
"Tadaaaa!" Teriak Randha sambil menjulurkan tangannya yang memegang gelang cople.
"Wah, cantik banget Liam, ini buat aku?" Tanya Via kagum.
"Ini buat kamu, ini buat aku, kalo nanti kita udah besar, kamu tinggal pake ini, pasti aku gampang nemuin kamu," ucap Randha kecil sambil memasangkan gelang yang berukuran dewasa ke lengan Via.
'Maaf Liam, aku bohong tentang nama asli aku, aku enggak mau nanti kamu ngelupain aku, cukup nama kesayangan aku aja yang kamu tau, Liam,' batin Via sambil tersenyum kikuk ke arah Randha.
"Kalo nanti kita udah besar, kita udah pacaran, kamu maukan jadi istri aku? Kayak Mama Sama Ayah aku?" Tanya Randha kecil sambil menatap Asma.
"Iya, pasti aku akan nunggu kamu di sini, ingat untuk balik yah Liam," ucap Via sambil tersenyum.
"Aku janji," ucap Randha kecil sambil mencubit gemas pipi Via kecil.
[Flashback of]
Viola menatap gelang gembok itu dan memasangnya di lengan putihnya, karena memang, sejak dia di luar negri, dia selalu menaruh gelang itu di tempat yang cukup elegan, dia tidak pernah memakainya di sana, dia hanya ingin memakainya ketika tiba di kota X dan mencari sang pembuat janji.
"Semoga aja kamu bisa inget sama aku, kalo kamu udah liat kenangan ini Liam," ucap Via sambil tersenyum melihat gelang pemberian Randha.
"Via?" Panggil Asma yang tiba-tiba muncul dari balik pintu loteng.
"Iya? Kenapa As?" Tanya Viola sambil tersenyum.
"Emmmm, gue mau nanya sesuatu sama lo," ucap Asma sambil menarik kengan Viola, menuntun nya untuk duduk di kursi loteng.
"Apa?" Tanya Viola bingung, karena baru kali ini, saudara sepupunya itu terlihat serius.
"Oke, gue langsung to the point aja yah," ucap Asma resah, takut nantinya, fikiran Nita benar tentang Viola dan Randha.
"Yah ..... Silahkan, kok lo gugup gitu sih? Enggak biasanya tau enggak, santai aja kali, kayak sama siapa aja," ucap Viola, tidak pernah melunturkan senyuman manisnya.
"Lo kenal Randha?" Tanya Asma tanpa basa-basi.
Satu detik
Dua detik
Tiga detik.
Senyuman Viola mengembang sangat lebar dan itu berhasil membuat nya terlihat begitu cantik nan manis di lengkapi dengan lesung pipi yang tidak terlalu terlihat. Jantung Asma seketika berdetak kencang menunggu jawaban dari Viola.
"Enggak," ucap Viola sambil memutar dirinya menghadap depan dan menatap hamparan bintang di langit malam.
Asma bernafas legah setelah mendengar ucapan Viola, tetapi tidak sampai di situ saja, tiba-tiba jantung Asma kembali seperti terpentil sesuatu ketika mendengar lanjutan ucapan Viola.
"Tapi dulu gue pernah kenal sama dia, dia juga cinta pertama gue, yang gue perna ceritain sama lo, Iam itu nama .... Yang gue mau kasih setelah pacaran nanti, nama panggilannya Liam, itupun kata dia, khusus orang spesial dan kepercayaan nya, dan nama lengkapnya Randha Wil____," ucapan Viola terhenti karena Asma melanjutkan nya.
"Wiliam?" Tanya Asma dengan mata yang memerah dan fikiran yang sulit di percaya.
Viola tersenyum ke arah Asma dan berkata lagi.
"Lo kenal? Oh iya, gue tadi ketemu dia di pesta temen lo, awalnya gue kira, gue salah orang tapi setelah gue liat gelang dia, ternyata dia beneran si Liam kecil yang mengucapkan janji untuk menikah di hari kelak," ucap Viola sambil tersenyum manis dan mengangkat gelang gembok di lengnnya.
Jangan tanyakan perasaan Asma, sekarang dia bagaikan simalakama, di sisi satunya ada Rhyrhy yang sudah bertunangan dengan Randha di sisi lain ada Viola yang terus mengharapkan perjanjian semasa kecil itu dengan Randha.
'Enggak-enggak! Mungkin cuman namanya aja yang sama, bukan orangnya, nama boleh sama kan?' batin Asma menolak untuk percaya.
"Lo punya fotonya?" Tanya Asma menutupi kepanikan nya.
"Enggak ada, cuman foto kecilnya yang gue punya," ucap Viola.
"Yang ini bukan?" Tanya Asma sambil mengangkat ponselnya dan menunjukkan foto frofil Randha di Ig.
"Iya," ucap Viola sambil mengangguk semangat dan tersenyum bahagia ke arah Asma.
Pugh!
__ADS_1
Ponsel yang di pegang Asma, tiba-tiba luruh ke atas meja, Asma syok, dia harus pilih yang mana? Penantian panjang sepupunya atau masa depan sahabatnya?
"Asma?" Panggil Viola.
Asma mendongak dan menatap Viola dengan ekspresi bingung dan gelisah.
"Lo enggak papahkan?" Tanya Viola sambil menggenggam tangan Asma.
Asma menggeleng dan tersenyum manis.
"Lo kenal dia kan? Kalo gitu, bantu gue buat temuin dia, lo mau kan?" Tanya Viola sambil tersenyum berharap ke arah Asma.
'Mati gue! Kenapa kayak gini sih masalahnya, gue harus jawab apa dong? Kalo gue jawab Iya, sama aja kalo gue ngehianatin sahabat gue sendiri, kalo gue jawab enggak, pasti Via nanya kenapa? Aduh mumet-mumet nih otak!' umpat Asma membatin sambil memperdalam bibirnya.
"Gimana? Maukan?" Tanya Viola.
"A-a-ha ... Hahaha, gue kayaknya enggak bisa deh besok, kan gue sekolah," ucal Asma gugup dan tertawa hambar.
"Ah hem (sambil menjentikkan jarinya dan menunjuk Viola dengan tersenyum manis) gue .... Besok ada kumpul sama ..... Sahabat-sahabat gue, iya, he em kumpul, hehehe," ucap Asma garing.
"Yaudah kalo gitu, lain waktu aja deh, toh gue masih lama juga di sini," ucap Viola sambil tersenyum ke arah Asma.
Asma bernafas legah dan tersenyum balik ke arah Viola, diam-diam mengusap dadanya.
"Oh iya, lo punya nomer dia?" Tanya Viola sambil menatap Asma.
"Ha?!" Tanya Asma kaget, dengan cepat Asma merubah mimik wajahnya kerena melihat wajah Viola yang bingung.
"Gue enggak punya hehehe, oh iya gue masuk ke dalam dulu yah, ngantuk, lo ... Jangan lupa kunci pintu balkon yah, jangan lupa juga .... Masuk, soalnya di sini dingin," ucap Asma panjang lebar sesekali menghalangi Viola untung berucap, dia pun berlari menuju kasurnya.
"Asma!" Teriak Viola sambil mengerutkan keningnya.
"Tuh anak kenapa sih? Enggak biasanya, diabetes kali yah?" Ucap Viola sambil bergeleng tersenyum manis.
****
{Chat Room On}
Anda telah membuat grup ini
Anda telah menambahkan Anak kinkong 1(Nita ngiik)๐ฆ dan Anak kingkong 4(Elicia ngook)๐ฆ
Anak kingkong 4๐ฆ(Elicia ngook) : Ini grup paan B*tch? Kan grup sebelah masih adem, napa buat lagi? Jadi in gue amin, Rhyrhy bloom masuk tuh๐
Anda : Diem dulu mapasih! Gue mau ngomong!๐
Anak Kingkong 4๐ฆ (Elicia Ngook) : Serius amat? Apaan emang?
Anda : Si Nita mana? Kurang lengkap kalo dia kagak nongol.
Anak Kingkong 4๐ฆ (Elicia Ngook) : udah mati kali.
Anda : Jidat lo El๐ค
Anak Kingkong 1๐ฆ (Nita Ngiik) : Gue sunat lo yah @Anak Kingkong 4๐ฆ (Elicia Ngook)!!!๐
Anak Kingkong 4๐ฆ (Elicia Ngook) : kalem mak kalem๐ญ
Anda : Nit, lo udah cerita sama Elicia?
Anak Kingkong 1๐ฆ (Nita Ngiik) : Udah, gue jelasin ampe tangan gue pegel ngetiknya.
{Anak kinkong 1๐ฆ (Nita Ngiik) mengirim sebuah foto}
Anda : Si anying! Itu vn suara anjirt๐ salfok ama wlpprny ๐คฃ tuh mata kayak mata si beruang Tedy๐ฅ
__ADS_1
Anak Kingkong 1๐ฆ (Nita Ngiik): mulut gue komat kamit sumpah๐คฃ jangan belisik๐
Anak Kingkong 4๐ฆ (Elicia Ngook) : gue dah sunnat Njirt๐
Anak Kingkong 1๐ฆ (Nita Ngiik) : ๐คฃ
Anak Kingkong 4๐ฆ (Elicia Ngook) : ape lo yang mau omongin As?
Anda : Viola si Via kecilnya Randha!!!
Anak Kingkong 1๐ฆ (Nita Ngiik) : nah piling gue bener kan ngab? Lo sih As, kagak mau percaya ama gue.
Anda : gue juga syook Nit๐
Anak Kingkong 4๐ฆ (Elicia Ngook) : terus, rencana klean apa?
Anda : besok gue kasi tau.
Anak Kingkong 1๐ฆ (Nita Ngiik) : gue juga punya ide.
Anak Kingkong 4๐ฆ (Elicia Ngook) : Menurut gue, kalo memang si Randha udah tulus banget sama Rhyrhy, kita enggak usah ngelakuin sesuatu, toh Randha juga udah tunangan sama Rhyrhy. Dan si Viola, kita jelasin sama dia, terutama lo As, lo jelasin secara sedikit ama sepupu lo, atau enggak, kita diskusiin sama Rhyrhy aja besok, gue enggak mau ada rahasia di antara kita.
Anda : Tapi El, gue takut kalo Rhyrhy dendam sama spp gue.
Anak Kingkong 4๐ฆ (Elicia Ngook) : yang namanya sahabat pasti saling ngertiin, kita jelasin baik" besok okeh.
Anak Kingkong 1๐ฆ (Nita Ngiik) : 2in
Anda : oke, see you๐๏ธ
[Chat room off]
"Heeeeh! Puyeng gua!" Celetuk Asma sambil memijat pelipisnya.
****
Tepat jam 6:21, Elicia sudah standby di kelasnya sambil menunggu ke tiga sahabatnya, selang beberapa menit, yang ditunggu-tunggu pun datang.
"Halo bestai!" Teriak Rhyrhy sambil berlari kecil ke arah Elicia.
Elicia hanya tersenyum menanggapi Rhyrhy dan melihat Asma dan Nita yang sedang berjalan santai di belakang.
"Udah siap?" Tanya Elicia sambil berdiri dan memasukkan kedua tangannya di saku jaket kulit hitam nya.
"Siap apaan El?" Tanya Rhyrhy bingung sambil menatap sahabatnya silih berganti.
"Duduk," ucap Elicia memyuruh Rhyrhy untuk duduk di bangkunya.
Rhyrhy hanya mengikuti kemauan Elicia, Rhyrhy mengerutkan keningnya sambil menaruh tas ransel Miky mouse nya di mejanya.
"Ada apa sih? Kok gue kerasa terintimidasi gini yah?" Tanya Rhyrhy sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Elicia, Nita dan Asma, segera duduk mengelilingi Rhyrhy, Elicia, duduk di depan Rhyrhy,, Asma duduk di samping kiri Rhyrhy, sedangkan Nita, menarik sembarangan kursi dan duduk di samping meja kanan Rhyrhy.
"Ini kenapa sih? Serius amat kayaknya, gue kayak lagi di interogasi tau enggak?" Ucap Rhyrhy bertanya-tanya sambil cengengesan.
"Lo tau Viola?" Tanya Elicia, to the point sambil menatap lekat manik mata Rhyrhy.
Rhyrhy, yang mendengar ucapan Elicia, dia langsung mengalihkan pandangannya ke arah sang sumber suara.
"Iya tau, yang kemarinkan? Sepupunya Asma? Emang kenapa?" Tanya Rhyrhy menjawab pertanyaan Elicia.
"Dia ...... Via," ucap Nita sambil menggigit bibir dalamnya.
"Temen kecilnya Randha," lanjut Asma sambil menghelai napas kasar.
Rhyrhy langsung merubah mimik wajahnya yang sulit di tebak oleh ketiganya. Rhyrhy tersenyum kecut sambil menatap Asma, berlanjut ke Elicia dan ke Nita.
__ADS_1
To be Continue