
Viscount Rax berselisih debat dengan istrinya yang tak lain adalah countess Elia. Sebuah rumah berbentuk kastil tua di daerah Tirion. Perselisihan antara suami istri yang hanya membahas Fern dan Olea menjalin ikatan mate bersama. Elia tidak akan menyangka bahwa Ancalagon akan dilepas oleh para kaum Dark Elf dan menjadi sebuah ancaman seluruh Valinor.
Countess Elia memalingkan wajah dari pandangan suaminya Rax. Kedua matanya melihat sebuah buku suci lentera kuno yang pernah tertulis oleh para penyihir element Agraria.
"Tidak ada, Semuanya tidak tertulis! Bagaimana ini? Kenapa anak kita harus menjalin kasih dengan wanita yang dikutuk oleh naga itu."
Countess Elia menatap lembaran demi lembaran dengan wajah yang cemas, Rax hanya melihat kecemasan istrinya dengan wajah panik.
"Sudahlah sayang jangan kau khawatirkan anak itu. Jika tuan putri ditolak oleh pangeran Kim maka anak kita tidak akan menjadi sebuah musibah."
"Kau! Dengarkan aku Rax, kemarin kau menyuruhku membantu ramuan untuk tuan putri tapi kau menyuruh anak itu untuk menjalin hubungan, ayah macam apa kau Rax!"
Viscount Rax kembali mengernyitkan dahi dengan berbalik diri untuk kembali ke istana, "tuan muda Rad akan bertemu denganku di taman Ermus dekat dengan perbatasan, kau jangan menyalahkan siapapun Elia. Karena takdir ini memang harus terjadi."
__ADS_1
Elia menutup buku lentera kuno Agraria. Baginya semuanya menjadi percuma jika harus mencegah anaknya berkali-kali berhubungan dengan Olea sang cahaya Valinor. Elia beranjak dari kursi kayu tua ruang kerja miliknya untuk melihat sebuah foto yang tertempel di dinding dengan cantik. Sebuah foto kebersamaan dengan May Kyo Hee sebuah nama yang terganti setelah ia pergi ke dunia manusia karena terkena imbas kutukan para Dark Elf.
"Kenapa menjadi seperti ini May? Kenapa anak-anak kita harus merasakan ini."
Countess Elia melontarkan kata-kata ucapan penuh pasrah, baginya persahabatan antara May dan dirinya sangat penting tetapi dirinya tidak akan pernah menyangka jika anaknya akan menjadi ancaman untuk Valinor.
"Nyonya, Agraria memanggil anda dan penyihir Wern mencari anda nyonya," salah satu pelayan Countess Elia memberikan sebuah kabar bahwa apa yang ia dengar harus ia lakukan.
"Baik nyonya."
Countess Elia menatap fotonya kembali bersama May Kyo Hee. Persahabatan antara ras light Elvis murni yang harus saling terpisah.
__ADS_1
"May, semoga kau selalu baik-baik saja disana."
Jari telunjuk countess Elia mengusap foto bersama dengan May, mendapati kerinduan yang tidak dapat tertulis dan dirahasiakan. Countess Elia menaruh kembali figura foto tersebut dengan tatanan rapi.
Para pelayan menyambut countess Elia untuk bersiap diri menuju kastil istana Agraria. Tentu saja countess Elia harus siap bertemu Wern.
Sebuah cermin sihir diruang kerja countess Elia memberikan tanda kepulan asap. Mengeluarkan cahaya biru dengan khas seperti listrik. Rupanya Rax memberikan sebuah gambaran pertemuannya dengan Rad di taman Ermus.
Kedua mata countess Elia melihat ke arah cermin kaca, tatapan wajah yang mencemaskan anaknya di dunia manusia bersama Olea.
Jari-jemarinya mendapati kedatangan burung Sigmund dengan sebuah kabar tentang Dark Elf yang akan datang ke dunia manusia untuk membawa Olea, "apakah itu benar? kenapa kalian tidak datang dari siang. kabar ini tidak akan bisa langsung terdengar oleh anakku disana!" Elia menyuruh burung Sigmund pergi kembali ke alam lepas, bahasa burung Sigmund sangat dimengerti oleh countess Elia. Keahlian sihirnya mampu mendengar dan mengartikan bahasa burung Sigmund.
__ADS_1