Chronicle : Chance

Chronicle : Chance
Perjuangan


__ADS_3

Ketika kau merasakan cinta dan harus menutupinya. Sebuah rasa yang tak mampu kau ucap dan kau ungkap tetapi kau harus merelakan orang yang kau cintai untuk selalu bahagia.


Ketika daun Mirst berbicara dimana sebuah pengorbanan dan perjuangan harus terlaksana. sebuah ikrar bersama Mirst.


[ S1 ] Chapter 59.


Kedua mata Shae begitu mendominasi ketika melihat rona wajah King Tian begitu amarah. Ia tidak tahu bahwa akan sejauh ini terlebih seseorang yang kuat dari golongan ras serigala hadir didekatnya, Camello seorang Raja dari Hutan Barat yang terkenal akan bijaksana dalam mengambil keputusan.


Kedua mata Shae begitu ketakutan ketika King Tian mulai menyelidiki dirinya akan Fern, "baiklah, maafkan hamba yang mulia. Maafkan hamba," ucap Shae dengan mulai menunduk dan memohon ampun di hadapan King Tian beserta Rone.

__ADS_1


Wajah King Tian begitu heran akan ekspresi Ksatria Shae. Kakinya menghampiri Shae dengan mendekatkan wajah beserta menjulurkan jari telunjuknya untuk menarik dagu Ksatria Shae, "kau menginginkan putra Viscount Rax mati? Kenapa?" Tanya King Tian dengan melihat wajah Shae dengan begitu ketakutan.


"Maafkan hamba Yang Mulia, Tuan Muda Rad menyuruhku untuk membunuhnya karena, karena karena Tuan Putri Olea sudah berada di Valinor," Ksatria Shae kembali berucap Dengan kejujuran.


Kedua mata King Tian begitu terkejut akan penuturan Ksatria Shae, ia memang tahu jika Putri Olea sudah berada di Valinor. Tapi ia tidak menyangka bahwa Rad akan membunuh Fern, "apa maksudnya Olea tiba di Valinor dan kau harus membunuh putra Viscount Rax? Cepat katakan!" Teriak King Tian dengan nada amarah disana. Ia begitu tidak mampu menahan amarah ketika dirinya mengingat Putri Olea.


"Karena, karena Fern adalah pasangan Putri Olea. Mereka melakukan sumpah mate abadi Yang Mulia," jawab Ksatria Shae dengan terbata-bata dan mengeraskan suaranya dengan begitu ketakutan.


"Panggil Ketua Penyembuh dan obati Fern, bagaimanapun dia putra Viscount Rax. Aku tidak ingin nama baik Kaum kita rusak didepan Kaum Kerajaan Agraria," King Tian berbicara dengan pelan dengan memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Jangan ikuti aku! Biarkan aku berjalan sendiri menemui paman. Kau pergilah kembali ke putra Viscount Rax itu. lagipula, ayahnya sedang melawan para Orc di Hutan misteri pulau ini," King Tian berbicara ketus dan berjalan kembali tanpa memalingkan wajah.


"Baik Yang Mulia," Rone hanya menatap Rajanya yang berjalan tanpa memikirkan dirinya. Baginya, King Tian begitu sangat tertutup jika mengenai perasaannya. Sudah sangat lama ia menyimpan perasaan terhadap Putri Olea tetapi Pohon Mirst selalu saja menolak kehadiran Putri Olea bersama King Tian.


Wajah Rone menunduk dan kembali ke ruangan dimana Ruang Tahanan Raja berada. Mendapati tubuh Fern yang masih tertidur diatas ranjang dengan mulut yang mulai membusuk biru.


"Bangunlah, kau kenapa berbicara tentang Putri Olea. Kau tahu bahwa King Tian memiliki perasaan terhadap calon Tuan Muda Kim dan kenapa kau berbicara fakta jika Fern adalah pasangan mate nya," Ucap Rone dengan memeras beberapa helai daun Pohon Mirst yang dipetik oleh King Tian untuk di teteskan ke dalam mulut Fern.


Tubuh Ksatria Shae terbangun dan merapikan pakaian miliknya yang sudah Kumal disana, "aku sudah tidak tahu lagi harus berkata apa dihadapannya. Kau tahu jika Pulau Misteri ini adalah persaingan dengan Kerajaan Atlantia. Bukankah memang seperti itu, jika bukan Yang Mulia Rue mungkin Atlantia sudah membunuh Wilayah Mirst. Terlebih Pulau Mirst sudah di jajah oleh kaum Oracle Erven."

__ADS_1



__ADS_2