
Korea Selatan
Pukul 10.00 pagi.
Tansy memulai mengepak pakaian hari ini. Sage hanya duduk di meja belajar sembaring melihat Tansy yang mengepak pakaian kedalam koper miliknya.
"Kau yakin kau akan berhenti kuliah? Sebenarnya Olea kemana? Kenapa dia menghilang setelah pesta," tanya Sage dengan cemas dan rasa penasaran.
Tansy tidak mungkin berbicara bahwa Olea adalah Kaum Elf di hadapan dirinya. Sungguh sangat tidak mungkin jika Tansy berbicara dihadapan Sage.
"Sudah kubilang dia tiba-tiba keluar dari kuliah. Mungkin saja dia tidak ingin menemui kita lagi. Aku juga mendadak harus pulang ke Jepang sore ini," jawab Tansy dengan merapihkan beberapa perlengkapan kosmetik yang tertinggal.
Sage terlihat sedih dengan melihat wajah Tansy. Ia harus menerima surat bahwa Sage akan pindah kamar bersama murid wanita lain yang kekurangan satu orang siswi di asrama.
"Maafkan aku Sage," ucap Tansy dengan nada perpisahan dan maaf disana. Tangannya memegang pipi Sage dan memeluk tubuh Sage dengan sedih. Ia harus mengakhiri pertemanannya dan kembali ke Valinor Sore ini bersama ayahnya.
__ADS_1
Sage tersenyum dan mengusap punduk punggung dengan menepuk pelan, "tidak apa-apa Tansy. Kita akan berjumpa lagi. Aku menyayangi kalian dan kuharap kalian akan bertemu dengan ku lagi dan kita bermain bersama kembali."
"......"
Tansy hanya tersenyum dengan mengangguk dan membawa koper miliknya. Sage mengikuti Tansy berjalan keluar dari pintu Asrama.
Hanya ada pelukan kembali yang Tansy berikan kepada Sage di depan Asrama.
"Maafkan aku Sage. Aku akan bertemu denganmu kembali nanti," Tansy kembali memeluk Sage yang mulai menangis. Tansy mengusap air mata yang keluar dari pelipis mata milik Sage.
Sage melambaikan tangan dan tersenyum dengan kepergian Tansy. Tiga mobil keluar dari parkiran Asrama Seoul University.
"Baik nona muda."
Hanya ada balasan sautan supir dari dalam mobil. Mobil milik Tansy melewati beberapa jalanan Kota Seoul. Siang ini juga ia harus kembali ke Valinor.
__ADS_1
Tansy tiba di rumah miliknya di Kawasan Elite. Hanya sampai beberapa langkah di gerbang utama, dirinya meminum ramuan sihir milik Duke Honor.
Tak berselang lama sebuah pintu lorong berwarna biru berputar seperti gangsing. Tansy memasuki pintu portal dimensi dengan wajah bahagia.
Dalam beberapa detik dirinya memasuki kawasan Istana Agraria.
Banyak para pengawal yang menatapnya aneh kepada Tansy dengan pakaian berbeda. Tansy mulai merasa risih ketika dirinya di lihat sinis oleh para pengawal yang menontonnya sedari ia tiba di Agraria.
"Apa? Kenapa kalian menatapku aneh? Ini aku Putri Tansy putri dari Duke Honor! Apa kalian masih ingin melihatku dengan tatapan aneh? Enyah kalian semua! Aku tidak suka di lihat dengan aneh oleh kalian!" Dengan nada kesal Tansy berjalan dengan cepat menuju kastil Istana. Ada beberapa Pangeran yang sedang latihan memanah.
"Ah... Rrrggggg! Aku sudah kesal dari tadi! Kenapa kalian menggangguku terus? Apa kau ingin aku mati terkena panahan kalian Tuan Muda Arwel dan Tuan Muda Leomord!" Teriak Tansy ke arah dua Pangeran yang terlihat menggelitik menjahili dirinya.
"Hey, salah sendiri kau baru ingat untuk pulang! Haha," teriak Pangeran Arwel dengan kembali menarik beberapa anak panahan ke arah titik target bersama Pangeran Leomord.
Tansy kembali geram dan memasuki Istana dengan melewati karpet merah melewati lorong-lorong aula.
__ADS_1
"Wern! Wern! Dimana kau Wern? Aku memanggilmu! Wern!" Teriak Tansy dengan suara yang menggema. Dirinya membutuhkan keberadaan Wern karena cemas akan Olea.