum ke arah Asma.


'Lah napa tu mama papa gue, enggak biasanya senyum selebar itu, apa jangan-jangan gue mau di terkam lagi aduh, bisa abis gue,' batin Asma sambil susah payah menelan lud*h nya.

__ADS_1


"Sayang sini dulu deh, mama sama papa mau ngomong sama kamu," ucap Mama Asma sambil menepuk-nepuk sofa yang di dudukinya.


Asma pun berjalan ke arah Mama Papa nya, ia langsung mendudukkan bokongnya di impit dengan kedua orang tuanya.


"Mama sama Papa mau ngomong serius sama kamu, ini juga demi kebhagiaan kamu kedepanya kok," ucap Mama Asma sambil mengusap pucuk rambut putrinya.


"Ah, Mama jangan terlalu di seriudin nanti ujung-ujungnya sakit loh, hehehe," gurau Asma cengengesan, padahal hatinya sudah mau copot seakan mau keluar dan berlari mencari tuan lain. Karena mendengar ucapan Mamanya.


"Asma! Papa sama Mama mu engak mau bergurau yah, ini perbincangan serius!" Ucap Radit dingin tapi penuh dengan gertakan.


Raditiya Ma Papa Asma ia seorang pengusaha yang berhasil mendirikan perusahaan robot yang sangat canggih meski usahanya di bantu oleh Papi Elicia orangnya tegas tapi baik hati dan penyayang. Sila Silvia mama dari Asma orangnya lembut dan tidak sombong.


"Langsung tothephoin aja, Mama sama Papa mau ngejodohin kamu sama anak sahabat papa, papa enggak nerima penolakan ini demi kebaikan kamu sendiri," lanjut Radit.


"Tapi kan Asma masi sekola Pa, masa Asma ninggalin sekolah demi pertunangan ini, kan Papa juga tau kalo aku sama sahabat aku udah janji bakalan tammat bareng-bareng, enggak Pa pokonya Asma enggak mau di jodoh-jodohin, ini bukan jaman siti nurbaya lagi Pah, udah enggak jaman di jodoh-jodohin, kalo Papa maksa yaudah Papa aja yang nerima Asma ma ogha," celetuk Asma sambil menyilangkan tangan di dadanya.


"Asma!" Bentak Radit menatap marah ke arah Asma.


"Pah udah biar Mama yang jelasin ini," ucap Sila menenangkan Radit.


"As, kamu sayangkan sama Mama sama Papa dan adik-adik mu?" Tanya Sila ke putrinya.


"Ya," ucap Asma singkat padat dan jelas.


"Terima yah perjodohan ini, kamu enggak maukan ngeliat Mama sakit gara-gara mikirin perjodohan kamu sama anak sahabat papa, yah sayang yah, oiyah, pernikahan kamu akan di laksanakan setelah kamu lulus dan sudah ada kerja kok, jadi tenang aja enggak usah di pikirin yah, jadi janji yang udah terucap di bibir kamu dan sahabat kamu enggak bakaln teringkari, jadi tenang aja, terima yah sayang, demi Mama sama Papa kamu, pilihan Mama sama Papa enggak bakalan ngecewain kamu kok," jelas Sila panjang lebar.


"Yaudah, tapi janji yah setelah tammat dan dapat kerja, ini karena unsur paksaan bukan karena cinta," celetuk Asma. Sila pun melirik Radit dan menyungingkan senyum kemenangan, walaupun anaknya berkata begitu.


"Iyah, Mama janji kok," ucap Sila mencium jidat Asma dengan penuh kasih sayang.


"Tapi Ma, dia bukan Om-om kan?" Tanya Asma.


"Bukan, dia cuman beda satu tahun sama kamu, dia juga masih sekoh, katanya si baru kelas dua SMA, jadi tenang aja," ucap Radit.


"Oiyah dia katanya baru pinda ke sini baru kemarin katanya masuk ke sekolah barunya, tapi mama juga enggak tau dia sekolah di mana,"ucap Sila.


"Emm, yaudah Asma ke ats dulu yah panas abis jalan-jalan," ucap Asma berdiri dan mencium pipi Mama dan Papa nya, Asma pun berjalan menuju kamarnya.


***


Setelah selesai mandi dan memakai baju piyama, ia pun bergegas menelpon Elicia, dan memberitahu apa yang sedang terjadi, stelah beberapa detik Elicia pun mengangkat nya.


"El!" Teriak Asma.


"Woi monyet gue enggak budek kali, enggak usah teriak-teriak, sakit kuping gue jadinya," kaget Elicia.


"Iya-iya sory, gue mau kasi tau lo sesuatu yang nimpa gue," ucap Asma tergesa-gesa.


"Emangnya lo ketimpa apaan serius amat, lo enggak mati juga tu, emang apaan yang nimpa lo?" Tanya Elicia.


"PERJODOHAN!" Ucap Asma menekan ucapan nya.


"Gue serius nyonya monyet, tadi nyokap sama bokap gue yang ngomong langsung," jelas Asma.


"What? Lo serius," tanya Elicia.


"Iya gue serius," jawab Asma.


"Jelasin," ucap Elicia.


Asma pun menjelaskan ke Elicia tentan pertunanganya tanpa melewatkan satu ucapan.


"Yah udah kalo gitu ceritanya yah gue setuju-setuju aja, kan gue juga enggak ada hak untuk campurin kayak gituan, ortu lo juga ngerti kan tentang perjanjian kita, kalo gue si terserah lo aja kalo lo mau nerima yah gue ikut seneng kan bisa makan-malan geratis kita hehehe," ucap Elicia panjang lebar.


"Yaudah deh gue terima karena lo yang nyuruh, gue juga takut durhaka ke ortu gue," ucap Asma menghelai napas lega karena sudah dapt persetujuan ratu monyet sahabatnya itu.


"Jangan lupa lo kasi tau sama dua anak monyet, nanti cemburu lagi sama gue karena lo cuman ngasi tau gue, kalo dia yang tau sendiri bisa ngambek tuju turunan dia, apa lagi si Rhyrhy, bisa-bisa ngamuk dia," ucap Elicia.


"Iya-iya queen monyet bay samlekom," ucap Aama. Belum sempat Asma memutuskan sambunganya tapi Elicia lebih dulu memutuskanya di sebrang sana.


"Kebiasaan tu anak," celetuk Asma.


Flasbac Of.


"Gue ma iyain aja deh, asal enggak ingkar, toh Elicia udah tau juga," jawab Nita.


"He em, gue ikut maknya aja deh," ucap Rhyrhy cengengesan.


"Yaudah kekelas yok, takut Elicia nunggu lama pesanan nya juga udah datengnhi,udah di bayar juga ni" kata Asma dan berdiri dari tempat duduknya sambil membawa pesanan Elicia yaitu bakso engak pake kuah cuman pake lombok, ada yang ngiler nhi ye wkwkwk.


Kapan pesanan mereka datang? Pas Asma nyeritain perjodohan nya dengan anak sahabat papa nya, dia ceerita sambil makan.


***


Kelas X Ipa.


"Mana tu monyet-monyet lama banget makanya," celetuk Elicia.


Tak lama kemudian yang di tunggupun datang dan membawa pesanan Elicia.


"Beli di bulan lo yah? Lama bannget jadi keroncongan gue!" Celetuk Elicia dan meraih bakso pesanannya.


"Aelah kitakan juga tadi makan El, makanya lama," jawab Rhyrhy.


***


Setelah melalui jam terakhir yang menurut Elicia Cs cukup panjang dan membosangkan, jam pulang pun mereka sambut dengan rasa bahagia begitupun Dirga Cs.


***

__ADS_1


Parkiran


"Boleh nebeng engak?" Tanya Tisa karena tadi ia melihat Dirga keluar dari kelasnya dan mengikuti nya sampai ke parkiran.


"Enggak," jawab Dirga dingin sambil memasng helemnya dan menaiki motornya.


Begitupun dengan Dito, Tedy, dan Randa.


Tisa pun tak tinggal diam dia langsung naik ke belakang motor Dirga dan mendudukkan bokongnya di jok motor kesayangan Dirga dan memeluk erat pinggang Dirga.


"Berani banget tu cewek," ucap Tedy yang melihat Tisa dengan santainya duduk di jok belakang motor Dirga.


"Ck, maklum dia belum ngerasain siksaan Dirga, sahabat kitakan udah mau pensiun dari sifat psico nya," jawab Randa santai.


Tanpa basa-basi Dirga langsung turun dan menstatar motornya sambil menaikkan gas motornya tak lupa menarik remnya, hingga membuat Tisa yang duduk di jok motor belakang langsung gemeteran karena mendengar ucapan Dirga.


"Kalo lo engak mau turun, gue lepasin remnya biar lo terpental ke tembok dan muka sok imut lo hancur, mau," ucap Dirga lembut tapi penuh dengan penekanan.


Dito, Tedy, dan Randa yang melihat kejadian itu hanya menjadi penonton yang setia.


"I-iya gue turun tapi undur dulu gas motor lo, g-gu-gue takut," jawab Tisa gelagpan.


"Gue bilang turun ya turun! siapa lo yang merintah gue, loncat aja kalo takut, simpelkan," gertak Dirga sambil menarik gas hingga membuat Tisa makin gelagapan.


Tisa pun langsung meloncat dari jok motor Dirga hingga terpental ke tanah. Dan meringis kesakitan, dayang-dayang yang tadi memantau Tisa pun membantu Tisa untuk berdiri.


"Ingat ini baru awal permulaan, kalo lo berani deketin gue, gue bakalan buat lo lebih parah dari ini, Paham!" Bentak Dirga sambil menaiki motornya dan berlalu pergi dari hadapan Tisa, diikuti dengan squadnya.


Elicia Cs, yang melihat kejadian itupun langsung terbahak-bahak karena melihat Tisa gemeteran.


"Aduh, ternyata ada yang ngejar cinta tapi di hempaskan mentah-mentah, adu duh kasihan," teriak Rhyrhy terbahak-bahak.


Tisa yang mendengar itupun langsung menghampiri Elicia Cs diikuti dengan dayang-dayangnya.


"Maksud lo apa ha, gue ini kaka kelas lo berani lo sama gue ha!" Bentak Tisa sambil mendorong kasar Rhyrhy dan hampir terpental, tapi untung sahabatnya langsung menopang tubuh mungil Rhyrhy.


"We slow, jangan main tangan dong, gitu aja marah, kan gue enggak asl ngomong, ini kan fakta, seorang ank pemilik sekolah yang mengejar cinta tapi di tolak mentah-mentah hahahak, kasian banget si, kalo gue jadi lo udah malu seumur idup gue untung bukan, oiya lo kan enggak punya malu yah," ucap Rhyrhy di iringi tawa sahabatnya.


Plak!


Satu tamparan mendarat di pipi Tisa, karena ia ingin menampar Rhyrhy tapi dengan cepat Nita menahan tanganya dan Asma menarik tangan Cantika sahabat Tisa dan melemparkan tamparan ke Tisa melalui tangan Cantika.


"Aduh sory Tis, bukan gue yang mau nampar lo tapi dia yang megang tangan gue terus ngarahin ke muka lo," ucap Cantika panik.


"Ups, sory sengaja, makanya jangan ngelawan kalo belum mampu menindas, Paham" ucap Asma.


"Ck, belajar dulu sana kalo mau ngelawan yang bukan tandinganya!" Sindir Elicia sambil menyeringai.


"Ngelawan kamu?!" Bentak Wiwi sahabat Tisa.


"Enggak ngelawan, cuman membela diri," jawab Nita santai.


"Berani ngejawab lo yah, mau gue tampol lo ha!" Bentak Aura sahabat Tisa.


"Yaelah kitakan punya mulut yah berani jawablah, mulut-mulut kita, kenapa harus takut," ucap Rhyrhy santai.


Tisa baru ingin mengangkat bicara tapi ucapannya terpotong karena suara satpan berhasil menghentikanya.


"Hei ngapain kalian ngumpul-ngumpul di situ mau bertengkar yah!" Teriak satpam sebut saja pak Tono, umurnya sekitar 35 tahun.


"Cabut, selamet lu berempat, laing kali gue bakalan siksa kalian, terutama lo Elicia," ancam Tisa dan berlari menjauh.


"Ck, bisanya ngancem doang, emang kita takut," teriak Rhyrhy tapi masih sempat di dengar Tisa.


Dengan tergopoh-gopoh pak satpan menghampiri Elicia cs.


"Pulang-pulang ngapain masih ngumpul di sini," usir Pak Tono.


"Iya pak satpan, jomblo," ucap Rhyrhy.


"Oalah jomblo teriak jomblo," celetuk pak Satpam.


***


Kamar Elicia.


"Hadeh, ternyata ada yah orang kecentilan kayak gitu, udah di bentak di tolak masih aj ngejar, ck kasian anget sih, coba aja sifatnya baik, mungkin gue bantuin, ck, tapi aslinya kayak mak lampir," dumel Elicia.


"Woi bocah ngap lu senyam senyum sendiri kesambet baru tau rasa lu," ucap Lino langsung merebahkan badan atletis nya di samping Elicia.


"Ketuk dulu kek baru masuk main nyelondong aja, kebiasaan" celetuk Elicia.


"Yaelah gitu aja marah, abang mau pinjem laptop kamu, gue tadi abis ke kamar Cerline tapi di pake," ucap Lino.


"Bayar, di duania ini enggak ada geratisan," kata Elicia.


Bersambung


Oke guys sampe situ dulu yah 😄😚


Jangan lupa komen bawelnya🤭


Dukung terus author dengan cara semanagatin lewat komentar bawel kalian🥰, jangan lupa Like and share✔️🙃


#gaje_ya¿


Halo beby-beby ku yang mau liat visual karakternya Dirga cs and Elicia cs silahkan cek Foto profil utama aku yah😚😍😁😁😅😅 itu juga bantuan salah satu readers😚❤❤😄 semoga kalian suka yah


Jangan lula tinggalkan jejak beaby😍❤

__ADS_1


Babay👋🏻 Seyou Nextpart😘🥺😅❤️❤️❤️❤️


__ADS_2