Cewek Songong Vs Kakel Tampan

Cewek Songong Vs Kakel Tampan
Cewek Songong Vs Kakel Tampan


__ADS_3

Setelah sampai di ruang tamu, Dirga langsung melepaskannya di sofa, tapi sialnya Tisa langsung terduduk di lantai karena pantatnya terpeleset.


"Sorry gue nggak sengaja," ucap Dirga dingin dan duduk di sofa di depan Tisa.


"Iya nggk papa kok, sh ...," ringis Tisa sambil berdiri dan duduk di sofa.


Tidak lama kemudian Momy Dirga turun dari lantai atas sambil membawa rantang yang di bawa Tisa.


"Enggak ngambek lagikan?" Tanya Momy Dirga lembut ke Tisa.


"Ah, aku nggak ngambek kok tan, cuman mau nyari udara segar aja di luar," elak Tisa sambil melihat Dirga dengan tatapan centilnya.


Momy Dirga hanya ber "oh" ria saja mendengar tuturan Tisa.


"Yaudah ini rantangnya, makasih yah udah repot-repot buatin makanan sama kue," ucap Momy Dirga sambil mengulurkan rantang ke Tisa.


"Sama-sama Tan, oiyah kalo gitu aku pamit pulang yah Tan, soalnya ini udah mau larut malam," ucap Tisa sambil melirik Dirga.


"Oh iya, yaudah hati-hati yah," jawab Momy Dirga.


"Mmm, Dirga aku pamit pulang yah, mmm oiyah besok kamu ada acara nggk?" Tanya Tisa sambil melangkah ke depan Dirga yang sedang duduk.


"Ada," jawab Dirga dingin.


Seketika Momy Dirga langsung menyikut Dirga.


"Hemh ..., enggak ada," ucap Dirga sambil menghelai nafas kasar.


"Yaudah besok kan hari minggu, kita jalan-jalan mau nggk?" Tanya Tisa sambil memasang waja sok imutnya.


Dirga memandang Momynya dan di beri isyarat oleh Momynya untuk menerima tawaran Tisa.


"Oke!" Jawab Dirga sambil berdiri dan berlalu pergi dari hadapan Momynya dan Tisa.


Ada rasa muak saat Dirga berhadapan dengan ondel-ondel itu ups maksudnya Tisa.


Dirga langsung masuk ke kamarnya dan menghempaskan tubuh kekarnya di kasur king size nya.


Selang beberapa menit Momy nya dan Risma datang menyusul ke kamar Dirga.


"Mom, sekarang jelasin apa maksud Momy nyuruh Dirga ekting kayak tadi? gimana kalo Elicia tau, kan hubungan Dirga yang terancam Mom," ucap Dirga spontan.


"Kayaknya Momy deh yang butuh penjelasan lengkap dari kamu, siapa Elicia itu? Dan kapan kamu pacaran dengan dia? Kok Momy enggak di kasi tau?" Tanya Momy Dirga sambil menatap Dirga menunggu jawaban.


"Elicia pacar aku Mom, baru mau lima hari aku pacaran sama dia, tapi aku kenal sama dia sejak pindah ke sekolah baru yang sekarang, dan cuman butuh dua hari aku mengenal sifatnya, hemm ..., dia cantik, mukanya kayak ikan buntal, dan yang peling penting yah Mom, dia pemakan lumba-lumba," ucap Dirga sambil membayangkan muka chuby Elicia.

__ADS_1


"Kayak Ikan buntal? Pemakan lumba-lumba?" Tanya Momy Dirga sambil tertawa kecil.


"Kalo enggak percaya nanti liat aja, besok aku bawa ke sini, tapi insyaallah cocok jadi menantu Momy," ucap Dirga bersungguh-sungguh. "Yakan Yul?" tanya Dirga ke Risma.


"Iyah Aunti cantik, bener kata Abang gagak, kakak Cantik tuh cantiknya kayak Aunti Cantik," celoteh Risma membetulkan ucapan Dirga.


"Ck, kenapa nggk sekalian Bang gagak Cantik?!" Geram Dirga memutar bola matanya malas melihat Risma.


"Iya Bang gagak Cantik hehehe," ledek Risma sambil terkekeh dan bersembunyi di belakang Momy Dirga.


Dirga langsung menangkap Risma dan menggelitikinya sampai tertawa terbahak-bahak.


"Hmm, kamu bilang apa tadi? Coba ulang," ucap Dirga sambil mengelitiki Risma.


"Ampun Bang gagak ganteng hahaha," ucap Risma di sela-sela ketawanya.


"Dirga udah, jangan di gelitikin adik kamu, kamu enggak kesian sama Risma," ucap Momy Dirga sambil menggelengkan kepalanya pelan.


Dirga langsung memberhentikan aksinya dan Risma langsung berlari keluar menunu kamarnya sambil berkata.


"Abang gagak cantik enggak ganteng ble," ucap Risma dan langsung berlari terbirit-birit menuju kamarnya.


"Tuyul!" Teriak Dirga.


"Yasudah kamu tidur, besok ingat yah," ucap Momy Dirga dan langsung berlalu dari hadapan Dirga.


***


Tidak terasa pagi pun tiba sekarang jam masih menunjukkan jam setengah enam pagi, tapi anehnya Elicia malah teriak-teriak di pagi hari.


"Mami! Kak Cerline!" Teriak Elicia dari dalam kamarnya dan membuat se isi rumah gentar.


"Ada apa sih teriak-teriak? Kamu kira ini itu hutan ha?! Hadeh anak ini!" Gerutu Erni sambil menuju kamar Elicia di ikuti dengan Cerline.


Sesampainya di dalam kamar Elicia, Erni dan Cerline langsung kaget bukan main melihat anak dan adiknya seperti ondel-ondel.


"Bwahahahah, lo ngapain tot? Mak-up? Itu mak-up atau lukisan anak TK, astaga hahaha," ejek Lino yang baru saja datang entah dari mana.


"Huwa, Mami ..., kok muka Elicia kayak gambar anak tk kayak gini? Mami ajarain Elicia mak-up huwa ...," rengek Elicia.


"Astagah Elicia, kamu enggak tau cara Mak-up? Is cewek kok nggk tau dandan, malu dong," sindir Raina kelepasan sambil menutup mulutnya dengan tangannya.


Rina langsung menyenggolnya dengan sikut dan menatap tajam anaknya.


"Heh! Emang situ kira diri anda udah cantik apa?! Sadar diri neng sadar!" Geram Elicia menatap Raina dengan tatapan ingin menelannya seketika itu juga.

__ADS_1


"Ma-maaf saya tidak bermaksud menyinggung kamu," ucap Raina gugup dan pura-pura bersedih karena bentakan Elicia.


'Huh, untung lo anak om Herman dan adik dari calon suami gue, tunggu aja pembalasan gue Elicia, lo bakalan gue jadiin babu gue! Setelah harta om Herman jatuh ke tangan Mama gue!" Kelakar Raina dalam hati.


"Maaf! Maaf! Sana bantu Bi Surti, gue juga enggak manggil lo ke sini, kenapa lo sama Mama lo ke sini?" Tanya Elicia sambil memutar bola matanya malas.


"Aduh, Elicia sudah-sudah, Cerline dandanin Elicia yah, Mami mau ke dapur, nyiapin bekal buat Papi kalian, oh iya Raina kamu ke dapur yah sama Mama kamu," ucap Erni menyuruh Raina dan Rina.


Rina dan Raina langsung menuju dapur ketika sudah menjawab Erni dengan ucapan "Iya Nya,"


"Nah Lino, ngapain masih di sini?" Jelas Erni sambil bertanya ke Lino.


"Kan besok ada meeting di hotel Argenta Mami ku sayang, jadi hari ini Lino berangkat tapi agak sorean," jelas Lino sambil merangkul Erni.


"Berapa hari?" Tanya Erni.


"Kata Papi cuman dua malam satu hari, itupun kalo enggak ada praktek dadakan kayak dulu," jawab Lino jujur.


"Sama siapa ke sana? Kan Papi enggak mungkin ikut? Kan Papi juga menjalin bisnis dengan kantor Batara Neem," ujar Erni sambil mengerutkan keningnya.


"Yah sama asisten pribadi Lino lah Mi, kan dia sekarang jadi sekertaris Lino juga," ucap Lino pura-pura kesal.


"Maksud bamg Lino ..., Mbak Ainun?" Tanya Elicia menatap lekat abangnya untuk menunggu jawaban "ya" dari Lino.


"Ya iyalah, siapa lagi kalo bukan dia, kan lo juga yang nyuruh gue nerima dia sebagai asisten gue, dasar bontot!" Ucap Lino pura-pura kesal sambil mengacak rambut Elicia.


"Yes!" Teriak Elicia sambil melompat-lompat tidak jelas, dan membuat semua orang yang berada di situ, menatapnya heran dengan penuh pertanyaan.


"Napa lo Bontot? Lompat-lompat kayak katak gitu?" Tanya Lino menatap Elicia heran.


"Ah ... nggak papa babang Lino ku yang super-duper tampan dan ngeselin heheh," ucap Elicia cengengesan.


"Dasar aneh!" Ucap Lino bergidik ngeri.


"Ye biarin, yang penting cantik ble!" Ucap Elicia bangga sambil menaik turunkan alisnya.


"Aduh udah kali berantemnya, kalo kalian yang debat, mungkin tahun depan enggak bakalan selesai tau! Bang Lino mending ke kamar aja deh, Elicia kamu sekarang duduk di depan meja rias kamu, tunggu kakak di sana, kakak mau ambil alat mak-up dulu," ucap Cerlin dan berlalu pergi meninggalkan kamar Elicia sambil menarik lengan kekar milik Lino. Lino hanya pasrah menuruti kemauan Cerline, karena menurutnya ucapan Cerline ada benarnya juga.


"Yaudah Mami ke dapur yah, kamu tunggu kakak kamu, ingat jangan di gambar kayak kodok lagi tu muka, cara buat nya susah, Mami sama Papi kamu sampe-sampe ngeluarin keringat ngebuat kamu loh, jadi jangan macam-macam!" Ucap Erni sambil berlalu pergi menuju dapur.


Kini hanya Tinggal Elicia yang masih mencerna ucapan terakhir Maminya.


Bersambung.


Missyou💞

__ADS_1


__ADS_2