
Beberapa menit Viscount Rax menunggu. Tubuhnya ikut berjalan mondar mandir di belakang tubuh King Camello seraya berfikir.
Wajahnya sangat cemas berikut beberapa pergelangan tangan yang resah, Camello hanya tertawa kecil.
"Sudahlah ini memang takdirnya seperti ini, bilang saja tanda setuju. Ku hitung hingga 10 maka kau harus menjawab," King Camello kembali berbicara. Hanya ada Viscount Rax yang tetap mondar mandir di hadapannya kini.
"1"
"Argh! Aku tidak bisa memutuskannya. Aku memang ayahnya tapi ini keputusan hidup takdir seseorang," jawab Rax dengan kesal dihadapan Camello.
"2"
"Arggghht! Bagaimana ini. O'Vada!" Teriak Rax kembali.
"3"
"Oke! Oke! Baiklah aku menyetujuinya. Baiklah. Aku harus membawanya pulang. Oke!" Teriak Rax kembali dengan kesal disana.
Camello tersenyum dengan menghampiri tubuh Rax, "bersiaplah dan temui anakmu. Hanya beberapa detik untukmu bersama dia. Dan kalian akan kupulangkan ke Portal Crown Rainbow."
__ADS_1
Rax terdiam dan langsung memikirkan Fern. Dirinya pergi ketika Camello berbicara kepada dirinya.
Camello kembali berbalik menghidupkan energi kekuatan permata biru Amethys miliknya.
Prokk! Prokk! Suara tepukan tangan dari jarak jauh terdengar oleh Camello. Rupanya, King Tian melihat dan mendengar percakapan pamannya yang sedang melakukan perjanjian dengan Viscount Rax.
"Bukankah sebuah janji harus ada saksi paman? Dan aku sudah menyaksikan. Janji itu sudah murni terikat. Ah, akhirnya aku bisa mati dengan tenang nanti," King Tian berdiri di sisi Camello dengan ucapan rintihan senang.
"Dasar anak bodoh! Pergilah aku sedang tidak ingin melihatmu. Gara-gara kau aku jadi harus ke duniamu. Kau pikir Grofendure bermain-main?" Teriak Camello dengan nada kesal.
"Bukan salah ku tapi memang sudah menjadi tugasmu sebagai seorang Alpha. Wabah itu hanya akan berhenti ketika Tuan Putri Olea mencintai Pangeran Kim. Ah, kisah cinta yang indah. Bagiku elemenku akan menyatu bersama dengannya saja sudah membuatku bahagia," King Tian kembali berbicara.
"Haha, ah paman aku bahagia. Walaupun kau menghilang setidaknya aku sudah bahagia paman," ucap King Tian dengan memejamkan matanya dengan tersenyum seraya tertawa bahagia.
Camello memasuki Ruang Tahanan Raja. Dirinya meninggalkan King Tian seorang diri, "dasar bodoh! Jelas-jelas dia akan mati tetapi dia senang jika dia akan mati."
Viscount Rax duduk disamping ranjang bersama Fern, ia sudah menunggu kedatangan Camello dengan lapang dada.
Fern terdiam dengan menahan rasa sakit dadanya, "terimakasih Yang Mulia kau sudah membantuku sembuh. Kata ayahku kau yang menyembuhkanku dan juga kau akan membawaku bersama ayahku pulang ke Agraria, uhuk...uhuk.."
__ADS_1
Suara Fern terbatuk-batuk samar terdengar. Dirinya begitu menahan rasa sakit.
"Kau akan sembuh ketika sampai di Portal Crown Rainbow di Agraria Fern," ucap Camello dengan wajah yang memandangi Fern dihadapannya. Wajah Fern sangat tampan sebagai seorang Elf. Bahkan, bersama Raja Lucifer hampir sama tampannya.
Camello menyiapkan diri untuk dirinya membuka pintu portal dimensi. Pusaran angin berwarna biru muncul dihadapan Fern dan Viscount Rax di Ruang Tahanan Raja, "pergilah. Setelah memasuki pintu portal ini kalian akan sampai di Portal Crown Rainbow. Wern akan membantu kalian kembali untuk langkah selanjutnya, Rax terimakasih untuk perjanjiannya."
"Perjanjian apa?" Tanya Fern dengan terkejut disana. Sayangnya sudah terlambat. Rax menarik Fern untuk memasuki pintu portal dimensi yang sudah ada di hadapan Camello.
Beberapa detik setelah mereka berdua memasuki pintu portal dimensi. Camello tersenyum, "Estegameferur."
Buzzzzzzz!
Cermin sihir terlihat di samping tubuh Camello, "kapan kau pulang! Aku membutuhkanmu! Jangan lama-lama kau disana Camello!" Teriak Raja Lucifer dengan memakan beberapa buah plum dibalik cermin sihir."
Camello menjentikkan jari, "sangat berisik.
Buzzzzzzz! Cermin sihir menghilang.
__ADS_1