
Lino langsung salah tingkah karena mendengar ucapan Ainun dan menggaruk tengkuak nya yang tidak gatal sambil sedikit-sedikit melirik Ainun yang melihat ke arah luar jendela.
Selang beberapa saat pesanan makanan mereka berdua datang, Ainun menatap satu persatu makanan itu.
'Lah kok banyak banget? Apa ada teman Bos Lino yang mau dateng?' Batin Ainun sambil melirik Lino yang sibuk dengan gawainya.
"Silahkan Pak, ini pesanan dengan nama Herlino Herman Ahmad Wijaya ...,?" Tanya sang pengantar makanan kaget karena melihat Lino yang sudah terkenal dengan nama Ceo muda di dalam negara dan luar negara.
Semua yang ada di dalam Cafe itu mata mereka langsung tertuju ke arah Lino karena mendengar pertanyaan sang pengantar makanan menyebut nama lengkap Lino.
Kaum hawa yang ada di situ langsung berteriak histeris karena melihat Lino,
"Itu Ceo yang terkenal itukan, aduh calon suami gue itu ma," ucap salah satu dari mereka
"Tapi itu siapa yg di depannya itu yah? Nggk mungkin calon istrinya kan?" Bisik salah satu dari mereka sambil menatap Ainun.
Dan masih banyak lagi gosip, cibiran atau kaguman yang didengar oleh Lino dan Ainun.
Ainun yang mendengar cibiran itu langsung menunduk, Lino yang melihat respon Ainun dia langsung pindah duduk ke dekat Ainun.
"Jangan malu," ucap Lino dingin sambil menatap Ainun tidak dengan ekspresi apapun.
"Ah, saya enggak malu Pak, tapi saya enggak enak aja sama Bapak," ucap Ainun masih menunduk.
Tiba-tiba Lino berdiri dari duduknya dan berkata.
"Kalian semua mau tau dia siapa?" Tanya Lino dingin ke semua orang yang ada di cafe itu yang sedari tadi menunggu jawaban dari Lino tapi pikiran mereka itu mustahil, karena Lino sudah terjenal dengan sifat dinginnya.Semua orang yang ada di situ langsung mengangguk, terutama pengantar makanan tadi yang sedari tadi selalu mentap Lino kagum.
"Dia ..., calon istri saya, jadi kalian jangan pernah berani nyentuh satu inci dari badan dia dan seheleai benang di tubuh dia kalau kalian berani kalian tanggung sendiri akibatnya!" Ucap Lino dingin tapi penuh ancaman.
Ainun langsung mebelalakkan matanya karena mendengar tuturan dari Lino, dia tidak menyangkka bos yang terkenal dingin itu bisa berkata seperti itu, menurutnya emang iya Lino bisa tapi itu tentang dirinya dan Lino.
Dan berhasil membuat semua orang yang berada di Cafe itu diam dan tidak ada yang berani melawan Ceo muda itu.
***
Tidak terasa ternyata waktu pulan pun tiba pelajaran terakhir Elicia pun ikut musnah, itu baginya ya. Nita melihat Dirga dan Randha sudah berdiri di depan kelasnya seperti menunggu seseorang, yah siapa lagi kalo bukan tuan putri Elicia nya Dirga dan pacar tuan Randha.
"Hadeh jomblo bisa apa!" teriak Nita sambil menyenggol keras Asma dengan sikut nya.
Asma yang sedang merapikan buku-bukunya langsung berbalik ke Nita.
"Apaan si nyenggol-nyenggol, emang lo kira gue pasar senggol apa! Lo liat ni buku-buku gue jatoh gara-gara lo!" Celetuk Asma sambil menunjuk buku-buku yang sudah berserakan di lantai.
'Hadeh salah sasaran lagi gue,' batin Nita sambil menepuk jidatnya pelan.
"Napalo? Mending lo bantuin gue masukin buku-buku gue, ini semua gara-gara lo, tu jatuh semua," ucap Asma menghelai napas kasar.
"Lo berdua napa si? Berantem lagi?" Tanya Elicia sambil bersedekap dada.
"Eh El, lo enggak liat tuh pangeran lo sama Rhyrhy udah dateng," ucap Nita sambil menaruh buku Asma di meja.
Elicia dan Rhyrhy lansung mengedarkan pandangan ke arah ambang pintu.
"Pacar?" Ucap Elicia
"Bubu?" Ucap Rhyrhy bersamaan dengan Elicia
"Aelah kagak usah oamer kali di depan kita, ya nggak As," ucap Nita dan lagi-lagi menyenggol Asma dengan sikutnya.
"Nyenggol lagi, nyenggol lagi, gue ketekin lo Nit," geram Asma sambil memanyunkan bibirnya.
"Sensi amat si lo, abis makan apa lo? Apa jangan-jangan ...," Nita mengantungkan ucapannya sambil melihat ke arah perut Asma.
"Gue blender nanti otak lo, kalo lo berani pikir macem-macem!" Ancam Asma geram melihat tingkah sahabtnya yang satu itu.
"Buset, lo ngidam otak As?" Tanya Nita sambil menangkupkan kedua tangannya di pipi Asma.
"Astogeh Nita! Kok lo mkin hari makin eror si?!" Ucap Rhyrhy mengelengkan kepalanya.
Dirga dan Randha yang melihat Kelas Elicia sudah sunyi dan tinggal mereka berempat di dalam, dia dan Randha langsung nyelondong masuk ke arah pujaan hati mereka.
"Hi pacar," ucap Dirga melambai ke arah Elicia.
Sedangkan Randha langsung merangkul Rhyrhy.
__ADS_1
"Tumben lo ke sini?" Tanya Elicia.
"Mau ngajak pulang pacar gue lah," jawab Dirga.
"Sok romantis, gue bawa mobil, besok aja lo jemput gue," ucap Elicia.
"Besok hari minggu pacar," ucap Dirga sambil mengacak rambut Elicia.
"Lah emang napa kalo hari minggu kan bisa jalan-jalan Dirga pacar ...," jawab Elicia sambil mencolek hidung Dirga.
Dirga langsung mencubit gemes pipi chuby Elicia.
"Ngiler nih gue," ucap Nita yang melihat ke uwuan Dirga dan Elicia.
"Makanya jangan cuman ngebaperin anak orang, pas di tembak malah lo tolak, emang enak jomblo," ejek Asma.
"Ye, emang lo kagak jomblo? Sadar oi sadar," ucap Nita sambil mentoel-toel pipi Asma.
"Kagak lah kan gue ada Dit...," Asma mnggantukkan ucapannya karena hampir menyebut nama Dito.
"Dit? Dit ..., Dito maksud lo? Yahahaha akhrinya ngaku jyga lo kalo lo beneran suka sama Dito, Dito Dito," ejek Nita sambil menaik turunkan alisnya.
"Apaan si, gaje banget lo, tau ah, kalo gue ngurusin lo bisa-bisa gue enggak pulang tau!" ucap Asma menatap sinis Nita.
"Pulang yok, laperni gue," ajak Asma sambil merangkul Nita dan melihat ke arah Elicia dan Rhyrhy bergantian.
"Yaudah yok," jawab mereka serempak.
***
Sesampainya mereka di parkiran Asma baru mengingak kalo dia tidak membawa kendaraan melainkan tadi pagi dia berangkan dengan Dito.
Baru ingin mengangkat bicara untuk numpang ke Nita tapi tiba-tiba seseorang langsung berteriak dari dalam mobil.
"Woi geprek! Lama banget lo! Dari tadi gue tungguin lo disini, ampe gisong ni tempat duduk gue gara-gara duduk terus!" Teriak Dito marah-marah karena menunggu Asma terlalu lama di dalam mobilnya. Ya orang itu adalah Dito.
"Gosong-gosong dahtu, emang gue pikurin!" Umpat Asma.
"Ekhem ekhem, cie udah di tungguin ternyata ama pangeran Dito nya, jaga-jaga As, jangan sampe dia khilaf, ups," ejek Nita sambil menaik turunkan alisnya di depan muka Asma.
"Kelamaan ngejomblo kali," tambah Rhyrhy.
"Iri? Bilang ngab! Blee" ucap Asma sambil mengnjulurkan lidahnya dan berlalu ke mobil Dito.
"Gue duluan yah zayeng-zayeng nya aku pay-pay," ucap Asma dan masuk ke mobil Dito.
"Rand, Dir gue duluan ya, oiya tunguin Tedy katanya mau nebeng, ban motornya kempes tadi," ucap Dito.
"Terus orangnya mana?" Tanya Randha.
"Ke toilet tadi," jawab Dito.
"Lah tapi kan gue sama Randha cuman bawa helm satu," ucap Dirga.
"Tenang aja guys, Nita kan bawa mobil yah suruh nebeng aja sama Nita, yakan Nit?!" Teriak Asma dari dalam mobil Dito mengusulkan agar Tedy bisa numpang pulang di mobil Nita, yang tepatnya si, Asma balas dendam ngejahilin Nita, karena Nita dan Tedy kan selalu bertengkar.
"Enak aja lo, kagak-kagak gue enggak mau satu mobil sama tu cowok playboy," tolak Nita.
Tiba-tiba Tedy datang dari toilet dan merampas kunci mobil Nita dari tangan Nita. Karena pas Asma mengusulkan agar Tedy ikut dengan Nita, dia sudah ada tepat di parkiran belakang Nita.
"Apa-apaan si lo?! Balikin nggk!" Gertak Nita.
"Lo enggak mau ngantar gue pulang kan? Yaudah biar gue yang naik mobil sendiri," ucap Tedy dan memencat tombol 'on' di kunci mobil Nita sambil berjalan menuju mobil Nita.
"Rapi itukan mobil gue, kan lo bisa naik taksi atau ojek online," ucap Nita sambil mengikuti langkah Tedy menuju mobilnya.
"Malas!" Ucap Tedy singkat, padat dan jelas sambil masuk ke dalam mobil Nita, dua duduk di kursi kemudi.
"Turun nggak lo!" Teriak Nita sambil menunjuk Tedy.
"Lo mau naik atau gue tinggal ni!" Ucap Tedy mengancam Nita.
"Ih, siapa yang punya mobil juga, siapa yang ngancem, dasar setres," dumel Nita.
"Aduh Nit, lo naik aja kali, lo mau mobil lo diambil ama Tedy? Ini juga udah mau jam setengah lima ni, lo enggak maukan nyokap lo nyariin lo?" Tanya Asma sambil melihat ke arah Elicia dan Rhyrhy agar membantunya suapaya Nita dan Tedy bisa satu mobil.
__ADS_1
Elicia dan Rhyrhy yang melihat kode Asma langsung peka.
"Iya Nit, lo mau nyokap sama bokap lo nerkam lo?" Kompor Rhyrhy memasang wajah khawatirnya lebih tepannya pura-pura.
Elicia langsung berjalan mendekati Nita dan mendekatkan wajahnya ke telinga Nita.
"Ikutin kata kita Nit, filing sahabat itu nggak pernah salah, toh Tedy juga enggak mungkin ngapa-ngapain lo, lo kan sama dia kayak kucing ama tikus," bisik Elicia di telinga Nita.
"Cuman kali ini aja gue mau El, besok dan seterusnya gue enggak mau!" Cetus Nita sambil memanyunkan bibirnya
"Iya-iya yaudah masuk, gue juga mau pulang, takut Mami sama Kak Cerline balik malah enggak nemuin gue di rumah," ucap Elicia dan berlalu ke arah mobilnya tapi di hadang dengan Dirga.
"Gue buntutin lo sampe depan rumah lo boleh kan pacar? Gue cuman mau mastiin kalo calon gue aman sampai rumah," tanya Dirga sambil mengembangkan senyuman manis yang dapat memabukkan kaum hawa.
Blus!
Wajah Elicia tiba-tiba merona mendengar pertanyaan dan tuturan Dirga.
"Terserah lu aja lah, gu-gue ..., tau ah, yaudah ayok," ucap Elicia salah tingkah dan berlari kecil ke arah tempat duduk kemudi, Dirga hanya tersenyum melihat tingkah lucu pujaan hatinya itu.
Dito, Tedy dan Randa hanya memutar bole matanya malas ketika Dirga menaikkan bangga alis tebalnya itu.
"Buchin-buchin!" Teriak Rhyrhy, Nita dan Asma yang sudah berada di dalam mobil masing-masing.
Setelah Elicia menstatar mobilnya dan menunggu Randha menaiki motornya, mereka pun bubar menuju ke alam baka, eh salah maksudnya ke rumah masing-masing.
***
Sesampainya Elicia di depan gerbang rumahnya ia langsung turun dan menghampiri Dirga yang dari tadi membuntuti mobilnya seperti bodiguard.
"Enggak singgah dulu?" Tanya Elicia.
"Kapan-kapan aja Car,salamin aja ama Mami ama bang Lino," jawab Dirga dan di iyakan angukan dengab senyuman oleh Elicia.
"Oiya besok lo sibuk nggak?" Tanya Dirga balik.
"Enggak si ..., kayknya, emang kenapa?" Jawab Elicia kembali bertanya.
"Gue mau ajak lo besok jalan-jalan bisa?" Tanya Dirga.
"Bisa, jam?" Jawab Elicia.
"Nanti gue chat lo, yaudah gue duluan yah pacar, tu Pak Mamang udah bukain gerbang, masuk gi," ucap Dirga sambil menunjuk Pak Mamang dengan dagunya.
"Yaudah gue masuk duluan yah, chat gue kalo udah sampai di rumah lo nantu," ucap Elicia sambil berjalan menuju mobilnya dan menstatar mobilnya memamuski gerbang rumahnya.
Dirga yang melihat Elicia sudah memasuki gerbang ia juga langsung menjalankan motornya sambil membunyikan klakson ke Pak Mamang dan di jawab lambaian tangan oleh Pak Mamang.
***
Setelah nemarkirkan mobil Elicia heran dengan melihat dua pasang sepatu perempuan yang tergeletak di depan teras rumahnya.
Ia langsung bertanya ke Pak Mamang.
"Mang, di dalam ada siapa? Teman Mami atau teman Kak Cerline?" Tanya Elicia sambil menunjuk sepatu itu.
"Saya juga enggak tau non, tadi ..., mereka berdua bareng sama tuan non," jawab Mamang.
"Papi?" Tanya Elicia sambil mengerutkan jidatnya.
"Iya non, terus bawa koper non, saya kira tadi kerabat nyonya dan tuan, tapi saya enggak perna liat mereka non," jawab Mamang.
"Koper?" Tanya Elicia lagi.
"Iya non, kalo non penasaran, non masuk aja mereka ada di ruang tamu non, sedang berbincang dengan tuan," jawab Mamang.
"Mami udah dateng?" Tanya Elicia.
"Belum non," jawab Mamang.
Elicia langsung bergegas masuk dan langsung menerobos pintu rumahnya.
Brak!
Bersambung.
__ADS_1