
Ia pun mengambil gawainya di dalam tas dan berselancar di aplikasi berwarna biru yang berlogo 'f'.
Selang beberapa menit, Dito keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah melekat di tubuhnya. Ia memakai kaos putih lengan pendek dan celana pendek selutut, dengan rambut yang masih basah belum tersisir rapih, membuat ia terlihat begitu tampan dan mempesona dengan air rambut yang masih menetes.
Seketika Asma yang melihat Dito yang menghempaskan tubuhnya di sofa yang berada di depanya, ia terdiam dan menatap Dito dengan tatapan kagum.
'Ini si rese kan? Kenapa bisa tampan banget gini kalo abis mandi, OMG inimah sempurna banget, andaikan dia enggak mesum plus bawel plus rese, pasti gue udah suka sama dia,' batin Asma kagum.
"Kenapa? Lo terkagum-kagum sama gue? Udah naksir sama gue?" Tanya Dito karena melihat Asma bengong sambil menatapnya.
Seketika Asma langsung tersadar dari lamunannya.
"Idih, siapa juga yang kagum sama lo, ogah gue naksir sama muka tampang kek ayam gitu," ucap Asma kembali menatap handphonennya.
"Ck, bilang aja gengsi ngakuin," ledek Dito, Asma hanya memutar bola matanya malas.
Seketika Dito melihat kaki Asma yang berada di atas meja, Dito langsung mebulatkan matanya dan menatap tajam Asma, sedangkan yang di tatap hanya sibuk dengan handphonenya.
"Eh Geprek! Lo punya sopan santun nggak si? Ini kaki gajah lo, ngapain lo naikin ke meja gue?!" Teriak Dito yang membuat Asma langsung menatap tajam Dito.
"Apaan si teriak-teriak! Kayak di hutan aja, emang kenapa si kalo gue naikin kaki gue? Gue pegel Dito Imanuel ..., paham nggak si," celetuk Asma.
"Pegel si pegel, tapi jangan juga naikin kaki gajah lo kayak gini di meja gue," sewot Dito.
"Apaansi? Sama calon istri aja pelit banget! Gimana kalo udah nikah nanti? Mikir beg*," Geram Asma sambil menatap tajam Dito.
"Lo yang o-on, belum juga nikah, uda kayak gini sifatnya, bisa-bisa stres gue kalo serumah sama istri kayak lo," sewot Dito sambil bersedekap dada.
"Lo ngarep nikah sama gue?" Tanya Asma, tiba-tiba Dito langsung mengerutkan dahinya.
"Maksudlo?" Tanya Dito heran.
"Maksud gue, lo emangnya mau jadi suami gue ha?" Tanya Asma sambil menaikkan alisnya.
"Amit-amit!" Teriak Dito.
"Gue cuman nanya, kagak usah teriak-teriak kayak gitu kali, ini bukan hutan tempat tarzan," celetuk Asma.
"Abis pertanyaan lo kagak berfaedah banget," jawab Dito.
"Serah lo dah, lo bawa gue ke sini cuman mau ngajak gue berantem?" Tanya Asma.
"Gara-gara lo gue hampir lupa," jawab Dito.
"Yaudah kali tinggal ngomong aja enggak usah sewot gitu, gue tau kalo gue itu nyamanin," bangga Asma sambil senyum meledek.
"Ck, narsis banget lo, tubuh udah geprek gitu masih bangga," ucap Dito.
"Heh, enggak liat muka lo! Kayak Ayam gitu, masih bisa bangga, lo bego atau giman si?" Tanya Asma tak mau kalah.
"Mending gue yang kayak Ayam tapi badan gue owaow, daripada lo, udah geprek, t*pos lagi!" Ledek Dito, seketika emosi Asma langsung naik karena dibilangin tep*s, dan langsung berdiri.
"Enak aja lo, mata lo buta ya? d*da montok kayak gini di bilang tep*s, makanya sering-sering ke dokter mata, biar mata lo di oprasi di ganti mata elang biar tajam tu, biar kagak rabun kayak sekarang!" Geram Asma sambil beretekuk pinggang.
"Lah emang kenyataannya gitu kok," ucap Dito kekeh.
"Lo bener-bener ngajak ribut yah! Sini lo gue colok tu mata! Biar kagak usah ngeliat lagi!" Ucap Asma sambil berjalan memutari meja ke arah Dito, sedangkan Dito hanya diam di tempat menunggu Asma.
Tanpa aba-aba Asma ingin mendaratkan satu bogeman ke pipi Dito, tapi dengan sigap Dito langsung menangkis tangan Asma dan tak sengaja menarik dress yang di pakai Asma pas di bagian dad* nya.
Srek
Dress yang di pakai Asma langsung sobek karena Dito, sontak Asma langsung menutupi bagian yang robek dengan kedua lengannya untung Asma pake baju dalam tapi kainnya lumayan tipis, sedangkan Dito langsung berbalik arah karena sempat melihat Asma.
"Sory gue enggak sengaja," ucap Dito dengan jantung yang berdetak tak karuan.
Bruk!
"Brensek!" Marah Asma dan langsung menendang pantat Dito, hingga membuat tubuh amburuk di lantai.
"Hes .., gue enggak sengaja geprek! Lo juga ngapain mau mukul gue, tangan gue refleks lah, dari pada gue kena pukul sama lo" ringis Dito sambil memegangi pantatnya yang sakit.
"Siapa suru lo ngehujat gue! Yah pantes juga dong kalo gue marah dan mau ninju lo!" Teriak Asma dengan tatapan tajam ke Dito.
"Guekan udah minta maaf! Pantat gue sakit nih gara-gara lo!" Geram Dito sambil berdiri dan mengelus-elus bokongnya yang sakit.
"Serah lo, lo harus tanggung jawab!" Hardik Asma.
"Tangung jawab apa? Emang gue ngelecehin lo? Kalo gue apa-apain lo juga enggak papah, lo kan tunangan gue, calon istri gue, jadi wajar dong," ucap Dito membelah diri.
"Wajar wajar! Wajar pala lo! Gue ini baru calon lo, MASIH CALON ISTRI! BUKAN ISTRI LO!" Berang Asma sambil menekan kata-kata terakhirnya.
'Kalo gue enggak ngalah sama ni geprek, pasti debat terus sampe pagi, haiz bener-bener calon istri cerewet!' Umpat Dito dalam hati.
"Terus lo maunya apa?" Tanya Dito menurunkan suaranya.
"Lo mau nurutin apapun yang gue mau?" Tanya Asma.
"Serah, asal lo diam," jawab Dito.
"Gitu kek dari tadi, kan enggak usah debat kayak gini," ucap Asma.
"Terus mau lo apa? Banyak yang harus gue omongin ni sama lo, kalo gini terus, bisa-bisa enggak jadi terus," ucap Dito mulai kesal.
"Gue laper, pesanin gue makanan!" Teriak Asma sambil mengerucutkan bibirnya.
"Itu doang?" Tanya Dito.
"Pesenin gue baju juga, sama cemilan, bakso juga," ucap Asma.
"Tapi lo yang bayar semuanya!" gerutu Asma.
__ADS_1
"Bakso?" Tanya Dito lagi.
"Iya emngnya kenapa?" Tanaya Asma balik.
"Emangnya ada di sini?" Tanya Dito.
"Lah emang gue bilang di sini? Yah bukan lah, lo turun ke bawah di depan hotel ini ada penjual bakso tuh di situ, tadi gue enggak sengaja liat,"ucap Asma.
"Gue?" Tanya Dito sambil menunjuk dirinya.
"Yaiyalah siapa lagi," jawab Asma belum melepaskan tangannya.
"Elo lah, gue mah malas," ucap Dito.
"Dit---" ucapan Asma terpotong karena Dito.
"Enggak usah ngomel, nanti gue suruh owner di sini buat beliin lo," ucap Dito mengalah.
'Baru kali ini gue ngalah sama cewek, sumpah gue bener-bener kalah debat sama ni geprek, mulutnya nggak henti-hentinya ngoceh mulu,' umpat Dito dalam hati kesal.
"Tunggu apa lagi? Lo mau gue kayak gini terus? Pesanin gue baju cepat!" Teriak Asma.
"Iya iya bawel banget si!" Ucal Dito sambil merogoh ponselnya di dalam saku celananya dan memberitahu pemilik hotel untuk mengantarkan pakaian dan beberapa makanan dan cemilan.
"Udah, lo mandi dulu sana, kalo udah mandi pesanan lo udah dateng," ucap Dito sambil berjalan menuju kasur king nya dan menghempaskan tubuhnya.
"Jangan ngintip," ucap Asma dan berlalu ke kamar mandi Dito.
"Ck, siapa juga yang tertarik sama tubuh geprek kayak gitu," dumel Dito.
Tok! Tok! Tok!
Selang beberapa menit Dito mendengar seseorang mengetuk pintu ia melihat ke arah pintu kamar mandi tapi Asma belum keluar juga, terpaksa dia yang membuka pintu. Ternyata suruhan pemilik hotel yaitu manajer dan pelayan untuk mengantarkan pesanan Dito yaitu baju, beberapa makanan dan makanan ringan. Dito langsung mengambil baju piyama yang di peggang sang menejer. Ia langsun menyuruh sang pelayan untuk memasukkan makanan ke dalam hotel dan meleetakkannya di meja makan.
Sudah dua jam Asma belum keluar juga dari kamar mandi, sudah beberapa kali Dito melihat ke arah pintu kamar mandi tapi alhasil Asma belum keluar.
"Buset tu bocah, dia mandi apa tidur si di kamar mandi, kenapa lama banget," dumel Dito sambil berdiri dari tempatnya. Dia langsung berjalan menuju kamar mandi yang di tempati Asma untuk mengecek Asma.
"Woi geprek! Lo mandi apa tidur si?! Lama banget!" Teriak Dito di depan kamar mandi, tapi tidak ada jawaban dari dalam sana.
"Geprek?! Woi geprek!" Teriak Dito sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi.
"Sumpah ni anak, dia tuli apa giman si?" Tanya Dito ke dirinya sendiri.
"Apa gue dobrak aja yah, siapa tau dia pinsang," ucap Dito.
Dito langsung mundur dan ingin mendobrak pintu kamar mandi itu tapi mungkin kesialan masih berpihak ke Dito.
Bruk.
Tiba-tiba Asma membuka pintu dan Dito langsung menubruk tubuh Asma, Asma langsungsung jatuh ke lantai dan Dito berada di atasnya. Asma hanya memakai handuk yang melilit di tubuhnya.
"Besar banget," ucap Dito kelepasan karena mukanya langsung tertuju ke dad* Asma.
"Besar-besar palalo, ngapain lo mau dobrak pintu kamar manadi? Lo mau mesumin gue yak!" Teriak Asma menatap tajam Dito.
Dito berdiri dan menatap Asma entah tatapan apa, author juga kagak tau.
"Lo sendiri kenapa enggak nyaut kalo di panggil, lo budek yah?!" Geram Dito
"Mana bisa gue denger, kamar mandi lo aja luas banget! Emang bisa lo denger kalo gue yang teriak di sini terus lo yang mandi dalam! Emang lo bisa denger?!" Bentak Asma.
"Emnggak, yah gue khawatir sama lo takut lo koit lagi di kamar mandi!" Geram Dito
"Lo khawatir sama gue?" Tanya Asma menyelidik.
"Takut lo mati di kamar mamdi gue, kan gue juga yang repot, jadi kagak usah geer jadi cewek, noh baju lo udah gue siapin, ada di atas tempat tidur," ucap Dito sambil berjalan tapi tak sengaja kakinya kepeleset karena lanttai kamar mandi licin.
Bruk!
Tanganya lagi-lagi refleks menarik handuk Asma.
'Mati gue," batin Dito tak berani melihat ke arah Asma karena tatapannya tertuju ke handuk yang ia pegang.
"Dito!" Teriak Asma dan merampas handuk di tangan Dito.
"Dasar mesum! Laki-laki gak punya otak!" Umpat Asma kesal dan buru-buru merampas piyama dan masuk ke WC untuk memakai baju.
"Buset, otak gue jadi traveling," ucap Dito dan bangkit dari rebahannya.
Beberapa menit Asma keluar dan langsung menuju meja makan, di sana sudah ada Dito yang menunggunya. Asma lansung duduk du depan Dito dan menyantap makanannya begitu pula dengan Dito. Hanya hening yang tercipta dan paduan sendok dengan piring yang menggema meja itu.
Selang beberapa menit merekapun selesai makan, Asma langsung membersihkan sisah makanan dan membereskan piring kotor.
"Lo mau ulang?" Tanya Dito memecah keheningan.
Asma langsung melihat jam, ternyata sudah jam 12:45 AM.
"Gue mau nginep, orang rumah pasti udah tidur kalo jam segini, tapi lo tidur di sofa," ucap Asma.
"Dan besok antar gue pagi-pagi ke rumah buat ambil seragam sekolah gue," lanjutnya.
"Serah lo aja," ucap Dito.
Asma langsung mengambil satu bantal dan satu guling dan melemparkan ke arah Dito.
"Selam tidur beaby, umuac," ucap Asma dengan gaya sok romantis, tapi tepatnya meledek.
Dito hanya memutar bola matanya malas dan berlalu ke arah sofa. Asma langsung merebahkan tubuhnya ke kasur Dito dan langsung terlelap begitu pula dengan Dito.
***
__ADS_1
Di waktu yang sama di rumah Elicia.
"Nggak nyangka si Cumkring nembak gue, tapi kalo dia cuman mau ngeluluhin gue, biar dia enggak sujud di depan gue dan minta maaf gimana? Aduh Elicia ..., lo bodoh banget si, langsung nerima dia, tapi mau gimana lagi, gue nyaman kalo di dekat dia," dumel Elicia sambil memeluk boneka pandanya.
Ting!
Di tengah-tengah ocehannya, satu pesan masuk di whatshap nya, ia langsung mengambil ponselnya dan membuka aplikasi berwarna hijau itu.
Pesan Whatsap.
Cumkring pacar♡:
{Hay pacar? Lagi mikirin aku yah?}
Buntal Pacar♡:
{Idih narsis banget lu, gue lagi mikirin pacar orang!}
Cumkring pacar♡:
{Kok, pacar orang yang dipikirin? Kenapa bukan gue? Kan gue pacar lo?}
Buntal Pacar♡:
{Gue enggak mikirin lo, tapi gue kangen sama lo, puas}
Cumkring pacar♡:
{Yaudah gue ke sana yah tunggu gue buntal pacar}
Buntal Pacar♡:
{Enak aja, lo gila yah? Ini tuh udah malam, kalo lo mau ke sini liat waktu kali}
Cumkring pacar♡:
{Yaelah kagak usah ngomel juga kali Car}
Buntal Pacar♡:
{Car? Emang gue acar! Bener-bener lu yah kagak ada romantis-romantisnya jadi pacar!}
Cumkring pacar♡:
{Karena gue bukan remotnya juliat, yang bisa romatis-romantis}
Buntal Pacar♡:
{Romeo Cumkring, Bukan remot, Astagah lo pacar siapa si?}
Cumkring pacar♡:
{Pacarnya buntal}
Buntal Pacar♡:
{Serah lu lah, gue ngantuk mau tidur}
Cumkring pacar♡:
{Yaudah tidur gih, mimpiin gue yah pacar}
Buntal Pacar♡:
{Malas, lo aja yang mimpiin gue}
Cumkring pacar♡:
{Oke ratu ku, selamat tidur, aa Dirga kirimin satu ciuman di jidat buat ee Elicia} di akhiri emot ketawa miring.
Buntal Pacar♡:
{Ee? Emang gue t*i apa? Bener-bener pacar lucn*t}
Cumkring pacar♡:
{Yaudah tidur sono, gue kagak tau gombal, yang mau gue ucapin ke lo cuman selamat malam dan jangan lupa bangun besok pagi oke, bay buntal sayang} di akhiri emot love.
Cumkring pacar♡ ofline.
"Buset nih cowok, dia pacar gue atau musuh gue si? Masa doain gue kagak bangun kalo pagi, bener-bener pacar durhaka!" Omel Elicia ke arah ponselnya.
"Bisa-bisa gue darah tinggi kalo hari-hari chat kayak gini sama dia, hobi banget ngajak perang, kenapa kagak sekalian perang pisau aja, biar seru! Hem. Dasar Cumkring!" Geram Elicia sambil menatap ponselnya dengan tatapan sinis.
"Hoam, mending gue tidur," ucap Elicia sambil merebahkan tubuhnya ke kasur empuk kesayangannya.
"Selamat tidur pacar, lo jangan bangun besok yah, hem," ucap Elicia sambil menutup matanya.
***
Kediaman Batara tepatnya di kamar Dirga.
"Ck, dasar buntal, gue sayng sama lo, tapi gue kagak bisa gombal," ucap Dirga senyam-senyum sambil menatp chat dari Elicia.
"Cie-cie abang gagak, lagi main sayang-sayangan yah," ejek Risma yang entah muncul dari mana.
"Buset lo lewat mana kok bisa ada di sakamar gue," kaget Dirga.
"Lewat pintulah bang gagak," ucap Risma sambil duduk di tepi kadur Dirga.
"Kok gue enggak liat?" Tanya Dirga
__ADS_1
"Yaiyalah, abis bang gagak fokus senyumin hape bang gagak, tadi Risma kira abang gagak suka sama hape bang gagak," jawab Risma polos.
BERSAMBUNG.