Chronicle : Chance

Chronicle : Chance
Kerajaan Hutan Barat


__ADS_3

Busungan pundak Camello mulai menegak. Dirinya mencoba bangkit akan kesedihan sesaat. Sudah beberapa kali Mark sang Omega terluka karena dirinya. Hingga sampai detik ini para pengikutnya selalu menerima dengan bahagia jika mereka terluka. Terkadang Camello merasakan getir dan gejolak pahit disana. Menjadi keturunan darah biru dan Alpha terpilih membuatnya kadang merasa berat membawa beban.


'Sudah jadi takdirmu Camello! Kau adalah seorang Alpha! Begitupun dengan King Tian,' gejolak batin Camello berbicara disana. Dirinya kembali memegang sisa-sisa batang rerumputan yang masih tertinggal di kepalan tangan. Kedua kakinya melangkah dengan bersamaan munculnya pusaran angin berbentuk biru portal dimensi.


Camello tiba di Benteng Wilayah Barat Asgard. Sembaring berjalan ia mencari keberadaan Viscount Rax, Lyord berdiri dengan keadaan terluka berat. Beberapa pelayan muncul dengan mencoba mengobati luka-luka memar Lyord.


Lyord terkejut akan kedatangan King Camello dari Wilayah Hutan Barat. Wajahnya langsung cemas ketika Camello datang dengan raut wajah emosi.


"Apakah Mark memberikanmu sesuatu? Apa itu?" Tanya Camello dengan memperlihatkan pandangan tajam ke arah Lyord.


Lyord menerima pertanyaan di hadapannya, tubuhnya langsung menunduk dan seluruh pelayan melepas pekerjaan untuk mengobatinya, maafkan hamba Yang Mulia. Seseorang memberikanku minuman dan harus diminum. Aku memberikannya kepada Viscount Rax juga."


Camello tertawa dengan keras, "haha. Bangunlah! Tidak apa-apa, itu minuman penyembuh. Dalam beberapa hari kau dan Viscount Rax akan sembuh dengan cepat. Mungkin beberapa jam lagi kalian akan sembuh."

__ADS_1


Tidak berselang beberapa lama tubuh Lyord mengeluarkan sinar cahaya kekuningan emas. Benar saja apa yang di katakan Camello bahwa tubuhnya kembali seperti sedia kala. Luka-luka memarnya menghilang seketika.


"Bagaimana ini bisa terjadi? Bukankah aku sedang terluka?" Tanya Lyord dengan ekspresi terkejut disana. Kedua matanya tercengang ketika banyak sinar yang membuatnya sembuh.


Camello duduk di kursi khusus ruangan Aula Benteng Wilayah Barat Asgard, "mungkin besok luka dalamnya akan sembuh. Untuk saat ini kau pergilah istirahat dan juga biar Viscount Rax dan anaknya akan ku urus bersama King Tian pemimpin kalian."


Lyord mengangguk dan memberikan setengah menunduk. Ia mengucapkan rasa terimakasih kepada Camello telah apa yang sudah ia alami setelah kepulangannya menjalani tugas, "terimakasih Yang Mulia. Semoga anda semakin sejahtera."


Dengan beberapa pelayan yang mengantar Lyord untuk kembali ke benteng khusus Kaum Serigala wanita.


King Tian berdiri didekat sudut tirai jendela miliknya, "rupanya pamanku hari ini mempunyai tugas besar."


Camello mendengus dengan geram. Ia sudah sangat kesal ketika melihat keponakannya yang seolah-olah ia dalam keadaan baik-baik saja. King Tian menatap pemandangan Barat Asgard dengan indah dari balik jendela miliknya.

__ADS_1


"Aku akan membuatnya menjadi ratu disini. Siapapun tidak akan pernah bisa mencegahku bahkan Yang Mulia Lucifer atau Pangeran Rad dan Kerajaan Erven," King Tian kembali berbicara dengan nada yang bahagia.


"Hentikan! Jika kau mengulanginya lagi maka aku akan."


Pembicaraan Camello terhenti ketika wajah King Tian berbalik menatap dirinya. Camello sudah tahu akan takdir King Tian bahwa umurnya tidak akan lama lagi.


"Jika kau sudah tahu kenapa kau masih peduli denganku paman? Apa kau kasihan denganku? Jika aku tidak ada. Semua Benteng ini akan kuberikan padamu bukan kepada Beta penggantiku," King Tian kembali menatap pemandangan Barat Asgard. Nafasnya menarik dan menghembus pelan menghirup aroma hutan segar disana.


"Apa ini pesan terakhirmu untukku?" Tanya Camello dengan pasrah. Tubuhnya berjalan dan menduduki ranjang milik King Tian.


"Sudah sangat lama paman, tolong rekam kenangan masa kecilnya dan tolong perlihatkan kepadanya disaat aku tidak ada. Jiwaku akan menyatu bersamanya. Karena takdirku sudah terukir seperti ini. Aku sudah mengabdi kepada Agraria."


King Tian kembali menjawab dengan memejamkan mata. Camello terdiam dengan mendengarkan seluruh pembicaraan King Tian bersama dengannya. Tidak ada waktu lagi untuknya selain saat ini mendengar semua keluhan keponakannya.

__ADS_1



__ADS_2