Chronicle : Chance

Chronicle : Chance
Pita merah muda


__ADS_3


Sinar mentari merasuki sisi-sisi ruang hanya ada suara adukan segelas susu yang membuat kedua mata Olea menyipit.


"Selamat pagi nona, sarapan sudah Huan siapkan" Huan tersenyum dan membuka tirai jendela dengan wajah ceria.


Olea masih terbaring untuk mengumpulkan seluruh kekuatannya agar terbangun.


"Kemana Fern? Apakah ia masih tertidur Huan?" Olea beranjak dari ranjang dan duduk dengan rambutnya yang acak-acakan, wajahnya sangat cantik alami tidak heran jika ia selalu terjaga hingga detik ini.


Huan memberikan segelas susu dan Olea meminumnya setengah dan kembali memberikannya kepada Huan untuk ditaruh kembali diatas nampan perak diatas meja sudut kamar.


"Tuan Fern dia sudah bersiap sejak tadi subuh untuk mandi dan membantuku memasak, nona hari ini kau akan kembali ke asrama" Huan berdiri di sisi ranjang dan membelai rambut Olea seraya merapihkan.


Kedua alis Olea yang terbentuk rapih serta hidung mancungnya yang alami membuat Huan begitu menyayangi Olea, "nona jagalah dirimu ketika berada di asrama jika terjadi lagi tolong pindah saja dari sana aku tidak ingin kau kenapa-kenapa lagi."


Huan membuka kedua telapak tangannya untuk membantu Olea turun dari ranjang. Tingkah manjanya yang membuat Huan harus seperti seorang ibu kedua inilah yang selalu berat untuk Huan lepaskan.


Bo Huan tersenyum dan mengantar Olea untuk mandi pagi ini kesehatan Olea memang sudah pulih tapi rasa empati Huan terhadap Olea tidak dapat lepas, "kemarilah airnya sudah hangat dan aku sudah mengganti essentials oilnya menjadi wewangian amber.


"Wewangian ini umumnya diekstrak dari damar atau getah pohon berkayu. Memiliki ciri khas aroma yang kuat dan cenderung manis, jenis ini juga memiliki tingkat viskositas tinggi. Karena berviskositas tinggi, kebanyakan minyak aroma ini memiliki aroma yang tahan lama" Huan menjelaskan sembaring menyiapkan keperluan Olea dan membuka dress Olea.


Bathtub yang berisi air busa sudah dimasuki Olea, "wangi sekali Huan."


Olea sangat suka dengan wewangian baru yang sudah Huan siapkan. Huan hanya mampu membantunya mandi dan berpura-pura tidak tahu ketika melihat banyak sekali tanda merah yang membekas di ruam-ruam leher dan seluruh punggung dan dada Olea.

__ADS_1


Olea yang malu akan tanda ini hanya mampu menutupinya dengan busa sabun dan berendam di bath tub.


"Huan apa kau dan Yoju setuju jika aku menjadi mate Fern?" Olea kembali menanyakan tentang mate kepada Huan.


Huan tahu bahwa kebahagiaannya bersama Fern sangat tipis tetapi ia tidak ingin merusaknya hanya ada garis singgung tersirat di dahi Huan yang mengerut.


"Ya nona, kau akan selalu bahagia bersama tuan Fern nona. Jangan khawatir kami akan selalu bahagia untukmu."


"Huan, aku awalnya tidak tahu bahwa aku sebenarnya seorang kaum Elf tetapi sekarang aku menerimanya sebagai kaum ini."


Huan menjentikkan lidahnya dan terlihat bibir simpulnya menyimpul hingga terlihat kedua lesung pipit disana.


"Nona, aku bahagia kau akan menjadi calon ratu suatu hari nanti dan kita akan kembali ke kerajaan semoga kau akan selalu bahagia seperti ini ya nona karena kerajaanmu sangatlah indah seperti dongeng kerajaan."


"Ya sangat indah bahkan kau tidak akan pernah ingin kembali ke sini."


Huan memberikan cairan shampoo ke rambut Olea secara menyeluruh membantunya untuk bershampoo, "dan juga kalung ini akan selalu menjagamu nona dan hanya kaum kita yang mampu melihat batu permata simbol kerajaan ini."


Olea tertawa kecil dan menahan rasa sakit sekujur tubuhnya.


"Huan, tolong pakaikan aku dress berwarna pink nude hari ini dan renda pita yang sejajar berwarna sama."


"Apa kau sedang berbunga-bunga? Dress yang sering kau pakai selalu berwarna shabby dan tumben ingin memakai warna pink."


"Ah Huan kau sedang menggodaku!"

__ADS_1


"Tidak aku tidak menggodamu nona mungkin sepertinya nonaku ini sedang kasmaran, haha."


"Ah apasih Huan."


Waktu 30 menit berlalu, Huan merapihkan Olea dengan pita berwarna pink renda yang ingin sekali ia pakai, rambutnya yang panjang pun dibuat bergelombang dengan bantuan capitan roll serta hair dryer.


"Kau sangat cantik nona bahkan tuan Fern akan semakin mencintaimu."


"Huan apakah dress ini sangat cocok untukku? Aku akan melakukan pemotretan hari ini Huan dan kembali ke asrama."


"Nona, kumohon sekarang kau sudah memiliki tuan Fern kau tidak akan terluka jadi jika kau memiliki masalah sebut saja namanya di dalam hatimu karena kau sudah menjadi mate tuan Fern."


Olea mengangguk dan tersenyum mendapati wajahnya bahagia merona untuk bertemu kekasihnya dilantai bawah.


"Fern akan menemaniku pemotretan Huan kau jangan khawatir."


Bo Huan memeluk Olea, "kau sudah seperti anakku dan jangan membuatku panik kembali oke? aku sangat menyayangimu seluruh orang sangat mencintaimu oke?"


Olea mengangguk dan memeluk Huan dengan ketulusan yang selalu menjadi sifatnya yang anggun.


Jari lentiknya yang putih kini menepuk pelan pundak Huan seraya menenangkan.


"Aku akan baik-baik saja bibiku sayang."


__ADS_1


__ADS_2