
"Mbok Mina kangen ...," teriak Rhyrhy dan berhambur memeluk Mbok Mina.
"Masyaallah, neng Rhyrhy kan? cantik banget," puji Mbok Mina sambil mengelus pucuk rambut Rhyrhy.
"Hehehe, kangen Nasgor Mbok, kita laper plus kangen sama Mbok sama Mbak Ainun makanya kita singgah di sini," ucap Rhyrhy.
"Yaudah duduk gih, Mbok mau bikinin dulu," ucap Mbok Mina dan berlalu meninggalkan meja Elicia Cs.
Mbok Mina dan Ainun adalah pemilk warung Nasgor, mereka pun sangat akrab dengan Elicia Cs, karena waktu SMP mereka sering makan di situ, kalo mereka bolos pun pasti nangkring di situ. Ainun berparas cantik, selalu memakai jilbab lebar yang menutupi kepalanya dan setengah badanya, ia pin sangat menyayangi Elicia Cs seperti adik kandung, karena ia memang anak satu-satunya dari Mbok Mina.
"Mbak Ainun jangan manggil Non terus dong panggil nama aja, kan Mbak sama kita cuman beda berapa tahun," ucap Asma.
"Emang boleh?" Tanya Ainun.
"Astogeh iya bolelah Mbak," jawab Asma dan di respon senyuman manis oleh Ainun.
"Mbak Ainun boleh nanya enggak?" Tanya Nita.
"Boleh apa sih yang enggak buat adik Embak," jawab Ainun di iringi senyuman manis.
"Embak cuman ngebantu Mbok di sini? Enggak ada kerjaan lain gitu?" Tanya Nita antusias.
"Kan kamu tau sendiri Nit, Mbak kan harusnya kuliah tapi yah karena soal ekonomi jadi urung deh niatnya, emang kenapa Nit?" Ucap Ainun dan bertanya kembali ke Nita.
"Cuman nanya si, siapa tau nanti kalo ada lowongan kerja di kantor papa bisa manggil Mbak, hehehe" ucap Nita cengengesan.
"Emm, emang boleh Nit?" Tanya Ainun.
"Boleh dong," ucap Nita di iringi senyuman dan di balas oleh Ainun.
"Oiyah El, Bokap Nyokap lo kan pengusaha terbesar ni, siapa tau ada lowongan buat Mbak Ainun, bisa dong yah," ucap Nita dan beralih memandang Elicia.
"Kalo Nyokap sama Bokap setaunya enggak ada si, tau kalo bang Lino, mungkin aja butuh pendamping atau apalah itu namanya," ucap Elicia.
"Calon Istri maksud lo?" Tanya Rhyrhy.
"Bukan monyet, yang itu yang selalu ada di dekat bang Lino sambil bacain jam miting atau apalah itu, gue juga enggak ngerti," jawab Elicia.
"Itumah asisten Elicia monyet," terang Asma sambil mengelengkan kepalanya pelan.
"Iya itu maksud gue," sahut Elicia cengar-cengir.
"Emangnya masih cari El?" Tanya Ainun ke Elicia.
"Nanti aku tanyain sama bang Lino, kalo belum dapet nanti aku kabarin Mbak Ainun," ucap Elicia mengembangkan senymanya.
"Caranya ngabarin gimana El? Kan Embak engga punya hp," ucap Ainun sendu.
"Tenang aja Mbak, kalo nanti bang Lino masih nyari, Elicia pasti jemput Embak di sini," ucap Elicia.
"Enggak usah El, pake telpon umum aja, kamu kasi nomor kamu aja ke Embak, takut ngerepotin kamu El, Mbak udah cukup ngerepotin kamu buat tanya sama abang kamu, tunggu yah Embak mau ngambil kertas sama pulpen dulu," ucap Ainun hendak berdiri dari tempat duduknya.
"Et et et Mbak Ainun, Mbak tau kan kalo Elicia udah tulus luar dalem, Mbak enggak boleh nolak," cegah Elicia.
__ADS_1
"Tapi ...," Ainun menggantungkan ucapanya sambil melihat Mbok Mina yang ia panggil Ibu.
"Kalo kamu memang bersungguh-sungguh ingin bekerja Ibu enggak bakalan ngelarang kok, toh itu juga di kantor abangnya Neng Elicia," ucap Mbok Mina sambil meletakkan piring yang berisi Nasgor pesanan Elicia Cs di bantu dengan Rhyrhy, karena tadi ia melihat Mbok Mina membawa nampan yang di atasnya ada empat piring berisi nasi goreng. Ia membawa Teh botol.
"Yaudah kan udah di restuin ni sama Mbok, nanti klo Elicia pulang, Elicia bakalan tanya sama bang Lino, kan lebih cepat lebih baik," ucap Elicia di respon angukan dan senyuman oleh Ainun dan Mbok Mina.
Setelah selesai makan dan membayar makan,mereka pun berpamitan dengan Mbok Mina dan Ainun, Mbok Mina sempat menolak uang yang di kasih Elicia karena Mbok Mina sudah menganggap mereka sebagai cucunya sebndiri. Tapi kalian tau sendiri kan kalo Elicia yang maksa yah mau enggak mau harus mau.
***
Sesampainya di taman hiburan Elicia Cs pun berjalan-jalan sambil sesekali berfoto.
"Guys beli Eskrim yuk," ajak Nita.
"Lo aja lah sama Asma, gue sama Rhyrhy tunggu di sini aja, sekalian nitip," ucap Elicia sambil merangkul tangan Rhyrhy.
"Kebiasaan, yaudah duit masa make duit gue terus, bisa tekor gue El," celetuk Nita sambil menyodorkan tangan nya ke arah Elicia.
"Yaelah pelit amat sama dahabat sendiri, tenang Elicia kan horang kaya," ucap Elicia sambil menaik turunkan alis nya.
"Enggak usah gaya-gayaan deh, duit mana duit," celetuk Nita.
"Kayak pereman aja lu Nit, Rhy kasih uang lo," suruh Elicia cengengesan.
"Ban*kek lo El, kirain pake uang lo, nyatanya gue lagi yang kena, sultan gaya-gayaan lo El," celetuk Rhyrhy sambil merogoh tas slempangnya dan memberikan uang satu lembar berwarna merah ke Nita.
"Iya-iya besok-besok gantian Asma deh yang bayar, yakan As," ucap Elicia sambil menatap Asma.
"Buset, kirain lo, ternyata ngelempar ke gue, bener-bener sultan kw lu," ledek Asma sambil cengengesan.
"Iya Sultan kw," potong Rhyrhy, tawa mereka pun pecah.
"Yaudah gue sama Asma nyari Eskrim dulu ya, bay" ucap Nita sambil menggandeng lengan Asma dan berlalu pergi meninggalkan Elicia dan Rhyrhy.
"Terus kita diri di sini aja Rhy? Nunggu mereka?" Tanya Elicia.
"Jalan-jalan aja yok, kalo nanti mereka nyari kita, kita bisakan ngechat mereka," jawab Rhyrhy.
Mereka berdua pun berjalan-jalan sambil melihat wahana-wahana yang ada di sana.
Bruk!
Tak sengaja anak kecil yang berparas cantik nan imut itu menabrak Elicia, hingga anak kecil itu terjatuh.
"Aduh sory-sory yah dek, gue enggak liat," ucap Elicia sambil membantu anak kecil itu.
"Enggak papah kok kak, Risma yang salah, lari-lari terus enggak ngeliat kakak, maaf yah kakak," ucap Risma tanpa dingin. Yah anak kecil itu adalah Risma sepupu Dirga.
"Nah lo, El, untung aja anak orang enggak nangis, bisa-bisa lo di gebukin sama bapaknya," ledek Rhyrhy.
"Paan si, oiya nama kamu siapa?" Tanya Elicia sambil berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Risma.
"Risma," jawab Risma dingin.
__ADS_1
"Buset tu anak dingin banget, jangan-jangan bapak emak nya es kubut lagi," ucap Rhyrhy.
"Kutub Rhy bukan kubut," geram Elicia.
"Oiya Risma, Papi Mami Risma ke mana? Kok enggak sama Risma?" Tanya Elicia lembut.{Ternyata lo bisa lembut juga El wkwkwk}
"Di Eropa," jawab Risma sambil menatap lekat Elicia.
"Buset El, jauh bener, jangan-jangan ni anak nyasar lagi," kaget Rhyrhy.
"Ih paan si lo Rhy, Terus kamu sama siapa ke sini? Enggak mungkin dong sendirian ke sini," ucap Elicia sambil tersenyum manis.
'Wah kakak ini cantik banget, jangan-jangan bidadari lagi, cocok banget sama bang Gagak, apalagi kalo senyum, imut banget kayak Momy Cantik, pasti kalo Momy Cantik ketemu sama kakak Cantik bakalan di nikahin sama bang Gagak asyik,' batin Risma senang masih menatap dalam Elicia. Tapi masih dengan ekspresi dingin nya.
"Aku sama Abang Gagak," jawab Risma masih tetap dengan nada dinginnya.
"Gagak? Yang terbang itu?" Tanya Rhyrhy.
"Bukan, kalo yang terbang itu burung gagak, tapi abang aku itu bukan burung, cuman namanya aja yang mau sama, sama burung gagak," jelas Risma.
Rhyrhy dan Elicia hanya ber 'oh' ria saja.
"Terus abang Gagak, kamu ada di mana? Kok dia enggak sama kamu?" Tanya Elicia.
"Ada di belakang," jawab Risma.
Seketika Dirga pun datang sambil berlari ngos-ngosan, Risma yang melihat Dirga pun langsung menunjuk ke arah Dirga, karena memang Dirga berada di belakang Elicia dan Rhyrhy.
"Tuh, abang Risma," ucap Risma sambil menunjuk Dirga.
Elicia dan Rhyrhy pun berbalik badan dan mengikuti arah telunjuk Risma.
BERSAMBUNG
Ekhem next enggak ni😂😆
Derama bonus😂
"Thor ngapak pangilan sayang Risma harus GAGAK SI?🙄" Dirga
"Aelah terima nasip aja kale😆," author gesrek.
"Bener-bener author engak ada akhlak, gue lempar lo baru tau rasa😒" Dirga
"Kaboooor," author. Apesnya kena sandal swallo Dirga bonus tai ayam lagi. Apesnya hidupku ini hiks😭😣
0ff
BERSAMBUNG
#Next¿
Komen bawelnya dung readers ku tercinta😊
__ADS_1
Baybay👋 seiyou next part😘😚
vote😊