
Kedua mata nanar itu begitu intrik ketika pikirannya terkotori oleh kabar anak kandungnya sendiri. Apa yang ia lakukan di depan permata kristal harus terganggu oleh usikan kabar Kim oleh para pelayan, "temani aku untuk menemuinya di kamar."
Para pelayan hanya mampu mengikuti keinginan yang mulia Ratu Calla dengan patuh, "baik yang mulia."
Para pengawal membuka pintu aula rahasia, Ratu Calla berjalan menuju kamar Pangeran Kim. Gaun elegannya menyeret karpet merah dengan anggun, tengkuk wajah angkuhnya begitu mengisi disetiap lorong kerajaan yang ia lewati. Ratu Calla memasuki kamar Pangeran Kim dengan terdiam, "tutup pintunya biarkan hanya aku saja yang bersama nya di ruangan."
__ADS_1
Para pelayan dan pengawal seperti biasanya hanya menunggu Ratu Calla di depan ruangan Pangeran Kim. Semua orang selalu menyangka Ratu Calla sosok seorang Ratu yang bijaksana serta baik setelah kepergian mendiang Raja Faro Gazer dan Ratu pertama Raner Gazer. Ratu Calla menutup pintu ruangan Pangeran Kim dengan rapat. Kedua matanya melihat gelas cawan yang belum diminum oleh anaknya, "kenapa kau tidak meminumnya sayang? Apakah kau tidak tahu bahwa kesakitanmu akan selalu berlanjut jika kau tidak meminumnya? Minumlah."
Ratu Calla mengambil gelas cawan berisi ramuan biru yang sudah ia berikan kepada pelayan untuk diberikan kepada Kim, jari jemarinya mengaduk ramuan biru yang akan diminum oleh Kim diatas ranjang yang kini bersandar di bantalan ranjang. Kedua mata lemahnya menatap ibunya yang mengaduk gelas cawan, Kim mengambil gelas tersebut dan meminumnya pelan.
'Minumlah yang banyak anakku! Dan kekuatanmu akan semakin tidak ada. Hahaha! Aku ibumu akan selalu menjadi Ratu di Atlantia,' suara batin Ratu Calla semakin bahagia ketika melihat anak kandungnya meminum seluruh ramuan biru yang membuat jantungnya semakin melemah.
__ADS_1
"Kakakmu masih di perbatasan, ia akan kembali nanti. Tidurlah sayang, ia akan selalu menjengukmu dan segera mungkin kau akan sembuh," Ratu Calla kembali menenangkan Kim dengan imbuhan suara lembut dan mimik yang lembut, sehebat mungkin ia harus membuat anak-anaknya selalu patuh kepadanya karena keinginannya yang ingin selalu menjadi seorang penguasa Atlantia. Kerajaan dengan seribu keindahan dengan kekuatan penuh prajurit dan ribuan kaum magia.
Ratu Calla menemani Kim hingga tertidur, mantra sihir yang ia rapalkan hanya dalam hitungan detik mampu membuatnya terlelap. Ratu Calla berdiri dengan menatap Kim penuh tatapan tajam, pintu ruangan terbuka. Wajah nanar itu kembali manis ketika melihat banyak pengawal dan pelayan yang berada di depan ruangan Kim.
"Bereskan gelas-gelas cawan yang ada dikamar anakku," Ratu Calla menyuruh pelayan untuk membersihkan bekas sisa gelas yang sudah ia berikan kepada anaknya.
__ADS_1
Ratu Calla kembali ke aula kerajaan, kedua kakinya melangkah dengan anggun diatas karpet merah berjalan ditemani para pelayan dan pengawal. Banyak sekali para kepala Kerajaan Atlantia dari berbagai kota dan tamu bangsawan yang menantinya. Membawa kabar tentang perekonomian Atlantia dengan banyak sekali perdagangan yang dikelola. Aset Atlantia sangat berlimpah karena kemakmuran dan kesuburan yang Atlantia berikan kepada Valinor.