Cewek Songong Vs Kakel Tampan

Cewek Songong Vs Kakel Tampan
Cewek Songong Vs Kakel Tampan


__ADS_3

"Ikut seneng Rhy," ucap Elicia dan ikut nimbrung memeluk Rhyrhy.


"Makasih ya guys ini juga berkat kalian makanya gue berani in diri untuk ngejar Randha," ucap Rhyrhy sambil tersenyum


"Jadi terhurai gue, hiks," ucap Nita.


"Terharu goblok bukan terhurai," ucap Tedy sambil mendorong kepala Nita ke depan.


"Apaan si lo? main dorong-dorong aja, apa masalahnya sama lo ha?!" bentak Nita sambil menatap tajam ke arah Tedy.


Pletak!


Satu jitakan mendarat di kepala Tedy dan satu gigitan di lengannya, siapa lagi kalo bukan ulah Nita.


"Pleh pleh asin pleh, kulit lo kenapa asin banget abis nyebur di kolam garam lo ya? asin banget pleh," ucap Nita sambil mnghentakkan ke dua bibirnya dengan lidahnya.


"He lo kira gue makanan apa?! main gigit-gigit aja?! sakit goblok, bener-bener kagak ada otak!" celetuk Tedy sambil mengusap-usap lengannya dan kepalanya yang sakit akibat Nita.


"Siapa suruh dorong kepala gue! lo mau gantiin kepala gue kalo copot tadi ha?!" tanya Nita sambil membulatkan matanya menatap Tedy.


"Gue colok mata lo baru tau rasa lo!" Geram Tedy sambil memutar bola matanya malas.


"Aduh udah kali ni bocah dua ya, setiap kali ketemu pasti bawaannya bertengkar mulu ..., bener-beber bikin gue puyeng, jodoh baru tau rasa lo!" geram Asma sambil melipatkan tangan di dadanya.


"Aelah mbak rempong main ikut campur ajah," ucap Dito sambil menatap Asma.


"Kenapa kalo gue ikut campur? lo cemburu?!" teriak Asma di depan muka Dito.


"Idih amit-amit gue cemburu sama lo! geprek! blee" ucap Dito sambil memajukan wajahnya ke wajah Asma dan mengeluarkan lidahnya mengejek Asma.


"Dasar Ayam! enggak usah sok kegantengan muka ayam gitu di bangga-banggakan, hello sadar mas sadar!" sinis Asma sambil menaikkan sebelah bibirnya.


"Adeh Asma, Dito, lo berdua bukannya kasi saran je Nita sama Tedy biar enggak bertengkar malah lo yang bertengkar kayak gini! pusing gue liat lo berempat, lama-lama gue cemplungin kalian!" grutu Elicia sambil mengelengkan kepalnya melihat tingkah ke dua sahabatnya dan sahabat pacrnya.


"Nah contohin ni, pacar gue dia ngasih solusi ke kalian berempat bukanya malah ikut berantem ya enggak Pacar?" tanya Dirga sambil menarik Elicia ke pelukannya dan mengusap rambut Elicia.

__ADS_1


"Terbaik," jawab Elicia sambil mengacungkan jempolnya, ala bo-bobboy.


"Hoek, kagak usah romantis-romantisan deh di depan kami," ucap Nita sambil memperagakan gaya muntah.


"Iri? bilang monyet," ucap Elicia dan Dirga bersamaan.


"Bener-bener dua bucin lucnut!" celetuk Dito sambil merangkul Asma karena ia kira itu Tedy karena memang Asma ada di depan Tedy.


"Bener kata lo Yam," ucap Asma membenarkan ucapan Dito karena dia juga tidak sadar dengan rangkulan Dito melainkan dia fokus dengan dua mahkluk di depannya yang sedang bucin.


"Elicia!" panggil Dirga sambil menunduk ke arah Elicia.


"Apa pacar?" tanya Elicia.


"Jangan hiraukan perkataan mahkluk goib yang ada di dekat kita, karena dunia ini hanya milik kita berdua," ucap Dirga mengembangkan senyummnya dan di sambut anggukan oleh Elicia, Elicia langsung memeluk Dirga erat begitupun sebaliknya.


'Akhirnya, si pacar bisa gombal, ah a ..., bikin hati gue berbunga-bunga aja,' batin Elicia sambil senyum-senyum dalam dekapan Dirga.


"Aelah sok-soan bilang dunia ini milik kita berdua, terus kita tinggal di mana monyet," celetuk Tedy memutar bola matanya malas dan mendapat tatapan tajam oleh Dirga dan membuat Tedy keausahan menelan salivianya.


"Lo juga yang salah pe a siapa suruh lo langsung nyolot, jadi cowok kok bawel banget, kenapa enggak sekalian jadi ibu-ibu rempong aja," ucap Nita


"Lo---" belum sempat Tedy melanjutkan kata-katanya bel sekolah sudah berbunyi menunjukan jam pelajaran ke-dua akan di mulai.


"Yaudah kita ke kels dulan yah pacar bay, umuach" ucap Elicia sambil mendaratkan ciuman singkat di pipi Dirga dan berhasil mebuat Dirga melayang.


***


Kantor Lino.


Ainun sedang duduk dan membereskan semua kertas-kertas yang berantakan di mejanya karena sudah waktunya jam makan, tapi tiba-tiba Lino langsung menarik tangan mungil Ainun membuat Ainun kaget dengan kelakuan bosnya itu.


"Kenapa Pak? apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Ainun sambil menarik kembali tangannya.


"Ikut saya dan jangan banyak tanya," ucap Lino dingin dan di jawab anggukan oleh Ainun.

__ADS_1


Mereka keluar bersamaan dari ruang kerja Lino karena memang meja Ainun berada tepat di dalam ruang kerja Lino kan dia asistennya Lino.


Semua mata tertuju pada Ainun karena Lino jarang sekali keluar dengan asisten atau sekertarisnya kalo dia perempuan tapi kalo dia laki-laki selalu ikut. Herannya lagi baru kali ini asisten Lino seorang perempuan karena dulu-dulunya semuanya laki-laki mereka keluar satu persatu karena masalh pribadi makanya Lino selalu dengan senang hati mengeluarkan mereka. Ada salah satu pegawai kantor yang suka kepada Lino sebut saja namanya Iren dan ia ingin sekali menjadi asisten pribadinya Lino tapi ia selalu gagal karena sifat tegas dan dinginnya Lino. Ketika ia melihat Ainun berjalan berdampingan dengan Lino ia langsung menatap sinis Ainun dan membisikkan sesuatu ke temannya, Ainun yang sadar dengan tatapan Iren langsung menundukkan kepalany ke arah lantai sambil mengikuti langkah kaki Lino.


Setelah sampai di parkiran Lino langsung mebukakan pintu depan untuk Ainun dan berhasil membuat Ainun tercengan karena tingkah aneh dari atasannya itu.


"Te-terima kasih Pak," ucap Ainun dan tampa basa-basi lagi ia langsung masuk ke dalam mobil setela menutup pintu Lino memutari bagian depan mobilnya dan masuk ke dalam mobil ia langsung menstatar dan melajukan pelan mobilnya, karena memang ia tidak suka membawa sopir ketika bersama calon pacarnya tapi Ainun kan tidak tau kalo Lino suka sama dia.


***


Sesampainya di depan Cafe ternama dan memarkirkan mobilnya ia langsung turun dan membukakan pintu untuk Ainun layaknya kekasih.


"Terimakasih Pak," hanya Itu yang bisa Ainun ucapkan karena tadi dia sudah mendapat kan perkataan dari Lino dilarang bertanya.


Lino langsung menarik tangan Ainun pelan dan masuk ke dalam Cafe itu, mereka langsung duduk di meja Vip yang sedari tadi Lino pesan untuk makan bersama Ainun.


"Pak apakah saya sudah boleh bertanya?" tanya Ainun dan di balas tatapan dingin oleh Lino.


"Lo kan udah nanya," ucap Lino dingin.


"Kapan Pak?" tanya Ainun lagi.


"Pak apakah saya boleh bertanya? itukan pertanyaan bukan ungkapan," ucap Lino dingin.


'Astagah ini orang yah, andaikan dia bukan bos saya udah saya kantongin dia, astagfirullah sabar Nun sabar, mahkluk kayak gini harus di hadepin dengan kesabaran,' batin Ainun sambil mentap Lino kesal.


"Kenapa natap gue kayak gitu? mau ngelwan?" tanya Lino.


"Enggak Pak cuman saya terpesona aja melihat kegantengan bapak," cerocos Ainun dengan nada kesal biar atasannya itu tidak marah tapi berbeda dengan Lino ia kira itu ungkapan dari Ainun padahal cuman untuk penenang hati.


Lino langsung salah tingkah karena mendengar ucapan Ainun dan menggaruk tengkuak nya yang tidak gatal sambil sedikit-sedikit melirik Ainun yang melihat ke arah luar jendela.


Bersambung


Vote😄 Comen and like😚

__ADS_1


__ADS_2