Chronicle : Chance

Chronicle : Chance
Persiapan pesta topeng 1


__ADS_3

Sebuah pintu ruangan kamar terbuka dengan mendapati kedua orang wanita yang terpaku dan terdiam menatap Olea.


"Astaga!"


Tansy dan Sage melompat-lompat mendapati Olea sudah kembali pulang ke asrama. Dengan wajah serta ekspresi yang penuh akan kebahagiaan disana Sage dan Tansy mengajak Olea berbicara bersama.


"Apa kau sudah menyiapkan gaunnya? Esok adalah acara pesta topeng. Ah aku senang kau kembali" Sage memeluk Olea dengan membaringkan wajahnya di pundak lengkung disana.


Tansy berdiri menatap langit serta pemandangan dari balkon dengan pintu yang terbuka, "Olea, aku bahagia kau bisa kembali ke asrama dan ada beberapa yang ingin aku tanyakan padamu."


Kedua alis mata itu mengkerut jelas dengan rasa penasaran yang membuatnya bertanya, "apa yang ingin kau tanyakan?"


Sage memeluk Olea dari belakang dengan menuturi langkah Olea yang menghampiri Tansy, "sudahlah apa kau sudah makan? Kau akan datang bersama dengannya kan? Kebetulan seharian besok akan libur dan malamnya kita akan pesta."


Tansy berbalik badan dan menatap kedua sahabatnya yang saling bercanda, "seharian besok kita akan berdandan ala Putri kerajaan. Pasti kau akan mengajak dokter itu kan?"


Olea tertawa kecil, "aku dan dia saat ini sudah menjadi pasangan."


Kedua mata Tansy membesar, baginya tidak ada yang bisa menjadi pasangan mate Olea selain pangeran Kim karena cerita sang naga itu benar nyata dan ayahnya sendiri yang membuatnya melihat bahwa legenda itu nyata.


"Olea, ah sudahlah lebih baik kita mempersiapkan untuk besok bagaimana jika kita melakukan perawatan wajah dan tubuh."


"Ah aku mau, Olea kau juga mau kan?"

__ADS_1


Olea mengangguk mendapati kedua temannya membuka tas perawatan pribadi yang berisi masker, lulur dan perlengkapan lainnya.


***



Viscount Rax


Countess Elia


Menatap langit didekat hutan Sighlid dari beberapa meter kastil Agraria. Awan serta angin yang berdesir memperlihatkan peringatan akan cuaca yang akan terjadi di Valinor.


Countess Elia memperlihatkan rasa khawatir akan putranya Fern Of Whisper dengan beberapa pelayan yang memegangi gaun yang terjuntai, "apa yang mulia akan menyetujuinya? Anak itu sudah kubilang jangan menyukai tuan putri masih saja menyukainya bahkan memiliki sumpah abadi mate."


"Sudahlah aku tidak tahu, saat ini perlindungan untuk Agraria jauh lebih utama! Apa kau tidak tahu bahwa salah satu stone element meredup? Itu karena kekuatan pangeran Kim melemah, kau cukup bicarakan kepada Fern untuk memutuskan hubungan bersama Olea jika memang terjadi hal yang tidak enak, jika yang mulia menyetujuinya akupun menyetujui tapi aku tidak menyangka jika kutukan pasangan itu benar nyata bahkan Atlantia bersiap kehilangan Kim!"


"Hey, anak kita yang memberikan minuman perubah wujud tetapi yang mulia tidak marah bahkan yang mulia ratu belum memberikan restu! Ah sudahlah aku pusing berdebat denganmu."


Rax mengambil nafas panjang dan melembutkan suara di hadapan istrinya, "tolong bawa istriku pulang dan biarkan beberapa pengawal menemaniku untuk menyegel Agraria hingga tuan putri datang ke Valinor."


"Baik tuan."


Countess Elia tidak memahami apa yang suaminya inginkan bahkan jika harus anaknya menjadi korban, maka countess Elia orang pertama yang akan marah pada suaminya.

__ADS_1



Beberapa kuda dan beberapa pengawal mengenakan seragam besi datang untuk membawa countess Elia kembali ke rumah, "aku sudah menyuruhnya untuk tidak menyukai tuan putri tapi kau malah mendukungnya untuk mengambil tuan putri dari Kim. Aku orang pertama yang akan menghujanimu dengan banyak cairan sihir agar kau mati perlahan!"


Rax menelan ludah dan mengernyitkan dahi dengan memberikan kedua tangannya yang menyiku menenangkan istrinya, "anak kita akan baik-baik saja jika pangeran itu menolak tuan putri."


Countess Elia menaiki kuda dengan bantuan beberapa pengawal yang membantunya naik diatas kuda, jubah hijau yang menutupi wajah berjalan perlahan dengan suara langkah kaki kuda.


"Kita lihat saja nanti suamiku, jika benar itu terjadi aku tidak akan marah tetapi jika semuanya berbalik kau orang nomor satu yang aku cari."


Rax kembali membalikkan tubuh dan menghadap ke arah kastil istana Agraria, seluruh segel mantra oleh perlindungan elemen bumi Arda diucapkan untuk Agraria demi sang calon cahaya Valinor kembali.


"əˌlohomora"


"O! Elbereth! Lindungi seluruh Agraria dengan cahaya O! Valar O! Vada lindungi Agraria dengan cahaya Valinor."


Sebuah sinar biru melindungi seluruh kastil istana dengan bulatan sinar dan petir terang menembus langit, seluruh burung-burung berterbangan dan angin yang datang menusuk tulang-belulang. Rax menahannya beberapa jam hingga selesai.


"Ayolah, ayolah selesai jika ini belum selesai maka Ancalagon akan menyerang."


Katup biru selesai dan segel kastil Agraria terlindungi, Rax kembali pulang dengan beberapa pengawal yang menjaganya kembali ke rumah dengan sihir penghilang diri memakai jubah kembali.


"Bedazzling Hez."

__ADS_1


Kumpulan asap abu-abu mengepul membuat viscount Rax serta beberapa pengawalnya menghilang.



__ADS_2