
Setelah Calla meninggalkannya di Aula istana kerajaan, Rad berjalan menuju kamar Kim yang letaknya di sebelah selatan Kastil Atlantia. Kakinya melewati lorong penuh dengan tanaman daun plum yang melingkari diatas lorong, hatinya selalu menyayangi adiknya tetapi rasa ambisi untuk menjadi seorang raja selalu mempengaruhi sisi Rad yang selalu menginginkan permusuhan terhadap Kim. Sebuah trik seorang kakak yang menyayangi adiknya membuat Rad selalu membenci Kim. Rasa sayang menjadi seorang kakak menjadi melekat setiap kali Kim selalu memberikan hak pelayanan istana dirinya kepada Rad.
Rad duduk di sebuah taman dekat dengan ruangan kamar Kim. Ia teringat akan ibunya Raner Gazer. Seandainya, Raner masih ada mungkin saja ia yang akan menjadi Ratu di Kerajaan Atlantia. Rasa penasarannya hingga detik ini selalu bertumpu kepada Calla yang selalu saja tidak menyukai ibunya Raner hingga Raner dinyatakan meninggal oleh para ahli penyembuh kerajaan.
Elf pada dasarnya adalah makhluk dengan roh yang abadi, yang tidak lekang dimakan usia; namun bukan berarti tubuh mereka tidak bisa mati. Walaupun roh mereka abadi, tetapi tubuh mereka mengalami proses penuaan, tetapi dengan sangat lambat, setara dengan ribuan tahun umur manusia. Tubuh mereka juga dapat mati/hancur karena penyakit, peperangan, dibunuh, dan sebab-sebab tak alami lainnya.
Jika seorang Elf meninggal, maka rohnya akan dikumpulkan bersama kaumnya di Rumah Mandos, sang Valor Kematian, di Valinor; berbeda dengan ras manusia di Dunia Tengah yang tidak diketahui nasibnya setelah meninggal. Setelah beberapa waktu, jasad mereka akan dikembalikan dan mereka dapat tinggal di Valinor, tetapi mereka tidak akan pernah dapat pergi ke Dunia Tengah lagi.
__ADS_1
Rad kembali membayangi wajah ibunya, sebuah air mata terjatuh dari kedua mata yang selalu ceria. Calla selalu saja memperlakukan Rad secara tidak adil bahkan Kim selalu mengalah jika Calla selalu memberikannya banyak pelayanan emas. Sebuah pelayanan untuk putra mahkota yang akan menjadi raja di Atlantia.
Rad kembali menegakkan tubuh dan berjalan kembali ke ruangan kamar Kim dengan membawa lima petikan bunga mawar berwarna putih di taman kerajaan. Kedua iris matanya berlabuh ketika melihat tubuh adik tirinya tertidur diatas ranjang kerajaan dengan terbujur lemah, "maafkan aku Kim. Maafkan aku, aku membawamu bunga agar kau bisa menghirup kehidupan kembali. Dia akan datang kau tunggulah sebentar lagi."
Rad berdiri di sisi ranjang kerajaan dan berjalan di sofa sudut kamar. Tubuhnya terjatuh di atas sofa dengan rasa khawatir. Tengah malam ini Shae harus berhasil membawa Olea ke Valinor. Pikiran Rad tertuju kepada Kim yang melihat adiknya masih tertidur lemah diatas ranjang.
Rad mendengar suara Ancalagon dari perbatasan dengan suaranya yang dahsyat serta balasan suara sahutan Drakon Light Khalkikos yang saling membalas. Dahinya mengernyit dengan beberapa dimensi. Rad mempelajari ilmu sihir Grofendure dengan level 70 dengan kekuatan yang hampir sempurna. Bagi Elf sihir untuk para setengah Elf dan suku kaum No-Maj level 70 sudah hampir setingkat senior di academia magus.
"Crown portal, berarti benar ia akan datang ke Valinor."
__ADS_1
Rad berbalik dengan menatap tubuh adiknya Kim yang masih tertidur diatas ranjangnya dengan seprai dan tirai berwarna kuning emas. Kakinya melangkah ke arah lorong Kastil untuk kembali ke Kastil Ladheaven. Kastil miliknya setelah kepergian ibunya Raner Gazer.
Para pengawal memberikan penghormatan kepada Rad sepanjang lorong. Rad kembali memanggil Morth dengan suitan jarinya di halaman Atlantia.
Morth datang dari arah Selatan dengan kepakan sayapnya yang berwujud kelelawar. Kakinya mendarat tepat di hadapan Rad dengan menundukkan kepala, Jelas saja Rad langsung mengusap dahi Morth dengan rasa rindunya.
"Terimakasih Morth kita akan pulang ke Ladheaven."
Morth mengangguk dengan mengerti, Rad mengambil sabuk pelana yang sudah menempel di leher Morth. Kepakan sayapnya kembali terbang ke Kastil Ladheaven.
__ADS_1