Chronicle : Chance

Chronicle : Chance
Fern Vs King Tian


__ADS_3

King Tian mendengus dengan irama tertawa kecil, "hey paman! Sudahlah. Bukankah kau ingin mereka kembali pulang ke Agraria? Berikan syarat itu kepada Viscount Rax dan juga pria itu. Dia adalah," sebelum King Tian menyelesaikan pembicaraan Camello beranjak bangun dari ranjang tempat tidur miliknya. Ada perasaan tidak enak bercampur sedih yang King Tian rasakan.


"Aku tahu."


Camello menepuk pundak King Tian dan pergi meninggalkannya untuk menemui Viscount Rax. Beruntung Viscount Rax langsung dibawa di tempat Ruang Tahanan Raja bersama putranya Fern didalam sana.


Suara langkah kaki berjalan menuju Ruangan Tahanan Raja. Dari jauh indera pendengaran Camello merasakan getaran suara yang Viscount Rax katakan.


"Sudah kubilang! Jangan lakukan sumpah mate abadi! Kenapa kau sangat bodoh! Kau lihat keadaan mu saat ini antara hidup dan mati. Terlebih wabah seluruh Drakon sudah merajalela. Kau mau bertanggung jawab apa? Tuan Putri bukan jodohmu. Harusnya kau sadar diri Fern! Kau sangat bodoh. Kau sangat bodoh!" Teriak Viscount Rax dengan kesal di indera pendengaran Camello.


"Tidak ayah. Ini bukan salah kami. Ini salah takdir. Takdir nya memang begini! Salahkan kutukan itu. Olea memang jodohku dia hanya dia. Uhukkkk..uhukk.."


Camello terpejam dengan ocehan kecil disana.


"Orang-orang bodoh ini menyalahkan takdir. Luar biasa," ucap Camello dengan berjalan menuju Ruang Tahanan Raja.

__ADS_1


Suara ketukan pintu terdengar dengan pelan. Suara percakapan antara Viscount Rax dan Fern pun terhenti seketika. Camello bukan serigala bodoh dengan kekuatan kecil. Sudah banyak yang tahu jika kemampuannya begitu luar biasa mampu mengalahkan beberapa Raja yang mencoba jahat kepada Landramark.


"Boleh aku masuk? Viscount Rax. Sudah lama kita tidak bertemu," sambutan Camello membuat Viscount Rax kebingungan.


"Ah.. apa apa kau King Camello dari Hutan Barat? Kau? Ah maaf. Maaf kan anakku dan diriku yang sudah merepotkan. Kenapa kau disini? Bukankah Landramark dan Grofendure membutuhkanmu Camello?" tanya Viscount Rax dengan terkejut akan kehadiran Alpha Kaum Serigala dari Hutan Barat. Kerajaan Hutan Barat yang diberikan oleh Raja Landramark dan memiliki kekuasaan akan pulau magia Grofendure untuk pelayanan sihir terkuat.


"Kau sudah sembuh rupanya Rax. Anakmu pun sudah sembuh. Baiklah, bisakah kita berbicara berdua Rax?" Camello memberikan ajakan berupa tawaran untuk Rax berbicara. Sebuah percakapan rahasia antara kebebasan untuknya keluar dari Pulau Misteri Mirst. Viscount Rax mengangguk tanda setuju. Dirinya mengikuti jejak langkah King Camello dari belakang menuju luar Ruang Tahanan Raja dan melihat pemandangan hutan yang indah di Barat Asgard.


Camello menghirup aroma dedaunan yang khas disana. Begitu segar dan sejuk ketika kedua matanya terbuka, "kau tahu jika sudah memasuki Pulau Misteri tidak akan bisa keluar? Kecuali hanya ada satu syarat. Kau dan putramu akan bebas dan memasuki portal dimensi yang sudah Crisdione tunggu disana."


Camello tertawa kecil dengan melihat kalung pemberian Gaile sang master magia elemen bumi, "kau tidak akan dimakan Orc. Lagipula, aromamu sudah tercium oleh para Kaum Elf Lytherin disini Rax."


"Intinya saja. Aku memang ingin membawanya pulang ke Agraria," jawab Rax dengan cepat sembaring menatap wajah Camello yang berpaling memandangi keindahan Hutan Mirst.


"Kau harus bersedia jika suatu saat Putri Olea melakukan pernikahan ikatan elemen bersama King Tian. Fern harus merelakan Putri Olea jika cahaya jiwa King Tian menyatu bersama Putri Olea. Itu pertanda bahwa Putri Olea akan sadar bahwa pasangan mate abadinya adalah Pangeran Kim dari Atlantia," Camello berbicara dengan sangat jelas.

__ADS_1


Mata Rax terbelalak. Ia tidak menyangka bahwa calon Ratu Kerajaan Agraria harus merasakan banyak penderitaan terlebih anaknya ikut andil dalam penderitaan ini.


Rax terdiam dengan pikiran yang berkecamuk, ia kebingungan.


"Maksudmu semua elemen dari kalung itu tidak mampu untuk membuat Putri Olea merasakan kekuatannya?" Tanya Rax dengan rasa penasaran disana.


Camello menggeleng. Bibirnya menyinggung tersenyum dengan tatapan sedih.


"Takdir keponakanku ada di tangan Putri Olea. Ia kembali ke Valinor begitupun dengan sisa umur King Tian. Ini adalah janjinya kepada Vada dan Yang Mulia Rue ketika Olea lahir. Rax, jagalah putramu Fern. Bawalah ia pergi menjauhi Olea ketika semuanya terjadi."


"Apa Tuan Putri akan lupa dengan anakku?" Tanya Rax dengan cemas.


"Tidak, dia tidak akan lupa. Dia hanya akan takluk oleh Pangeran Kim. Jika Pangeran Kim memintanya untuk disisinya maka tubuhnya akan bereaksi untuk menuruti Pangeran Kim seketika."


Rax terdiam dengan penuh kecemasan. Ia sungguh semakin ketakutan jika Fern akan bertindak diluar kendali apabila Putri Olea bersama Elf lain.

__ADS_1



__ADS_2