
Berjalan melihat seluruh pemandangan di dalam hutan Pulau Misteri ini. Kedua kakinya melangkah melewati potongan-potongan kayu pohon, "Viscount Rax dia yang akan datang untuk menjemput anaknya," King Tian berjalan pelan sembaring berbicara. Dirinya begitu lupa diri ketika ia melihat sebuah Pohon Mirst diseberang Wilayah Barat Asgard. Hanya dengan sebuah jembatan rotan dengan banyak dedaunan yang menghiasi jembatan tersebut maka akan sampai di Pohon Mirst. Pohon dengan berbagai kekuatan dengan banyaknya peri-peri Pohon Mirst.
King Tian memberhentikan langkah kakinya ketika menginjak lima pijakan. Air deras mengalir dengan banyaknya bebatuan besar dibawah jembatan rotan dengan banyaknya suara-suara hewan yang berdecik dibawah sana.
Banyak katak melompat-lompat dengan berbicara berteriak dengan memanggil King Tian. Hembusan angin mampu menciptakan pesona King Tian semakin rupawan. Ketampanan nya sudah melegenda di Pulau Misteri. Banyak sekali bunga-bunga bersemi ketika ia melewati bunga tersebut. Sungguh ajaib jika para hewan-hewan sungai melihatnya.
"Apakah itu King Tian? Apa kau melihatnya? Dia memang sangat tampan! Ajaib, sekali ia melewati beberapa pohon maka pohon itu langsung bersemi!" Ujar para katak di sungai.
Seketika percakapan tersebut di sambut oleh para hewan yang melihatnya, kupu-kupu dan rusa bertanduk emas, "di anugerah beberapa keturunan Raja, begitupun dengan King Alfa Camello yang ketampanannya jauh lebih besar dari King Tian."
Para kupu-kupu seketika berubah menjadi peri berwujud manusia, "bukankah dia memang ada garis keluarga dengan Hutan Barat, sungguh sangat tampan tetapi sayang ia masih sendiri saat ini."
"Ssssttttt.. Kalian diam, King Tian bisa mendengar ucapan kita," ucap para katak yang berbicara sibuk.
Brusssssssss!
__ADS_1
Sebuah batu pecah dengan sekali lemparan kekuatan King Tian, kedua mata yang tajam itu melihat ke arah para hewan yang berbicara, "jika kalian membicarakan ku lagi maka akan aku tarik seluruh makanan di Pulau Mirst ini."
King Tian berbalik wajah dengan senyum merekah, ia kembali berjalan beberapa pijakan melewati jembatan rotan yang para peri buat untuk Elf hutan jika mendatangi Pohon Mirst.
Para hewan mengumpat dan pergi ketika King Tian memberikan sebuah tamparan akan bebatuan yang pecah. Sungguh mengerikan jika ia marah. Bahkan para peri Pohon Mirst tidak mampu mengelak jika King Tian meminta permohonan.
Salah satu peri Pohon Mirst terbang menghampiri King Tian, "salam Yang Mulia, apakah kau sedang bahagia?" Tanya peri hutan tersebut yang bernama Fi.
King Tian tetap tersenyum dengan berdehem dihadapan peri Fi, bersayap berwarna pink dengan topi kerucut berwarna pink, rambutnya berwarna hitam dengan tubuh yang mungil setinggi ibu jari, "ehm.. apakah kau melihat aku sedang bahagia peri Fi?" King Tian tetap berjalan. Hanya beberapa pijakan lagi untuk sampai di Pohon Mirst.
Kain jubah miliknya berdesir mengikuti aliran angin yang bertiup memasuki wilayah Pohon Mirst.
Sebuah rapalan mantra untuk membangunkan Pohon Mirst untuk berbicara, King Tian sudah memasuki wilayah dengan melihat Pohon Mirst bergerak kiri dan kanan dengan beberapa dedaunan yang memutar, percikan sinar berwarna ungu memperlihatkan keajaiban Pohon Mirst.
"Salam Yang Mulia, untuk apa kau datang kemari?" Pertanyaan Pohon Mirst dengan mengeluarkan mata dari batang pohon.
__ADS_1
Para peri berkumpul dengan membawa tongkat untuk melihat dan menjadi saksi akan permintaan King Tian kali ini.
"Lindungi aku untuk ke Osiris dan aku akan membawanya untukku pulang," ucap King Tian lurus tidak ada rasa ketakutan yang ada pada dirinya. Rambutnya berdesir mengikuti angin yang berhembus, sangat tampan dan bercahaya.
"Itu sangat tidak mungkin, kau tahu dia pemilik dari Valinor dan sudah menjadi mate abadi Pangeran Kim," peri Fi menghampiri King Tian dengan rasa iba, ia sudah berkali-kali mengatakan kepada King Tian agar mengurungkan niatnya untuk mempersunting Putri Olea jika kembali ke Valinor.
"Kau tidak boleh ikut campur dalam urusan mate abadi Yang Mulia, atau kau dan seluruh keturunanmu akan mendapatkan kutukan dari The Father Of Valinor sang Drakon itu. Lagipula, jika mereka ingin membawa semuanya pulang kembalikan saja. Percayalah pasanganmu akan datang," ucap Pohon Mirst dengan jawaban penjelasan yang membuat King Tian sedih.
Para peri-peri tentu saja sangat sedih ketika melihat Raja Wilayah Barat terlihat masam, sudah memasuki usia 50 tahun ia tidak memiliki pasangan mate, "sudahlah Yang Mulia. Suatu saat pasanganmu akan datang. Percayalah pada kami," ucap peri Fi dengan menenangkan King Tian.
Kedua mata King Tian menatap Pohon Mirst, "aku boleh meminta beberapa daun untuk menyembuhkan mereka? Jika ada kaumku yang datang tolong berikan beberapa daun untuk penyembuhan," King Tian berbicara kembali dihadapan Pohon Mirst.
"Pulanglah Yang Mulia, kau perlu istirahat. Kau tidak perlu ke Osiris suatu saat dia akan datang ke pulau ini," Pohon Mirst berbicara kembali dengan nada tegas, sebuah Pohon dengan kekuatan suci yang menjadi nyawa di Pulau Mirst ini.
"Baiklah, aku akan pulang dan mengikuti saran mu. Terimakasih atas saran dan kebaikanmu, Reisteh Ogesaforous! Le'e Mafrosh! O'Vada."
__ADS_1
Rapalan mantra membuat Pohon Mirst berputar kembali dengan bentuk semula menjadi Pohon yang tenang dengan beberapa Peri yang senantiasa bernyanyi dan memberikan kilauan cahaya.