Cewek Songong Vs Kakel Tampan

Cewek Songong Vs Kakel Tampan
Cewek Songong Vs Kakel Tampan


__ADS_3

"Ekhem, udah kali main pandang-memandang nya jadi iri kita ni," ejek Tedy dan berhasil membuyarkan lamunan Asma dan Dito, Dito pun bergegas berdiri dan merapikan seragamnya begitu pula dengan Asma.


"Apaan si gak jelas banget," gerutu Dito.


"Lo juga, kalo mau jatuh, jatuh aja enggak usah ngajak-ngajak, hampir mati gue kecekik dasi gara-gara lo!" Hardik Dito sambil menatap sinis wajah Asma.


"Yaelah baru gitu aja, udah marah-marah santai aja kali pak, enggak usah ngeggas," celetuk Asma memutar bola matanya malas.


"Ck, bilang aja naksir," ucap Dito membangakan diri.


"Idih, gue naksir sama lo? Sory ye bukan level gue," ejek Asma mengibaskan tangannya ke lehernya.


"Udah-udah kalian apa-apaan si? Kayak anak kecil aja berantem mulu kalo ketemu," kilah Tedy.


"Dia yang duluan narik dasi gue, yah wajar dong kalo gue marah," ucap Dito mengangkat bahunya dan merentangkan tangananya.


"Yaudah biar kelar, gue minta maaf udah narik lo, itu juga gue enggak sengaja kali," ucap Asma menyilangkan lengannya di dadanya.


"Henak aja ..., enggak semudah itu Bu bawel," ucap Dito.


"Terus mau lo apa!" Bentak Asma.


"Ye malah ngeggas, satai aja kali," protes Dito santai.


"Mau gue elo jadi babu gue selama rasa sakit gue ilang," lanjut Dito.


"Idih, oggah gue jadi babu lo, sori ya duit gue udah pas buat nangung semua biaya gue, jadi gue enggak butuh kerjaan lagi, Paham!" Bentak Asma.


"No no no, gue enggak butuh penolakan, karena badan gue sakit gara-gara lo, gimana kalo tadi gue mati karena kecekik dasi? Lo udah pasti masuk penjara," tolak Dito.


"Y-ya, gue kan juga enggak sengaja narik dasi lo, lo juga si siapa suru berdiri di situ, kan tangan gue refleks langsung narik dasi lo," celetuk Asma.


"Lo sendiri ngapain jalan di samping gue, alasan! bilang aja sengaja," cetus Dito sambil menghembuskan nafas kasar.


"Enak aja! Orang gue mau ambil air minum gue juga, narsis bener deh jadi cowok, mentang-mentang ganteng sombong nya minta ampun," cibir Asma sambil menaikkan bibir nya.


"Nah tu kan, lo udah ngaku kalo gue ganteng, kalo tertarik bilang! Enggak usah ngeles," ucap Dito membanggakan diri.


"Huek, iya gue tertarik sama lo tapi ...," Asma menggantungkan ucapan nya dan mendekat ke arah Dito sambil mendongakkan mukanya ke muka Dito hingga jarak nya lumayan dekat.


"Dalam keadaan enggak sadar!" Teriak Asma melanjutkan ucapanya di depan muka Dito sambil mengangkat alisnya dan tersenyum semirik.


"Ck, lo udah bangga sama ucapan lo sendir? Jangan sampai kemakan omongan lo sendiri!" ucap Dito santai penuh penekanan dan mendekatkan wajah nya ke telinga Asma.


"Gue enggak butuh penolakan, kalo lo nolak gue bakalan buat hidup lo, enggak tenang!" Ancam Dito dan berjalan pergi.


Dirga dan dua curut hanya melihat sahabat nya debat, karena mereka memang udah dari dulu sepakat kalo salah satu dari mereka bertengkar sama cewek, enggak boleh yang ada bantuin, kecuali kalo udah main tangan.


"Emang gue takut! sama ancaman lo!" Geram Asma meneriaki Dito.


Langkah kaki Dito pun terhenti dan berbalik menghadap arah Asma.


"Gue enggak pernah ngancam, gue cuman bilang," ucap Dito dingin dan meninggalkan lapangan, dan di ikuti dengan sahabat nya.


"Gue duluan El," bisik Dirga ke Elicia dan di jawab anggukan oleh Elicia.


"Lo ..., ih ...," geram Asma menatap tajam punggung Dito.


"Udah lah As, turutin aja kata dia, kan lo juga yang salah," ucap Nita.


"Maksud lo?!" Bentak Asma menatap tajam Nita.


"Enggak usah ngeggas juga kali nyet," protes Nita.


"Maksud gue, kalo lo jadi babunya dia, kan lo gampang ngerjain dia, tenang aja gue, Rhyrhy sama queen mongky, bakalan bantu lo kok, gimana?" tanya Nita memberikan usul ke Asma.

__ADS_1


"Tumben lo pinter, oke gue bakalan ngikutin rencana lo, tapi awas kalo enggak ngebantuin gue," celetuk Asma.


"Yaudah ganti baju yuk, bentar lagi masuk ni," ucap Elicia dan berjalan duluan.


***


Kelas XI Ipa.


"Lo beneran serus sama kata-kata lo Dit?" tanya Randa dan duduk di meja depan Dito.


"Iya, kenapa? Mau belain dia lagi?" Jawab Dito dan bertanya balik ke Randa.


"Gue cuman nanya, siapa tau lo bercanda," ucap Randa santai.


"Ck, udahla Rand, bilang aja kalo lo mau belain tu cewek, jujur si gue malas banget berurusan sama dia, gue tadi cuman gertak dia doang," ucap Dito sambil menaikkan kakinya di atas meja samping Randa.


"Serius?" Tanya Randa sambil menatap lekat ke mata Dito.


"Sejak kapan gue bohong, tapi kalo dia nyerahin diri sendiri mau jadi babu gue, yah ..., mau enggak mau gue harus terima dong, karena tadi dia hampir ngebunuh gue, malah tarikan nya kenceng banget lagi," ucap Dito.


"Tapi kalo enggak?" Tanya Randa.


"Gue enggak bakalan maksa, abis tu cewek juga bawel banget, bisa setres gue kalo deket dia terus," jawab Dito.


"Bukan nya cewek kayak dia yang lo cari Dit? Dia kan tomboy, badan nya juga sesuai tipe lo" tanya Tedy tanpa rasa takut.


"Coba ulang!" ucap Dito santai tapi penuh dengan ancaman.


Tedy yang mendengar ucapan Dito, langsung merinding dan kesusahan menelan salivia nya.


"Canda Dit, gitu aja marah," ucap Tedy cengenngesan.


"Tapi, tunggu-tunggu, bukan cuman Dito ni yang jadi pembahasan," ucap Tedy dan membuat Dirga, Dito, dan Randa mengerutkan dahi.


"Lo Dir, napa langsung baik gitu sama Elicia, padahal kemarin-kemarin berantem?" Tanya Tedy. Pandangan Dito dan Randa pun beralih ke Dirga.


"Ye ..., di tanya malah nanya balik, gimana si lo Dir," protes Dito.


"Tau, bukanya jawab malah nanya," celetuk Tedy.


"Jawab aja Dir, kan kita penasaran," lanjut Randa


"Sejak kapan kalian jadi wartawan? Kepo banget," tanya Dirga sambil mengangkat sebelah alisnya.


Brak!


"Jawab Dirga Adion Batara!" Geram Dito, Randa dan Tedy sambil mengebrak meja Dirga secara tiba-tiba. Apakah Dirga kaget? Jelas lah siapa yang enggak kaget kalo secara tiba-tiba gitu.


"Lo bertiga mau bikin gue jantungan! Tiba-tiba gebrak meja gue!" Sembur Dirga menatap tajam ke arah sahabat nya. {Em mamam tu emang sahabat lucn*t Patah kan tulang kering nya Dir hahaha} author tertawa jahat.


Seketika mereka bertiga pun langsung bergidik ngeri karena mendapat tatapan tajam Dirga.


"Y-ya sory Dir, kita cuman mau tau aja, enggak usah marah gitu kali," ucap Dito terbata-bata.


"Santai dong bro, kan kita cuman nanya," timpal Randa memegang pundak Dirga.


"I-iya, bener kata mereka Dir," ucap Tedy membetulkan ucapan Randa dan Dito sambil cengengesan.


"Engga usah tegang juga kali tu muka, gue cuman kelepasan karena gue kaget," ucap Dirga berusaha menahan tawanya.


"Ah elu Dir, bikin gue ngeri aja," celetuk Tedy. Sedangkan Dito dan Randa hanya menggelengkan kepalanya dan bersukur karena Dirga enggak marah betulan ke mereka.


"Sory," ucap Dirga sambil melipatkan tanganya di dadanya.


"Jadi?" Tanya Randa.

__ADS_1


Dirga yang mengerti pertanyaan Randa ia pun menceritakan kesepakatannya dengan Elicia, dan di pahami oleh sahabatnya.


***


Waktu jam pelajaran terakhir pun sudah berakhir Elicia Cs pun menuju parkiran, sesampainya di parkiran, mereka tidak langsung memasuki kendaraan nya karena di cegah oleh Nita.


"Tunggu!" Cegah Nita.


"Apa si Nit?" Tanya Elicia kesel.


"Tau!" Timpal Rhyrhy


"Emang ada apa?" Tanya Asma malas.


"Tu, lo liat kan di sana ada si sqyad mesum," ucap Nita sambil menunjuk ke arah Dirga Cs.


"Terus?" Tanya Elicia, Rhyrhy dan Asma bersamaan.


"Terus belok ke kiri sampe ke tembok nah jedotin tu pala kaln di tembok biar pinter dikit, terutama lo Asma, kan tadi kita udah rencanain mateng-mateng di lapangan wahai para mongky-mongky ku," geram Nita sambil mencubit pipi sahabat nya satu-persatu.


"Owh ..., yang tadi jadi babu itu," ucap mereka bertiga serentak.


"Yaudah ayok kita samperin, keburu pergi lagi nanti," kata Elicia sambil berjalan mengikuti Asma dan di ikuti Nita dan Rhyrhy di belakang.


"Astagah punya sahabat kayak gini amat, kudu di cubitin dulu baru jalan otak nya, capedeh," dumel Nita.


***


"Woi kakel, gue terima tawaran lo," ucap Asma.


Dirga Cs yang mendengar ucapan Asma mereka pun berbalik ke arah Asma berada.


Dito yang mendengar ucapan Asma seketika melihat Randa.


"Gimana?" Bisik Dito ke Randa, karena merasa enggak enak.


"Tadi kan udah lo jelasin, gue mah setuju aja, kan Via juga yang salah tadi," ucap Randa di iringi senyum manisnya dan mendapat anggukan oleh Dito.


"Oke, enggak nyesel dengan keputusan lo kan?" Tanya Dito di iringi senyuman miring yang memabukkan kaum hawa,


"Enggak," jawab Asma tanpa ekspresi.


"Enggak mau nawar?" Tanya Dito lanjut bertanya.


"Enggak," ucap Asma.


"Gue kasi lo kesempatan buat nawar yang lo enggak suka," ucap Dito santai.


"Jangan sentuh gue," ucap Asma.


"Cuman itu?" Tanya Dito heran.


"Emm, ya," jawab Asma.


"Oke dil," ucap Dito dan menjulurkan tanganya yang di kepalkan dan di balas oleh Asma.


Setelah itu merkapun berjalan menuju kendaraan nya masing-masing.


BERSAMBUNG.


Jangan lupa like komen and share yah❤️💬➡️


vote nya jangan lupa😘☺🙂


Baybay👋🏻

__ADS_1


Missyou🤎🤍🖤💜💙💚💛🧡❤️


__ADS_2