
"Temen kecilnya Randha," lanjut Asma sambil menghelai napas kasar.
Rhyrhy langsung merubah mimik wajahnya yang sulit di tebak oleh ketiganya. Rhyrhy tersenyum kecut sambil menatap Asma, berlanjut ke Elicia dan ke Nita.
"Yah terus?" Tanya Rhyrhy dengan alis terangkat.
Asma menatap Elicia dan Nita bergantian begitupun sebaliknya.
"Ya....ah Viola sepupu gue, itu teman kecilnya si Randha," ungkap Asma.
"Maksud gue tuh gini, Viola, udah enggak ada hak lagi di hati Randha kan? Dia itu cuman angan-angan atau memory kecil Randha, so enggak masalah buat gue, toh, Randha udah tunangan sama gue, kalo semisalnya mereka mau ketemu, gue enggak ngelarang, gue percaya Randha, dia orangnya setia," ungkap Rhyrhy sambil tersenyum ke arah sahabatnya.
"Jadi lo enggak marah?" Tanya Asma.
"Enggak, buat apa? Gue itu udah tunangan sama Randha, gue juga udah ngurus semuanya pas dia tammat nanti, jadi enggak ada yang perlu di pikirin," ucap Rhyrhy tidak lepas dari senyum manisnya.
"Rhy, gue minta maaf," ucap Asma sambil menggenggam tangan Rhyrhy.
"Buat apa minta maaf? Hey, gue itu sahabat lo, kita enggak butuh kata-kata itu di dalam persahabatan kita, Viola udah jadi masalalu Randha, dan gue di sini sebagai masa depannya, udah ah, gue bisa urus semuanya kok, gue tau lo pada khawatir sama gue, tapi gue percaya sama Randha,"
"Jadi udah selesai nih ceritanya?" Tanya Elicia sambil melipat tangannya di dada.
"Enggak!" Ucap Nita mentap Rhyrhy dengan tatapan yang sulit di artikan.
Elicia, Rhyrhy, dan Asma langsung menatap ke arahnya dengan tatapan bertanya.
"Gue tau lo bisa selesaikan masalah ini, tapi kita belum tau reaksinya Randha nanti kalo ngeliat Viola! Gue enggak mau lo sakit Rhy, Randha____" ucapan Nita terpotong karena Elicia menengahinya.
"Kenapa, lo yang sewot Nit?" Tanya Elicia bingung menatap sahabatnya itu.
"Kok lo yang koar-koar sih? Kan gue yang ada di lembaran cerita ini," tanya Rhyrhy sambil cengengesan.
"Sorry As, tapi yang gue liat dari sepupu lo, dia enggak gampang ngalah," ungkap Nita.
__ADS_1
"Kok lo negatif terus sama sepupu gue? Lo enggak suka sama dia?" Tanya Asma curiga.
"Gue cuman enggak mau, sahabat gue di sakitin sama orang dalam," lirih Nita sambil membuang penglihatannya ke arah samping.
"Maksud lo apa sih Nit? Perasaan sepupu gue enggak pernah nyari masalah deh sama lo, kok lo kayak benci banget gitu? Kalo enggak suka sama dia ya udah ngomong, jangan libatin masalah hubungan Rhyrhy," ungkap Asma mulai sewot.
"Gue cuman takut As, persahabatan ini hancur gara-gara orang lain yang dekat," ungkap Nita.
"Aduh udah-udah! Lo berdua kenapa sih?! Rhyrhy yang berperan, kenapa lo berdua yang koar-koar?! Heran gue!" Geram Elicia sambil menatap tajam keduanya.
Hanya hening yang tercipta, tidak lama kemudian sebuah notifikasi masuk di ponsel mereka masing-masing.
Ting!
Mereka kompak mengambil ponsel dan membuka notifikasi itu dan ternyata notifikasi itu berasal dari grup khusus murid sekolah.
Brak!
"Ini si Tisa ngajak perang kah?!" Ucap Nita dengan intonasi yang sedikit meninggi.
Rhyrhy mentap Elicia sambil menyentuh pergelangan tangan Elicia. Sedangkan Elicia hanya menatap datar ke arah ponselnya.
"Ini enggak mungkin lah, kemarin kan Dirga sama Elicia baru tunangan, ngade-ngade aja nih si ondel-ondel," ucap Nita sambil menggeram kesal menatap deretan chat grup milik sekolah.
"Ck! Jal*ng kan emang gitu, hobinya ngerebut sama ngemis belaian laki-laki," ucap Asma berdecak kesal, membenarkan ucapan Nita.
Elicia mengangkat tangannya dia memainkan jari lentiknya di atas ponsel nya dan mengetikkan sesuatu di sana, lebih tepatnya menujuh ke Tisa.
"Lo percaya El?" Tanya Nita sambil menatap Elicia.
"Dia belom kapok kan masuk rumah sakit? Kita samperin sekarang," ucap Elicia sambil melangkah menuju kantin.
"Aduh, cari mati tuh si ondel-ondel," ungkap Rhyrhy sambil mengikuti langkah Nita dan Asma yang ikut ke Elicia.
__ADS_1
****
Sedangkan di kantin, Tisa dan antek-anteknya sedang bercanda dan memikirkan rencana untuk merebut Dirga dari Elicia.
"Jadi gimana? Rencana gue harus berhasil dan enggak boleh sama sekali gagal, gue mau Dirga, lepas dari Elicia," ucap Tisa ke antek-antek nya.
"Tapi Tis, Elicia itu jago karate, enggak mungkin kita lawan dia dengan fisik kan?" Tanya antek Tisa.
Brakh!
Sebuah lemparan minuman gelas mendarat tepat di meja mereka bertiga. Siapa lagi pelakunya kalo bukan macan imut itu.
"Lo apa-apaan sih?! Datang-datang langsung buat rusuh?!" Teriak Tisa menata Elicia nyalang.
Elicia hanya menatapnya datar, satu sedetik kemudian Elicia langsung tersenyum manis tapi di mata Tisa, itu hukan senyuman biasa.
"Gue enggak bakalan buat rusuh, kalo enggak ada yang ngusik ketenangan gue," ucap Elicia santai.
"Emang gue ngusik ketenangan lo?! Ngaco lo!" Teriak Tisa sambil menatap Elicia.
"Ck! Mana foto buktinya? Gue mau liat, seromantis apasih Dirga kalo pacaran?" Tanya Elicia dengan raut wajah tengilnya.
Tisa memutar bola matanya malas sambil berdecak, dia mengambil ponselnya di meja dan membuka sebuah aplikasi dan mengetuk satu foto, di sana terpampamg jelas dua orang yang seperti sedang berci*man namun berbeda jenis.
Tisa menghadapkan ponselnya ke arah Elicia dan tersenyum kemenangan. Elicia menatap datar Tisa dan merebut ponsel itu dari tangan Tisa dan menatap lekat dua orang di foto itu, yups benar sekali, itu adalah Dirga dan Tisa, Dirga menghadap ke arah kamera dan tisa membbelakangi kamera.
Elicia tersenyum dan sedetik itu juga.
Kreek!
Mata Tisa membulat penuh dan menatap tajam Elicia.
To be continue.
__ADS_1