
Mantra sihir membuat Viscount Rax kembali ke Valinor tetapi kali ini ia ke portal crown element dimana seluruh master element stone berkumpul. Viscount Rax berjalan menelusuri lorong dengan banyaknya lampu-lampu api yang menggantung didinding dengan warna ungu menyala serta lorong yang sepi tidak berpenghuni. Sebuah portal crown yang hanya di jaga oleh Magizoo Crisdione. Crisdione seekor hewan serigala raksasa berwarna putih perak dengan ukuran setinggi 3 meter yang menaungi portal crown dan memiliki sayap. Viscount Rax berjalan menuju sebuah ruangan meja Arcana.
"Rax, apa itu kau?" Wern memanggil Viscount Rax yang memasuki ruangan dengan dipenuhi beberapa batuan element kekuatan stone.
Rax memberikan salam berupa setengah menunduk dengan tangan kanan yang menempel di dada, "salam Agraria untuk semua master magia."
Master magia adalah sebutan untuk para master pemilik stone element.
"Salam Agraria," Seluruh master yang berada di meja Arcana memberikan jawaban salam kepada Rax.
Wern kembali memberikan penjelasan di sebuah ruangan Arcana, "maafkan aku Rax sudah membuat istrimu untuk memutuskan hubungan anakmu dengan putri Olea."
Rax memulai duduk di atas kursi kayu khas yang terbuat dari kayu pohon Ancaladia, "aku paham jika memang ini sulit, tapi kumohon Wern. Berikan aku waktu!"
__ADS_1
Rax memberikan serangan panik, ia tahu bahwa kehadiran Ancalagon akan menghadirkan wabah bagi para kaum Arda. Sebuah wabah yang bisa membuat para kaum No-Maj akan kehilangan Daemon dan bisa memusnahkan kaum No-Maj.
No-Maj sebutan bagi orang-orang non-sihir, hanya beberapa kaum di Arda yang memiliki sihir dan setiap kaum No-Maj memiliki Daemon pelindung untuk melindungi mereka.
Wabah efek Ancalagon tentunya bisa mengancam kehadiran para master magia di Valinor.
Countess Elia dan Viscount Rax mendapati sinyal dari burung Sigmund. Sebuah kabar dari Dark Land kerajaan Osiris. Countess Elia memberikan batuan azenith kepada Wern, "Wern, bagaimana ini? Tolong lindungi putraku Fern."
Wern mengambil crystal permata kalung milik Countess Elia. Kedua tangannya memegang bayangan crystal stone yang memperlihatkan cermin bahwa Briar memberikan tugas kepada para pelayan untuk menyiapkan sebuah ruangan khusus.
Rax merasa gelisah dan beranjak dari kursi kayu, "kenapa yang mulia hingga detik ini masih didunia manusia? Kenapa yang mulia tidak memikirkan kita? Aku sudah berkali-kali membujuknya tetapi dirinya pergi ke ruangan yang memiliki portal dimensi segel."
"Maksudmu yang mulia berada di wilayah yang tidak bisa dimasuki oleh kaum kita?" Salah satu master magia stone element air berbicara, Herdreclis.
Seorang wanita bertubuh indah dengan dengan rambutnya berwarna abu langit serta berbola mata keemasan, wajah cantiknya membuat siapa saja menyukainya. Herdreclis bergaris umur abadi seperti para master magia lainnya.
__ADS_1
"Jadi selama ini kau tidak pernah berbicara kepada para master magia tentang keberadaan yang mulia Rue adalah ini? Wern, bicaralah kepada kami. Bagaimana bisa garis keturunan Raja berdarah murni memiliki tanggung jawab yang besar tetapi ia pergi hanya untuk melindungi keluarga?" Herdreclis kembali beranjak dengan memegang tongkat sihir berbentuk bola kristal berwarna biru muda.
Wern menghela nafas panjang, "ya maafkan aku. Sebentar lagi beliau akan kembali bersama yang mulia ratu."
Herdreclis kembali tersulut emosi. Dirinya sudah tidak mampu menahan amarah, "kami semua disini menjaga Valinor kenapa yang mulia tidak mempedulikan kami Wern? Apakah kau tidak memiliki hati Wern?"
"Sudahlah tenangkan dirimu, sebentar lagi mereka akan kembali ke Valinor," Countess Elia kembali memisahkan percekcokan antara keduanya.
Para master magia kembali duduk di perkumpulan meja Arcana untuk membahas element sihir dan membuka segel sihir kalung rainbow stone yang di pakai Olea untuk melindunginya dari para Dark Elf.
__ADS_1