Chronicle : Chance

Chronicle : Chance
Tingkat Master Magia


__ADS_3

Batu permata azenith adalah sebuah batu crystal sihir dunia magus level 100 tingkat master. Batuan permata yang hanya ada 1 di dunia dan potongannya diberikan kepada crown rainbow stone yang dijaga oleh Wern, permata azenith adalah sebuah batuan permata yang mampu mendengar seluruh suara hewan baik tingkat dunia bawah maupun dunia atas.



Crown rainbow stone adalah persatuan sihir antara seluruh element dunia magus.


Countess Elia mendapatkan berkat batu permata azenith setelah mempelajari sihir Grofendure. Countess Elia hampir tidak pernah mengeluarkan sihir permata azenith karena kekuatannya setingkat dengan Drakon Light Khalkikos.


Burung Sigmund adalah sejenis burung setengah elang berwarna biru dan mempunyai mata setajam elang berbentuk kecil dan mungil. Kekuatannya tidak sebanding dengan bentuk tubuhnya, kekuatan yang dimilikinya adalah hasil dari batu permata azenith yang dikuasai countess Elia dalam mempelajari ilmu sihir. Burung Sigmund adalah sejenis burung langka di dunia Valinor dan menjadi burung peliharaan kesayangan countess Elia sebagai Magizoo. Magizoo adalah sebutan untuk hewan peliharaan pemilik sihir stone element.



Countess Elia memberikan sinyal kepada Fern didunia manusia tetapi sayang sebuah kabar pesta topeng sudah menjadi acara malam ini.


Jentikan jari jemarinya terus dikembangkan untuk memberi kabar kepada Fern untuk menghindari pesta topeng.


Burung Sigmund kembali berbicara dengan countess Elia, "pergilah ke kastil Agraria dan aku akan memata-matai kembali Osiris. Aku akan memberikanmu kabar tentang putri Olea dan semoga anakmu selamat dari para Dark Elf malam ini."

__ADS_1


Countess Elia memakai mantel bulu tebal dan memakai kalung permata azenith. Pandangan mata nalarnya menghela nafas panjang, "akhirnya aku memakai kalung ini kembali setelah kepergianmu May dan semoga aku bisa menyelamatkan anakku dan anakmu dari Briar."


Burung Sigmund kembali memberikan sinyal mata biru, "pergilah ke crown portal rainbow dan bicaralah kepada Wern untuk menjaga tuan putri. Kalung itu ada di lehernya dan buatlah kekuatannya untuk melindungi dirinya jika terjadi masalah."


Countess Elia mengerti apa yang burung Sigmund katakan, "pergilah dan jagalah dirimu dari Briar."


Burung Sigmund mengangguk dan pergi melewati jendela rumah, terbang menuju dark land.


Countess Elia berjalan menuju kereta kuda dengan para pelayan yang menemani menuju kastil Agraria.


Perjalanan yang memakan waktu 2 jam menuju Ungoliant.


Wern turun dari tangga sinar Agraria dengan para pelayan light Elf.


Countess Elia menuruni kereta kuda dengan disambut oleh para light Elf lainnya.


"Salam Agraria."

__ADS_1


Wern membalas dengan senyuman, "salam Agraria."


Countess Elia memeluk Wern, "maafkan aku Wern, maafkan aku. Ini adalah kecerobohan ku sebagai ibu yang tidak mampu menahan Fern bersama tuan putri."


Countess Elia menunduk dan terlihat panik. Wern berupaya menenangkan dengan membantunya berjalan menuju perkumpulan para pemilik element sihir Agraria di meja Arcana.


"Jangan salahkan dirimu Elia, Vada akan memaafkanmu dan juga lindungilah Valinor saat ini, kami membutuhkanmu Elia."


Elia mengangguk dan menyatu dengan para pemilik element sihir di meja Arcana.



Percakapan di meja Arcana memakan waktu beberapa jam untuk membentuk sebuah kekuatan mengaktifkan kekuatan permata kalung yang dipakai Olea untuk perisai perlindungan diri dari para Dark Elf.


Wern menghela nafas panjang, "katup mate sudah terbuka. Mereka akan bertemu bahkan ruang jiwa mereka sudah membuka benang merah."


Countess Elia mendadak cemas memikirkan anaknya Fern, "apakah akan terjadi hal negatif terhadap anakku?"

__ADS_1


Wern kembali melihat wajah Countess Elia dengan beberapa para master sihir pemilik element stone, "kau harus melindungi Fern Elia atau anakmu akan menjadi santapan para Orc. Mereka akan bertemu dan saat ini pangeran Kim sedang memulai pulih, tuan putri Olea akan pulang ke Valinor maka pangeran Kim akan terbangun.



__ADS_2