
Kini hanya Tinggal Elicia yang masih mencerna ucapan terakhir Maminya.
"What?" Ucapnya sambil mengangkat kedua bahunya dan berlalu ke meja riasnya menunggu Cerline.
***
Selang beberapa menit Cerline kembali membawa koper mac-up nya, dan menghampiri Elicia yang sedang duduk manis ala calon pengantin yang siap di mac-ofher oleh Mua.
"Udah siap my queen, untuk terlihat cantik di mata qeeng Dirga?" Tanya Cerline sambil tersenyum manis menatap adik perempuannya itu di dalam pantulan cermin.
"Siap dong kak, bikin aku cantik banget yah kak, biar Dirga kagak berpaling ke cewek lain, hehehe," jawab Elicia sambil cengngesan.
"Oke Queen Eliciabels, hahaha," ucap Cerline sambil tertawa renyah di ikuti dengan Elicia.
***
Cerline mulai melancarkan aksinya, dengan cekatan jari-jari lentiknya mulai memoleskan bedak di pipi chuby Elicia menggunakan spon bedak, bukan spons cuci piring yah wkwkwk oke next. Setelah memkaikan bedak, Cerline dengan cekatan memakaikan blass-onn di pipi kanan dan kiri Elicia dan melanjutkan mekaikan lipstik, mascara, elainer, Ishadow, pensil alis, dan perlengkapan lainnya.
***
Di waktu yang bersamaan ada Qeeng yang sibuk memilih pakaian dan kamarnya seperti kapal pecah penuh dengan pakain jaz dan baju batik yang berantakan.
"Astagah Kak Dirga! Ini kamar atau pasar senggol! Kenapa berantakan kayak gini?!" Ucap Renata frisila tante muda Dirga adik dari Momy Dirga yang baru datang tadi malam.
Renata Frisila adik dari Rahma, dia bekerja sebagai wisatawan dan model, karena badan yang cukup mengiurkan dan cocok untuk pakaian apapun yang melekat di tubuhnya, itulah alasnnya dia memasuki bidang Wisata dan Model, dia ke Indonesia bukan karena ingin berkunjung di rumah Dirga melainkan dia ke Indonesia, cuman ada kontrak saja di salah satu butik ternama di kota besar jakarta ini, sekalian saja dia menginap di rumah kakak nya, sedangkan satu timnya menginap di hotel bintang Lima, umurnya sekitar 25 tahun sedikit hampir se umuran dengan Dirga, dia memang muda beda beberapa tahun dengan Rahma Momy Dirga, tapi kemiripan dan tubuh langsing yang di miliki kedua saudara ini, bisa terbilang hampir sama. Renata paling suka memanggil laki-laki seumuran atau beda umur ke bawah dengan kata kakak, walaupun ank kecil asalkan laki-laki dia pamggil kakak, unik bukan? Yah itulah dia.
"Renata, gue bingung mau pilih yang mana, pilihin gue baju dong, udah dari jam empat gue myari baju tapi memurut gue jellek semua!" Geram Dirga pada dirinya sendiri.
"Ih, dasar laki! Buat nyari baju aja susah banget! Terus kalo jellek semua, yaudah lo pake daster gue aja kalo gitu," celote Renata sambil menggelengkan kepalanya melihat ponakannya itu.
Bagaiman tidak setres, andaikan kalian yang melihat kamar Dirga sekarang pasti kalian akan pingsan gara-gara melihat baju dan celana bertebaran di lantai dan kasur miliknya.
Tiba-tiba Risma datang dan melihat kapal pecah di kamar Dirga.
"Haik, ini bang gagak mau ke mana? Kok bajunya di keluarin semua? Mau pergi liburan yah? Iku ....t," celoteh Risma sambil mengerjap-ngerjapkan matanya di hadapan Dirga.
"Eh tuyul! Gue ini mau kencan sama Elicia, bukan mau liburan, cariin gue baju yang bagus, biar kakak cantik lo enggak mandang cowok lain, cepat-cepat," ucap Dirga menyuruh Risma.
"Ah, kirain mau jualan kak, nyatanya mau kencan toh? Hemm, modal dikit napa kak!" Sindir Renata sambil mencarikan Dirga baju.
Dirga hanya memutar bola matanya malas.
Risma langsung menaruh boneka pandanya di kursi Dirga dan membantu Renata mencarikan baju untuk Dirga. Risma dengan imut merangkak mencari-cari baju untuk Dirga. Dan tidak sengaja kakinya tersangkut di gantungan baju Dirga, Risma langsung menarik gantungan baju itu sambil berdiri.
Di gantungan itu terlihat jaz merah maroon dengan dalaman hitam dan dasi hitam yang terikat pada leher gantumgan baju itu.
"Bang Gagak, yang ini aja, kan bang Gagak putih, pasti serasi banget buat bang Gagak," ucap Risma sambil melompat dari kasur ke arah Dirga.
"Hem? Jellek," ucap Dirga sambil menghempaskan tubuhnya di sofa.
"Ih bang Gagak gimana sih? Coba aja dulu, siapa tau cocok di mata bang Gagak kalo udah di pake," ucap Risma sambil mengerucutkan bibirnya kesal, karena tingkah Dirga.
"Awas kalo jellek! Gue masukin lo ke botol!" Ancam Dirga sambil merampas Jas dari tangan Risma.
"Hadeh, nih bocah sengsi amat sama ponakan kecilnya sendiri," ucap Renata sambil menepuk jidatnya.
"Kak Tata, Jas tadi bagus kan?" Tanya Risma sambil berlari ke arah Renata yang sedang duduk di atas tumpukan Jaz-Jaz milik Dirga, tadinya kan nyari baju untuk Dirga tapi tiba-tiba Risma nemu Jas, jadi dia duduk aja.
"Bagus kok sayang, tunggu Bang Gagak keluar, kita liat hasil nya yah," ucap Renata sambil mencubit gemees pipi gembul Risma.
Satu jam kemudian barulah Dirga keluar dari ruangan gantinya, sampe-sampe Risma dan Renata sudah beberapa kali menguap gara-gara menunggu Dirga, ingin melihat hasil pilihan Risma.
__ADS_1
"Waow, inimah daebak banget," ucap Renata sambil mengelilingi Dirga yang baru saja keluar dari persemediannya.
"Wah, cakepnya bukan maen Bang Gagak," ucap Risma sambil memgacunkan dua jempol ke arah Dirga.
"Ck! Kan dari masih benih gue udah ganteng, siapa dulu dong Dirga Adion Batara," ucap Dirga bangga.
"Baru kali ini gue denger, kalo ada orang yang tau wajahnya pas masih jadi beni," ucap Renata sambil menatap heran ke arah Dirga.
"Ck dasar o-on," ledek Dirga sambir tertawa tipis.
"Giliran lo yang nata rambut gue, lo kan model, pasti tau dong gaya rambut mana yang bagus buat kencan," ucap Dirga sambil berjalan menuju meja santainya.
"Gue?" Tanya Renata sambil menunjjuk dirinya sendiri.
"Ya iyalah siapa lagi, masa si tuyul? Kagak mungkin kan? Bisa-bisa rambut gue kaya kandang Macan, berantakan sana-sini," celetuk Dirga sambil memandang Risma yang asik berbicara dengan boneka pandanya.
"Hemh ..., dengan terpaksa!" Gerutu Renata dan berjalan menuju Dirga.
***
Selang beberapa menit Renata menata rambut Dirga, akhirnya selesai dan hampir mirip dengan gaya rambut oppa-oppa korea yang lagi tren di jaman sekarang.
"Sempurna," ucap Remata setelah selesai.
"Enggak rugi gue, nyuruh lo nginep di rumah gue, ternyata lo pintar juga, lo kagak usah jadi model deh, mending jadi penata rias aja," ucap Dirga yang melihat dirinya di pantulan cermin.
"Lo aja, gue mah udah cukup kerja kayak gini," celetuk Renata sambil memutar bola matanya malas.
"Ck! Oiya eh Tuyul, lo ambilin kunci mobil gue di atas meja, gue mau jemput bidadari gue," suruh Dirga sambil melihat jam di tangannya, ternyata sudah hampir jam enam, padahal kan janjiannya jam setengah tujuh.
***
"Selsai!" Teriak Cerline setelah menempelkan pernak-pernik di bagian tengah kepang rambut Elicia.
"Waow ..., ini gue? Subahanallah, cantiknya bukan main, a-aku, hiks," ucap Elicia terkagum-kagum melihat dirinya di pantulan cermin dan matanya mulai mengembun, Cerline yang melihat Elicia, langsung bertanya.
"Hei Queen, kamu kenapa nangis?" Tanya Cerline sambil menyentuh bahu Elicia dan menatap lekat wajah cantik Elicia.
"Aku terhurai kak," ucap Elicia sambil tersenyum bangga melihat kakak nya.
"Gitu aja terharu, kamu ini yah bikin aku gemes aja, pengen cubit tapi bedak kamu nanti nempel di tangan aku hahah," ucap Cerline sambil mentoel hidung mancung Elicia.
"Yaudah telpon Dirga gih, siapa tau lupa lagi," ucap Cerline memgigatkan Elicia.
"Yaudah, tunggu bentar yah," ucap Elicia sambil mengambil ponselnya di meja dekat kasurnya.
Elicia langsung memasuki whatshapp dan menekan nomor faforit baginya.
***
Pip!
Bunyi kelakson menggema di taman rumah Elicia. Dengan cepat Raina langsung membuka pintu karena Bi Surti sedang memasak dengan Mamanya, sedangkan Erni sudah sedari tadi berangkat dengan Herman. Lino? Dia dari tadi sudah ngorok di kamarnya.
Dirga turun dari mobil hitam mewahnya dengan gaya cool nya, dengan langkah telaten dia melangkah dan di sambut oleh Mamang.
"Selamat pagi Den Dirga, makin tampan aja Den," sanjung Mamang sambil mengukir senyum ramahnya.
"Biasa aja Mang," ucap Dirga sambil tersenyum ramah.
Kreek!
__ADS_1
Pintu rumah Elicia terbuka lebar, Raina langsung menatap kagum ke arah Dirga yang sedang berbincang dan tertawa dengan Mamang.
'Pangeran gue datang! Pasti gue yang di cari sama dia,' dengan bangga Raina langsung merapikan pakaiannya dan keluar dengan gaya anggunnya, pengen keseleo jempol aku ngetik gaya anggun pas peran Raina, Xixxix.
"Siapa Pak?" Tanya Raina sok polos di depan Dirga, {hoek, jijay akoh:[]} Author.
"Ini Neng, Den Dirga temannya non Elicia," jawab Mamang.
'Cih! Ternyata teman si sok-sok an itu? Tapi ganteng juga, hemm tajir lagi, cocok buat gue kayaknya,' Batin Raina.
"Owh .., temannya? Yaudah Pak Mamang lanjut kerja aja, biar Dirga aku yang antar ke dalam Pak," ucap Raina sambil menatap genit Dirga.
Sedangkan yang di tatap hanya melihat ke arah jendela kamar Elicia.
"Baik Neng, Den Dirga nuhun atuh, Mamang mau ke belakang dulu, biar Neng Raina yang ngantar aden ke dalam, monggo Den," ucap Mamang dan berlalu dari hadapan Dirga setelah Dirga menganggukkan kepalanya.
Tiba-tiba sifat dan tingkah laku Dirga tiba-tiba dingin, setelah Mamang pergi meninggalkan mereka berdua.
"Mari Den, saya antar ke dalam," ucap Raina sambil mengigit bibirnya dan menggeliat tidak jelas.
"Em!" Deheman Dirga dingin sedingin es kutub.
'Dingin-dingin tapi ganteng, tajir melintir lagi, ah tipe gue banget,' batin Raina sambil menatap genit Dirga.
Raina langsung berjalan masuk di ikuti dengan Dirga, tapi tiba-tiba Raina punya Ide licik ketika melihat Elicia turun dari tangga.
Dengan lankah gontai, Raina langsung pura-pura keseleo, dan menjatuhkan tubuhnya ke arah belakang tepat Dirga berdiri.
Elicia yang peka terhadap tingkah licik Raina, dia langsung juga pura-pura jatuh ke depan, dia ingin melihat siapa yang di tolong Dirga, dia atau Raina.
"Elicia!" Teriak Cerline yang tidak sempat menangkap Elicia
BRUK!
Bukan Elicia yang terjatuh, melainkan Raina yang tersungkur di lantai. Dirga? Dia dengan lari cepat langsung menangkap tubuh Elicia dan menariknya ke pelukannya.
"Sial!" Umpat Raina sambil mengepalkan tangannya.
"Huh, untung aja," ucap Cerline bersukur adik kesayangannya itu tidak jatuh.
"Kamu enggak papa?" Tanya Dirga sambil menatap dalam-dalam Elicia.
"Ah? Enggak papa kok, makasih udah nolongin aku," jawab Elicia, entah sejak kapan, kosa kata yang dulu "Lo, Gue" menjadi "Aku, Kamu" Ah sungguh roamntisnya mahkluk dua ini.
"Jangan buat aku deg-deg kan lagi, aku enggak mau ngeliat calon istriku lecet, dengan tingkah konyolnya sendiri," ucap Dirga sambil tersenyum meledek.
"Ma-maksud kamu?" Tanya Elicia.
'Apa jangan-jangan, Cumkring tau kalo aku pura-pura jatuh? Ah cerobo sekali gue!" Umpat Elicia Membatin.
Cup!
Bukan jawaban yang di berikan oleh Dirga, melainkan kecupan singkat tepat di bibir Elicia sambil tersenyum jahil.
"Hadeh! Kirain apa, ternyata dua sejoli yang sedang drama kayak gini? Ah gue sampe-sampe bangun sambil bawa selimut, gara-gara teriakan lo," geram Dito sambil menatap Cerline sinis.
"Yah maaf bang, kan aku kaget, takut Elicia kebentur kepalanya,"
Bersambung
Missyou💙
__ADS_1