
King Tian memeriksa beberapa letak denyut nadi di setiap tanda vital Fern. Melihat tubuh yang terkulai seperti mayat sungguh lemas dan harus beberapa hari harus beristirahat. Rone memandangi wajah King Tian dengan ragu, sungguh sangat hebat jika serangan racun api seorang Elf dapat sembuh.
Kedua mata King Tian melihat rasa ekspresi Rone disana. Menatap lekat sang Beta kaki tangannya. King Tian menunduk dan kembali memeriksa mulut Fern yang sudah mengeluarkan warna biru kehitaman.
Ksatria Shae sudah memahami akan reaksi racun api Oracle. King Tian berbalik tubuh dan menghela napas panjang. Sisi tangan yang memunggungi dirinya, "kau tahu jika reaksinya akan seperti ini?" King Tian bertanya dengan ekspresi tidak biasa. Dahinya mengkerut.
__ADS_1
Pikirannya begitu berkecamuk ketika King Tian mengingat bahwa Ksatria Shae adalah kaki tangan Pangeran Rad. 'Kenapa Shae seperti ingin Fern mati? Apa ada sesuatu diantara mereka? Apa hubungannya dengan Shae. Shae hanya seorang Elf kaki tangan Pangeran. Takdirnya hanya seorang Ksatria," pikir King Tian dengan gejolak pikiran yang membentengi benaknya.
Kedua matanya lekat tidak berpaling dari sorot wajah Ksatria Shae. Sangat mustahil jika seorang Fern harus kembali dalam keadaan tidak sehat.
King Tian berjalan mendekati tubuh Ksatria Shae, wajahnya mendekati batang hidung Ksatria Shae disana. Hidungnya mengendus beberapa hirup aroma Elf Ksatria Shae, "ada konflik apa antara Agraria dan Atlantia? Bukankah hubungan politik antar Kerajaan sangat baik? Kenapa sepertinya menginginkan putra Viscount untuk mati?" Tanya King Tian dengan ekspresi serius membuat Ksatria Shae tampak tercengang.
__ADS_1
Wajah King Tian berpaling, mendapati kabar kedatangan keluarga dari jauh, "paman? Baiklah. Cukup sudahi pertemuan kali ini. Kau lanjutkan saja Shae, aku akan bertanya kembali kepadamu. Terlebih kau akan dipulangkan ke Atlantia," ucap King Tian seraya menjelaskan. Ia begitu curiga ketika mendapati beberapa kejanggalan apa yang terjadi.
Aroma pohon Mirst begitu pekat berada di ruang tahanan Raja. Harus beberapa wewangian vanilla dengan aroma bunga pohon Mirst. Rone mengambil cawan di atas meja ujung ruangan. Mendapati beberapa cawan perak yang masih bersih. Rone kembali melihat ekspresi wajah dan perilaku tubuh Ksatria Shae dan menghampiri King Tian, membisikkan beberapa ucapan di telinga King Tian.
King Tian kembali menatap wajah Ksatria Shae, begitu ketakutan ketika Ksatria Shae melihat King Tian seperti sedang mengintrogasi dirinya. Ini semua hanya suruhan Pangeran Rad. Begitu dirinya tersadar akan lamunan yang membuat Ksatria Shae kembali menunduk.
__ADS_1
"Kau minum air yang dibawa dari pelayan-pelayanku? Dan putra Viscount Rax belum terbangun dari semenjak datang kemari, kenapa kau tidak menyuruh beberapa untuk menjemput ketua penyembuh? Apa kau tahu bahwa aku mengenal baik Kerajaan Agraria?" Tanya King Tian dengan nada membentak. Ia begitu marah ketika mengetahui laporan Rone bahwa belum ada satupun orang yang datang ke ruang tahanan Raja. Bahkan ia harus melihat sendiri Ksatria Shae makan dengan lahap beberapa piring tempurung rotan dan alas dedaunan.