Cewek Songong Vs Kakel Tampan

Cewek Songong Vs Kakel Tampan
Cewek Songong Vs Kakel Tampan


__ADS_3

"Papa!" Teriak sila dan berlari menuju kamarnya.


"Ada apa si Ma? Kok teriak-teriak gitu?" Tanya Radit.


"Pa, calon besan ngajak kita makan malam katanya pengen ngenalin Asma sama calon mantu kita," ucap Sila semangat.


"Beneran Ma? Kapan?" Tanya Radit senang.


"Besok malam kalo jam stengah tujuh katanya Pa," jawab Sila.


"Yaudah kita ke kamar Asma, siapa tau belum tidur, kita suruh besok dia cepat pulang kalo dari sekolah, nah besok kita bawa dia ke salon biar nanti kalo udah ketemu calbes, dia enggak malu-maluin," lanjut Sila semangat.


"Terserah Mama deh, yang penting enggak aneh-aneh," ucap Radit.


***


Kamar Asma.


Di dalam kamar Asma sudah ada Tini adik kedua Asma, sedang mengerjakan tugas Mate-matika nya di ajar oleh Asma karena ia masih kelas dua SMP.


Tok! Tok! Tok!


Terdengar suara pintu di ketok, Asma langsung berjalan membukanya.


"Belum tidur sayang?" Tanya Sila lembut.


"Belum Ma, ini lagi ngajarin Tini, emang kenapa Ma?" Tanya balik Asma.


"Enggak, cuman mau bilang besok usahain pulang cepat yah, Mami sama Papi mau bawa kamu ke suatu tempat," jawab Sila.


"Emang mau ke mana Ma? Tini sama Tani ikutkan Mi?" Tanya Asma.


"Ikut dong sayang, usahain besok yah, pulang cepet," jawab Sila.


"Mmm, iya aku usahain deh Ma," ucap Asma.


"Yaudah setelah selesai kamu ngajarin adik kamu, kamu tidur yah, Tini mau tidur di kamar kamu lagi atau di kamarnya?" Tanya Sila.


"Tini mau tidur di dekatnya kak Asma Ma!" Teriak Tini.


"Yaudah good night anak-anak nya Mama," ucap Sila dan berlalu meninggalkan Asma dan Tini.


***


Seperti pagi biasanya sesudah sarapan Asma langsung menaiki mobilnya menuju sekolah. Selang beberapa menit ia sudah sampai di parkiran bersamaan dengan Elicia.


"Tumben telat El?" Tanya Asma.


"Lambat bangun hehehe," jawab Elicia cengengesan.


"Yaudah ke kelas yuk," ajak Asma.


"Lo duluan aja, gue mau ketemu ama seseorang dulu di taman," jawab Elicia.


"Yaudah gue duluan yah," ucap Asma dan berlalu meninggalkan Elicia.


Elicia langsung berjalan menuju taman untuk menemui orang itu.


***


Sesampainya di taman Elicia langsung duduk di sebelah orang itu.


"Lama banget lo," ucap Dirga.


"Bawel lo," cetus Elicia.


"Cerita sekarang, kenapa kemarin lo bertengkar sama Tisa," ucap Dirga.


Elicia langsung menceritakan semuanya tanpa melewatkan satu kejadian pun.


"Ternyata gara-gara gue?" Tanya Dirga.


"Mmm," dehem Elicia.


"El?" Tanya Dirga.


"Apaan?" Ucap Elicia melihat Dirga.


"Jadi pacar saya Elicia Awinda Herman!" Ucap Dirga dengan senyuman yang memabukkan para kaum hawa.


"A-apa? Lo nembak gue?" Tanya Elicia.


"Jadi pacar gue Elicia, gue nggak minta jawaban lo, karena ini adalah pernyataan bukan pertanyaan," ucap Dirga ketus.


Jantung Elicia berdetak kencang, wajhnya memerah hingga ke telinga, Elicia bingung harus jawab apa, karena dia juga tidak tau perasaan apa yang ia rasakan saat bersama Dirga, tapi yang pasti dia nyaman didekat Dirga.


"Gu-gue ..., emm ...," ucap Elicia sambel memandang Dirga begitupun sebaliknya.


"Apa?" Tanya Dirga.


Cup


Satu ciuman singkat mendarat lembut di bibir Dirga, setelah Mengecup bibir Dirga Elicia langsung lari dan berteriak.


"Gue mau jadi pacar lo Cumkring!" Teriak Elicia langsung lari terbirit-birit.


"Ck, dasar buntal," ucap Dirga.


***


Kelas Elicia.


"Lalala ..., hemm ...," nyanyian Elicia.


"Ngapa lo nyet seneng banget kayaknya?" Tanya Nita.


"Gue enggak jomblo lagi," ucap Elicia sambil memeluk Rhyrhy.


"What? Beneran? Siapa juga yang mau sama lo?" Tanya Asma.


"Cumkring," jawab Elicia sabil senyum-senyum.


"Dia dia menyukaiku ..., menyukaiku, damda balik lagi ...," senandung Elicia.

__ADS_1


"Gila ni anak, udah kesambet mbak kunti ini," ucap Nita bergidik ngeri.


"Bodoamat, blee," ucap Elicia.


***


Jam pelajaran pertama pun tiba


"Anak-anak hari ini ada rapat dadakan jadi semua murid di pulangkan cepat, jadi kalian bisa pulang sekarang, sekian terimakasih," ucap guru


Guru pun berlalu meninggalkan kelas.


"Oiya gue pulang duluan yah, Mama gue nyuruh cepet balik," ucap Asma.


"Tumben?" Tnya Elicia, Nita dan Rhyrhy.


"Tau, katanya ada kejutan," jawab Asma.


"Makan-makan?" Tanya Rhyrhy semangat.


"Bukan conge, tau ah gue duluan bay," ucap Asma hendak berdiri.


"Et, tapi El, siapa yang dadakan jadi cowok lo?" Tanya Asma sambil menatap Elicia, pandangan Rhyrhy dan Nita langsung ke Elicia.


"Kakel Tampan Cumkring," jawab Elicia seneng.


"Oh ..., What! Dirga?!" Teriak Asma, Nita dan Rhyrhy kompak.


"Gue enggak budek kampr*t," celetuk Elicia


"Beneran Dirga?" Tanya Nita memastikan ucapan Elicia.


"Ho oh, dia tadi nembak gue," ucap Elicia.


"Cinta lo?" Tanya Asma.


"Tau, tapi gue nyaman, kalo gue kagak cinta, yah gue usahain, gue capek jomblo mulu," ucap Elicia.


"Yes, besok shoping!" Teriak Rhyrhy dan Nita sambil lompat-lompat.


"Serah deh," ucap Elicia memutar bola matanya malas.


"Widih, horang khaya, hahaha," ucap Asma tertawa renyah.


"Jangan diragukan, anak Herman ni bos, hahak," ucap Elicia di iringi tawa.


"Sultan kali El," ucap Nita di sela ketawanya.


"Enak aja nama bokap gue bujan sultan tapi Herman," ucap Elicia.


"Iya iya iya," ucap Nita.


"Yaudah gue duluan yah, bay," ucap Asma berlalu meningalkan kelasnya.


"Bay" jawab mereka serentak.


***


"Samlekom, aku pulang!" teriak Asma.


"Eh sayang, tumben pulangnya cepet?" Tanya Sila.


"Rapat," ucap Asma singkat.


"Mmm, yaudah sana mandi terus ganti baju kamu," ucap Sila.


"Mau ke mana emangnya Ma?" Tanya Asma.


"Udah sana jangan banyak nanaya, Mami tunggu di sini enggak pake lama," ucap Sila sambil mendoromg putrinya pelan.


"Tini sama Tani kan belum datang Ma?" Tanya Asma.


"Nanti malam sayang baru mereka ikut, udah sana, cepetan," ucap Sila.


Asma pun mengikuti perintah Mama nya. Setelah selesai Asma pun turun menghampiri Mama nya.


"Udah?" Tanya Sila.


"Ya," singkat Asma.


Merekapun mengendarai mobil khusus keluarga ditemani supir peribadi Sila.


***


Setelah sampai di depan Mal mewah, mereka langsung turun dan berjalan masuk ke dalam.


"Ngapain ke sini Ma?" Tanya Asma.


"Diam, nggak usah protes deh," ucap Sila.


Asma pun diam hanya sambil Mamanya. Sesampainya di butik dalam Mal, Sila langsung mencari baju untuk Asma, seketika matanya melihat sebuah dress panjang berwarna merah maroon dengan belahan di sampingnya.


"Cantik kan As?" Tanya Sila sambil mencicokkan di tubuh Asma.


"Hemm," ucap Asma malas.


"Yaudah kita ke toko higls yuk," ucap Sila sesudah membayar dress tadi.


Asma hanya mengikuti Mamanya.


Lagi-lagi indra nya tertuju dengan higls berwarna hitam senada dengan dress yang tadi. Tanpa bertanya lagi ke Asma ia langsung gesek kartu di kasir.


"Udah kan?" Tanya Asma.


"Belum, kita ke toko tas," ucap Sila sambil menggandeng tangan putrinya, Asma hanya ngikut aja.


Lagi-lagi indra sila tertuju ke tas berwarna hitam dan sedikit campuran warna merah maroon. Dia langsung mengambil dan gesek kartu lagi.


"Udah?" Tanya Asma lagi.


"Udah, tapi kita ke salon dulu yah," jawab Sila


"Serah Mama deh, aku ngikut aja," ucap Asma pasrah.

__ADS_1


Mereka berdua pun langsung menuju ke salon langganan Sila tempatnya juga di dalam Mal itu.


"Halo Sis, ketemu lagi kita, dandanin anak gue yah Mir," ucap Erni ketika masuk ke salon.


"Ulalah, serahin semua ke ekeh, terima beres pokoknya sayang," ucap Miranda, dia adalah pemilik salon dia bukan perempuan tapi waria.


"Hoke deh, secantik mungkin yah," ucap Sila lagi.


"Tenang aja deh ih, jangan ragukan Sis Miranda," ucap Miranda dengan gaya lunglai, emang karet lunglai wkwkwkw.


"Ayok cantik duduk di sini, ekeh bakalan dandanin kamu secantik princes," ucapnya kepada Asma.


"Kok aku?" Tanya Asma ke Mamanya.


"Udah nurut aja As," jawab Sila.


Asma malas debat jadi langsung ngikut aja dan duduk di kursi yang sudah di sediakan Miranda. Miranda pun memulai aksinya, sesekali Asma bersin-bersin gara-gara bedak yang di poleskan ke wajahnya, selang memakan waktu beberapa jam akhirnya selesai, sekarang giliran rambut Asma yang di model, tepat jam lima lewat lima puluh enam baru selesai.


"Selesai ..., tara ...," ucap Miranda sambil membalikkan kursi yang di duduki Asma ke arah Sila.


"Oh My good, cantik banget ..., thangks yah Mir, kamu debest banget deh," ucap Sila


"Anak kamu yang cantik, gue mah cuman poles sana sini," ucap Miranda.


"Ah bisa aja kamu," ucap Sila sambil tersenyum dan memberikan kartu kredit ke asisten Miranda.


"Nih bajunya sama higls nya toling bantuin yah Mir, abis gue pusing kalo soal ginian," ucap Sila.


"Okedeh, ayok cantik kita ke kamar ganti," ajak Miranda sambil menggandeng lengan Asma di ikuti asisten Miranda.


Selang beberapa saat Asma pun keluar dengan dress yang di beli tadi di lengkapi dengan higls warna hitam. Cantik dan menawan? Yap itulah Asma yang sekarang.


"Bisa jalan kan zeyeng?" Tanya Miranda ke Asma.


"Bisa," jawab Asma singkat.


"Bisa Mir, karena dulu waktu SMP dia sempat di ambil jadi model," ucap Sila.


Miranda hanya ber"oh"ria saja menangapi jawaban Sila.


"Yaudah gue duluan yah Mir, bay" ucap Sila dan di balas oleh Miranda.


Skip ajalah.


Di mobil.


"Kita mau ke mana si Ma?" Tanya Asma ketus.


"Mau ketemu calon tunangan kamu sayang," jawab Sila semangat.


"What?! Mama kok enggak tanya aku dulu si? Terus Papa, Tini sama Tina gimana kalo mereka nyariin kita Ma?" Tanya Asma karena ia belum siap bertemu dengan calonnya.


"Udah sampai duluan mereka dari tadi malahan," ucap Sila santai.


'Mampus gue, gue kan belum siap buat ketemu tu cowok, kalo ganteng si gue mau-mau aja, tapi kalo enggak gimana? Kan gue juga yang rugi,' batin gelisah.


***


Setelah sampai di depan restoran ternama mereka langsung turun dari mobil dan di sambut oleh Papa dan adik-adiknya.


"Anak papa cantik banget deh," puji Radit menatap putrinya kagum.


"Cie ..., yang mau tunangan," ejek Tina dan mendapat tatapan tajam oleh Asma.


"Yaudah yuk masuk, mereka udah ada di dalam," ucap Radit sambil melangkah.


"Pa, Ma, tunggu dulu," cegah Asma.


"Ada apa?" Tanya Sila.


"Ma, Pa, Asma sebenarnya udah punya pacar," ucap Asma berbohong.


"So? Sayang, Mama sama Papa enggak pernah ngelarang kamu pacaran kok, yaudah kalo kamu memang punya pacar coba telpon, bilang dia harus datang gagalin pertunangan kamu, bisa?" Tantang Sila, karena ia tidak percaya tentang ucapan Asma.


"Tapi Ma---" ucapan Asma terpotong karena Sila.


"Enggak ada tapi-tapian, ayok masuk," ucap Sila.


Asma pun masuk dengan terpaksa.


"Halo jeng, apa kabar?" Sapa Sila ke Calon besannya.


"Baik jeng, ayok duduk, calonnya Asma lagi ke toilet sebentar, ini Asma kan, cantiknya calon mantu kita Pa," cerocos calon besannya.


Seketika Asma melihat Dito, seketika ide konyolnya pun terlintas. Tidak ada angin, ia langsung berdiri menuju Dito dan langsung mengaitkan tangannya ke lengan Dito.


"Apaan si lo?" Tanya Dito ketus.


"Bantu gue bro," ucap Asma sambil menarik paksa Dito.


Sesampainya di depan meja pesanan keluarga dan camernya ia langsung berkata.


"Maaf tante, Om, Asma udah punya pacar, ini pacar Asma namanya Dito, jadi Asma mau batalin pertunangan ini aja bisakan," cerocos Asma.


Terlihat di wajah mereka heran.


'Berhasil," batin Asma.


"Wah, emang jodoh enggak kemana yah, ternyata kalian udah pacaran, bagus dong," ucap bunda Dito sambil berdiri dan berjalan ke arah Asma dan Dito.


"Ma-maksud tante ?" Tanya Asma bingung


"Dito itu anak tante, dia itu calon suami kamu," ucap bunda Dito.


Kaget? itu yang di rasakan Asma.


"Kenapa lo enggak bilang si bambang kalo lo yang mau di jodohin sama gue, kampret lo," umpat Asma berbisik ke Dito.


"Lo sendiri ngapain narik gue? Siapa yang salah coba? Lo juga langsung ngaku kita pacaran," ucap Dito santai.


'Buset nih orang bener-bener gila, otaknya mungkin udah miring sembilan puluh derajat,' umpat Asma membatin.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2